High School Love Story

High School Love Story
HSLS 59



Untuk saat ini gw biarin lo bahagia sama Adelia Ray,tapi tidak untuk suatu saat gw akan balas sakit hati gw.Batin Brianna.


***


Hari ini seperti biasa Dea sudah beraktifitas seperti biasanya dia juga pergi ke kantor untuk menyelesaikan hari terakhir magangnya karena besok sudah harus kembali ke kampus dan melaksanakan wisuda.


Di kantor Gavin juga ada perayaan besar yang sengaja Gavin siapkan untuk suatu hal dan juga untuk pesta kemenangan tender perusahaan internasional yang berhasil berada di bawah naungan perusahaan Gavin.


Saat sampai di kantor Dea bingung kenapa banyak orang di kantor itu,sesaat Dea berpapasan dengan Brianna tapi Brianna malah menatap Dea dengan sinis bagi Dea itu bukanlah hal yang penting.


Di lobi,Dea berpapasan dengan Juan.


"Hy Adelia,lo gak mau ikut buat menyambut boss yang udah menang tender besar." Ucap Juan,Juan sudah tidak mengejar Dea sperti dulu lagi,karena belakangan ini Juan lebih fokus mencari tau semua hal tentang Brianna.


"Maaf gak tertarik,permisi." Ucap Dea dingin dan berlalu pergi.


Dea lebih memilih menyendiri di ruangannya menyelesaikan tugas yang tinggal 10% lagi meskipun semua orang sedang berada di lobi untuk menyambut boss mereka.


"Hah seperti pangeran saja harus di sambut." Ucap Dea lirih.


Sementara di lobi depan.


Gavin sudah sampai di kantor bersama Rico dan beberapa anak buahnya. Gavin mulai dari tadi celingak-celinguk mencari seseorang,Rico yang paham dengan bossnya itu langsung memperlihatkan tabnya yang langsung terhubung dengan cctv di dalam ruangan Dea.


"Tenang boss nyonya berada di dalam ruangannya." Ucap Rico tersenyum.


"Hm,memang dari dulu dia selalu seperti itu." Jawab Gavin menggelengkan kepala saat mengingat semua tentang Dea.


"Saya harap nanti malam semua yang ada di sini bisa hadir dalam pesta perayaan dan pesta yang sangat spesial bagi saya. Terimakasih." Ucap Gavin dan berlalu di ikuti Rico.


Setelah sampai di ruangan CEO.


"Rico,cepat panggil nyonya ke ruangan saya." Perintah Gavin.


" Tapi bos bukannya pesta masih nanti malam?." Tanya Rico bingung.


" Aku tau,tapi lebih baik aku menemuinya sekarang karena dia sangat keras kepala kalau aku menyuruh orang lain pasti dia bersikeras menolak dengan seribu alasan." Jelas Gavin.


" Apa kamu sudah siap boss setelah empat tahun." Tanya Rico memastikan.


" Aku akan siap apapun itu resikonya Rico.Pergilah." Ucap Gavin.


Tanpa di perintah lagi Rico segera menuju ke ruangan Dea.


Sesaat kemudian,Rico sampai di ruangan Dea dan langsung masuk begitu saja.Dea yang memang orangnya acuh awalnya sempat tidak memperdulikan Rico,tapi mau tidak mau Dea harus menuruti Rico karena nilai Dea tergantung penilaian dari Rico dan Gavin.


"Ada apa." Tanya Dea seakan tidak tertarik.


" Entahlah,mungkin karena tadi kamu tidak menyambutnya."


" Hah,sepenting apa sih sampai harus di sambut segala."


" Mendingan sekarang kamu cepat pergi."


"Sungguh menyusahkan saja." Gerutu Dea.


" Nanti kalau kamu sudah tau,pasti kamu akan bahagia." Teriak Rico saat Dea sudah berada di depan pintu sementara Dea hanya mengedikkan bahunya acuh.


Dengan malas Dea terpaksa berjalan ke ruangan CEO,dia sempat bertatap muka dengan Brianna di depan ruangan Gavin. Dea malas menanggapinya dia langsung mengetuk pintu ruangan Gavin .


Tok...Tok..Tok.


Permisi...


Ucap Dea berusaha seramah mungkin sambil melangkah masuk.


"Permisi mohon maaf,ada apa bapak memanggil saya?." Tanya Dea,Dea masih belum menyadari kalau dibalik kursi itu adalah Gavin padahal jelas-jelas nama Gavin sudah tertera di atas meja.


"Hy peri kecil..." Ucap Gavin dengan sangat lembut.


Degggg....


Jantung Dea berdegup kencang.


Suara ini,terakhir gw denger empat tahun yang lalu sebelum gw koma. Batin Dea dengan tubuh yang bergetar.


Gavin berbalik dan langsung menatap Dea.


Jlebb.. pandangan mereka berdua bertemu setelah sekian lama berpisah.


" Gak,gak mungkin." Ucap Dea mulai mengingat semua tentang Gavin.


" Apa kabar peri kecil." Ucap Gavin dengan mata yang berkaca-kaca. Dia sangat merindukann Adelianya. Gavin dengan perlahan menuju ke arah Dea ia ingin segera memeluk tubuh Dea.


STOPPP...!


Penasaran kannn:))))