
Dengan tubuh gemetar Hannah hanya bisa berdoa dalam hatinya.Melihat lengan bajunya yang sudah terkoyak Hannah semakin merasa jijik dengan Harry.Apalagi Harry menyiksanya di hadapan Mike dan Joe.
Tangan nakal Harry mulai menggerayangi kulit halus Hannah.Lalu perlahan bergerak membuka satu persatu kancing blouse yang melekat di tubuh Hannah.Tatapan sinis dan dingin sangat jelas di mata laki-laki itu yang semakin membuat Hannah bergiidk ngeri.Sambil terus mengurai ikatan kancing itu Harry mengintimidasi Hannah dengan tatapan bengisnya. Tangan Hannah yang terikat ke belakang membuat Harry semakin leluasa untuk melakukan itu semua.
Melihat apa yang terjadi di hadapan mereka membuat adrenalin Joe meningkat pesat.Sekuat tenaga Joe menghentakkan cengkeraman yang membelit tubuhnya.Hingga membuat dua orang bertubuh kekar yang menahannya terhuyung beberapa langkah ke belakang.Dia berhasil lepas dari cengkeraman itu.Namun tak butuh waktu lama kedua orang tadi kembali menghentikan langkah Joe.Adu pukulpun tak terelakkan lagi.Joe ingin segera menyelesaikan urusannya dengan kedua lelaki itu karena dia sudah sangat geram melihat apa yang Harry lakukan terhadap Hannah.
Sementara Mike dengan kondisi tubuhnya yang sekarang, dia tidak bisa berbuat banyak.Hingga saat orang-orang suruhan Jhon datang dan membantu mereka.
Joe masih disibukkan dengan dua orang yang sedang dia hadapi.Lalu orang suruhan Jhon mulai membantunya.Dengan bantuan yang ada Joe segera berlari ke arah Harry dan menghantamkan satu pukulan keras tepat di wajah Harry hingga laki-laki itu tersungkur.
"Kau akan membayar apa yang sudah kau lakukan pada Hannah !" Amarah Joe benar-benar sudah meledak.Joe menarik kerah kemeja Harry dan menghujaninya dengan pukulan bertubi-tubi.Harry pun tak kalah gesit melawan setiap pukulan Joe.Serangan demi serangan gencar mereka lakukan.Hingga luka akibat pukulan dan tendangan tidak bisa lagi dihindari.
Sementara itu setelah berhasil lepas dari cengkeraman anak buah Harry, Mike segera berlari ke arah Hannah.Mike melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki Hannah lalu melepaskan lakban yang menempel di mulut Hanna.
Dengan kedua tangannya Mike menangkup wajah Hannah dan menatapnya dengan penuh rasa bersalah dan kekhawatiran. " Maafkan aku." Mike melepas jaket yang dia pakai dan menangkupkannya di tubuh Hannah untuk menutupi tubuh yang hampir telanjang itu.Lalu mendekap erat tubuhnya yang gemetar hebat karena ketakutan.Mike berusaha memberi rasa aman pada Hannah.
"Bawa Hannah pergi dari sini Mike !" Seru Joe yang masih disibukkan dengan perkelahiannya dengan Harry.
"Kalian pikir bisa dengan mudah lari dariku ?!" Balas Harry.
Harry melihat ke arah Mike dan Hannah dengan tatapan tajam.
Sementara anak buah Harry sudah berhasil di bekuk oleh orang-orang Jhon.
"Tentu saja ! Lihatlah anak buahmu sudah tidak berkutik lagi ! " Seringai Mike.
Harry beralih melihat ke arah anak buahnya yang sudah terkapar.Raut wajahnya mulai terlihat panik saat melihat anak buahnya sudah terkapar.
Joe tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.Saat Harry sedang lengah, dengan langkah cepat dia segera menyergap tubuh Harry dan menghajarnya habis-habisan di salah satu sudut ruangan itu.Kali ini Harry tidak bisa mengimbangi kekuatan Joe yang sudah meledak-ledak.Bahkan tangan Joe sampai terluka karena terlalu bersemangat menghajar laki-laki bejat itu.
"Cukup Joe !" Teriak Mike yang melihat Harry sudah tidak berdaya lagi.Diluar sana Mike bisa melihat mobil polisi mulai mendekat.Pastinya bersama Jhon.
Dada Joe naik turun menahan amarah yang meledak-ledak dalam dadanya.Tangan kirinya masih mencengkeram kuat kerah kemeja Harry.Dengan tangan kanan yang mengepal di udara bersiap menghujamkan pukulan lagi ke wajah Harry.
Sementara wajah Harry sudah babak belur.Darah segar mengalir hampir di seluruh bagian wajahnya.
Joe melepaskan cengkeramannya dan menghempaskan tubuh Harry yang sudah tidak berdaya ke lantai.Lalu berjalan ke arah Mike dan Hannah untuk melihat kondisi Hannah.
Dari arah luar Jhon masuk bersama polisi.Dengan sigap polisi-polisi itu membereskan anak buah Harry.
"Kalian tidak apa-apa ?" Tanya Jhon sembari berjalan mendekat pada Mike dan Hannah.
Tubuh Hannah masih gemetaran dalam dekapan Mike.Ini terlalu berat untuknya.Air matanya tampak sudah mengering.Tapi tatapan gadis itu kosong.Entah seberapa besar rasa takut yang dia rasakan saat ini.Hanya dia dan Tuhan yang tau.
Mike mengangguk mengiyakan atas pertanyaan Jhon.Meskipun dia tau Hannah tidak baik-baik saja.
