
Selesai menyuapi Hannah,Mike kembali duduk di kursinya.Mike merasa senang bisa menjaga Hannah.Apalagi berhasil membujuk Hannah makan sampai habis.
Mike kembali ke ponselnya.Memeriksa laporan yang dikirim sekretarisnya.Mike terlihat sangat serius.Hannah hanya duduk bersandar pada bantal sambil memainkan jarinya.Suasana hening kembali.
Mike melirik Hannah yang sedari tadi memainkan jarinya.Karena jari Hannah berada lurus di depan wajah Mike,itu sangat mengganggunya bekerja.Mike lebih menyukai suasana yang tenang saat dia bekerja.Meskipun sebenarnya tidak menimbulkan suara sedikitpun,tapi itu cukup mengganggu konsentrasi Mike.
"Istirahatlah." kata Mike dengan maksud agar Hannah bisa menghentikan kegiatan tidak bergunanya itu.
"Apa aku mengganggumu ?" suara Hannah masih terdengar lemah.
Mike menghela nafas lalu memandang pada Hannah.Mike setengah berdiri hendak membaringkan tubuh Hannah.Tetapi Hannah lebih dulu membaringkan tubuhnya sendiri.Hannah menduga Mike akan memaksanya untuk berbaring.Jadi dia ambil tindakan cepat dengan merebahkan tubuhnya ke pembaringan.
Mike kembali duduk dengan posisi semula.
"Tidurlah.Manfaatkan waktumu untuk istirahat."kata Mike kemudian.Dan tak lama setelah itu Mike sudah kembali fokus pada ponselnya.
"Bagaimana aku bisa tidur kalau dia ada disitu." batin Hannah.Seandainya yang berada disana adalah Joe,Hannah pasti bisa dengan mudah tertidur.Tapi ini Mike.Orang yang belum begitu dikenal Hannah.Ada perasaan was-was tersendiri di hati Hannah.
Hannah hanya bisa diam dan pura-pura tidur.Untuk sekedar menggaruk kulitnya yang gatal saja Hannah tidak berani.
Namun karena pengaruh obat akhirnya dari pura-pura tidur Hannah benar-benar tertidur.
Mike selesai memeriksa laporan yang masuk ke emailnya.Lalu dia memasukkan ponsel ke saku celananya dan mata Mike tak sengaja menangkap pemandangan dimana Hannah sudah tertidur lelap.
Mike tersenyum lalu menarik selimut keatas tubuh Hannah.
Hannah tampak sangat lelap dalam tidurnya.Tidurnya begitu tenang.Lain sekali dengan tadi malam.
Mike memperhatikan wajah Hannah dengan seksama sambil berdiri dari duduknya.
"Dasar gadis bodoh...! kau benar-benar gadis yang keras kepala !"kata Mike pelan sambil menunjuk-nunjuk kening Hannah.Dengan ekspresi sedikit gemas dengan kelakuan Hannah.Lalu ekspresi Mike berubah iba.
"Gadis yang malang." kata Mike lagi.Kali ini Mike menyibakkan rambut Hannah yang tampak menutupi pipinya.Mike merasa sangat iba dengan kondisi Hannah.
Mike meninggalkan Hannah yang sudah tertidur pulas sendirian.Lalu dia keluar dan duduk di kursi tunggu.Sambil menunggu Joe datang Mike mengeluarkan ponselnya dan bermain game online untuk menghilangkan kebosanan.
***
Akhirnya Joe datang setelah dua jam meninggalkan rumah sakit.
Kali ini penampilan Joe sudah rapi.Dengan setelan kaos warna biru muda dan celana jeans membuat Joe terlihat fresh.
Mike yang melihat temannya itu datang langsung mematikan game dan memasukkan ponselnya ke saku.
"Joe." kata Mike.
"Dia baik-baik saja kan ?!" tanya Joe sambil memberi kode melihat ke dalam ruangan dengan matanya.Joe khawatir demam Hannah naik lagi.
"Tenang saja.Dia sedang tidur." jawab Mike diiringi senyum tampannya.
"Baguslah." Joe ikut duduk di sebelah Mike.
"Terima kasih Mike .Kau sudah menjaga Hannah." Joe mengucapkannya dengan tulus.
