Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
AROMA PARFUM



Hannah melangkahkan kakinya pelan menuju parkiran.Pikiran Hannah masih saja bergelayut tentang sosok Mike.


"Bagaimana aku mengembalikan jas ini nanti ya ?!" Hannah kebingungan karena tadi Mike pergi begitu saja setelah melempar jas itu kepada Hannah.


Hannah bahkan tidak tahu harus mengembalikan jas itu kemana.


"Tapi aku suka aroma parfumnya." Hannah beberapa kali menghirup aroma parfum yang menempel di jas itu sambil tersenyum.


Hannah menelusuri parkiran sambil mengingat-ingat dimana tadi Joe memarkirkan mobilnya.Karena mobil yang terparkir disana begitu banyak.


Setelah beberapa waktu mencari akhirnya Hannah melihat mobil Joe.Dia bergegas menuju ke mobil itu.Tangannya pun sigap mengetik pesan di ponselnya untuk Joe.Dia memberitahu Joe kalau dirinya menunggu di parkiran.


Sepertinya Joe sangat khawatir karena tiba-tiba Hannah meninggalkan acara dan sudah menunggu di parkiran.


Joe pun lantas ikut meninggalkan acara yang belum selesai itu.sepanjang perjalanan ke parkiran Joe tak henti bertanya-tanya pada dirinya sendiri.Ada apa dengan Hannah.


"Hannah....ada apa..? Kenapa kau tiba-tiba meninggalkan acara ? " Tanya Joe.Mata Joe tertuju pada jas yang di kenakan Hannah.


"Itu....kenapa kau pakai jas ?" tanyanya kemudian.


"Eh...ini...tadi aku terjatuh dan tak sengaja bajuku robek." jelas Hannah.


"Lalu jas siapa yang kau pakai ?" tanya Joe lagi.


"Aku juga tidak tau namanya siapa.Tadi minumanku tumpah dan mengenai jas orang ini.Dan dia menyuruhku mencucinya untuk ganti rugi.Tapi karena bajuku robek jadinya aku pakai saja jas ini." tutur Hannah.


Joe menatap Hannah lalu menghela nafasnya.


"Seharusnya aku tidak meninggalkanmu tadi.Aku minta maaf ya." kata Joe sambil memegang bahu Hannah.


Hannah tersenyum.


"Bukan salahmu Joe.Aku sendiri yang tidak hati-hati tadi."katanya kemudian.


"Ya sudah..kita pulang sekarang." ajak Joe.


Mereka lantas masuk kedalam mobil Joe.Joe menyalakan mesin mobilnya dan perlahan mengemudikan mobil itu meninggalkan area parkir.


Sepanjang perjalanan mereka tak banyak berbicara.


"Sepertinya aku mengenal aroma parfum dari jas itu." gumam Joe dalam hati.


Sesampainya di rumah.Hannah segera turun dari mobil.Joe mengikutinya hingga depan pintu.


"Hannah....aku minta maaf ya.Aku benar-benar merasa tidak enak denganmu." tutur Joe.


"Sudahlah Joe....Lupakan saja.Aku tidak apa-apa." tukas Hannah.


"Kalau begitu aku pamit pulang dulu ya." Joe berpamitan pada Hannah karena saat itu juga sudah larut malam.


Hannah tersenyum dan mengangguk.


Dia menunggu di depan pintu sampai mobil Joe melaju menjauhi rumahnya.


Setelah mobil Joe menjauh Hannah segera masuk ke dalam rumah.Dia masuk ke kamar dan melepas jas yang menempel di tubuhnya itu.


Dia taruh jas itu diatas kasur sedangkan dia duduk di depan cermin dan mengambil perlengkapan untuk menghapus riasannya.


Dia ambil baju ganti dan segera pergi ke kamar mandi.


Sekembalinya dari kamar mandi Hannah merebahkan tubuhnya diatas kasur.Pandangan Hannah berhenti pada jas yang masih tergeletak di kasurnya itu.Lalu Hannah duduk dan mengambil jas tadi.Hannah berniat untuk menaruhnya di keranjang baju kotor.Namun lagi-lagi Hannah tergoda untuk menghirup aroma parfum dari jas itu.Tanpa sadar Hannah memeluk erat jas itu sambil terus menghirup wanginya dan dia merebahkan tubuhnya lagi diatas tempat tidur.


"Aku suka sekali wangi parfum ini." Hannah terus menghirupnya.Bahkan dia sampai ketiduran sambil memeluk jas itu.


*********


Malam itu Mike juga tidak mengikuti acara sampai selesai.


Setelah insiden dengan Hannah,Mike sempat menemui Joe,Harry dan dua rekannya yang lain.Tapi mereka hanya berbincang sebentar.Mike lebih memilih untuk segera pulang.


Sesampainya dirumah Mike tidak segera masuk ke kamar tapi dia ke dapur dulu karena perutnya terasa lapar.


Mike membuka pintu lemari es dan mencari apa saja yang bisa dia makan.


Disana dia menemukan brownis coklat yang tinggal separuh.


Tanpa pikir panjang dia ambil brownis itu dan membawanya ke meja makan.


Mike memakannya dengan lahap karena memang rasa brownis itu sangat enak.


"Kakak.....!!" teriakan suara Isabel mengagetkan Mike yang sedang sibuk memasukkan potongan-potongan brownis ke dalam mulutnya.


"Kakak.....itu brownisku.Kenapa kakak habiskan..?!" Isabel terlihat sangat kesal saat menghampiri Mike.


"Aku lapar." Jawab Mike cuek dan memasukkan potongan terakhir brownis itu kedalam mulut.


"Habis semua...?!" Isabel mengangkat kotak brownis kosong di depan Mike.Lalu meletakkannya kembali dan memukul lengan kakaknya itu berkali-kali.


"Aww...sakit tau." Mike meringis sambil memegangi lengannya yang dihujani pukulan dari adiknya .


"Pokoknya kakak harus ganti." Isabel cemberut.


"Iya....iya besok kakak ganti." kata Mike sambil mengacak-acak rambut adiknya itu.


Isabel lantas duduk dikursi samping Mike.


"Apa kakak tau.....brownis itu oleh-oleh dari temanku.Tapi malah kakak habiskan." katanya kemudian masih dengan wajah cemberut yang manja.


"Kakak minta maaf.Besok kakak akan belikan brownis untukmu." Mike berusaha membuat adiknya tersenyum.


"Janji ya." Isabel mulai bisa tersnyum.


Mike mengangguk sambil tersenyum.


"Oya kak...Papa dan Mama kok belum pulang.?" Isabel melihat ke sekeliling tapi tidak ada tanda-tanda orang tuanya sudah pulang.


"Tadi kakak pulang duluan.Acaranya belum selesai." jawab Mike.


"Ya sudah tidurlah sana.Ini sudah larut malam." Imbuhnya.Mike menyuruh Isabel untuk kembali ke kamarnya.


Isabel menurut dengan perkataan Mike.


Sementara Mike masih berada di meja makan.Mike mengambil jus jeruk dari dalam lemari es dan dia meneguknya dengan cepat.Lalu dia masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.