Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
AKAN MENIKAH



Sepulang Hannah dari tempat kerja Joe datang ke rumah Hannah untuk menjemputnya.Melly mengundang Hannah untuk makan malam lagi di rumahnya.Namun kali ini Hannah akan ikut andil dalam memasak menu makan malam.Jadi Hannah kesana sejak sebelum jam makan malam.


Hannah dengan pakaian casualnya sudah siap saat Joe datang.Tanpa pikir lama mereka segera berangkat ke rumah Joe.


Sesampainya disana Hannah sudah pasti akan disambut dengan hangat oleh Melly.


Kedua perempuan itupun langsung menuju ke dapur.Sementara Joe pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.Maklum saja karena Joe menjemput Hannah sekalian saat dia pulang dari kantor.


Selesai membersihkan diri Joe duduk di ruang keluarga sambil memeriksa beberapa email yang masuk dengan laptopnya.


Perhatian Joe mengarah pada sayup-sayup suara tawa dari arah dapur.Kedua perempuan disana terlihat sedang sibuk memasak sambil bercanda tawa.Sungguh pemandangan yang menarik untuk Joe.


"Aku senang bisa melihatmu tertawa lepas seperti itu Hannah." Senyum kecil mengembang di wajah tampan Joe.


Lalu dia kembali melanjutkan aktivitasnya hingga saatnya makan malam siap.


Mereka bertiga berkumpul di meja makan.


"Sepertinya lezat." Tutur Joe saat melihat beberapa menu makanan yang dimasak oleh Hannah dan Melly.


"Sudah pasti lezat.Karena dua koki handal yang memasaknya." Timpal Melly.Hannah hanya tersenyum mendengar ucapan itu.


"Oke....aku akan mencicipi hasil karya dua koki handal ini !" Seloroh Joe sambil membalik piring di hadapannya.


Lalu mereka menyantap makanan itu hingga ludes.Joe benar-benar menyukai masakan kedua perempuan di hadapannya itu.


"Hannah sayang.....kau pindah saja kemari ! Tante pasti akan sangat senang kalau bisa memasak bersamamu setiap hari." Kata Melly setelah selesai dengan makannya.


Joe dan Hannah saling berpandangan mendengar perkataan Melly.


Lalu Joe meletakkan sendok dan garpunya diatas piring.Begitu juga dengan Hannah.


"Ma...ada yang ingin Joe sampaikan pada Mama." Kata Joe dengan mimik wajah serius.


Melihat wajah kedua orang dihadapannya berubah serius, tanda tanya mulai muncul di otak Melly.


Kini wajahnya juga berubah serius.


"Ada apa Sayang ?" Tanya Melly masih dengan raut wajah penasaran.


"Joe dan Hannah....Kami akan menikah."


Jawaban Joe sontak membuat Melly terkejut.Lalu ekspresi Melly berubah menjadi sangat bahagia.


"Benarkah ?! Aahh.....Mama senang sekali !" Melly histeris.Melly masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


Memang sejak awal Melly menginginkan Hannah menjadi menantunya.Tapi Melly tidak ingin memaksa Hannah.Melly ingin semua berjalan sesuai kehendak Tuhan.


"Sayang...Mama sangat bahagia mendengarnya." Mata Melly berkaca-kaca sambil memandang Joe dan Hannah secara bergantian.


Senyum kecil mengembang di wajah Hannah.Dia bahkan tidak tau apa yang dia rasakan saat ini.Senang atau sedih.Yang dia tau hanyalah Joe dan Melly adalah orang yang sangat baik.


"Dan kami berencana untuk menikah secepatnya." Tambah Joe.


Melly mengatupkan kedua tangannya di depan bibirnya sambil tersenyum bahagia.


"Apapun rencana kalian Mama akan mendukung."


"Terima kasih Ma."


Melly bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Hannah.Melly memeluk gadis itu dengan begitu haru.


"Sayang...mulai sekarang kau bisa panggil Tante 'Mama'."


Air mata bahagia membanjiri wajah Melly.


Hannah tidak bisa berkata apa-apa melihat reaksi Melly itu.Dia membalas pelukan Melly dengan tulus.


Mama ?


Ada perasaan hangat di hati Hannah ketika mendengar Melly menyuruhnya memanggil 'Mama'. Seperti sebuah kerinduan akan sosok seorang ibu yang terobati.Dan tanpa sadar air mata meleleh di pipi gadis itu.


Melly melepas pelukannya.Dia tangkup wajah Hannah yang sudah basah dengan air mata.


"Hei....kenapa kau menangis Sayang ?"Melly mengusap air mata Hannah.


"Hannah menangis bahagia Ma." Ucap Hannah yang kembali memeluk Melly.


Ya Tuhan.....semoga ini adalah keputusan yang tepat.Batin Hannah.


Joe ikut terharu melihat Hannah dan Melly tampak begitu bahagia.


Aku harap tidak akan ada lagi air mata kesedihan di wajahmu Hannah.Aku menginginkanmu bahagia.


Makan malam yang mengharukan sekaligus membahagiakan sudah usai.


Dan Joe sudah mengantarkan Hannah pulang.


Hannah duduk termangu di tepi ranjangnya.Dia masih berusaha memahami perasaannya.Karena jujur dia sendiri belum merasa yakin dengan pernikahan ini.Berulang kali Hannah meyakinkan dirinya bahwa pernikahan ini bukanlah cara dia lari dari rasa sakit karena Mike.Karena pastinya tidak akan adil bagi Joe kalau ini hanyalah untuk pelarian semata.


Joe sangat baik dan dia tidak pernah mengecewakanku.Pasti tidak akan sulit untuk menjatuhkan hatiku padanya.