"Aku juga senang bisa ikut menjaganya."saut Mike.
Mike menerima kotak itu dan membukanya.Ketika mengetahui isi kotak itu,ingatan Mike kembali memutar kejadian beberapa hari lalu dengan Hannah.Dan tanpa sadar kedua sudut bibirnya bergerak keatas.Senyuman tipis mengembang disana.
"Oya Joe...kapan kau akan memberitau Hannah soal rumah itu ?" Mike membuka bungkus burger dan mulai memakannya.
"Mungkin besok kalau Hannah sudah pulang dari rumah sakit."jawab Joe.
Mike menggeser duduknya hingga menghadap pada Joe.
Mike mengangkat satu alisnya.Tatapannya penuh curiga dan pertanyaan.
"Kau yakin tidak sedang jatuh cinta ?" pertanyaan Mike sontak membuat Joe ikut menggeser duduknya hingga kini mereka saling berhadapan.
"Kau yakin dengan yang kau tanyakan hah?" Joe membalas pertanyaan Mike dengan pertanyaan yang senada.
Mike tertawa lalu kembali menggigit burger yang tinggal separuh itu dengan gigi putihnya.Entah karena Joe sangat pandai menyembunyikan perasaannya atau memang dia tidak sedang jatuh cinta.Tapi Mike benar-benar tidak bisa membaca ekspresi Joe.
"Apanya yang lucu ?" Joe memukul lengan Mike.
"Tidak ada." jawab Mike yang sudah hampir menghabiskan burgernya.
Setelah melahap habis burgernya,Mike menyandarkan kepalanya ke tembok.Pandangannya menerawang.Tiba-tiba perasaan iba dengan kondisi Hannah muncul lagi di benak Mike.
"Aku jadi teringat Isabel." kata Mike masih dengan pandangan yang menerawang.
"Adikmu ?" Joe menoleh pada Mike.
"Mhm.Anak itu kalau lagi sakit tidak akan mau makan kalau tidak aku suapi.Dan melihat Hannah makan tadi..." Mike tidak meneruskan kalimatnya.Mike menunduk.Dia jadi tidak tega melihat Hannah sakit.
Joe tersenyum sambil menepuk bahu Mike.
"Pasti Hannah mengingatkanmu dengan Isabel." kata Joe.Pasti tadi Mike berhasil membujuk Hannah untuk makan hingga Mike berkata seperti itu (batin Joe).
"Oya...aku masih ada urusan lain.Karena kau sudah disini aku mau pergi dulu."Mike beranjak berdiri.
"Oh..Oke.Terima kasih banyak sudah meluangkan waktumu." Joe mengikuti Mike berdiri.
"Kalau ada waktu aku akan kesini lagi."Kata Mike.
Mike berlalu meninggalkan Joe di sana.Joe pun masuk ke dalam ruangan Hannah.Dia perhatikan Hannah masih tertidur lelap.Joe mendekat ke pembaringan Hannah.
"Tidurlah yang nyenyak Hannah.Aku akan menjagamu disini." kata Joe lirih sambil mendudukkan tubuhnya di kursi.
Joe melihat ke mangkok kosong yang ada diatas meja.
"Mike memang pandai membujuk." batin Joe.Dia ikut senang karena dari kemarin Hannah sangat sulit dibujuk untuk makan.Joe berharap Hannah segera sembuh.Hidup sebatang kara yang dibayangi mimpi buruk oleh mantan suami pasti sangatlah berat untuk Hannah.Joe mengusap punggung tangan Hannah.
"Apa aku jatuh cinta pada Hannah?" Tiba-tiba pertanyaan itu terbesit dalam hatinya.Sambil memandangi wajah Hannah yang masih terlihat pucat.
"Tidak...Tidak...Tidak...." Joe menepis perasaannya.
"Aku tau batasanku.Aku hanya bersimpati padanya." imbuh Joe.
Joe merasa pikirannya terlalu jauh.Dia tidak mau merusak hubungan pertemanan antara dirinya dan Hannah.Dia hanya ingin membuat Hannah merasa nyaman.Merasa tidak sendirian.Dan Joe ingin menunjukkan kalau Hannah masih mempunyai orang yang benar-benar tulus memperhatikannya.