Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
PENGAKUAN



Sekuat apapun Mike memupus perasaannya pada Hannah tapi rasa itu semakin tumbuh dengan subur.


Semakin Mike menjauh semakin besar kerinduannya pada Hannah.


Ingin sekali rasanya Mike datang ke rumah Hannah dan memeluk tubuh mungil itu.Begitu rindunya dia dengan detak jantung yang berparade ketika dekat dengan gadis itu.


"Kenapa sulit sekali melupakanmu !" Gumam Mike.Dia menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya dengan mata terpejam.Rasa rindu itu seakan perlahan-lahan membunuhnya.


Mike ingin sekali merelakan kebahagiaan Hannah dengan Joe seperti dia merelakan Jessica dengan Tony.Tapi tidak semudah itu ! Hannah seperti memiliki daya magis tersendiri yang membuat Mike tidak bisa melupakannya.Keinginan untuk selalu dekat dengan Hannah benar-benar menggunung.


Gadis yang hanya dikenalnya sebagai anak sebatang kara yang harus bekerja menjadi pelayan kedai untuk bertahan hidup.Selebihnya nothing ! Joe sekalipun tidak mau menceritakan kehidupan Hannah padanya.


Joe ! Dia sangat mengenal Hannah.Dia pernah bilang kalau hidup yang dilalui Hannah sangatlah berat.Hingga membuatnya selalu pasang badan ketika masalah menghampiri gadis itu.


Tidak salah kalau Hannah akhirnya mengunci hatinya hanya untuk Joe.


Meskipun Joe pernah mengatakan kalau dia hanya menganggap Hannah sebagai teman, tapi dengan perhatian yang begitu melimpah tidak memungkiri kalau Hannah bisa jatuh hati padanya.


Semua pikiran itu membuat Mike menggila.


***


Sore itu Hannah sedang duduk di balik jendela kamarnya sambil memandangi rintik hujan yang mengguyur dedaunan.


Ah..suasana seperti itu membuatnya teringat dengan seseorang.Bagaimana orang itu membuatnya sangat nyaman dalam dekapannya.


Matanya terpejam.Rasa hangat yang dihantarkan oleh tubuh kekar itu seolah dia rasakan kembali.Begitu hangat dan begitu nyaman.Meskipun hanya dalam ingatan tetapi rasa itu benar-benar nyata.


Hiduplah dalam duniamu yang nyata Hannah ! Ingatlah kau sama sekali tidak pantas untuknya.Hatinya sudah dimiliki orang lain.Kau harus sadar diri ! Lupakan dan lanjutkan hidupmu !


Namun antara pikiran dan hati Hannah tidaklah sinkron.Pikirannya mengatakan untuk berhenti berkhayal tentang sesuatu yang tidak mungkin dia dapatkan.Tetapi hatinya mengatakan untuk memperjuangkan perasaannya.


Tok....Tok...Tok...!!!


Lamunan Hannah berhenti ketika suara ketikan pintu terdengar hingga ke kamarnya.


Hannah tidak beranjak dari tempatnya.Kakinya berat untuk melangkah.Dia masih ingin larut dalam khayalannya.


Miris bukan ? Dia ingin sekali melupakan Mike tetapi dia enggan untuk berhenti dari khayalannya.


Tok...Tok...Tok...!!!


Sekali lagi suara ketukan itu terdengar.


Kali ini Hannah memaksakan kakinya untuk melangkah.Rambutnya yang acak-acakan dia gulung keatas dan mengikatnya sekenanya.


Dengan langkah lesu dan wajah tidak bersemangat dia pegang gagang pintu dan membukanya perlahan.


"Hai Hannah !"


Deg.....


Mata Hannah terbelalak melihat sosok yang sekarang berdiri di hadapannya.


Apa aku bermimpi ? Kenapa mimpiku terasa sangat nyata ?


Detak jantung Hannah semakin tidak beraturan ketika laki-laki di hadapannya itu tiba-tiba menghamburkan dirinya mendekap erat tubuh Hannah.


Ini benar-benar mimpi !


Hannah meyakinkan dirinya kalau yang dia alami hanyalah mimpi.Tidak mungkin Mike tiba-tiba berdiri di hadapannya dan mendekap erat tubuhnya. Karena itu hanya mungkin terjadi dalam mimpinya.


