
Sore harinya Joe berniat mampir ke rumah Hannah dengan membawa sekotak coklat.
"Hannah...!" seru Joe dengan tangan kanannya mengetuk pintu.
Berkali-kali Joe memanggil tetapi tidak ada jawaban dari dalam rumah.
"Hannah kemana ya..? " Joe bertanya-tanya.
Joe menggaruk-garuk dagunya dengan jari telunjuk.
Tak sengaja mata Joe tertuju pada dua buket bunga yang ada di atas meja.
Lalu dia membuka layar ponselnya untuk menelpon Hannah.
"Joe..." Suara Hannah terdengar tak jauh darinya saat Joe hendak menelpon Hannah.
Joe mengalihkan pandangan ke arah suara itu.
"Kau dari mana saja ? Dokter menyuruhmu istirahat kan."
Joe terdengar sedikit galak.
" Aku dari kedai." jawab Hannah seraya mengambil kunci rumah dari saku celananya.
Hannah memutar kunci dan membuka pintu rumah itu.
"Masuklah." Hannah mempersilahkan Joe masuk.
Joe mengikuti Hannah dari belakang tanpa berkata apapun.
Hannah menjatuhkan tubuhnya di sofa.Joe pun mengambil tempat duduk di seberang Hannah.
"Kenapa kau tidak istirahat saja dirumah ?" tanya Joe sambil meletakkan kotak yang dia bawa.
"Itu apa ?" Hannah fokus pada kotak yang dibawa Joe.
"Coklat untukmu " jawab Joe.
Hannah tersenyum lalu dengan cepat membuka kotak itu.
"Hannah....kenapa kau tidak istirahat.?" tanya Joe sekali lagi.
"Aku bosan dirumah." Hannah menjawab dengan mulut yang dipenuhi coklat.Dia memakan coklat itu dengan lahap.
Joe tersenyum lalu mengambil kotak tissu yang ada dimeja kecil di sebelahnya.Dia menyodorkan kotak tissu itu kepada Hannah.
"Makanmu belepotan sekali" ujar Joe sambil tertawa kecil melihat wajah temannya itu yang belepotan karena coklat.
"Hah...apa iya.Maaf....maaf..." Hannah segera mengambil selembar tissu lalu membersihkan bibirnya.
Hannah menyodorkan kotak coklat itu ke arah Joe.
"Kau mau ?" tanya Hannah.
"Tidak usah." Jawab Joe santai.
"Tunggu disini ya." ucap Hannah seraya meletakkan kotak coklat itu diatas meja kemudian berjalan ke arah dapur.
Ternyata Hannah membuatkan teh untuk Joe.
Hannah meletakkan secangkir teh di hadapan Joe.
"Minumlah.Aku sangat gerah...mau mandi dulu." kata Hannah sambil melangkahkan kakinya menuju ke kamar.
******
Sepulang dari kedai Mike segera pulang kerumah.
Rasanya hari itu dia malas sekali kembali ke kantor.Padahal masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan.
"Kakak...Kau sudah pulang ?" Isabel yang sedang menonton TV di ruang keluarga sejenak memperhatikan kakaknya yang tidak biasanya pulang dari kantor di jam itu.
"Hmmm" jawab Mike tanpa melihat ke arah yang bertanya.
Mike melangkahkan kakinya dengan cepat menaiki tangga menuju ke kamarnya.
"Kakak kenapa..."Isabel keheranan.Tapi dia tidak menggubris kakaknya lagi dan kembali menonton acara TV favoritnya.
Mike masuk ke dalam kamar lalu mencopot sepatunya.
Dia menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan posisi tengkurap.
Mike masih terngiang perkataan Jessica yang sebentar lagi akan segera menikah dengan Tony.
"Perasaan apa ini ?" gumamnya dalam hati.Lalu Mike mengacak acak rambutnya.
Beberapa saat terdiam.Mike beranjak dari tidurnya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Mike keluar dari kamar mandi hanya dengan membalutkan handuk putih di pinggangnya.
Dia lalu membuka lemari pakaian dan mengambil kaos berwarna hitam dan celana pendek warna coklat.
Setelah itu Mike duduk di sofa yang ada dikamarnya.Dia meraih laptop yang ada diatas meja.Dia terlihat sibuk dengan pekerjaannya hingga tak terasa sore sudah berganti menjadi malam.
Tiba-tiba bayangan wajah Hannah yang memerah melintas di benak Mike.
Mike menghentikan jemarinya yang sedari tadi sibuk mengotak atik laptopnya.
Senyum tipis mengembang dibibir Mike.
Tak lama kemudian Mike melanjutkan aktivitasnya.Dia sudah terlihat fokus ketika suara ketukan dari luar kamar Mike terdengar.
"Kakak....!" ternyata Isabel yang
mengetuk pintu.
Mike meletakkan laptopnya lalu berjalan menghampiri Isabel yang ada dibalik pintu.
"Ada apa ?" ketus Mike.
"Galaknya...." Gerutu Isabel.
"Ada apa adikku sayang ?" Mike memaksakan senyumnya agar adiknya itu tidak marah.
"Ditunggu Papa dan Mama di ruang makan." jawab Isabel sambil melirik ke lantai bawah.
"Kakak belum lapar.Kalian makan dulu saja." tukas Mike.
"Baiklah." Isabel berbalik dan berjalan menuruni tangga.
Mike kembali ke dalam kamar dan melanjutkan pekerjaannya.
Mike mengerjakan pekerjaannya hingga larut malam.Matanya terasa begitu pegal karena sudah berjam-jam fokus ke layar laptop.Lalu dia tutup laptopnya dan segera merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur yang empuk.
Mike memejamkan matanya dan lagi-lagi bayangan wajah Hannah yang memerah seperti tomat itu muncul.
Muncul senyuman tipis di bibir Mike dengan mata yang masih terpejam.Hingga akhirnya Mike benar-benar terlelap dalam tidurnya masih dengan pakaian yang dia kenakan tadi.Bahkan dia sampai lupa kalau dia belum makan malam.