
Sepanjang perjalanan menuju rumahnya,Mike tak henti memikirkan tentang permintaan Joe tadi.
Mike mulai berpikir siapa yang hendak dia hubungi untuk mendapatkan rumah yang layak dengan harga sewa yang murah.
Jemarinya mengetuk-ngetuk ringan di kemudi mobil.Mata bening dibalik kaca mata hitamnya tajam memandang lurus ke depan.
"Mungkin Papa bisa membantu." pikir Mike tanpa berhenti fokus mengemudi.
Jas abu-abu yang menggeletak di kursi sampingnya juga tak luput dari lirikan mata Mike.Dan sekali lagi rasa bersalah itu muncul di benaknya.
Hingga dia sampai di rumah yang masih tampak sepi.Mike sampai di depan gerbang dan tak perlu menunggu lama seorang laki-laki berseragam sudah muncul dibalik pintu gerbang dan dengan segera menggeser pintu besar itu untuk Mike.
Garasi rumah tampak kosong.Jelas sekali Papa Jhon belum pulang.Mobil Mama Emma juga tidak ada di rumah.Sepertinya hanya ada Isabel dirumah.
Mike turun dari mobil.Dia berjalan sambil melepas kacamata hitamnya dan seketika itu angin sepoi-sepoi menerpa tubuh berotot Mike dengan dua kancing teratas kemejanya yang dibiarkan terbuka benar-benar membuat penampilannya semakin terlihat keren.
Mike berjalan dengan santai memasuki rumah.
"Kakak....!" suara renyah Nona Muda rumah itu begitu nyaring terdengar di telinga Mike.
Yah....tentu saja Nona Muda Isabel.
Isabel berlari bak anak kecil menuju ke arah kakaknya.Lalu dengan begitu manja dia menggelayuti lengan kakak laki-lakinya itu.Sementara Mike membiarkan adiknya bermanja-manja dengannya.
"Tumben kakak sudah pulang ?" kata Isabel dengan terus menggandeng manja lengan kekar kakaknya.
"Pekerjaan kakak sudah selesai.Bagaimana sekolahmu hari ini ?"
Mike terus berjalan meskipun tangan kecil adiknya masih menempel di lengannya.
"Biasa saja.Oya Kak.....nanti malam temani aku ke taman ya.Ada festival lampion disana." Senyum merayu Isabel menyeruak.Dengan mata berbinar-binar berharap Kakaknya mau menuruti permintaannya.
"Berangkat dengan teman-temanmu saja." kata Mike yang terus melangkahkan kakinya menaiki tangga.
"Teman-temanku kesana bersama kekasih mereka.Aku kan tidak punya kekasih." Isabel melepaskan tangannya dari Mike dan mulai merajuk.Bibirnya meruncing seketika.
Mike berhenti di depan pintu kamarnya lalu memutar badan menghadap ke Isabel yang terlihat cemberut.
Mike mengangkat dagu Isabel dan tersenyum.
"Kakak akan menemanimu." katanya kemudian.
"Yeeee.......!!"
Isabel teriak kegirangan dan langsung memeluk erat tubuh kekar kakaknya.
Mike membalas pelukan adiknya sambil mengacak-acak rambut panjang adiknya itu.
Isabel meninggalkan Mike dan berjalan menuruni tangga dengan begitu senang karena akhirnya dia bisa datang ke festival lampion dengan membawa pasangan.Meskipun pasangannya adalah kakaknya sendiri.
Mike segera masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri.
*****
Makan malam di rumah Mike terasa begitu hangat seperti biasa.
Disana ada Jhon ,Emma ,Mike dan Isabel.
"Untuk apa ?" tanya Jhon yang penasaran dengan pertanyaan anaknya.
"Sebenarnya Joe yang sedang mencari rumah untuk temannya.Dia memintaku untuk membantunya." jelas Mike.
"Joe anaknya Hendrik ?" Jhon memastikan.
"Iya Pa.Apa Papa bisa bantu ?" lanjut Mike.
"Kenapa tidak kau tanyakan pada Harry ? " saran Jhon.Yah...karena masalah properti semacam itu adalah bidangnya Harry.
"Mike belum terlalu mengenal Tuan Wellington.Rasanya tidak etis kalau tiba-tiba Mike meminta bantuan diluar kontrak kerja sama." tukas Mike.
"Nanti biar Papa coba tanyakan padanya." Jhon bersedia membantu Mike.
Mike pun tersenyum lega.Namun tiba-tiba ada yang berbisik di sebelah Mike.
"Kakak...Ayo...!" bisik Isabel yang melihat makanan di piring Mike sudah habis.
"Ayo apa ?" wajah Mike terlihat bertanya-tanya.
Isabel menggerutu kesal dengan wajah cemberut yang lucu.
"Kakak bohong."
"Ada apa Isabel ?" tanya Emma yang melihat anak gadisnya cemberut.
Isabel hanya diam dengan wajah di tekuk.
Mike benar-benar lupa dengan janjinya tadi sore.
"Isabel....Mama bertanya padamu." tambah Jhon.
"Kakak menyebalkan." jawab Isabel yang masih cemberut.
Mike berpikir keras Isabel marah padanya karena apa.Lalu Mike menepuk keningnya saat teringat janjinya tadi sore.
"Astaga....." ujar Mike.
"Maaf kakak lupa."tambah Mike.
"Ada apa sih ?" Emma ikut penasaran.
"Tadi sore Mike janji akan menemani Isabel ke festival lampion Ma." jawab Mike.
Jhon dan Emma tersenyum bersamaan.
"Pantas saja wajah adikmu jadi jelek begitu." kata Jhon sambil tertawa kecil menggoda anak gadisnya.
"Papa....!" Isabel tambah cemberut mendengar candaan Papanya.
"Ya sudah sana cepat berangkat agar tidak kemalaman." suruh Emma.
Wajah cemberut Isabel sudah hilang dengan seketika saat kakaknya bangkit dari kursi meja makan.
Mereka berangkat ke festival lampion bersama dengan menumpangi mobil Mike.