
Para tamu undangan sudah tampak memadati ruangan.
Benar-benar suasana yang glamour menurut Hannah.
Semua yang hadir di acara itu pastilah orang-orang kaya.
Hannah tengok kanan tengok kiri dan yang dilihatnya adalah sekumpulan orang dengan barang-barang branded yang menempel ditubuh mereka.
Baru kali ini Hannah menghadiri acara semacam itu.
Acara segera dimulai setelah dirasa tamu undangan sudah lengkap.
Sambutan dari beberapa pejabat penting kota mulai bergantian mengisi acara itu.Cukup lama dan cukup membosankan bagi Hannah.
Bahkan sesekali Hannah menguap menahan kantuknya karena bosan.
Lain lagi dengan Joe.Dia terlihat menikmati sekali acara itu.Tampak dari raut wajah Joe yang ikut tertawa disaat orang yang berada diatas panggung menyelipkan lelucon pada sambutannya.
"Kenapa orang kaya suka sekali dengan acara membosankan seperti ini." gerutu Hannah dengan berbisik kepada Joe.
"Bukan suka.Tapi terpaksa suka." bisik Joe sambil tersenyum.
Hannah merasa ingin keluar dari tempat itu karena rasa bosan yang amat sangat menyiksanya.
"Bolehkah aku keluar..?" tanyanya berbisik pada Joe.
"Kau mau kemana ?" Joe tanya balik.
"Aku sangat bosan.Ingin menghirup udara segar."ujar Hannah.
"Boleh saja.Mau aku temani ?" kata Joe.
"Tidak perlu.Aku sendiri saja." Hannah ingin sekali segera keluar.
"Baiklah....tapi jangan jauh-jauh.Dan hati-hati." pesan Joe.
Hannah mengangguk lalu beranjak dari tempat duduknya.
Sesampainya diluar Hannah menghirup udara dalam-dalam.Rasanya begitu lega bisa keluar dari tempat itu.
Hannah berjalan menuju ke sebuah taman kecil di halaman perpustakaan.Disana ada air mancur bundar dan terdapat empat buah kursi taman di keempat penjuru air mancur itu.
Hannah berjalan mendekati salah satu kursi itu.
Di sana terlihat beberapa pelayan sedang menyiapkan begitu banyak makanan dan minuman di meja yang sangat besar karena acara selanjutnya adalah acara outdoor di taman itu.
Beberapa petugas keamanan terlihat wara wiri dengan handy talky di tangan mereka.
Hannah duduk di salah satu kursi yang menghadap persis ke taman bunga.Karena tempat itu agak jauh dari pusat acara.Sehingga tidak terlalu ramai.
"Disini udaranya segar sekali." gumamnya sambil menghirup udara dalam-dalam.
Hannah meraih ponselnya dari dalam tas jinjing miliknya ketika mendengar ada pesan masuk.
"Kau dimana ?" Pesan dari Joe.
"Di dekat air mancur " Jawab Hannah.
"Aku akan menyusulmu." Balas Joe lagi karena dia tidak ingin temannya itu kenapa-kenapa.
"Tidak perlu.Kau ikuti saja acaranya.Aku tidak akan kemana-mana." Larang Hannah.
"Baiklah." Joe mengakhiri pesannya.
Hannah duduk sendirian disana sembari memainkan ponselnya.
Ketika dia sedang asyik bermain ponsel,perhatiannya teralihkan dengan suara seorang laki-laki yang berasal dari balik air mancur.
"Acara yang sungguh membosankan." kata laki-laki dibalik air mancur itu.
Hannah penasaran karena ternyata ada juga yang merasa bosan dengan acara di dalam seperti dirinya.
Diam-diam Hannah mengintip laki-laki dibalik air mancur itu.
Hannah hanya bisa melihat seorang laki-laki dengan setelan jas berwarna abu-abu sedang duduk diatas kursi sambil memainkan ponsel tanpa bisa melihat wajahnya.
Lalu Hannah kembali ke tempat dia duduk tadi.
Acara di dalam sepertinya sudah akan berakhir.Dan akan dilanjutkan dengan hiburan dari beberapa artis terkenal dari kota itu.
Tamu undangan dipersilahkan untuk keluar dari ruangan untuk menikmati hiburan yang sudah disediakan oleh panitia.
Hannah masih duduk di kursi dekat air mancur ketika Joe menghampirinya.
