Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
HANGAT PELUKMU



Tiba-tiba Hannah kehilangan gairahnya untuk membaca.Dengan adanya Mike di sebelahnya membuat konsentrasinya buyar.Jantung yang berdegup kencang membuatnya gusar.Hingga membuatnya berkali-kali memperbaiki posisi duduknya.


Hannah melirik Mike dengan ekor matanya.Mike terlihat begitu tenang dan tampak sangat fokus membaca bukunya.


Oh jantung....bekerja samalah denganku ! Jangan sampai Mike mendengar detakanmu yang sudah seperti perunjukan drumband itu !


Hannah bergelut dengan perasaannya sendiri.Sesekali Hannah membalik halaman buku.Tetapi dia sama sekali tidak mengetahui apa yang tertulis di dalam buku itu.


Bangun Hannah ! Jangan terlalu banyak berkhayal ! Hidupmu itu di dunia nyata !


Jangan salah ! Laki-laki yang terlihat begitu tenang dan fokus membaca itupun sebenarnya juga mati-matian mengendalikan debaran di dalam dadanya agar tetap under control.


Dia bahkan sama sekali tidak membaca satu kalimat pun dalam buku itu.


Laki-laki yang satu ini memang sangat pandai berkamuflase.


Mike menutup buku yang ada diatas meja itu dengan sekali hentak.Dia memutuskan untuk berhenti berpura-pura membaca dan ingin sekali memulai obrolan dengan perempuan di sampingnya itu.


Mike menggeser posisi duduknya sedikit menghadap Hannah.Mike melihat buku yang sedang dibaca Hannah (menurut yang dia lihat).


Mike baru akan membuka mulutnya ketika suara bisikan namanya terdengar begitu merdu di telinga.


Jessica melingkarkan lengannya di bahu Mike lalu duduk di sisi kanan laki-laki itu.


Hannah berpura-pura fokus pada bukunya dan berusaha tidak peduli dengan apa yang dia lihat.


Lihatlah Hannah ! Perempuan itu cantik dan sangat anggun.Dilihat dari ujung kaki sampai ujung rambut sangat jelas terlihat selera perempuan itu tinggi sekali.Serasi sekali kan mereka ?!


"Jessica,apa yang kau lakukan disini ?" Mike setengah berbisik.


Gadis cantik itu tersenyum manja sambil menggeser buku di hadapan Mike ke hadapannya.


"Sejak kapan kau suka membaca buku seperti ini ?"


"Iseng saja.Aku bosan dirumah." Mike menarik buku itu kembali.


"Aku juga bosan di rumah.Syukurlah aku bertemu denganmu disini." Gadis itu menatap manja pada Mike.


Bagaimana Mike tidak jatuh hati dengan gadis berparas ayu dan mata indah yang selalu menghiasi wajahnya itu.


Bicara tentang mata indah....Mike teringat dengan gadis bermata sayu yang membuatnya tidak bisa tidur seminggu ini.


Namun ketika dia membalikkan badan ke arah gadis bermata sayu itu...ternyata dia sudah tidak ada disana.Mata Mike tertuju pada seseorang yang terlihat sedang berjalan keluar dari perpustakaan.Mike ingin sekali mengejarnya.Tapi bagaimana dengan Jessica ?


***


Hannah merasa tidak nyaman melihat Mike dan Jessica bersama.Hannah menutup buku di hadapannya dan beranjak meninggalkan mereka berdua disana.Setelah mengembalikan buku ke rak dimana dia mengambilnya tadi,Hannah bergegas meninggalkan perpustakaan.


Hannah berjalan keluar dengan langkah lesu.Dia berjalan menuju ke air mancur yang ada di halaman sebelah kiri perpustakaan itu. Dia duduk di salah satu kursi yang membelakangi air mancur.


Gerimis kecil mulai turun.Hannah tidak mempedulikannya.Dia tetap duduk santai disana.Malahan dia terlihat sangat menikmati rintik kecil yang turun dari langit itu.


Hannah menengadahkan kepala.Kedua matanya terpejam.Dia biarkan rintik-rintik kecil itu jatuh menerpa wajahnya.Seulas senyum terlihat begitu menawan di wajahnya.


Begitu damai...begitu lepas.


Rintik-rintik kecil itu kini terasa semakin keras menghantam wajahnya.Gerimis kecil mulai berubah menjadi hujan.Hannah tidak bergeming.Dia merasa semakin menikmati rintik hujan itu.


Hingga dia merasa rintik itu tidak lagi menghujani wajahnya.Apa hujannya sudah reda ? Cepat sekali !


"Kau bisa sakit karena kehujanan !" Suara tegas itu membuat Hannah berjingkat dan membuka matanya.


Sebuah jaket jeans terbentang diatas kepala Hannah.


"Mengganggu saja !" Gerutu Hannah.Padahal saat itu Hannah sedang sangat menikmati pijatan menenangkan dari air hujan.


Hannah beranjak dari duduknya dan setengah berlari mencari tempat berteduh.


Tanpa mempedulikan Mike yang masih berdiri di tempatnya tadi sambil merentangkan jaketnya.


Mike berlari mengikuti Hannah.Mereka berteduh di paviliun kecil tidak jauh dari air mancur tadi.


Rambut dan pakaian Hannah sedikit basah karena air hujan.Dia mengibaskan tangannya menyapu pakaian basah itu.Hawa dingin mulai menyelinap kedalam tubuhnya.


