Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
GETARAN



Sudah cukup lama Hannah berpura-pura tidur.Dan dia sudah tidak tahan lagi.Akhirnya dia membuka matanya lalu duduk bersandar pada bantal.


Mike yang masih sibuk dengan ponselnya sama sekali tidak bergeming.


Hannah mulai kesal.Wajahnya ditekuk.Mulutnya tak henti komat kamit menggerutu tanpa suara.


"Kenapa Joe belum kembali ya?" gumam Hannah.Wajahnya mulai terlihat gelisah.Dia benar-benar tidak nyaman dengan adanya Mike disana yang hanya sibuk memainkan ponsel tanpa peduli pada orang lain selain dirinya sendiri.


Mike mendengar gumaman Hannah dan segera menyautinya.


"Joe kembali besok pagi." Masih dengan pandangan yang mengarah ke ponselnya.


"Apa ?" Hannah semakin gusar.


"Kalau begitu sebaiknya kau pulang saja.Ini kan sudah larut malam." Hannah berusaha mengusir Mike.Dia tidak mau semalaman berdua dengan Mike.


Mike mengalihkan pandangannya ke wajah Hannah yang tampak ditekuk.Lalu


Mike memasukkan ponselnya ke saku celana.


"Aku bukan orang yang suka ingkar janji." kata Mike dengan tatapan tajam tepat ke mata Hannah.


Hannah langsung menunduk melihat tatapan Mike.


"Apa kau tidak suka aku temani ?" nada pertanyaan yang sangat mengintimidasi dari Mike.


Hannah jadi gelagapan.Mau jujur nanti yang bertanya marah.Mau bohong tapi memang benar adanya.


"Eh...bukan....bukan begitu...aku..." Hannah kebingungan mau menjawab apa.


Mike berdiri dan beralih duduk di tepi pembaringan Hannah.Membuat Hannah semakin gugup.


"Kau apa ?" tanya Mike pelan tapi dengan tatapan mata yang setajam mata elang itu membuat Hannah terlihat sangat ketakutan.


Menyadari Hannah yang ketakutan seperti itu Mike segera memalingkan wajahnya.Dia yang tadinya berniat menjahili Hannah, sekarang mengurungkan niatnya.Karena reaksi Hannah sepertinya berlebihan.


"Kau tenang saja.Aku hanya akan menjagamu.Tidak akan menyakitimu." tiba-tiba nada suara Mike merendah dan wajah datarnya kembali terlihat.Lalu Mike beranjak dari duduknya.


"Aku ada diluar.Kalau kau memerlukan sesuatu panggil saja." kata Mike sambil berjalan meninggalkan ruangan.


Hannah melongo melihat perubahan sikap Mike.Tadinya Hannah benar-benar merasa ketakutan kalau Mike akan menyakitinya.


Mike sudah tidak terlihat lagi di ruangan itu.Dan Hannah kembali merebahkan tubuhnya di pembaringan.


"Apa benar Joe kembali besok pagi ?" Rasanya Hannah ingin sekali menelpon Joe untuk segera datang kesana.Tapi ini sudah larut malam.Hannah takut mengganggu Joe.Dan tak butuh waktu lama akhirnya Hannah tertidur.


Sementara Mike duduk di kursi tunggu.Dia masih kepikiran reaksi Hannah barusan.


"Kenapa dia sangat ketakutan ? Aku kan hanya bercanda." gumam Mike.


Mike jadi berpikir apakah selama ini Hannah banyak mengalami kekerasan fisik.Karena kalau dilihat kembali bagaimana dia mengigau dan reaksinya barusan,itu jelas-jelas karena dia takut dengan seseorang.


Mike merebahkan tubuhnya di kursi.Dia menggunakan tangan kanannya sebagai bantal.Dan dia memejamkan kedua matanya yang sudah lelah.Mike pun tertidur disana tanpa selimut.


***


BRUK...!!!


Suara benda jatuh terdengar dari dalam ruangan Hannah.Mike yang terkejut segera bangun dari tidurnya dan masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa keadaan Hannah.


Saat Mike masuk,bukan benda jatuh yang dia lihat.Tetapi Hannah lah yang tampak sedang berusaha untuk berdiri dari jatuhnya.


Mike bergegas mendekati Hannah.Dan segera membantu Hannah untuk kembali duduk di pembaringannya.


"Apa yang kau lakukan ?" tanya Mike yang masih memegang tubuh Hannah agar bisa duduk dengan baik.


"Aku hanya ingin ke kamar mandi." jawab Hannah yang masih meringis menahan sakit akibat terjatuh.


"Kenapa tidak memanggilku ?" Mike kesal.


Hannah diam dan menunduk.


"Masa iya aku ke kamar mandi dengan dia." batin Hannah.


Hannah terkejut ketika tiba-tiba Mike menariknya untuk berdiri dan melingkarkan lengan Hannah ke pinggang Mike.Tangan kanan Mike memegang bahu Hannah dan tangan kirinya memegang kantong infus.


"Kau mau apa ?" Hannah mulai berpikiran yang tidak-tidak.


"Tadi kau bilang mau ke kamar mandi kan ? Ayo kubantu !" kata Mike sambil memapah Hannah berjalan menuju ke kamar mandi.


"Sudah jangan cerewet !" potong Mike yang berjalan pelan mengimbangi langkah lemah Hannah.


Hannah tidak habis pikir kenapa Mike bisa sebaik itu dengannya.Jadi merasa bersalah karena sudah berpikir yang tidak-tidak.Tapi karena memang sudah tidak bisa menahan lagi,akhirnya Hannah menurut.