Jhon berjalan mendahului disusul Mike dan Hannah.Joe mengikuti mereka dari belakang.Mereka melangkah keluar dari pondok dengan perasaan lega karena semua sudah berakhir.
Mike berjalan sambil terus mendekap tubuh Hannah.Rasa bersalah menggelayuti hatinya.Semua ini tidak akan terjadi jika dia tidak gegabah mengambil keputusan.
Andai waktu bisa diputar kembali pasti Mike akan memilih cara lain untuk memberi pelajaran pada Harry.Kalau saja sampai terjadi hal buruk pada Hannah,orang yang paling merasa bersalah adalah Mike.Dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri untuk itu.Tapi semua sudah terlanjur terjadi.And now it's over ! Saatnya melanjutkan hidup kembali.Harry ? Biarkan hukum yang mengadilinya.
Joe berjalan di belakang Mike dan Hannah.Ada perasaan aneh dalam hatinya ketika melihat Hannah terlihat begitu nyaman dalam dekapan Mike.Mungkin karena dia sudah merasa aman saat ini.Tapi Joe tidak menampik kalau ada sesuatu dalam hatinya yang terasa asing saat melihat pemandangan di depan matanya itu.Joe menundukkan kepala sambil menggeleng lemah.Meyakinkan dirinya kalau saat ini yang terpenting adalah keselamatan Hannah.Apapun akan dia lakukan asalkan Hannah bahagia.Karena dia pernah berjanji pada dirinya sendiri untuk melindungi Hannah dengan nyawanya sekalipun.
DOORR....!!!
Suara tembakan terdengar dari arah belakang.Seketika suasana hening.Sontak semua yang ada disana terkejut dan menoleh ke arah sumber suara.Mereka saling beradu pandang mencoba mencari tau apa yang sedang terjadi.Siapa yang menembak ? Dan siapa yang tertembak ? Hampir semua mata memandang ke arah yang sama.
Di belakang sana Harry sedang memegang sebuah revolver yang baru saja memuntahkan timah panas.Ternyata pukulan bertubi-tubi dari Joe tidak cukup membuatnya jera.Dengan tubuh yang setengah tergeletak di lantai, Harry menatap dengan angkuh ke arah orang-orang yang meninggalkannya.Seringai tajam tampak di wajah penuh luka pukulan itu sebelum akhirnya timah panas yang di tembakkan polisi menembus tepat di jantungnya.Dan membuat laki-laki bejat itu menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya.
Saat semua orang menoleh ke belakang,hanya satu orang yang tidak bergerak dari posisinya saat itu.
"Joe !!!" Teriak Mike saat melihat Joe terdiam dengan wajah pucat menahan sakit yang teramat sangat saat timah panas menghujam di punggungnya.Perlahan tubuh Joe terjatuh dengan bertumpu pada lututnya.Sebelum akhirnya Mike berlari ke arahnya dan menopang tubuh tak berdaya itu agar tidak tersungkur ke lantai.Darah segar menembus jas berwarna biru yang melekat di tubuhnya.
Mike dapat merasakan cairan hangat yang merembes ke tangannya saat menopang tubuh Joe di pangkuannya.Darah ! Mike bisa merasakan darah Joe mengalir di tangannya.Lantas Mike berusaha menekan luka itu agar tidak terlalu banyak mengeluarkan darah.Pikirannya kalut saat menyaksikan tubuh Joe semakin melemah.Mike takut Joe tidak akan bisa bertahan dengan kondisinya yang seperti itu.
"Jangan sekarang Joe ! Kau harus bertahan !"
Sekilas Joe menatap ke arah Mike seakan ada yang ingin dia sampaikan.Tetapi bibirnya bahkan tidak sanggup mengeluarkan sepatah katapun.Lalu dia beralih menatap gadis yang berlari ke arahnya.
Kedua mata Hannah terbelalak melihat kejadian yang baru saja terjadi.
Joe tertembak !
Dengan nafas tercekat Hannah berlari ke arah Joe dan menjatuhkan dirinya di sisi kiri laki-laki itu.
"Joe..!!!" Pekikan suara Hannah terdengar memenuhi seluruh isi ruangan.Jhon dan beberapa orang yang lain pun segera berlari mendekat.
Dada Hannah terasa sesak dan sakit saat melihat Joe begitu kesakitan hingga tidak mampu bersuara sedikitpun.Dia masih tidak percaya akan apa yang sedang terjadi.Dunianya seolah jungkir balik.
Tidak ! Ini pasti hanya mimpi ! Jangan Joe ! Jangan lakukan ini Tuhan !
Joe tergeletak lemah dengan darah segar yang terus mengalir.Hannah menggenggam erat tangan Joe.
"Jangan lakukan ini padaku Joe ! Aku tidak bisa melihatmu seperti ini ! Kau janji akan selalu menjagaku ! Jangan lakukan ini Joe ! Kau harus tepati janjimu !" Kata Hannah dengan suara parau.Hannah memeluk erat tubuh Joe yang terasa lebih dingin dari biasanya.Isakan tangisnya terdengar memberat dengan nafas yang tercekat.
Joe hanya mampu menatap Hannah dengan tatapan yang sulit diartikan.Dia hanya bisa melihat gadis itu meraung sejadinya sambil mengucapkan kata-kata yang tidak bisa dia dengarkan.Karena semua terasa sunyi baginya.Lidahnya tidak mampu lagi mengeluarkan kata-kata.Matanya semakin berat untuk terbuka dan nafasnya terasa semakin berat.Sesaat kemudian pandangannya menjadi gelap.