
Joe melajukan pelan mobilnya.Rasanya aneh mengetahui Hannah sudah pernah menikah.Mengingat usia Hannah yang masih sangat muda baginya.Bahkan Hannah tidak tampak seperti seorang perempuan yang sudah pernah berkeluarga.
"Hannah....kenapa tidak pernah cerita." kata Joe sambil terus fokus menyetir mobil.
"Mudah-mudahan dia mau menerima tawaranku.Sebenarnya siapa mantan suami Hannah ?" Joe masih bicara dengan dirinya sendiri.
"Tapi aku salut dengan Hannah.Dengan semua yang sudah dia lalui dia masih bisa tersenyum dan bersikap seolah dia baik-baik saja." tambah Joe.
Akhirnya Joe sampai di depan pintu gerbang rumahnya.Hanya dengan sensor plat nomor mobilnya gerbang tinggi itu otomatis terbuka.
Joe memarkirkan mobilnya di samping mobil Mamanya.Joe mengernyitkan dahinya saat melihat mobil Melly terparkir rapi di garasi rumahnya.
Joe turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah.Joe berjalan menuju ke kamarnya.Sesampainya di kamar Joe segera melepas lelahnya dengan mandi.
Mike keluar dari kamar mandi dengan membalutkan mantel mandi di tubuhnya.Dia menuju ke lemari besar yang ada di kamarnya.Dia buka lemari itu dan memilih kaos casual warna putih dari lemari sebelah kanan dan celana jeans pendek warna hitam di lemari sebelah kiri.
Selesai berpakaian Joe segera keluar kamar menuju ke ruang keluarga.Saat dia sedang berjalan ke ruang keluarga sayup-sayup dia mendengar suara orang mengobrol dari arah dapur.Padahal biasanya rumah itu sangat sepi.
Joe mengurungkan niatnya untuk bersantai di ruang keluarga.Perlahan dia mengarahkan langkah kakinya ke dapur.Disana dia melihat pemandangan yang sudah lama hilang dalam rumah itu.
Melly terlihat sedang memasak sembari berbincang-bincang dengan pembantunya.
Joe mengucek kedua matanya seakan dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Joe berdiri mematung tanpa bersuara sedikitpun.Perasaan bahagia dan haru menumpuk di dadanya.Joe ingin mendekat tapi dia takut merusak momen langka itu.Akhirnya Joe memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya.
"Mama..." gumam Joe yang merasa terharu dengan apa yang dia lihat tadi.
"Terima kasih Tuhan." lanjutnya.
Beberapa saat Joe di dalam kamar sambil membuka laptopnya.
Lalu terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar itu.Joe membuka pintu dan yang terlihat adalah wajah pembantunya.
"Makan malam sudah siap Tuan.Nyonya sudah menunggu Anda di ruang makan." tutur pembantu itu.
"Iya Bi." kata Joe yang langsung mengikuti langkah pembantunya itu menuju ruang makan.
Sampai di ruang makan Melly sudah duduk menunggunya disana.
Senyum hangat Melly menyambut anak semata wayangnya itu di ruang makan.
Joe pun lantas menggeser kursi dan duduk agak jauh dari Mamanya.
"Kenapa duduk disitu ? Duduklah di samping Mama." kata-kata Melly terdengar begitu lembut di telinga Joe.
Joe masih merasa tidak percaya dengan perubahan sikap Mamanya itu.Namun tanpa pikir panjang Joe segera berpindah tempat duduk di kursi samping Mamanya.
"Ayo kita makan.Mama sudah memasak makanan kesukaanmu Sayang." Kata Melly sambil membalikkan piring di hadapannya.
Joe masih diam tidak bisa berkata apa-apa.Lidahnya terasa kaku.
"Ti-tidak Ma.Bukan begitu.Justru Joe sangat senang bisa makan bersama Mama lagi." Joe segera membalikkan piringnya dengan penuh semangat.
Mereka menyantap makanan dengan lahap.Sesekali mereka berbincang ringan.Benar-banar kehangatan yang sangat dirindukan oleh Joe.
Selesai makan malam Melly terlihat masuk kembali ke kamarnya.
Sedangkan Joe masih ada di dapur bersama pembantunya.
"Bi...selama saya pergi apa Mama selalu dirumah?" tanya Joe pada pembantunya yang sedang sibuk mencuci piring.
"Iya Tuan." jawab pembantu itu dengan menghentikan pekerjaannya.
"Saya sangat senang Bi.Mama sudah bisa tersenyum lagi." kata Joe sambil tersenyum bahagia.
"Maaf Tuan...Selama beberapa hari ini Nyonya juga selalu memasak bersama saya.Bahkan beberapa hari lalu Nyonya mengundang seorang Nona muda untuk makan malam bersama Nyonya." terang pembantunya.
"Nona muda ? Apa Bibi mengenalnya ?" tanya Joe yang penasaran dengan tamu Mamanya itu.
"Maaf...Saya tidak megenalnya Tuan.Tapi Nyonya terlihat sangat akrab dengan Nona itu.Dan sejak saat itu Nyonya jadi lebih ceria." kata pembantunya.
Joe tampak menerka-nerka siapa Nona muda itu.
"Terima kasih ya Bi.Silahkan Bibi lanjutkan pekerjaan Bibi." ucap Joe.
"Baik Tuan." kata pembantu itu yang langsung melanjutkan pekerjaannya.
Joe meninggalkan dapur dan masuk ke dalam kamarnya.
Tak lama berselang terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar itu.
"Joe....boleh Mama masuk ?" ternyata ketukan itu dibuat oleh Melly.
Joe segera membukakan pintu untuk Mamanya dan mempersilahkannya masuk.
Tanpa basa basi Melly langsung memeluk tubuh anak kesayangannya itu.Pelukan hangat penuh kasih sayang yang sudah lama tidak dirasakan oleh Joe.Joe membalas pelukan Mamanya itu dengan begitu erat.Dan tak terasa mata Joe mengeluarkan setitik air karena sangat bahagia.
"Maafkan Mama Nak." ucap Melly lirih disertai isak tangis wanita itu.
Joe masih belum melepaskan pelukannya karena dia merasa begitu nyaman dalam dekapan Mamanya.
Perlahan mereka saling melepas pelukan.Lalu Joe dan Mamanya duduk di sofa bed yang ada di kamar itu.
"Joe sangat merindukan Mama." kata Joe tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Melly membelai lembut wajah Joe dengan tangan kanannya.
"Mama minta maaf ya Nak.Tidak seharusnya Mama bersikap egois.Mama juga sangat merindukanmu Nak." kata Melly kemudian.
Joe benar-benar merasa sangat bahagia malam itu.Bahkan mereka menghabiskan waktu mengobrol berjam-jam untuk melepas kerinduan yang sudah lama terpendam.