Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
PERMINTAAN



Hening !


Suara alunan musik dalam mobil tidak sanggup memecah keheningan itu.Hingga mereka tiba di basement rumah sakit suasana masih tetap sama.


Aku harus membicarakannya sekarang.Aku takut tidak ada kesempatan lagi untuk membicarakan masalah ini.


Mobil sudah terparkir rapi. Namun sepertinya Hannah belum menyadarinya. Karena dari tadi dia hanya diam menunduk sambil memainkan jemarinya.


Mike menarik nafas panjang. Dia ingin membicarakan masalah hubungan antara dirinya dan Hannah sekarang. Belum tentu dia akan mendapat kesempatan duduk berdua dengannya setelah ini. Karena Joe sudah diperbolehkan pulang. Pastinya Hannah akan sibuk mengurusnya nanti. Secara dia adalah calon istrinya Joe. Uh...Masih sakit rasanya kalau harus mengakui Hannah adalah calon istrinya Joe.


"Hannah !"


Hannah terhenyak mendengar Mike memanggil namanya. Mata gadis itu menyapu sekitar. Dan dilihatnya mereka sudah sampai di parkiran.


"Oh...kita sudah sampai ?" Gadis itu masih berusaha mengumpulkan titik fokusnya.


Setelah bisa mengembalikan fokus pikirannya, Hannah segera membuka seatbelt yang melintang di tubuhnya.


"Hannah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


Pergerakan tangan Hannah terhenti pada gesper seatbelt. Lalu mengangkat wajahnya hingga bisa melihat kedua mata Mike yang begitu dalam dan teduh sedang memandanginya.


Hannah membenarkan posisi duduknya. Mencari posisi ternyaman. Entah kenapa jantungnya serasa ingin keluar dari rongga dadanya. Padahal dia belum tau apa yang ingin Mike bicarakan dengannya. Tapi roman-romannya ini menyangkut masalah hati.


"Kau mau bicara apa ? " Berusaha mengalihkan pandangannya kebawah sambil menggigit bibir bawahnya. Degup jantungnya kian tak beraturan.


"Tentang....kita." Mike sedikit ragu tapi dia harus mengatakannya.


Refleks Hannah mengarahkan kedua matanya pada laki-laki disampingnya itu dengan tatapan penasaran.


"Hari ini Joe sudah boleh pulang. Aku takut tidak mempunyai kesempatan lagi untuk duduk berdua denganmu." Mike menghela nafas. Perasaannya sangat rumit saat ini.


"Kenapa kau bicara seperti itu ?" Hannah makin dibuat penasaran dengan kalimat Mike.


Pernikahannya dengan Joe harusnya berlangsung tiga minggu yang lalu. Dan jujur dengan batalnya pernikahan itu membuat Hannah memiliki sedikit harapan untuk bersama dengan Mike. Jahat memang. Tapi Hannah tidak bisa membohongi hatinya. Hatinya adalah milik Mike. Dan dengan kebersamaan mereka belakangan ini membuat cinta itu semakin tumbuh subur. Meskipun tanpa ikatan.


Dan Mike sendiri tidak bisa menghindari perasaannya yang semakin kuat terhadap Hannah. Kalau dipikir-pikir mereka berdua jahat banget ya. Disaat nyawa Joe sedang berada di ujung tanduk karena menyelamatkan gadis yang menjadi korban dari balas dendam atas apa yang dilakukan temannya. Justru disaat itulah kedua orang itu tanpa sadar saling memupuk cinta diantara mereka hingga tumbuh dengan subur. Tapi itulah cinta. Kita tidak tau dan tidak bisa memilih kapan itu datang dan dengan siapa dia berlabuh.


Mike menggeser posisi duduknya hingga berhadapan dengan Hannah. Ditatapnya kedua mata sayu itu dengan begitu dalam lalu meraih kedua tangan Hannah dan menggenggamnya erat.


"Disini." Mike mengarahkan jari telunjuk Hannah ke dada bidangnya." Aku punya banyak sekali cinta untukmu.Dan kau tidak perlu meragukan itu. Tapi...." Mike menunduk lesu.Rasanya berat sekali untuk melanjutkan kalimatnya.


"Tapi apa Mike ?" Mata Hannah mencari kebenaran dalam mata Mike.


"Aku punya satu permintaan."


"Permintaan ?" Dahi Hannah berkerut.


Mike memejamkan matanya sekilas.Menguatkan dirinya untuk mengutarakan permintaannya.


