Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
PILIHAN SULIT



Jangan dikira hanya para lelaki yang merasa gundah dengan situasi sekarang.Justru Hannah lah yang seperti makan buah simalakama.Dipersimpangan inilah dia benar-benar tidak tau arah.Keputusan apapun yang dia ambil mempunyai konsekuensi yang sama berat.


Bagaimana tidak ? Pernikahan yang tinggal menghitung hari dan dia baru mengetahui kenyataan jika anggapannya selama ini adalah keliru.


Melanjutkan pernikahan dan mengorbankan cintanya yang ternyata tidak bertepuk sebelah tangan atau membatalkan pernikahan demi cintanya dan melukai hati orang-orang yang sudah begitu baik dengan dirinya.


Bukan keputusan yang mudah.Terkadang memang kebenaran datang disaat terakhir dan disitulah hati kita diuji.


Terlalu egois seandainya Hannah memilih untuk membatalkan pernikahan demi laki-laki yang dia cintai.


Akan tetapi apakah adil bagi suaminya kelak jika hati dan jiwanya ternyata dimiliki oleh laki-laki lain ?


Hannah butuh waktu yang banyak untuk bisa menjernihkan pikiran dan mengambil keputusan yang paling baik untuk semuanya.


Sepertinya mondar-mandir di dalam kamar semalaman tetap tidak bisa membuatnya mantap dengan satu pilihan.Tidak sebelum dia bertemu dengan Mike dan mendengar kebenarannya langsung dari mulut Mike.


"Apa yang harus kulakukan ? Kenapa semua jadi begini ? Aku tidak bisa menyakiti perasaan Joe dan Mama Melly.Tapi aku juga tidak bisa membohongi hatiku kalau aku.......aku sangat mencintai Mike." Hannah duduk bersandar diatas ranjang sambil memeluk bantal.Menangis ? Iyalah ! Hannah tidak bisa menahan kegundahan dalam hatinya.


***


Pagi harinya Joe menjemput Hannah di rumah untuk mengantarnya ke tempat kerja.


Hening.


Di dalam mobil itu keduanya hanya saling diam.Tidak ada yang berniat untuk memulai pembicaraan.Keduanya larut dalam pikiran masing-masing.Hingga tibalah mereka di depan kedai.


Hannah hendak membuka pintu mobil untuk segera turun.Gerakannya terhenti ketika Joe menahan tangannya.


"Hannah tunggu !"


Sontak gadis itu menoleh tanpa menjawab.


"Aku perlu bicara sebentar." Joe melepaskan tangannya dari tangan Hannah.


"Bicara apa ?" Hannah kembali duduk dengan posisi semula.Jantung Hannah berdetak lebih cepat saat melihat tatapan mata Joe yang tidak seperti biasanya.Apakah Joe sudah mengetahui perihal perasaannya pada Mike ? Apakah Joe marah ? Apa Joe akan membatalkan pernikahannya ? Apa Mama Melly juga marah padanya ? Ah....sungguh pertanyaan-pertanyaan itu membuat Hannah semakin gugup.


"Kenapa gugup begitu ?" Tanya Joe diiringi senyum tipisnya.


Ketahuan juga kalau Hannah sangat gugup.Lalu dia mengalihkan pandangannya ke sembarang arah untuk mengurangi rasa gugupnya.


"Dua hari ini aku ada urusan di luar kota.Jadi aku akan menyuruh supir untuk menjemputmu.Kau tidak apa-apa kan ?"


Huft.....ternyata tidak seperti yang dibayangkan Hannah.Akhirnya bisa bernafas dengan lega.


"Aku bisa berangkat sendiri Joe.Tidak perlu meminta supir untuk menjemputku." Jawab Hannah.


"Tapi aku...."


"Joe !" Potong Hannah.


"Sebelumnya aku juga berangkat dan pulang sendiri.Jadi tidak masalah buatku.Kau tenang saja !" Lanjutnya.


"Baiklah kalau maumu begitu.Aku tidak akan memaksa."


"Ya sudah...aku turun dulu ya !"


Joe mengangguk diikuti Hannah yang segera membuka pintu mobil dan turun dari sana.