Jujur Hannah sangat menyukai aroma tubuh Mike.Sejak awal ! Dan dengan tidak adanya jarak antara tubuh mereka,itu membuat jantung Hannah berdetak lebih kencang dari biasanya.Ada perasaan aneh yang menggelayuti hati Hannah.


"Laki-laki ini......meskipun kadang menyebalkan tapi kenapa aku bisa merasa senyaman ini ? " batin Hannah.


Seketika itu perasaan takut Mike akan menyakitinya sudah hilang.


"Apa-apaan ini ? Jantungku rasanya mau loncat." Mike pun merasakan ada yang aneh dalam dirinya.Mike tak bisa menyangkal ada perasaan hangat saat tubuhnya bersentuhan dengan tubuh Hannah.


Sesampainya di depan pintu kamar mandi langkah kaki Hannah terhenti.


"Sampai disini saja." kata Hannah.Dia tidak ingin Mike mengikutinya masuk ke kamar mandi.


"Yakin bisa berjalan sampai ke dalam ?" Mike tampak meragukan Hannah.


Hannah mengangguk.Dia mulai melepaskan tangannya dari pinggang Mike dan berusaha berjalan sendiri.Tetapi dengan tangan kanan yang ditusuk jarum infus dan tangan kiri yang harus memegang kantong infus membuat Hannah tidak bisa berpegangan pada apapun.Itu menyulitkannya untuk menjaga keseimbangan.Dan saat dia mau melangkah masuk tubuhnya kembali rubuh.Dengan cepat Mike menangkap tubuh Hannah.Sehingga tubuhnya tidak sampai membentur lantai.


"Ayo kubantu !" Mike tidak menghiraukan ekspresi Hannah yang tidak suka dia ikut masuk ke kamar mandi.


Begitu sampai di dalam Mike menggantungkan kantong infus di tempat yang sudah disediakan.


"Kalau sudah selesai panggil saja.Jangan keras kepala !" Mike meninggalkan Hannah di dalam kamar mandi dan segera keluar sambil menutup pintu kamar mandi.


Hannah pun segera menyelesaikan urusannya di kamar mandi.Setelah selesai Hannah bertekad untuk bisa berjalan paling tidak sampai pintu kamar mandi.Karena dia malu kalau Mike sampai membantunya keluar juga.


Pintu kamar mandi perlahan terbuka.Mike segera mendekat ke pintu itu.


"Kau ini keras kepala sekali ya ! Bagaimana kalau kau jatuh di kamar mandi ? Lantainya kan licin !" Mike mengomel sambil membantu Hannah keluar.


"Aku merasa tidak nyaman kalau kau masuk." Hannah berani menjawab omelan Mike.


"Dasar gadis keras kepala !" Mike kembali melingkarkan tangan Hannah ke pinggangnya.Hingga posisi mereka sama seperti ketika mereka hendak ke kamar mandi tadi.


Mereka sudah sampai di pembaringan.Dan saat Mike membungkuk untuk membantu Hannah duduk,tidak sengaja wajah Mike tepat berada di depan wajah Hannah.Sangat dekat.Bahkan ujung hidung mereka hampir bersentuhan.


Deg..deg...deg


Suara detak jantung mereka berdua seolah beradu.Semakin kencang dan semakin kencang.Keduanya terpaku saling bersitatap.Pandangan Mike turun ke bibir mungil Hannah.Pikirannya berkecamuk hingga timbul keinginan untuk lebih mendekatkan bibirnya ke bibir Hannah.


Hannah pun merasakan detak jantungnya tidak karuan.Ada getaran yang menyebar ke seluruh tubuhnya.Hingga membuat nafasnya terasa berat.Ini berbeda sekali.Baru kali ini Hannah merasakan getaran semacam itu.


BIP....BIP....BIP...!!!


Suara getar dari ponsel Mike menarik pikiran mereka dari alam bawah sadar.


Hannah segera memalingkan wajahnya dan Mike menjauhkan wajahnya dari Hannah dengan segera berdiri tegak.


Mike mengambil ponselnya yang terselip di saku celana.ternyata itu panggilan dari Isabel.


"Kenapa Isabel menelpon di jam segini ?" Mike melihat waktu panggilan yang menunjukkan pukul 01.15


Mike menjawab panggilan itu.


"Kakak....aku tidak bisa tidur.Aku ke kamar kakak tapi kakak tidak ada."


Terdengar suara Isabel yang sedang merengek.


"Kakak menginap di rumah teman.Tadi kakak sudah bilang pada Mama." Mike berjalan keluar dari ruangan.


"Kakak....temani aku sampai aku tidur ya.Jangan di matikan telponnya." Isabel merengak lagi.Kebiasaan Isabel kalau tidak bisa tidur pasti meminta Mike untuk menemaninya sampai tertidur.


"Ya sudah....kakak tidak akan mematikan telponnya." Mike meladeni Isabel yang terus mengoceh hingga akhirnya Isabel terdiam karena sudah tertidur.Hanya butuh waktu sepuluh menit dan suara Isabel sudah tidak lagi tersengar.


Mike mematikan ponselnya dan berniat kembali ke dalam ruangan.


Disana Hannah tampak sudah berbaring meringkuk dengan selimut yang menutupi tubuhnya hingga ke leher.


Mike berjalan mendekat dan duduk di kursi hingga posisi Hannah membelakangi dirinya.Mike akan tetap disitu untuk berjaga-jaga kalau Hannah membutuhkannya.


Mike menelungkupkan kepalanya di tepi pembaringan.Hingga dia tertidur.


Mike sudah tertidur disamping Hannah.Tapi tidak dengan Hannah.Dia masih tetap terjaga.Hatinya masih terasa bergetar tak menentu.


Butuh waktu cukup lama untuk meredam getaran di hatinya itu.Hingga akhirnya dia bisa tertidur dengan sendirinya.