
Mike berjalan menuju parkiran rumah sakit.Dari jarak lima meter dia buka kunci mobilnya dengan remot.
Ketika hendak masuk mobil dia dikejutkan dengan tepukan tangan seseorang di bahunya.
"Sedang apa kau disini Mike?" tanya orang itu.
"Joe...." kata Mike sambil membalikkan badan kekarnya yang tersembunyi dibalik kemeja warna biru.
"Eh...tadi ada insiden kecil."imbuh Mike.
"Kau sendiri sedang apa disini ?" Mike bertanya balik seraya mengerutkan keningnya.
"Aku mencari temanku.Dari tadi aku menghubunginya tapi tidak dijawab." Joe tersenyum tipis.
"Temanmu sakit?" Mike penasaran.
"Oh tidak......tapi biasanya dia menjenguk neneknya yang sedang sakit disini." tukas Joe.
"Ya sudah..aku masuk dulu ya." pamit Joe kemudian.
Mike hanya membalasnya dengan senyuman ringan lalu dia masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan parkiran rumah sakit itu.
Joe bergegas masuk ke lobi rumah sakit.Dia berjalan santai tapi pikirannya melayang layang memikirkan kenapa Hannah tidak menjawab telponnya.
Lalu Joe melewati dua perawat yang sedang duduk dibalik meja administrasi.
Kedua perawat itu terlihat sedang membicarakan tentang identitas salah satu pasien di rumah sakit.
Joe menghentikan langkahnya ketika dia mendengar nama Hannah Moore disebut oleh salah satu perawat itu.
Joe berjalan menghampiri perawat yang terlihat sedang sibuk menginput data ke dalam komputer di hadapannya.
" Maaf suster...apa tadi anda menyebut nama Hannah Moore ?" Pikiran Joe berkecamuk memperkirakan apa yang sedang terjadi.
"Iya Tuan.Ada yang bisa saya bantu ?" tanya perawat itu dengan senyum ramahnya.
"Kebetulan saya mempunyai teman bernama Hannah Moore.Apa boleh saya tau apa yang terjadi dengan Nona Moore ?" Joe semakin penasaran.
"Nona Moore sedang dirawat disini karena baru saja mengalami kecelakaan." jawab perawat itu masih dengan senyum ramahnya.
Kecemasan Joe semakin menjadi jadi karena Hannah Moore yang dibicarakan oleh perawat itu masuk rumah sakit karena kecelakaan.
"Dimana Nona Moore dirawat ? Saya mau melihatnya ." Joe khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada Hannah.
"Nona Moore dirawat di bangsal aster nomor 5 Tuan." jawab perawat itu.
Tanpa pikir panjang Joe segera berlari mencari bangsal yang diinformasikan oleh perawat.
"Dimana bangsalnya ?" gumamnya pelan.
Joe melihat sekeliling lalu matanya tertuju pada salah satu pintu ruangan yang berada paling ujung dengan tulisan Aster 5.
Joe melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah ruangan itu.
Sesampainya di depan ruangan ,Joe perlahan memutar gagang pintu yang menempel dipintu berwarna coklat itu.
Ketika yang dia lihat adalah wajah Hannah Moore temannya,Joe setengah berlari segera menghampirinya.
"Hannah ? apa yang terjadi denganmu ?" Joe menautkan kedua alisnya seraya mengusap kening Hannah.
Kala itu Hannah belum sadarkan diri.Wajah Joe masih terlihat begitu cemas.
Joe mengambil sebuah kursi yang berada agak jauh dari pembaringan Hannah.Dia menarik kursi tersebut mendekati pembaringan Hannah.
Lalu Joe duduk dikursi itu.
Joe mengusap lembut punggung tangan Hannah.
Beberapa saat kemudian kelopak mata Hannah terlihat bergerak.
"Hannah..." panggil Joe lirih.
Perlahan lahan Hannah mulai membuka matanya.
Ketika Hannah merasakan ada yang menggenggam tangannya , Hannah langsung menarik tangannya lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dan berteriak histeris.
"Pergi....! Pergi....!Jangan sentuh aku...!" Hannah belum menyadari kalau yang berada di sampingnya adalah Joe.
"Hei.....Hei....Hannah....ini aku Joe.Jangan takut.Aku tidak akan menyakitimu...." Joe memegang bahu Hannah dan berusaha menenangkan temannya itu.
Mendengar perkataan Joe Hannah langsung membuka tangannya yang dia pakai untuk menutup wajah.
"Joe.." Ucap Hannah lirih dan seketika memeluk tubuh kekar laki laki itu.
Hannah tak kuasa menahan tangisnya.Air matanya begitu deras membasahi pipi.
Tanpa berkata apapun Joe membalas pelukan Hannah sembari mengelus pelan punggung Hannah.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada Hannah ?" pikiran Joe masih dibayangi oleh pertanyaan seputar itu.
Setelah merasa tenang Hannah pun melepaskan pelukannya pada Joe.
Joe kembali duduk di kursi yang dia ambil tadi.
Joe menatap mata Hannah dengan penuh rasa iba.Terlihat sekali guratan ketakutan di wajah pucat itu.
"Kau bisa cerita padaku setelah kau merasa tenang.Sebenarnya apa yang terjadi ?" Joe memegang tangan Hannah yang masih sedikit gemetaran.
Hannah menundukkan kepalanya lalu terlihat buliran air mata mulai jatuh dari ujung mata sendu itu lagi.
Joe menyibakkan rambut Hannah yang sedikit berantakan.
"Tidak apa kalau kau belum bisa bercerita padaku.Istirahatlah....agar kau cepat pulih." tutur Joe.
Joe benar benar merasa iba dengan keadaan Hannah.Rasa ingin tahunya semakin menjadi setelah melihat Hannah yang begitu histeris.
Hannah mengangguk pelan lalu merebahkan kepalanya diatas bantal.