
Hari kedua di rumah sakit kondisi Hannah sudah lebih baik.Wajahnya juga sudah tidak sepucat kemarin.Hanya saja tubuhnya masih lemah.Joe masih setia menjaganya di rumah sakit.Dia sengaja mengosongkan jadwalnya untuk dua hari.Bahkan dia membawa laptopnya ke rumah sakit agar tetap bisa bekerja sambil menjaga Hannah.Karena kalau bukan dirinya siapa lagi yang akan menjaga Hannah.Meskipun Eve juga akan datang menjenguk saat pulang kerja.Tapi Joe tidak mengijinkan Eve untuk menginap di rumah sakit.Karena Eve juga punya pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalakan.
Sore itu Joe bersama Eve menjaga Hannah.Kondisi psikis Hannah sudah membaik dengan dukungan dari teman-temannya.Hannah sudah mulai bisa diajak bercanda.Meskipun masih jelas terlihat beban berat dari sorot matanya.
Kala itu Eve tidak bisa menemani Joe menjaga Hannah seperti kemarin.Sebelum gelap Eve sudah harus pulang karena ayahnya juga sedang sakit dirumah.Sehingga Joe sendirian menjaga Hannah.
"Aku sudah terlalu banyak menyusahkanmu Joe." Hannah terlihat sedih dengan kepala menunduk.
"Kau ini bicara apa ? Aku sama sekali tidak merasa di repotkan.Lagipula aku masih tetap bisa bekerja kan ?!" Joe menanggapinya seraya tersenyum.
Hannah membalas senyum Joe.
Joe terlihat gusar.Dia ingin bertanya sesuatu tapi dia ragu.Dia takut akan menyinggung perasaan Hannah.
Hannah yang melihat kegusaran di wajah Joe lantas bertanya,
"Kau kenapa?"
Joe jadi gugup.
"Hmmm....Aku mau bertanya sesuatu."
Joe berhenti berbicara.
Hannah menunggu kalimat selanjutnya yang akan diucapkan oleh Joe dengan penasaran.
"Aku...aku...."Joe kesulitan menyelesaikan kalimatnya.
"Kau mau tanya apa ?" Hannah jadi semakin penasaran dengan apa yang ingin ditanyakan Joe.
Joe menarik nafas dalam dan berusaha menyelesaikan kalimatnya.
"Waktu aku datang ke rumahmu,aku menemukan kemeja tergeletak di lantai dalam keadaan robek.Apa ini ada hubungannya dengan mantan suamimu ?" akhirnya kalimat itu terselesaikan.
Deg....
Hannah menunduk sedih.Dia teringat kejadian yang menimpanya kemarin.
"Maaf Hannah...aku tidak bermaksud membuatmu sedih.Lupakan saja pertanyaanku" Joe khawatir Hannah marah karena dia menanyakan mantan suaminya.
Hannah tersenyum sinis masih dalam keadaan menunduk.Ada yang menetes dari ujung matanya.
"Ya...memang dia." kata Hannah lirih.
Joe lebih mendekatkan dirinya pada Hannah.Rasanya amarah Joe tersulut saat mendengar jawaban Hannah.
"Siapa dia Hannah ?" tanya Joe dengan geram.
Hannah diam.Dia tidak mau menjawab pertanyaan Joe.Dia tidak ingin Joe bermasalah dengan Harry.Karena pasti Harry akan semakin menerornya.
Joe memejamkan matanya berusaha meredam amarah yang sudah menyala-nyala dalam hatinya.
"Hannah.....jangan menyimpan masalahmu sendiri." bujuk Joe agar Hannah mau berterus terang.
Tapi percuma...Hannah bersikeras tidak mau memberi tahu siapa mantan suaminya.Hannah diam seribu bahasa.
"Baikalah kalau kau belum mau berbagi cerita.Tapi ingatlah Hannah....Kau masih punya aku.Aku akan berusaha melindungimu." Joe memegang kedua bahu Hannah.
Hannah menyeka air matanya dan menatap Joe begitu dalam.Dia merasa sangat beruntung bisa mengenal Joe.Hannah melihat ketulusan terpancar dari mata Joe.Ketulusan yang dia pikir tidak akan pernah dia rasakan lagi dari orang lain selain kedua orang tuanya.
***
Suara langkah kaki seseorang memecah suasana sendu di ruangan itu.
"Apa aku mengganggu kalian ?" kata orang yang baru saja datang itu saat melihat Joe sedang memegang bahu Hannah.
Joe dan Hannah menoleh ke arah sumber suara bersamaan.
"Mike ?" Joe terkejut Mike datang malam-malam ke rumah sakit.
"Mengganggu apa ? Masuklah !" tambah Joe.
Mike melanjutkan langkah kakinya memasuki ruangan.
"Bagaimana kondisimu?" tanya Mike langsung pada Hannah yang terlihat masih bersedih dengan mata yang merah.
"Sudah lebih baik." jawab Hannah.
"Kau dari rumah ?" tanya Joe pada Mike.