"Aku merindukanmu Hannah." Bisik lembut itu terdengar begitu menyentuh dan menyayat hati.


Apakah sebegitu besar kerinduanku hingga dalam mimpiku aku mendengar Mike mengucapkan kata-kata itu ?


***


Mike memarkirkan mobilnya di depan rumah sederhana yang sangat ingin dia datangi.


Jangan tahan dirimu lagi Mike ! Kalaupun yang kau dapatkan kekecewaan,biarkan itu menjadi alasanmu untuk membiarkannya bahagia.


Mike turun dari mobil menerobos rintik hujan yang mengguyur sore itu.


Dengan sedikit kebasahan Mike melangkahkan kakinya dengan mantap memasuki halaman rumah.


Hingga dia sampai di depan pintu bercat putih yang tertutup rapat.


Kau mau menunggu apa lagi ? Do it now or never !


Tangan kekar itu perlahan terangkat.Buku-buku tangan itu menempel pada pintu dan membuat suara ketukan disana.


Satu ketukan tidak ada yang menyahuti.


Mungkin ini bukan saat yang tepat.Atau mungkin ini sebuah pertanda kalau keputusanmu itu salah.


Mike menepis keraguan dalam hatinya dan mulai membuat suara ketukan lagi.


Beberapa saat menunggu dan seseorang muncul dari balik pintu.Seseorang yang mampu merebut seluruh perhatiannya.Seseorang yang mampu merebut hatinya.Dan seseorang yang sangat ingin dia tarik dalam dekapannya.


"Hai Hannah !" Kalimat sapaan yang sudah dia persiapkan dengan baik sebelum melajukan mobilnya ke tempat itu.


Perempuan itu diam dan tercengang melihat kedatangan Mike.


Jangan menahan diri lagi ! Now or never !


Mike meluapkan apa yang dia rasakan.Rasa rindu akibat sekeras mungkin memupus perasaan membuatnya tidak mau menunggu lagi untuk meluapkannya.


"Aku merindukanmu !" Mike merasakan detak jantungnya yang sedang berparade.Perasaan yang sulit dia ungkapkan ketika berada dekat dengan Hannah.Dia membiarkan dirinya larut dalam kehangatan yang tercipta dalam dekapan itu.


Hannah tidak membalas pelukannya.


Oke...mungkin dia tidak merasakan hal yang sama denganku. Aku tidak akan mundur.Setidaknya aku bisa mengungkapkan apa yang aku pendam.


Mike melepaskan pelukannya.Dia tatap kedua mata Hannah dengan sangat dalam.Hannah masih terpaku mengira semua itu hanyalah mimpi.


"Kenapa mimpi ini terasa sangat nyata?"


Kalimat yang terucap dari bibir mungil Hannah membuat Mike tercengang.


Mimpi ? Hannah mengira ini mimpi ?


Apa mungkin dia merasakan hal yang sama ?


Mike mengusap lembut pipi kiri Hannah.Lalu dengan lembut meraih telapak tangan Hannah dan meletakkannya di dada bidang itu.


"Apa detak jantung ini terasa seperti mimpi ?" Kata Mike masih dengan tatapan sedalam lautan.


Hannah menarik nafas dalam.Menutup mulutnya dengan telapak tangan.Hidungnya kembang kempis mencari suplai oksigen sebanyak mungkin untuk bernafas.


Dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.Namun ketika telapak tangannya merasakan detak jantung yang begitu kencang di dada bidang itu....dia sadar kalau semua itu nyata.


Mike menarik tubuh Hannah dan mendekapnya lagi.Mike mencium puncak kepala Hannah.Mike ingin Hannah merasakan betapa dia sangat ingin bersamanya.


Dalam hati Hannah dia menginginkan hal yang sama.Matanya terpejam menikmati kehangatan dalam dekapan laki-laki itu.Perasaan seperti ini yang dia rindukan ketika jauh dari Mike.


Namun tiba-tiba wajah Nona Jessica melintas dalam pikiran Hannah.


Hannah melepaskan pelukan Mike dan mendorong tubuh kekar itu agar sedikit menjauh.


"Pergilah ! Tidak seharusnya kita seperti ini." Kata Hannah sambil memalingkan wajahnya.Dia tidak ingin menjadi perusak hubungan Mike dan Jessica.


