
Joe kembali ke rumah Hannah dengan membawa satu cup sup dan obat demam untuk Hannah.
Langkah cepat Joe membuat suara sepatunya yang beradu dengan lantai terdengar nyaring.Joe membawa sup itu langsung ke kamar Hannah.
Joe berdiri di samping tempat tidur Hannah.Dia perhatikan Hannah yang sedang tertidur tidak nyenyak.Peluh keringat memenuhi dahi Hannah.
"Kasihan sekali Hannah.Siapa sebenarnya mantan suami Hannah ?!" Sampai sekarang Joe belum mengetahui siapa orang itu.
Hannah mengerjapkan matanya dan mendapati Joe yang sedang berdiri membawa sup untuknya.
Lalu Joe mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidur Hannah.
"Aku bawakan sup untukmu.Makanlah !"
kata Joe.
Hannah menggelengkan kepalanya.Dia sama sekali tidak selera untuk makan.
"Makanlah agar kau cepat sembuh."bujuk Joe dan Hannah masih diam saja.
Joe meletakkan sup di meja samping tempat tidur dan dia menata bantal yang ada di sebelah Hannah di sandaran tempat tidur.
Hannah hanya melirik ke arah Joe.
Lalu saat Joe mengangkat tubuh Hannah agar dia bersandar pada bantal yang dia tata tadi,dengan cepat tangan Hannah menepis dan mendorong tubuh Joe.
"Aku hanya membantumu bersandar.Jangan takut." Joe masih dengan sabar menghadapi sikap Hannah.Dia sangat memakluminya.
Akhirnya Hannah menuruti perkataan Joe.Dia menyandarkan tubuh lemahnya ke bantal yang ada di sandaran tempat tidur.
Joe kembali duduk di tepi tempat tidur dan mengambil cup sup yang dia letakkan diatas meja tadi.
"Aku akan menyuapimu.Ayo makanlah !"
Joe mulai mengarahkan satu sendok sup ke mulut Hannah.Dan Hannah akhirnya mau membuka mulutnya.
Hanya beberapa suapan saja Hannah sudah tidak mau lagi membuka mulutnya.Joe pun tidak memaksa.Setidaknya perut Hannah sudah tidak kosong lagi.
Joe beralih pada obat yang dia beli tadi.Sebuah pil dan segelas air dia berikan pada Hannah.
"Minumlah obat ini." kata Joe.
Hannah menurut.Dia meminum obat yang di berikan Joe.
"Istirahatlah.Aku akan ada di ruang tamu kalau kau membutuhkanku." Joe meninggalkan Hannah yang masih duduk bersandar.Joe menaikkan selimut Hannah lalu dia berjalan keluar dari kamar.
Joe duduk di sofa merah dimana Hannah di siksa oleh Harry.Joe merenggangkan ikatan dasinya dan melepas jas hitam yang melekat di tubuhnya.
Joe mengambil ponsel dari saku celananya dan mulai membuat panggilan.
"Atur ulang semua jadwalku dua hari kedepan.Aku sedang ada urusan penting." perintah Joe pada sekretarisnya.
Lalu dia terlihat mengetik pesan di ponselnya.Dia harus memberi kabar pada Eve tentang keadaan Hannah.Dia tau Eve juga mengkhawatirkan temannya itu.
Rasanya tenggorokan Joe sangat kering.Dia berjalan menuju lemari es yang ada di dapur untuk mengambil minum.Dia membawa sebotol air mineral yang dia ambil dari lemari es ke ruang tamu.Perhatiannnya tak henti dari ponsel yang sedari tadi ada di genggamannya.Dia sibuk memeriksa beberapa email yang masuk ke ponselnya.
Hari semakin gelap.Joe melihat ke dalam kamar dan Hannah tampak sedang tertidur.Joe berniat pulang sebentar untuk mandi.Jadi dia menelpon Eve agar menemani Hannah sepulang dari kedai.
Tak lama Eve sudah sampai di rumah Hannah.Eve menghampiri Hannah di kamarnya sambil membawa makanan untuk Hannah.