Setelah memastikan mobil Joe sudah semakin menjauh Hannah segera masuk ke dalam kedai.


Hari itu rasanya waktu sangat lama berputar.Entahlah hari ini Hannah merasa sangat malas untuk bekerja.Dia ingin segera pulang.Pulang ? Ya...pulang dan kembali dengan pergulatan pelik dalam benaknya.


"Hannah...kau baik-baik saja ?" Sedari tadi Eve memperhatikan Hannah yang sama sekali tidak bersemangat dalam bekerja.Bahkan bekerja tanpa senyum sama sekali.Padahal senyum adalah bagian dari tugasnya sebagai karyawan di kedai itu.Yess....senyum ramah terhadap para pelanggan adalah salah satu motto kedai milik Tuan Lee itu.Tapi sepertinya hari ini Hannah melupakan aturannya.


"Aku baik-baik saja.Hanya sedikit lelah.Semalam aku tidak bisa tidur." Tukas Hannah.


"Istirahatlah sebentar.Mumpung kedai sepi." Saran Eve.


"Tidak perlu Eve.Aku baik-baik saja."


"Hannah....sebentar lagi kau akan menikah.Jagalah kesehatanmu !" Eve memaksa.


Menikah ? Hannah bahkan merasa ragu dengan rencana itu.Tidak dipungkiri setelah mengetahui Jessica bukanlah kekasih Mike membuat Hannah menanam sepercik harapan di hatinya.Tapi apakah harapan itu bisa terwujud ? Sementara dalam hitungan hari dia akan segera merubah status menjadi istri orang lain.


Oh...benar-benar pilihan yang sangat sulit.Bagaimana dia akan menjalani hari-harinya sebagai seorang istri jika hatinya berada di tempat lain ? Membayangkannya saja sudah membuat Hannah merasa kehabisan oksigen.


"Hei....kenapa hanya berdiri disitu ? Sana istirahatlah !" Suara Eve mengagetkan Hannah yang sibuk dengan lamunannya.


Tanpa membantah lagi akhirnya Hannah menuruti saran temannya itu.Hannah menuju ke ruang loker untuk membaringkan tubuhnya sejenak di bangku kayu yang ada disana.


Matanya terasa sangat lelah karena semalaman dia tidak tidur.Bagaimana bisa tidur kalau pikirannya kesana kemari memikirkan jalan terbaik yang harus dia ambil.Hanya butuh waktu sekejap dia sudah terlelap.


***


Dengan setelan andalannya ( celana jeans,sweater ,sepatu kets dan tas selempang yang mengalung di bahu ) Hannah menyusuri jalanan dengan begitu antusias.Memang Joe memberikan fasilitas untuknya,tapi Hannah lebih menyukai kesederhanaan.


Memang dulu sewaktu ayah dan ibunya masih hidup dia biasa merasakan fasilitas lengkap. Meskipun tidak mewah tetapi cukup nyaman untuk Hannah.


Dan sekarang....Hannah bahkan lupa bagaimana rasanya mendapatkan kemudahan dalam hidupnya.Sekarang dia lebih memilih hidup sederhana karena kesederhanaan tidak pernah membebaninya.


Melangkah pelan tapi pasti.Hannah mengarahkan kakinya menuju ke taman.Sekedar untuk menghilangkan penat di kepalanya dan sejenak mengalihkan pikirannya dari masalah yang sedang dia hadapi.


Membeli softdrink dan fastfood lalu menyantapnya di bangku taman di sore hari yang cerah sepertinya akan sangat menyenangkan.Pikir Hannah.


Begitu sampai di taman Hannah langsung menuju ke salah satu foodtruck dan membeli apa yang ingin dia beli tadi.


Setelah pesanannya dia terima, tanpa pikir panjang Hannah membawanya ke salah satu bangku taman.


Hannah menyantap makanan itu dengan lahap dan tidak butuh waktu lama makanan dan minumannya sudah ludes berpindah ke dalam perut Hannah.


"Ah....kenyang !" Seru Hannah sambil mengelus perut ratanya.


Sejenak Hannah duduk disana sambil memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang.Semakin sore taman itu semakin ramai dengan pengunjung.