Malam sudah larut dan Hannah sudah terlelap.Namun tiba-tiba tenggorokannya terasa kering dan dia terbangun.Dia keluar dari kamar dan berjalan menuju ke dapur untuk mengambil minum.


Hannah mendekat ke jendela.Membuka sedikit tirai yang menggantung di jendela itu.Perasaan was-was mendera di hatinya.Jangan-jangan orang yang berniat jahat.Pikirnya.


Sebuah mobil sport warna merah tampak dari balik jendela.Tidak lama kemudian mobil itu melaju meninggalkan tempatnya tadi.


Huft.....! Mudah-mudahan bukan orang jahat.Mungkin hanya orang melintas.


Hannah bernafas lega karena mobil itu sudah pergi.Lalu dia kembali ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya lagi.


***


Dirumah Joe.


Sepulang mengantar Hannah, Joe berjalan dengan langkah cepat menuju kamarnya.Dia ingin segera beristirahat tapi urung karena Melly mendatangi kamar anak semata wayangnya itu.


"Kau sudah mau tidur ?" Tanya Melly yang sudah masuk beberapa langkah ke kamar Joe.


"Ada apa Ma ?" Joe balik bertanya.


Melly berjalan mendekat kepada Joe yang sedang duduk di tepi ranjangnya.Wanita paruh baya itu duduk persis di samping putranya.


"Ada yang mau Mama bicarakan denganmu." Kata Melly.


"Soal apa Ma ?"


Melly tampak bingung untuk memulai pembicaraannya.Joe masih menunggu kalimat apa yang akan diucapkan Melly sambil menatap serius pada wanita itu.


Melly menggeser posisi duduknya hingga kini berhadapan dengan Joe.Melly meraih tangan Joe dan menggenggamnya.


"Pernikahnmu dengan Hannah." Melly mengawali pembicaraannya.


"Kau sudah memikirkannya masak-masak kan ?"


Raut wajah Joe berubah ketika mendengar pertanyaan Melly.Tapi dia berusaha untuk mendengarkan Mamanya sampai selesai bicara.


"Mama senang kalian akan menikah.Sangat senang.Tetapi...apa ini tidak terlalu terburu-buru ? Sedangkan setau Mama kalian tidak pernah menjalin hubungan yang spesial sebelumnya.Mama hanya takut akan ada yang tersakiti nantinya."


Joe mengambil nafas dalam.Mungkin ini saatnya mamanya itu tau cerita tentang Hannah yang sebenarnya.


"Ada hal yang perlu Mama ketahui tentang Hannah."


Joe berhenti bicara.Sempat ada rasa ragu untuk mengungkapkan kebenarannya.Tapi lambat laun Melly pasti akan tau juga tentang masalah ini.


"Sebenarnya Hannah sudah pernah menikah sebelumnya."


Melly terkejut mendengar penjelasan Joe.Tapi dia tetap diam.


"Bukan pernikahan yang bahagia.Selama menikah Hannah banyak mengalami kekerasan.Baik fisik maupun mental.Hingga akhirnya dia berhasil menuntut cerai dari suaminya.Hanya saja...sampai sekarang mantan suaminya itu masih terus meneror Hannah.Dan...Joe tidak ingin Hannah menderita lagi.Joe harap dengan pernikahan ini mantan suami Hannah akan berhenti menerornya.Ya...Mama tau kan Hannah sudah tidak punya siapa-siapa lagi ? Joe hanya ingin melindungi Hannah."


Melly menggenggam erat tangan putranya.Hatinya begitu tersentuh.Ternyata putranya memiliki hati yang begitu mulia.Lalu ada pertanyaan yang menggeliat di kepala Melly.


"Lantas...bagaimana dengan perasaan kalian masing-masing ?"


Joe tertegun mendengar pertanyaan Melly.Dia bahkan tidak memikirkan perasaan Hannah ketika mengajaknya menikah.Apakah gadis itu bisa membuka hati untuknya ? Tapi yang lebih membuatnya gusar adalah perasaannya sendiri terhadap Hannah.Apakah ini perasaan cinta atau hanya sekedar perasaan simpati ? Joe bahkan belum bisa mengartikan perasaannya sendiri


"Kenapa diam ?" Tanya Melly yang melihat putranya termenung dan tidak menjawab pertanyaannya.


"Masalah itu....biarkan waktu yang menjawabnya.Karena tujuan utama Joe menikah adalah untuk melindungi Hannah."


Melly memeluk putranya dengan penuh bangga.


"Mama bangga denganmu Sayang. Semoga pernikahan ini bisa membawa kebahagiaan untuk semuanya.Karena Mama sangat menyayangi kalian berdua."


Melly melepaskan pelukannya.Dia tatap kedua mata anaknya dengan tatapan yang begitu hangat.


"Istirahatlah ! Karena beberapa waktu kedepan kau pasti akan sangat sibuk."


Melly mencium kening Joe lalu meninggalkan putranya untuk istirahat.


Sepeninggal Melly, Joe merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya dengan tangan kanan dibawah kepalanya.Sambil memandangi plafon diatasnya,pikirannya kembali bergejolak.


Apa aku mencintai Hannah ? Lalu bagaimana dengan perasaan Hannah ?


*


*


*


*


*


Mohon maaf kemarin sempet ada trouble.Bahkan satu episode kehapus dan harus nulis ulang lagi.😭😭😭


Sumpah deh.....mending nulis episode baru daripada harus menulis ulang episode yang sudah ada.Susah nginget2nya.😭😭😭


Yang sudah terlanjur baca update episode yang baru pasti pada bingung dengan alurnya.Harusnya setelah episode AMARAH ada episode SIUMAN.Tapi kehapus.Hehehe....😁


Tapi tenang aja....udah author revisi kok untuk episode lengkapnya.


Selamat membaca dears😊😊😊😘😘😘