
Hannah meninggalkan meja mereka tapi tidak kembali ke balik meja bartender.Melainkan dia keluar dari kedai masih dengan celemek yang menempel di tubuhnya.
"Galak juga ya temanmu itu." kata Mike pada Joe saat melihat Hannah sudah tidak berada di dekat mereka.
"Sebenarnya dia baik." balas Joe.
"Oya ada apa tadi kau memintaku datang kemari ?" tanya Mike sembari mengangkat cangkir yang ada di hadapannya dan menyeruput kopi di cangkir itu.
"Aku sedang mencari rumah dengan harga sewa yang murah di sekitar sini.Apa kau ada referensi ?" Joe juga menyeruput capuccino di hadapannya.
"Rumah sewa ? Untuk apa ?" Mike mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Joe.
"Untuk Hannah." jawab Joe.
Mike terkesiap mendengar jawaban Joe.
"Sebegitu pedulinya dia pada gadis itu." batin Mike.
"Dia baru saja kehilangan rumah peninggalan orang tuanya." tambah Joe.
Terlihat jelas raut wajah Joe menunjukkan kepedulian yang amat sangat terhadap Hannah.
Mimik wajah Mike seketika ikut berubah.keningnya mengkerut membayangkan apa yang dialami Hannah.
"Kau punya banyak koneksi kan.Jadi kurasa kau bisa membantuku mendapatkan rumah yang layak dengan harga sewa yang murah." Joe memandang Mike dengan penuh harap.
"Aku akan coba membantumu.Tapi aku tidak bisa menjanjikan apapun." kata Mike.Dalam hatinya masih penasaran dengan gadis itu.
"Sepertinya kau sangat peduli dengan gadis itu." Mike menyipitkan matanya pada Joe.
Joe tersenyum dan mendengus.
"Gadis malang itu sudah melalui banyak sekali masalah.Aku hanya ingin membantunya." kalimat Joe terdengar begitu dalam.
Mike mengingat-ingat momen saat dia bertemu dengan Hannah.Dan memang beberapa kali dia melihat gadis itu dengan wajah tertekan.Semua jadi masuk akal bagi Mike.
"Apa kau yakin kau sekedar bersimpati padanya ?" pertanyaan Mike membuat Joe mengalihkan pandangannya ke arah Mike dengan cepat.
"Bicara apa kau ini ? " Joe menepis prasangka Mike.
"Aku beberapa kali bertemu gadis itu.Dan aku pernah melihat mantan kekasihmu beradu mulut dengannya." kata Mike sambil mengingat sewaktu dia melihat Jenny mendorong Hannah hingga jatuh tersungkur.
Joe melihat keluar jendela kaca kedai itu.Matanya menunjukkan penyesalan atas apa yang dilakukan Jenny pada Hannah.
"Hannah hanya korban salah paham dari mantan kekasihku." kata Joe dengan pandangan yang terus mengarah keluar.
Dari arah pintu masuk kedai langkah kaki Hannah terdengar menyeruak ke seluruh ruangan.
Dia berjalan dengan nafas yang cepat sambil menenteng sebuah jas berwarna abu-abu di tangan kanannya.
Hannah berjalan kaki bolak balik ke rumahnya hanya untuk mengambil jas milik Mike.Bahkan dia setengah berlari karena takut Mike akan segera pergi dari kedai.
Langkah kaki Hannah terhenti di samping meja Joe dan Mike.Kedua laki-laki itu bersamaan memandang Hannah dengan barang yang di tentengnya.
"Jas Anda Tuan.Terima kasih atas bantuannya tempo hari." Kata Hannah dengan nafas yang masih sedikit tersengal-sengal dan wajah datar sambil menyodorkan jas abu-abu milik Mike.
Joe menautkan kedua alisnya.Raut wajah keheranan begitu jelas terpampang di sana.
Mike memandang Hannah begitu dalam.Tangan kanannya menerima jas itu dari tangan Hannah.
Mike menyesal tempo hari sudah mengerjai Hannah hingga berlari ke jalanan.Padahal Hannah hanya ingin mengembalikan barang miliknya.
Mike bahkan sampai lupa membalas ucapan terima kasih dari Hannah.Dia baru menyadarinya setelah Hannah berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Pantas saja....." kata Joe sambil mengingat aroma parfum yang familiar baginya ketika jas itu di pakai oleh Hannah.
Mike masih terdiam dan meletakkan jas itu di kursi sampingnya.Pandangannya mengarah kepada Hannah.
"Jadi itu memang jas milikmu." tambah Joe.
Pandangan Mike beralih pada Joe.
"Iya." saut Mike singkat.
"Pantas saja aku seperti mengenal aroma parfum di jas itu sewaktu Hannah memakainya." tambah Joe.
"Dia datang ke acara bersamamu ?" tanya Mike yang berusaha menepis rasa bersalahnya pada Hannah.
"Iya.Aku yang mengajaknya." jawab Joe.
"Oya....soal rumah tadi...tolong usahakan ya.Satu bulan lagi Hannah sudah harus pindah." tambah Joe.
Mike mengangguk mengiyakan.Rasanya ada yang aneh di benak Mike.
"Aku akan segera menghubungimu." Mike memasukkan satu keping biskuit ke dalam mulutnya.Sesekali dia memperhatikan Hannah.
Wajah Hannah hari itu benar-benar terlihat suram.Sekilas Mike teringat ketika Hannah tanpa sengaja mencium dadanya hanya untuk sekedar menikmati aroma tubuhnya.Wajah Hannah yang kemerahan karena malu waktu itu terlihat sangat menggemaskan baginya.