Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
BOSAN



Sepulang dari rumah sakit Hannah hanya berdiam diri di rumah.


Yang dia lakukan hanya tiduran, nonton Tv, sambil memainkan ponselnya.


"Bosan sekali rasanya." Hannah mendengus.


"Apa aku ke kedai saja ya." Hannah bicara sendiri.


Tanpa pikir panjang Hannah mengambil sweater dan langsung memakainya.


Ketika dia membuka pintu pandangannya dikejutkan lagi dengan satu buket bunga yang tergeletak di depan pintu rumahnya.


Perlahan Hannah mengambil buket bunga itu.Diperhatikan dengan seksama seraya mencari tau apakah ada nama pengirimnya.


"Bunga yang sama." gumamnya sambil melirik ke buket bunga yang terlihat sudah layu di atas meja.


"Mungkin hanya orang iseng." Hannah berjalan menuju meja yang ada di terasnya.Dia meletakkan buket bunga itu tepat di sebelah buket bunga yang kemarin.


Hannah mengunci pintu dan bergegas menuju kedai.


Sepanjang jalan Hannah merasa was was.Dia takut Harry akan tiba tiba muncul lagi.


KRING..!!


Suara lonceng diatas pintu kedai yang terbuka.


"Hannah...apa yang kau lakukan disini ?!" tanya Eve dengan kedua alisnya yang hampir menyatu saat mengetahui yang masuk adalah Hannah.


"Aku bosan dirumah.Aku mau bantu bantu disini saja." tukas Hannah sambil berjalan menuju meja bartender hendak membantu Eve yang memang terlihat sedikit kerepotan.


"Tidak perlu.Sudah ada Kelly disini." larang Eve.


"Tapi aku bosan Eve." Rengek Hannah.


"Pulanglah..!" Seru Eve.


Hannah hanya diam saja.Tidak mempedulikan perkataan Eve.


Eve menghela nafas pelan.


"Baiklah kalau kau tidak mau pulang.Kau duduklah disana dan jangan melakukan pekerjaan apapun." kata Eve dengan telunjuknya yang menunjuk ke salah satu meja di pojok ruangan.


"Baiklah..." Hannah berjalan menuju meja yang ditunjuk Eve tadi.


Lalu tak lama kemudian Eve menghampirinya sembari membawa satu gelas teh hijau dan biskuit keju kesukaan Hannah.


"Minum dan makanlah..." kata Eve yang sedang menaruh gelas itu di hadapan Hannah dengan nada tegas.


Eve tetap melarangnya tanpa berkata apapun dia langsung meninggalkan Hannah.


Hannah mendengus pelan.Dia hanya duduk sambil melihat ke sekeliling.Hannah menyeruput teh hijau yang dibuatkan Eve tadi.Lalu sesekali memasukkan sepotong biskuit keju ke dalam mulutnya.


Hingga pandangan Hannah terhenti pada sosok yang baru saja membuka pintu kedai.


Seorang laki laki tinggi,putih,bermata biru dengan tubuh berotot yang tersembunyi dibalik kemeja warna merah maroon.Pastilah Mike.


Hannah pernah melihat Mike beberapa kali.Akan tetapi Hannah tidak mengetahui kalau yang menabraknya kemarin adalah Mike.


"Laki laki itu.......Apa Harry ada disekitar sini..." gumamnya dalam hati yang mulai was was akan kemunculan Harry.Karena yang Hannah tahu Mike adalah teman Harry.


Mike berjalan menuju ke meja bartender untuk memesan minuman.Lalu dia berjalan menuju satu meja kosong yang berada di ujung kanannya.Dia berjalan dengan tangannya yang sibuk memainkan ponsel.Lalu dia duduk di kursi yang ternyata bersebelahan dengan meja Hannah.Sepertinya Mike belum menyadari kalau Hannah ada di meja sebelahnya dan sedari tadi memperhatikannya.


Lalu terlihat Kelly datang ke meja Mike membawa nampan berisi satu cangkir kopi pahit dan satu mangkok kecil biskuit coklat.


"Silahkan Tuan." ucap Kelly sembari menurunkan pesanan Mike.


"Terima kasih." ucap Mike datar tanpa melihat ke arah Kelly.


Kelly pun kembali ke tempatnya.


"Ya Tuhan...bagaimana kalau Harry tiba tiba muncul..?!" Hannah mulai cemas.


"Hai...Mike...!" Seorang perempuan dengan mantel bulu warna putih dan berambut pirang menghampiri Mike.Dialah Jessica.


"Hai....duduklah.." ucap Mike yang lantas mengalihkan pandangannya dari ponsel ketika ada suara yang menyapanya.


Jessica duduk di kursi yang membelakangi Hannah.


Ketika itu Mike baru menyadari Hannah duduk lurus di depannya.


Terlihat dari guratan wajah Mike kalau dia terkejut melihat Hannah disana.


Mereka sempat beradu pandang sejenak tapi Hannah segera mengalihkan pandangannya.


"Mike.." ucap Jessica yang menyadarkan Mike dari pandangannya kepada Hannah.


Mereka lalu berbincang sambil menikmati pesanan mereka masing masing.


Sesekali Mike memperhatikan Hannah.


"Kenapa dia sudah ada disini." gumam Mike dalam hati.


"Syukurlah bukan Harry yang bertemu dengan orang itu disini." gumam Hannah.Hannah mengira mereka sepasang kekasih jadi sepertinya tidak mungkin Harry muncul dan ikut nimbrung dengan mereka.