Hati Hannah mencelos mendengar permintaan Mike.Dia menarik tangannya dari genggaman Mike lalu duduk menghadap ke depan.


Rasanya Mike baru saja menjatuhkannya dari lantai 30. Remuk !


"Sebenarnya aku merasa sangat berat meminta ini darimu. Tapi...Joe terlalu baik untuk aku hianati."


Entah sejak kapan air mata Hannah mulai meleleh.Tapi saat dia menoleh pada Mike,wajahnya sudah basah karena cairan bening itu.


"Aku takut dia akan merasa tersakiti. Aku mencintaimu Mike ! Bagaimana kalau dia mengetahuinya ? Aku tidak ingin dia terluka karena aku tidak bisa menyerahkan hatiku untuknya." Air mata itu semakin menderas.


Mike mengeringkan air mata di pipi Hannah dengan ibu jarinya.


"Kau bisa belajar membuka hatimu untuknya." Tukas Mike. "Perlu kau tau, aku melihat cinta di mata Joe untukmu.Dari caranya menatapmu,aku bisa merasakannya." Mike menangkup wajah Hannah dengan tatapan meyakinkan.


Mike memang memperhatikan sikap Joe semenjak tersadar dari koma. Dan tatapan matanya pada Hannah sekarang tidaklah sama seperti dulu. Mike melihat cinta dalam mata Joe untuk Hannah. Setelah apa yang dilakukan Joe untuk mereka, rasanya Mike tidak bisa menambah rasa sakit yang Joe rasakan. Mike ingin berusaha membalas kebaikan Joe.


Kalimat Mike barusan membuat hati Hannah semakin sakit.


"Lalu bagaimana denganmu ?"


Mike bernafas dalam. "Kau tidak perlu memikirkanku. Kau hanya perlu membuka hatimu untuk Joe." Mike tidak percaya kata-kata itu keluar dengan sangat lancar dari mulutnya. Padahal dalam hatinya dia merasa sangat sakit.


Hannah menunduk dan terus terisak. Mungkin ada benarnya apa yang diucapkan Mike. Setelah semua yang Joe lakukan untuk mereka, rasanya tidak adil kalau harus bersikap egois dengan hanya memikirkan perasaan mereka berdua.


"Baiklah." Ucap Hannah lirih. Dia harus membuang egonya jauh-jauh.


"Boleh aku minta satu hal padamu ?" Tanya Hannah dengan mata yang basah dengan air mata.


"Katakan saja." Jawab Mike sambil mengusap air mata yang masih saja membasahi pipi gadis itu.


"Aku ingin memelukmu."


Tanpa pikir panjang lagi Mike segera meraih tubuh Hannah dan membenamkan kepala Hannah di dada bidangnya.Mengusap lembut rambut dan punggung Hannah secara bergantian. Lalu mencium puncak kepala Hannah dengan penuh cinta.


"Aku tidak tau apa aku bisa melakukannya. Tapi aku akan berusaha." Ucap Hannah di sela isakan tangisnya.


Entah apa aku bisa melupakanmu Mike.Karena perasaanku padamu terlalu dalam.Aku tidak ingin saat ini berlalu.Aku ingin terus memelukmu.Aku sangat mencintaimu Mike.


Aku bisa saja menyingkir dari kehidupanmu tapi aku tidak yakin bisa menyingkirkan cinta dalam hatiku untukmu Hannah.Aku sangat mencintaimu. Dan entah dengan cara apa aku bisa melalui hidupku tanpamu nantinya.


"Sebaiknya kita segera turun.Kasihan Joe dan Mama Melly terlalu lama menunggu kita." Hannah melepaskan diri dari pelukan lalu menyeka air mata di pipi dengan kedua tangannya.


"Sebaiknya nanti kau basuh dulu wajahmu. Jangan membuat mereka khawatir." Mike memperhatikan mata dan hidung Hannah yang memerah karena menangis.


Hannah mengangguk pelan. Wajahnya memang terlihat berantakan. Dan parahnya lagi ada yang jauh lebih berantakan dari wajahnya, yaitu hatinya.


Tidak ada hal yang lebih menyakitkan ketika cinta harus dikorbankan.Berharap pengorbanan mereka akan membawa kebahagiaan untuk semuanya. Belajar melupakan dan belajar mencintai. Semua butuh proses. Dan semoga proses itu tidaklah sesulit dan serumit yang mereka bayangkan.