Hannah menoleh kearah suara tadi lalu tersenyum tipis.
"Kau mau minum apa biar aku ambilkan." kata Joe.
"Apa saja asalkan tidak mengandung alkohol." kata Hannah.
Joe pergi meninggalkan Hannah untuk mengambil minuman.
Dan tak lama kemudian Joe sudah kembali dengan membawa dua gelas lemon squash.
Mereka duduk dan mengobrol tanpa mempedulikan artis-artis papan atas yang sedang bernyanyi diatas panggung.
Lalu ada seseorang yang memanggil Joe dari kejauhan.
"Aku menemui temanku dulu ya." pamit Joe.
Hannah mengangguk mengiyakan.
Joe berlalu menghampiri dua orang temannya yang memanggilnya tadi.
Hannah hanya memperhatikan dari jauh.Mereka tampak begitu asyik mengobrol.Lalu ada seorang laki-laki lagi yang menghampiri mereka.
Betapa terkejutnya Hannah saat melihat laki-laki berjas hitam yang baru saja ikut bergabung dengan Joe.Harry...!!
"Harry...!" gumam Hannah pelan.
Saking takut dan terkejutnya Hannah langsung berlari untuk bersembunyi.Karena di tempat dia duduk tadi Harry bisa melihatnya dengan jelas.
Maksud Hannah hendak sembunyi dibalik air mancur.Tapi karena saking terburu-burunya dia berlari tanpa sengaja dia tersandung kakinya sendiri.
Dan.....BRUK....!!
"Aww....!"
Jatuhlah Hannah di hadapan laki-laki berjas abu-abu yang sedang duduk dikursi itu.
Laki-laki itu sontak berdiri karena terkejut pakaiannya basah terkena tumpahan minuman dari gelas Hannah.
"Kau bisa jalan apa tidak..!" kata laki-laki itu dengan sangat kesal sambil membersihkan jasnya yang basah.
"Maaf Tuan....saya tidak sengaja."Hannah masih tersungkur ditanah sambil menunduk karena takut orang itu akan memukulnya.
Laki-laki itu kemudian melihat ke arah Hannah.Lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Hannah berdiri.
"Bangunlah..!" kata laki-laki itu dengan nada yang masih sedikit kesal.
Hannah mendongakkan kepalanya.Dia terkejut dan matanya membulat ketika mengetahui laki-laki itu adalah Mike.
Mike pun tampak terkejut melihat Hannah dan mereka sempat beradu pandang sejenak.
"Kau mau bangun apa tidak ?" kata Mike agak ketus karena Hannah tidak segera menyambut uluran tangannya.
Hannah segera berdiri dengan bantuan Mike.Tapi dia menundukkan kepalanya kembali ķarena takut Mike akan marah karena bajunya yang basah.
"Maafkan saya Tuan....pakaian Tuan jadi kotor karena saya." ucap Hannah masih dengan kepala tertunduk.
Mike hanya diam.Tapi mata Mike memperhatikan lengan dress Hannah yang robek terkena ujung kursi saat jatuh tadi.
Mike melepas jasnya dan melemparkannya kepada Hannah.
"Pakailah.Dan cucilah sampai bersih untuk ganti rugi." kata Mike ketus.
Dan tanpa basa basi lagi Mike meninggalkan Hannah.
Hannah masih menunduk saat Mike pergi.Dia belum sadar kalau lengan dressnya robek.
"Kenapa juga aku harus memakainya..? cuci ya cuci saja." gerutu Hannah.
Hannah menenteng jas Mike dan hendak pergi ke parkiran.Dia berniat menunggu Joe di parkiran saja untuk menghindari Harry.
Namun saat dia mulai mengayunkan langkahnya ,mata Hannah tertarik untuk melirik ke lengan kirinya.
"Ya Tuhan...kenapa bisa robek begini.." Hannah panik...dia akan sangat malu kalau ada orang yang melihatnya.
"Bagaimana ini..." Hannah panik.Lalu matanya melihat ke tangan kanannya yang memegang jas milik Mike.
Hannah menepuk dahinya.
"Pantas saja.." ucapnya yang baru menyadari apa yang dilihat Mike tadi.
Hannah segera memakai jas milik Mike meskipun jas itu sedikit basah dibagian depan.Tapi setidaknya itu lebih baik daripada dia malu dengan dress yang robek.