Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
SUDAH BERPISAH



Malam di rumah Mike.


Mereka sekeluarga akan menghadiri acara ulang tahun pernikahan rekan bisnis Jhon.


Jhon dan Emma tampak sudah bersiap dan mereka menunggu kedua anaknya di ruang keluarga.


"Dimana Mike dan Isabel ?" tanya Jhon pada Emma.


"Mungkin mereka masih bersiap-siap Pa." jawab Emma dengan suara lembutnya.


"Ya sudah kita tunggu mereka sebentar." kata Jhon.


Mereka duduk di sofa empuk yang nyaman di ruang keluarga sambil berbincang-bincang.


Sesekali mereka tertawa karena candaan ringan.


Beberapa waktu menunggu tetapi kedua anaknya belum juga muncul.


Jhon melihat jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Sebaiknya Mama panggil Mike dan Isabel.Anak-anak itu lama sekali." perintah Jhon pada Emma.


Emma mengangguk dan segera berjalan menuju kamar Isabel.


"Isabel..." panggil Emma dari luar kamar anak bungsunya.Lalu Emma membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu.


"Sayang....kenapa belum siap juga ?Papa sudah menunggu di bawah." tutur Emma lembut.


"Aku tidak menemukan jepit rambutku Ma." Isabel terlihat masih mengobrak-abrik lemari asesorisnya.


Emma segera mendekati putrinya yang sedang kebingungan itu.


"Sayang....jepit rambutmu kan banyak." kata Emma.


Tapi sepertinya Isabel tidak memperhatikan perkataan Mamanya itu.Dia masih sibuk mencari jepit rambut warna biru yang senada dengan baju pestanya.


"Ini dia...." Isabel akhirnya menemukan apa yang dia cari.Lalu dia memasang jepit rambut itu di rambut panjangnya.


Emma hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah putri kesayangannya itu.


"Cepatlah turun.Mama mau ke kamar kakakmu dulu." ucap Emma.


Keluar dari kamar Isabel, Emma menuju ke kamar Mike.


"Mike.." panggil Emma seraya membuka pintu kamar Mike.


Pemandangan yang hampir sama dilihat Emma saat di kamar Isabel.Anak laki-lakinya itu juga terlihat sibuk menggeser deretan baju di dalam lemari.


"Apa yang sedang kau cari Sayang ?" Emma mendekati putranya itu.


"Kemeja Ma." jawab Mike singkat.Dia bingung mau pakai kemeja yang mana.


"Kau ini sama saja dengan adikmu.Sini biar Mama yang pilihkan." Emma mendekat ke arah lemari pakaian Mike dan segera mengambil kemeja warna biru untuk Mike.


"Pakai yang ini.Makanya cepatlah menikah agar ada yang menyiapkan pakaian untukmu." Emma menyodorkan kemeja pada anaknya itu.


"Jangan lama-lama.Papa sudah menunggu." perintah Emma yang berjalan meninggalkan kamar Mike.


Setelah semua siap mereka segera berangkat ke tempat acara.


Perjalanan yang agak jauh dari rumah.


Mike berangkat menggunakan mobilnya sendiri.Sedangkan tiga anggota keluarga yang lain berangkat dengan satu mobil.


Sekitar satu jam perjalanan mereka sudah sampai di sebuah rumah mewah tempat acara rekan kerja papanya itu berlangsung.


Mereka parkir di tempat yang sudah di sediakan.Agak jauh dari tempat acara.Jadi mereka berjalan kaki untuk menuju ke tempat acara dilaksanakan.


Acara berlangsung dengan lancar.Tiba waktunya menikmati jamuan makan malam.Mereka duduk mengitari meja oval yang sangat besar.Berbagai macam menu masakan tersedia di meja itu.


Keluarga Bennings duduk berjajar mulai dari Jhon,Emma,Isabel dan Mike.Sedangkan yang duduk di sebelah Jhon adalah Harry.


Mereka sangat menikmati makan malam itu.


"Harry....mana istrimu ? kenapa tidak mengajaknya ?" tanya Jhon karena Harry tampak datang sendirian ke acara itu.Jhon tau Harry sudah menikah.


Harry tersenyum mendengar pertanyaan Jhon itu.


"Saya baru saja berpisah dengan istri saya Tuan." jawabnya kemudian.


"Oh maaf...maaf....saya tidak bermaksud menyinggung." kata Jhon.


"Tidak apa-apa Tuan." tukas Harry.


Selesai acara mereka pun bersiap untuk pulang.


Keluarga Bennings berjalan bersama-sama menuju ke tempat parkir.


"Kau tau Mike...Harry baru saja berpisah dengan istrinya." Kata Jhon saat melihat Harry berjalan lebih dulu dari mereka.


"Memangnya dia sudah menikah ?" tanya Mike.


"Sudah.Dia menikahi anak karyawannya sendiri." jelas Jhon.


"Kalau tidak salah istrinya itu masih sangat muda sekali." timpal Emma.


"Benar Ma.Harry menikahi gadis itu karena kedua orang tuanya sudah meninggal." tambah Jhon.


"Mulia sekali hati Harry. Tapi....kapan ya anak kita ini akan menikah..." Sindir Emma pada Mike sambil tersenyum menggoda anaknya itu.


Lagi-lagi Mike hanya tersenyum mendengar kata-kata Mamanya yang sepertinya sudah sangat menginginkan seorang menantu.


"Lantas kenapa mereka berpisah ?" Mike mencoba mengalihkan pembicaraan tentang dirinya.


"Entahlah.Papa juga tidak tau." jawab Jhon.


Mereka terus berjalan sampai ke parkiran mobil masing-masing.Dan mereka melajukan mobil mereka menuju ke rumah yang sama.