Kening Mike mengkerut.Beberapa saat lalu dia merasakan Hannah membalas apa yang dia rasakan.Tetapi kenapa sekarang dia mengusirnya.


Mike meraih tangan Hannah.Dia masih belum bisa mencerna apa yang dikatakan Hannah.Apa mungkin karena Joe ?


Setidaknya biarkan Hannah tau perasaanmu Mike.Bagaimana dia membuatmu gila dengan kerinduan itu.


Mike menarik tubuh Hannah hingga tidak ada jarak lagi antara mereka.


Jantung mereka berdetak kencang seakan hendak keluar dari tempatnya.


Tarikan nafas yang begitu berat menghembuskan nafas hangat yang saling mereka rasakan.Kedua mata mereka terpaut penuh makna.Ada perasaan yang begitu dalam di mata itu.


Mike tidak bisa lagi mengendalikan perasaannya.Bibir mungil yang sedikit terbuka itu benar-benar mengoyak hatinya dan memaksanya untuk melakukan pengakuan.


"Aku sangat mencintaimu Hannah." Mike tidak membiarkan bibir mungil itu menjawab.Dia benar-benar kehilangan kendali atas dirinya.Dengan sekejap mata dia membungkam bibir mungil Hannah dengan bibirnya.


Begitu lembut dan begitu nikmat.


Mata Hannah terbelalak dengan apa yang baru saja dia dengar dan apa yang sedang dia alami.


Bibir Mike terasa begitu hangat saat menyentuh bibirnya.


Baru kali ini dia merasakan sentuhan yang begitu menenangkan.


Mike memagut dengan lembut bibir itu.Hingga membuat Hannah hanyut dan menikmati apa yang dilakukan laki-laki itu.


Keduanya larut dalam kenikmatan yang begitu mereka inginkan.Tidak ada lagi yang menahan diri apalagi menghindar.Mereka sangat menginginkan ini.


Bahkan Hannah membalas pagutan Mike.Hannah mencengkeram rambut Mike yang membuat laki-laki itu semakin tidak bisa mengendalikan diri.


Tangan Mike beralih ke tengkuk Hannah dan perlahan menariknya hingga membuat ciuman itu semakin dalam dan semakin panas.


Mike mendorong tubuh Hannah ke belakang tanpa melepaskan ciumannya.Dan kaki Mike dengan sigap menutup pintu yang masih terbuka itu.


Mike melepaskan ciumannya untuk menghirup udara.Nafas mereka terengah-engah karena hampir kehabisan oksigen.Melihat bibir yang semakin sensual itu membuat Mike tidak bisa menunggu lama untuk memagutnya lagi.


Mike merengkuh pinggang Hannah dan semakin mengeratkannya pada tubuh Mike.Membuat Hannah semakin menikmati sentuhan laki-laki itu.


Perlahan ciuman Mike turun ke leher jenjang Hannah.Hannah begitu menikmatinya hingga suara erangan lirih mulai terdengar keluar dari bibir sensual itu.Tangannya mencengkeram erat rambut Mike seakan menginginkan lebih.


Mike mulai melancarkan aksinya di bahu Hannah.Bahu yang putih mulus itupun kini ternoda dengan ruam merah yang memabukkan.


Mereka begitu menikmati aktivitas itu.Hingga tiba-tiba Hannah mendorong tubuh Mike untuk menjauh.


"Pergilah !" Kata Hannah yang lalu berjalan ke arah pintu dan membukanya agar Mike meninggalkan rumah itu.


Mike masih berusaha mengendalikan gairahnya saat rasa penasaran dengan sikap Hannah mulai muncul di benaknya.


Bukankah Hannah juga menikmatinya ? Kenapa sekarang dia mengusirku ?


"Hannah...aku minta maaf." Hanya kata itu yang dirasa Mike pantas untuk diucapkan atas sikap lancangnya.


"Aku bilang pergi !" Teriak Hannah dengan ujung mata yang mulai menitikkan cairan bening.


Mike tidak ingin memperburuk keadaan.Dia tidak ingin memaksa Hannah.Karena dia sangat mencintainya.


Mike berjalan dengan langkah lesu melewati Hannah yang masih berdiri sambil memegang gagang pintu dan terlihat menahan tangisnya.


Mike meninggalakan rumah Hannah dengan perasaan getir.Tapi setidaknya dia merasa lega telah mengungkapkan apa yang dia pendam.