"Eh...tadi aku tidak sengaja lewat daerah sini.Jadi sekalian mampir." Mike berbohong.Karena sebenarnya dia memang dari rumah dan sengaja ingin menjenguk Hannah.
"Kebetulan kau disini.Aku ada sedikit urusan di luar.Jadi bisakah kau jaga Hannah sebentar ?" kata Joe.
Tadi Melly sempat menelpon Joe untuk pulang karena pamannya yang tinggal di luar negeri datang berkunjung.Sudah lama mereka tidak bertemu jadi Joe berniat untuk pulang sebentar menemui pamannya itu.Melly memang tidak tau kalau Hannah sedang di rawat di rumah sakit.Joe hanya bilang kalau dia menginap di kantor.Joe tidak ingin mamanya khawatir dan berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya dan Hannah.
"Aku tidak apa-apa sendiri Joe." Hannah merasa tidak enak dengan Mike.
Mike melirik Hannah.Seperti yang di duga Mike,Hannah tidak ingin di temani olehnya.Namun itu malah membuat Mike ingin menjahili Hannah.
"Pergilah ! Aku akan disini."kata Mike sambil menyembunyikan senyuman jahilnya.
"Aku sendiri saja." Hannah masih bersikeras.
"Kau bisa percaya padaku." Mike meyakinkan Joe.
Hannah terlihat kesal pada Mike.Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa kalau Mike ingin berada disana.
Joe senang Mike bersedia menjaga Hannah lagi.Jadi dia bisa dengan tenang meninggalkan Hannah.
"Terima kasih Mike.Aku tidak akan lama." kata Joe pada Mike.
"Hannah...aku pulang dulu." Joe berganti pada Hannah.
"Tidak usah terburu-buru.Selesaikan saja urusanmu." Kata Mike mengiringi langkah Joe yang perlahan menjauhi mereka berdua dan menghilang dibalik pintu.
Sekarang tinggal Mike dan Hannah di dalam ruangan itu.
"Aku tidak ingin merepotkanmu.Tidak apa kalau kau mau pulang." Hannah merasa tidak nyaman ada Mike disana.
"Aku sudah berjanji pada Joe untuk menjagamu.Aku tidak akan pulang." kata Mike sambil mendudukkan tubuhnya di kursi.
Hannah semakin merasa tidak nyaman.Mike yang mengetahui itupun jadi semakin ingin menjahili Hannah.Mike merasa gemas sendiri kalau melihat ekspresi Hannah saat dia jahili.
Mereka hanya duduk dan saling diam.Mike terlihat sibuk dengan ponsel.Sedangkan Hannah hanya duduk bersandar pada bantal.
Hannah bingung harus apa.Jadi dia ambil ponselnya dari atas meja.Dia memeriksa apakah ada panggilan atau pesan yang masuk ke ponselnya.Tapi nihil.Ponselnya sepi sekali.Lalu dia beralih ke sosial media.Baru sebentar dia scroll beranda tiba-tiba ada suara yang menyuruhnya untuk tidak memainkan ponsel.
"Letakkan ponselmu ! Kau sedang sakit." kata Mike tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.
"Menyebalkan sekali dia." batin Hannah.Karena tidak ingin berdebat Hannah segera meletakkan ponselnya lagi diatas meja.
"Aku mau tidur saja." kata Hannah yang lalu merebahkan tubuhnya membelakangi Mike.
"Kau ini ! Sungguh tidak sopan ! Ada orang disini !" kata Mike dengan nada agak tinggi.
Hannah menggerutu kesal.Dia hanya merasa tidak nyaman dengan keberadaan Mike.Lalu dengan sangat terpaksa Hannah mengubah posisi tidurnya menjadi telentang.Namun posisi ini juga membuatnya tidak nyaman.
Hannah kembali ke posisi duduk lalu berkata,
"Apa kau bisa menunggu di luar saja ?" Hannah berusaha mengusir Mike dari dalam ruangan dengan halus.
Mike mengetahui maksud Hannah.Hatinya tersenyum devil lalu dengan wajah datar dia berkata,
"Disini yang aku jaga itu kau.Bukan kursi tunggu."
Hannah kalah telak.Ya sudahlah...percuma juga berbicara dengan orang ini.Pikir Hannah.
Akhirnya Hannah kembali membaringakan tubuhnya dengan posisi telentang.Dia tarik selimut hingga ke lehernya dan memejamkam mata berpura-pura tidur.
Mike tetap tidak bergeming dari posisi maupun kegiatannya.Diam-diam dia memperhatikan Hannah yang sedang berpura-pura tidur.Diapun tersenyum puas bisa mengerjai Hannah.
Notifikasi pesan masuk dari Joe di ponsel Mike.Joe tidak bisa kembali ke rumah sakit karena harus mengantarkan pamannya ke bandara pagi-pagi sekali.Jadi dia meminta Mike untuk menginap di rumah sakit.Entah kenapa Mike sama sekali tidak keberatan dengan hal itu.Malahan Mike merasa senang bisa berada disana menemani Hannah.