Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
TERBANGUN DARI TIDUR PANJANG



Jam digital yang ada diatas nakas menunjukkan pukul 9 malam. Dan Hannah sudah bersiap untuk memejamkan matanya ketika tiba-tiba suara dering ponselnya memenuhi kamar.


Diraihlah ponsel yang berada di samping jam digital itu.


"Tumben Mama Melly menelpon malam-malam begini." Dahi Hannah berkerut. Melly sedang berada di luar kota dan rencananya dua hari lagi baru akan pulang.


"Hallo Ma." Sapa Hannah pada wanita di seberang sana.


"Joe sudah sadar ! Hannah...Joe sudah sadar ! " Suara Melly bergetar ketika mengabarkan berita itu.Sangat jelas terdengar rasa bahagia dalam suaranya.Baru saja pihak rumah sakit menelponnya dan memberi kabar kalau Joe sudah tersadar dari koma.


Hannah mengerjapkan matanya berkali-kali.Berharap dia tidak salah mendengar ucapan Melly.


"Joe sudah sadar Ma ?" Seketika mata Hannah berkaca-kaca.Dia sangat terharu mendengar berita itu dan tidak sabar ingin segera ke rumah sakit.


"Hannah akan segera kesana Ma."


"Iya Sayang.Mama juga akan segera kesana.Mama sangat bahagia Hannah.Mama tidak sabar ingin segera  melihat kondisi anak laki-laki Mama." Mulai terdengar isakan tangis bahagia diujung sana.


"Mama hati-hati ya."


Setelah menutup sambungan telpon dengan Melly, orang pertama yang ingin Hannah hubungi adalah Mike.Dia sudah tidak sabar ingin membagi kabar bahagia ini padanya.


Mike segera melajukan mobilnya untuk menjemput Hannah setelah mendengar kabar itu.Dia pun tak kalah antusias dengan gadis itu. Ingin segera ke rumah sakit dan melihat langsung kondisi Joe yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya.


Hannah menunggu kedatangan Mike di teras.Dia tidak ingin terlalu lama lagi menunggu.Hingga mobil yang ditumpangi Mike akhirnya tiba di kediaman Melly.


"Mike !" Hannah mengambil jeda dengan mata berkaca-kaca. " Joe sudah sadar !" Hannah berlari ke arah Mike yang baru saja turun dari mobil. Hannah menghamburkan tubuhnya ke dada bidang laki-laki itu yang disambut dengan hangat oleh pemiliknya.


Rasanya tidak ada yang lebih membahagiakan dari pada mendengar berita ini.Setelah tiga minggu menunggu akhirnya Joe kembali. Ya..akhirnya hari yang ditunggu itu tiba.


"Aku juga sangat senang mendengarnya." Mike mengulum senyum bahagia.


"Rasanya aku tidak sabar ingin segera menemui Joe." Kata Hannah.


"Ehem..!" Mike berdehem. " Kalau kau terus memelukku seperti ini kita tidak akan sampai kesana." Mike melirik ke bawah dimana gadis itu masih memeluk erat tubuhnya.


Hannah buru-buru melepaskan pelukannya.Saking bahagianya dia sampai tidak sadar kalau sudah cukup lama memeluk Mike.


"Maaf..." Ucap Hannah lirih sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinga untuk menghilangkan kegugupannya.Dia bahkan tidak berani mengangkat wajahnya karena malu.


"Ya sudah ayo jalan." Mike mengacak rambut Hannah sambil menahan tawa karena wajah Hannah yang merona.


Keduanya langsung menuju ke rumah sakit.Dan setibanya disana mereka langsung masuk ke ruang rawat Joe.


Saat pintu terbuka Hannah bisa melihat Joe sedang berbaring dan menoleh ke arah pintu.Ya..itu Joe ! Dengan mata yang terbuka.


Karena tidak bisa menahan kebahagiaan dalam hatinya, Hannah tidak kuasa menahan genangan air di pelupuk matanya lagi.


"Joe !" Hannah berjalan perlahan mendekati ranjang.


Senyum simpul dari bibir Joe menyambut kedatangan Hannah.Senyum yang sangat dia rindukan.


"Aku senang kau kembali." Ucap Hannah di sela isakan tangisnya sambil memeluk tubuh Joe.


"Aku sangat takut kalau kau akan meninggalkanku."


"Bagaimana bisa aku meninggalkanmu kalau kau terus menagih janjiku padamu." Seloroh Joe.


Hannah menegakkan tubuhnya lalu menatap heran pada Joe.


"Jadi selama ini kau mendengar semua yang aku katakan ?"


Joe tersenyum lemah lalu menggeleng. Yang dia rasakan hanyalah dia sedang berada di lorong yang sangat gelap dan satu-satunya suara yang dia dengar adalah suara Hannah yang terus memanggil namanya dan mengingatkan kalau dia masih punya janji yang belum dipenuhi.


Sekali lagi Hannah memeluk tubuh itu. Senang ? Luar biasa ! Mungkin yang dirasakan Hannah pada Joe bukanlah cinta, tapi dia cukup tau kalau dia tidak ingin kehilangan sosok seperti Joe.


"Mike !" Pandangan Joe beralih pada laki-laki yang berdiri di belakang Hannah.


"Senang melihatmu bisa tersenyum lagi." Balas Mike. Kini gantian dia yang memeluk Joe dengan cara jantan.


***


Sudah satu minggu Joe sadarkan diri.Kondisinya berangsur membaik. Sebentar lagi juga dia sudah diperbolehkan pulang.Tepatnya hari ini. Hampir satu bulan menginap di rumah sakit pasti membuatnya sangat merindukan suasana rumah. Apalagi sekarang Hannah tinggal di rumah yang sama dengannya. Tunggu ! Sejak kapan Joe merasa sebahagia ini saat mengetahui Hannah tinggal di rumahnya ? Bukankah sebelumnya memang sudah di rencanakan ? Kenapa rasanya sekarang berbeda ?