"Kenapa tadi kau pergi ?" Tanya Mike sambil mengibaskan jaketnya yang basah.


Rasanya Hannah malas berbicara dengan Mike.Tiba-tiba moodnya berubah menjadi buruk.


Hujan kala itu semakin lebat.Di tempat mereka duduk bisa dirasakan percikan air hujan mengenai tubuh mereka.


"Owh." Mike mengacak rambutnya yang terkena air hujan.


"Memangnya apa menariknya membaca novel seperti itu ?"


Hannah semakin mengeratkan kedua tangannya karena kedinginan.


"Menarik.Karena dari cerita seperti itu aku bisa tau kalau cinta sejati itu hanya ada dalam cerita fiksi.Upik abu tidak akan pernah menjadi cinderella."


Mike terkejut mendengar jawaban Hannah.Apa hatinya sedingin itu dalam mengartikan cinta ?


"Pakailah ! Hanya basah sedikit.Setidaknya bisa menghangatkanmu." Mike menangkupkan jaketnya ke bahu Hannah karena Hannah tampak kedinginan.


Saat tangan kekar Mike menyentuh bahu Hannah.Rasanya seperti mendapat sengatan listrik yang membuat jantungnya berdetak dengan kencang.Hannah ingin sekali meredam detak jantungnya.Ingat perempuan yang bersamanya tadi Hannah !


Tangan Mike belum turun dari bahu Hannah saat mata mereka saling beradu.Bukan hanya mata tapi jantung mereka pun sedang beradu.


Dingin yang dirasakan Hannah tadi bahkan sudah hilang.Berganti dengan kehangatan yang entah dari mana datangnya.


"Terima kasih." Hannah memalingkan wajahnya untuk meredam apa yang dia rasakan.


Mike pun sama.Sekuat mungkin menahan perasaan.Kenapa berada di dekat Hannah bisa membuat seorang Mike bertingkah konyol ? Sedalam apapun perasaannya terhadap Jessica dia selalu bisa terlihat tenang.Bahkan saat Jessica memeluknya,dia tetap bisa menjaga kewarasannya.


Hening.Tidak ada pembicaraan apapun.Keduanya masih berusaha meredam getaran yang baru saja mereka rasakan.


Aku ingin sekali memelukmu.Ah andai saja aku adalah jaket itu.Aku tidak akan membiarkanmu kedinginan.


Aku nyaman berada di dekatmu.Tapi aku sadar siapa diriku.Aku tidak ingin berharap lebih.


Hujan semakin deras.Angin yang bertiup semakin kencang.Membuat keduanya kebasahan.


Jaket yang tadi sempat menghangatkan tubuh Hannah kini sudah berubah jadi dingin karena tampias air hujan.


Tubuh Hannah menggigil karena kedinginan.


Rasa hangat seketika menjalar ke seluruh tubuh Hannah saat tangan kekar laki-laki di sampingnya menarik tubuh Hannah mendekat dan membenamkannya di dada bidang laki-laki itu.


Hannah tidak sanggup menolak.Tubuhnya melemas seketika.Rasanya dia begitu nyaman berada dalam dekapan Mike.Hannah bisa merasakan jantung Mike yang berdetak kencang.


Kenapa aku sama sekali tidak merasa takut berada sedekat ini dengannya.Ini sangat nyaman.


Hannah memejamkan kedua matanya menikmati aroma tubuh laki-laki itu.Sungguh nyaman.Sangat nyaman.


Tanpa sadar tangan Hannah melingkar di pinggang Mike.


Mike tadinya ragu untuk memeluk Hannah yang menggigil kedinginan.Dia sudah siap seandainya Hannah akan memukul atau menendangnya.Tapi reaksi Hannah yang terlihat begitu nyaman itu membuat Mike tercengang sekaligus lega.Apalagi saat Hannah melingkarkan tangan di pinggangnya.Membuat degup jantung Mike semakin tak terkendali.Refleks Mike mengeratkan dekapannya.


Hujan yang begitu lebat bahkan tidak mereka rasakan lagi.Keduanya hanyut dalam alam bawah sadar masing-masing.Menikmati kehangatan yang menyatu dalam tubuh mereka.


Hujan mulai reda.Mereka mulai tersadar dengan posisi mereka saat ini.


"Maaf." Hannah melepaskan tangannya dari pinggang Mike.


Mike melepaskan dekapannya.Kali ini Mike tidak bisa menyembunyikan rasa gugup yang dia rasakan.


"Hujan sudah reda.Aku antar kau pulang." Mike beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju mobilnya.


Hannah mengikuti dari belakang sambil menyembunyikan wajahnya.Dia takut Mike akan melihat rona merah di wajahnya karena malu.


Mereka sudah berada di dalam mobil.Keduanya jadi salah tingkah.Hanya keheningan yang ada di mobil itu.


Hannah menundukkan wajah sambil meggigit bibir bawahnya.Apa yang dia lakukan tadi sungguh memalukan.


Mike pasti berpikir yang tidak-tidak.Bodohnya kau Hannah ! Kenapa melakukan hal yang sangat memalukan seperti itu ?


Mike menatap lurus menembus kaca mobil.Berusaha tetap fokus mengemudi.


Gadis keras kepala itu memang tidak bisa menjaga diri dengan baik.Bagaimana kalau sampai sakit lagi ? Kondisinya kalau sedang sakit sangatlah menyedihkan.Andai saja aku bisa selalu menjaganya.