"Aku akan pulang sebentar.Kau temani Hannah dulu ya." pinta Joe di depan pintu rumah Hannah.
"Aku akan menjaganya.Kau tidak usah khawatir." jawab Eve.
Akhirnya Joe pulang ke rumahnya.Dia bisa merasa tenang karena sudah ada Eve yang menemani Hannah.
***
Selesai mandi Joe segera kembali ke rumah Hannah.Langkahnya terhenti ketika mendengar suara Melly memanggilnya.
"Joe ! Kau mau kemana ?" tanya Melly.
"Joe ada urusan penting Ma." jawabnya.
"Kau tidak makan malam dulu ?" Melly berjalan mendekati putranya.
"Joe makan diluar saja Ma."Jawabnya santai.
Joe sengaja tidak memberi tahu keadaan Hannah pada Melly karena pasti Melly juga akan khawatir dan pasti akan ikut juga ke rumah Hannah.Sudah bisa di bayangkan suasana nanti akan seperti apa kalau Melly ikut.
"Ya sudah....Hati-hati ya sayang !" Melly menepuk bahu Joe.
Joe tersenyum kilas lalu pergi meninggalkan Melly.
Joe berhenti di sebuah foodtruck sebelum sampai di rumah Hannah.
Seharian ini Joe hanya makan tadi pagi saja.Jadi dia merasa perutnya sangat lapar.Dia memesan beberapa makanan dan minuman.Karena Eve juga ada disana.
Setelah mendapatkan apa yang dia pesan Joe kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Hannah.
Sesampainya disana Eve terlihat sedang duduk di ruang tamu sambil menonton acara televisi kesukaannya.
"Eve." Joe melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan menyapa Eve.
"Apa yang kau bawa itu?" Eve memperhatikan bungkusan yang dibawa Joe.
"Makanan dan minuman untuk kita." jawab Joe seraya meletakkan bawaannya di atas meja.
"Sepertinya kau sangat kelaparan." Dengan tepat Eve menebak.
Joe hanya tertawa kilas menandakan tebakan Eve akurat.
Joe membuka dua bungkus roti lapis dan segera melahapnya tanpa mempedulikan Eve yang trus mengejeknya.
"Apa Hannah sudah membaik ?" tanya Joe disela makannya.
"Demamnya sudah turun.Dia juga sudah makan dan minum obat.Sekarang dia tertidur." jawab Eve.
"Syukurlah." Joe melanjutkan makannya.
Ponsel Joe yang ada di saku celananya berdering menandakan ada panggilan masuk.Joe mengeluarkan ponselnya dan terlihat Mike yang menelpon.
Joe menggeser simbol warna hijau di ponselnya ke atas.
***
Mike sedang ada di rumahnya ketika menghubungi Joe.Rasa ingin tahunya kembali muncul tentang apa yang terjadi dengan Hannah.Dia memutuskan bertanya langsung pada Joe untuk memastikan.
"Kau dimana ?" tanya Mike.
"Masih di rumah Hannah." jawab Joe dari seberang telpon.
"Masih disana ? memangnya dia kenapa ?" Mike penasaran.
"Dia sedang sakit.Aku dan Eve disini menjaganya." terang Joe.
Tiba-tiba Mike merasa khawatir juga dengan Hannah.Apalagi kemarin dia mendapati Hannah dengan kondisi yang cukup buruk.
"Mhm....Apa aku boleh kesana? Kebetulan ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Mike berharap bisa kesana dan melihat kondisi Hannah secara langsung.
"Datanglah.Aku akan mengirim map ke ponselmu." Joe belum mengetahui kalau Mike sudah pernah datang ke rumah Hannah.
Mike sedikit tercengang mendengar Joe akan mengirim map padanya.Namun dia mengiyakan saja.
Mike bersiap meluncur ke tempat tujuannya.
Dia yang mengenakan kaos ketat warna putih dan celana pendek hitam selutut ,menyamber jaket jeans yang menggantung di lemari untuk membalut tubuh atletisnya.
Tanpa membuka map yang dikirimkan oleh Joe,Mike segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Hannah.