Mobil yang dikendarai Mike dan Hannah baru saja meninggalkan kediaman Melly hendak ke rumah sakit untuk menjemput Joe.


Seperti biasa Mike akan memutar lagu untuk menemani perjalanan mereka.


Tiba-tiba Mike menarik sudut bibirnya ke atas membentuk sebuah senyuman disana.Diam-diam Hannah mulai mengikuti kebiasaan Mike.Sesekali bibirnya komat-kamit merapalkan lirik lagu yang dia dengar.Dengan suara sangat lirih yang hanya samar-samar terdengar.


Kenapa melihat Hannah seperti itu semakin membuat Mike merasa gemas ya ? Rasanya ingin sekali dia mencubit kedua pipi gadis itu.


Saat Hannah sedang menikmati pemandangan diluar jendela sambil sesekali bersenandung mengikuti lagu yang diputar tiba-tiba dia merasakan nyeri di pipi kirinya.


"Aw..!" Jerit Hannah sambil memegang pipi kirinya.Matanya menatap kesal pada laki-laki disampingnya itu karena tiba-tiba mencubit pipinya.


"Kenapa mencubitku ?" Hannah mencebikkan bibirnya.


Yang di sebelah bukannya menjawab malah tergelak kencang melihat reaksi Hannah.Wajah cemberut itu semakin terlihat menggemaskan.Belum pernah dia melihat Hannah dalam mode seperti itu sebelumnya.


"Kenapa tertawa ? Sakit tau !" Hannah masih merengut.


"Aku gemas melihatmu seperti tadi." Jawab Mike dengan senyum khasnya.


"Seperti tadi bagaimana ?" Hannah masih belum mengerti maksud Mike.


Tanpa menjawab pertanyaan Hannah Mike hanya melirik sambil melemparkan sebuah senyuman.


Hannah yang masih penasaran langsung melayangkan tinju ke bahu Mike.Hingga membuat laki-laki itu meringis.Memang pukulan itu tidak sakit.Tapi dia bereaksi seolah itu sangat sakit. Modus !


"Aw...kenapa memukulku ?" Tanyanya.


"Balasan karena sudah mencubitku tanpa alasan !" Hannah mendengus kesal.


Lagi-lagi Mike merasa tingkah Hannah yang seperti itu membuatnya gemas.Ini adalah sisi lain dari Hannah.Sebelumnya dia hanya melihat Hannah yang sedang bersedih, tertawa, cemas, gugup, marah. Tapi dia belum pernah melihat Hannah dalam mode cemberut. Dan ternyata saat Hannah cemberut semakin membuat gadis itu terlihat menggemaskan.


"Bukannya aku sudah bilang kalau aku mencubitmu karena gemas ?" Sengaja Mike menggodanya lagi.


"Iya. Tapi gemas kenapa ?" Desak Hannah yang masih manyun.


"Wajahmu lucu !" Jawab Mike sekenanya.


Buru-buru Hannah meraih kaca spion di atasnya lalu mengarahkannya ke wajah.Dia perhatikan pantulan wajahnya di kaca itu.Menoleh ke kanan dan ke kiri.Mendongak lalu sedikit menunduk.


"Tidak ada yang aneh. Lucunya dimana ?" Gumam Hannah.


Apa yang dilakukan Hannah semakin membuat Mike tergelak.Dan itu membuat Mike tidak bisa untuk tidak mencubitnya lagi karena gemas.


"Aw...! Mike stop it !" Pekik Hannah sambil memegang pipinya.Dia benar-benar dibuat bingung dengan tingkah Mike.


"Lihatlah wajahmu saat cemberut ! Menggemaskan sekali." Mike masih terkekeh.


Mata Hannah melotot sempurna ketika mendengar candaan Mike.Kenapa laki-laki ini sekarang jadi menyebalkan ? Dia pikir tidak sakit apa dicubit seperti itu ? Tapi bukankah dia dari dulu seperti itu ? Terkadang sangat baik dan terkadang menyebalkan !


Mike melirik sambil terus melemparkan senyuman jahilnya.


" Sudah jangan marah ! Aku hanya bercanda." Kata Mike yang menyadari gadis disampingnya sedang dalam status siaga satu.


"Tidak lucu !" Hannah melipat kedua tangannya di depan dada sambil mencebikkan bibir.


Kenapa bisa semenggemaskan itu ? Melihatmu cemberut semakin membuatku ingin menciummu.


Tangan kanan Mike bergerak mengacak rambut Hannah seraya berkata, "Bagaimana aku tidak semakin mencintaimu kalau wajah cemberutmu semenggemaskan itu ?" Kata Mike tanpa mengalihkan fokusnya mengemudi.


Namun sesaat kemudian wajahnya berubah tegang. Begitu juga dengan Hannah.


Mike seolah tidak sadar dengan apa yang baru saja dia katakan. Bagaimana tidak terkejut dengan yang diucapkan Mike barusan. Selama ini kan mereka tidak menjalin hubungan khusus meskipun mereka saling mencintai. Semenjak insiden beberapa minggu lalu memang mereka sering bersama. Dan semua mengalir begitu saja. Tidak dipungkiri kalau mereka merasa sangat nyaman saat bersama. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang menyinggung perihal perasaan. Dan baru saja Mike mengatakan hal diluar dugaan. Sehingga membuat keduanya terdiam untuk sejenak. Wajah cemberut Hannah sudah tidak terlihat lagi. Kini mereka hanya duduk dan berselancar dengan pikiran mereka masing-masing. Tidak ada obrolan selanjutnya diantara mereka. Hening !