Hari sudah semakin gelap dan Hannah memutuskan untuk segera pulang.Sepanjang jalan Hannah masih berusaha untuk tidak memikirkan masalahnya.Dia ingin sebentar saja merasa hidupnya begitu ringan tanpa harus memikirkan masalah-masalah dalam hidupnya.


Berjalan sambil sesekali berjingkat seperti anak kecil.Dan Hannah sangat menikmatinya.Senyum ceria pun tak luput dari wajah itu.


Tanpa sadar tak jauh darinya ada seseorang yang sedang tersenyum menikmati kebahagiaan yang terpancar dari wajah cantik Hannah.Senang rasanya melihat Hannah tersenyum ceria.


Hannah terus melangkahkan kakinya hingga dia sampai di depan pintu rumah.Diambilnya kunci dari dalam tas dan memasukkannya ke lubang kunci yang ada dipintu.Perlahan dia putar kunci itu hingga kunciannya terlepas.


Segera dia buka pintu itu dan masuk ke dalam rumah.Setelah menutup pintu itu kembali Hannah bergegas masuk ke kamarnya dan melepas setelan andalannya.


Ingin rasanya segera mengguyur tubuhnya yang terasa lengket karena seharian bekerja.


Usai menyelesaikan ritual mandinya Hannah menuju ke dapur dan mengambil satu kotak jus jambu dan beberapa potong buah yang ada dalam lemari es.


Dia bawa buah dan jus jambu itu ke ruang tamu untuk menemaninya menonton tv.Hannah benar-benar ingin menikmati harinya.Untuk sebentar saja.Sekali lagi untuk sebentar saja.


Rambutnya yang setengah basah membuat kepalanya masih terasa sejuk.


Cukup menyegarkan apalagi tadi dia mandi menggunakan sabun beraroma lavender.Uh...benar-benar menenangkan jiwa.Tidak ada salahnya kan sesekali memanjakan diri sendiri ?!


Hannah sangat menyukai film kartun.Dan ya....sekarang dia sedang asyik menonton film kartun sambil sesekali memasukkan potongan buah ke dalam mulutnya.Tak lupa menyeruput jus jambu yang tak lepas dari tangannya.


Kesenangan Hannah harus terhenti sebentar karena suara ketukan dari pintu depan.Siapa yang bertamu malam-malam seperti ini ?


Hannah meletakkan kotak jus ditangannya keatas meja lalu bergegas berjalan ke pintu.Dia mengintip dari balik tirai jendela tetapi tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang ada diluar.Hanya terlihat sebagian tubuhnya dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku hoodie.Dan itu bukanlah perawakan Harry.Setelah merasa aman Hannah segera mengarahkan tangannya ke handle pintu.


Dengan memasang wajah ramah Hannah memutar handle pintu dan membuka sedikit pintu itu untuk mengetahui siapa yang bertamu.Tidak langsung membuka pintu lebar-lebar karena dia tetap harus waspada.


Hannah berjingkat,matanya membelalak saat mengetahui siapa orang yang berada dibalik pintu itu.Laki-laki bertubuh tinggi tegap mengenakan setelan t-shirt putih,hoodie berwarna hitam dan celana jeans biru dengan tatapan mata tajam sedang menatap secara intens tepat ke dalam mata Hannah seperti seekor elang.


"Hannah ! Aku perlu bicara !"


Mike berdiri tepat dihadapan Hannah setelah pintu itu terbuka dengan lebar.


Hannah masih berusaha mengatur nafasnya yang tercekat.Dia hanya berdiri mematung ditempatnya tanpa mampu mengeluarkan sepatah katapun.Pandangannya nanar.Masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Mike ? Apa dia benar-benar sedang berdiri di hadapanku sekarang ? Atau hanya halusinasiku saja ?


*


*


*


*


*


*


Hai readers tersayangkuh......


Maaf ya kemarin gag bisa up.


Aku balas dengan dua episode ya 😁


Oya untuk hari minggu proses reviewnya lama.Jadi kemungkinan bisa up lagi hari senin.


Jangan bosan tinggalkan jejak like dan comment untuk penyemangat !!!


Terima kasih 😊