High School Love Story

High School Love Story
Penyakit yuda



Setelah pulang dari sekolah yuda berlari menuju kamarnya seperti biasa rumahnya selalu sepi hanya ada 2 pembantu karena orang tuanya selalu sibuk bekerja diluar negeri mengurus perusahaan mungkin bisa dihitung dengan jari berapa kali mereka pulang menjenguk anaknya, yuda kekurangan kasih sayang walaupun semua fasilitas dan kebutuhannya terpenuhi


Yuda Mengobrak abrik laci mencari sesuatu sambil menahan sakit dikepalanya dengan darah segar yang terus mengalir dari hidungnya, segera setelah menemukan obatnya yuda menelan dengan badan yang gemetar dia meringkuk pada sudut ranjang


"siaalllll, sampai kapan gua harus bergantung sama obat obat ini gua capek, tapi gak, gua harus sembuh buat dapetin rita" ucapnya penuh keyakinan masih dengan menahan sakit


Kanker otak stadium 3 yang dideritanya sejak lama ini cukup menyiksa, dia harus terus minum obat dan menahan sakitnya sendiri tidak ada seorangpun yang tau termasuk orang tuanya hanya yuda dan dokter spesialis pribadinya, dia tidak ingin membuat yang lain khawatir dan terbabani dengan penyakitnya.


Karena efek obat itu yuda tertidur hingga pagi.


*******************************************


Ditempat lain dua sejoli masih terkunci disana, arga yang sudah bangun lebih awal karena merasa kebas dikakinya, ternyata semalam rita tidur dengan bantal paha arga, dia tidak tega membangunkan gadis di pangkuannya, walaupun arga terkenal dingin pada wanita dia masih punya sisi kelembutan dihatinya. Dia dengan sabar menunggu rita bangun ia mengingat kejadian semalam waktu rita hampir pingsan dan dia Memberinya nafas buatan itu adalah ciuman pertama arga yang ia simpan sedari dulu tanpa sadar dia memberikannya pada gadis manja dan centil yang baru saja ia kenal.


Sura pintu terbuka sontak membuat arga kaget, penjaga sekolah tak kalah kagetnya melihat arga anak pemilik sekolah dan pewaris tunggal MHD group ada didalam


"pak arga, bapak disini"


"ya" jawabannya singkat


"kami terkunci semalaman disini tidak ada orang dan jaringan didalam sini, saya tidak bisa menghubungi siapapun"


Wajah penjaga sekolah memucat seketika ia memikirkan hukuman apa yang akan ia dapat karena membiarkan orang sekelas arga terkunci diruang musik.


yang mendengar percapakan orang merasa terusik, perlahan ia mengerjapkan matanya mencoba mengenal tempat yang tidak asing


"astaga gua dimana, oh iya kita kekunci kan bebeb gemess gua sayang" dengan wajah polos khas bangun tidur


"ya dan sekarang sudah terbuka" jawab arga dingin sambil sekilas melirik pintu


"Jam berapa nih, astaga gua telat sekolah belum pulang ganti baju pula" rita panik


"kamu gak perlu kesekolah saya akan membantu perizinan, lebih baik kamu istirahat" kata arga masih dengan muka datarnya


"Beneran nih pak, astaga bebeb gemess guaa makin fans deh" ucap girang rita karena mendapat libur reflek memberi sebuah ciuman manis dipipi arga


Arga kaget dengan perlakuan rita yang tiba tiba menyerobot mencium pipinya dia mematung masih tidak percaya dengan adegan barusan


Di depan kelas geng Girls yang khawatir datang lebih pagi dan menunggu siapa tau wanda berangkat kesekolah


Melihat sosok yang tidak asing mereka berlari menghampiri wanda dengan tatapan gemas dan khawatir


"astaga beb, lu kemana aja sih bikin kita panik aja tau nggak mama lu khawatir sampe nelfon kita semua, untung belum lapor polisi" devi yang kesal mengintrogasi rita dengan gaya bicara khasnya yang gk ada rem kalo udah nyrocos


"jangan marah marah dulu dong gua pusing nih, gua semaleman kekunci diruang musik, sialnya phobia kegelapan gua kambuh untung gua kekuncinya bareng bebeb gemessss gua" ucap rita santai


"hahhhh" semua kaget dan membuka mulutnya


"biasa aja dong mulutnya".


"serius lu, jangan jangan mimpi nih anak gara gara kurang nyenyak tidurnya" devi yang tidak percaya menempelkan punggung tangannya dengan gaya sok mengecek jidat rita kali aja panas


"ihhhh apaan sih gua gak mimpi orang semalem pas gua ketakutan pak arga meluk gua"


"Wihhh gila gak lagi bercanda kan lu, ngayal banget"


"wanda emak gua sayang gua gak lagi ngayal kok, kalo gak percaya tanya aja noh pak arga masih diruang musik, tadi gua cium juga pipinya" muka rita memerah mengingat adegan memalukan tadi yang tanpa permisi mencium arga


"wahhh gila ini Bocah, nyari masalah dia"


"bodo amat udah ah gua mau pulang, capek"


"gak sekolah lu"


"kagak bebeb gemes udah nyuruh gua pulang istirahat dia juga yang mau bantuin urusin izin" jwab rita dengan nada sedikit bangga


"hahhh" mereka memasang ekspresi kaget lagi


"udah ahh gua mau pulang bye byee cimut cimut gua" rita berlalu tanpa memperdulikan 3 sahabatnya yang masih kaget


Hayyy viewers maaf ya mungkin masih berantakan karena masih belajar, terus berikan suport buat Author dengan cara like, komen dan share, thankyou😘😘