
Saat Mike dan Hannah tengah asyik mengobrol,diam-diam ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dari balik kaca.
"Itu kan Kakak yang memilihkan gelang untukku." Isabel memperhatikan kakaknya sedang mengobrol dengan perempuan yang dia temui tadi di dalam toko.
"Jangan-jangan itu kekasihnya kakak." Isabel mulai berspekulasi melihat mereka yang terlihat begitu asyik mengobrol.
Lalu muncul ide di kepala Isabel untuk memanfaatkan kesempatan itu dengan berkeliling pusat perbelanjaan.
Dengan mengendap-endap Isabel berjalan keluar dari toko aksesoris.Posisi Mike yang sedikit membelakangi pintu toko membuatnya tidak mengetahui kalau Isabel telah selesai berbelanja di toko itu.Sedangkan Hannah yang melihat Isabel keluar juga tidak mengetahui kalau gadis itu adalah adiknya Mike.Jadi dengan mulusnya Isabel kabur dari kakaknya.
"Biarkan saja kakak mengobrol dengan perempuan tadi.Yang penting aku bisa puas bermain disini." Isabel berjalan riang sambil tersenyum puas bisa mencuri keaempatan bermain-main di pusat perbelanjaan itu.
***
Mike melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.Ternyata mereka sudah cukup lama mengobrol.Sampai-sampai Mike melupakan adiknya yang sedang belanja aksesoris.
"Isabel kenapa belum keluar ?" Mike mulai gusar karena adiknya tidak kunjung keluar dari dalam toko.
"Siapa Isabel ?" Tanya Hannah.Karena dari tadi Mike tidak bercerita kalau dirinya datang kesana bersama adiknya.
"Adikku.Dia sedang belanja di toko itu." Jelas Mike.
"Apa tidak sebaiknya kau cari dulu kesana ?" Saran Hannah.
Mike mengangguk dan segera berjalan memasuki toko aksesoris itu disusul Hannah dibelakangnya.
Mike mencari ke dalam toko tetapi Isabel tidak ada disana.Lalu Mike bertanya pada penjaga toko.Dia bilang Isabel sudah keluar toko sejak tadi.
"Anak ini selalu saja merepotkan."gerutu Mike.
Mike mencoba menelpon Isabel tetapi tidak diangakat.Membuat Mike semakin panik.
"Isabel....kau dimana ?" Mike masih mencoba menghubungi adiknya itu.
"Bagaimana kalau kita cari di tempat yang biasa dia datangi saja ?" Saran Hannah.
"Biasanya selesai belanja dia akan ke timezone." Kata Mike.
Mike dan Hannah segera menuju ke lantai tiga untuk mencari Isabel di timezone.
Sesampainya di lantai tiga mereka berdua langsung menuju ke area timezone.Mereka berjalan mengitari area itu dan benar saja Isabel tengah asyik bermain pump it up di sudut area itu.
Mike berjalan cepat ke arah Isabel dengan seribu omelan yang siap dilayangkan pada adik bandelnya itu.
Mike berhenti di belakang Isabel.Tanpa basa basi Mike menarik telinga kanan Isabel hingga membuat gadis itu berteriak kesakitan sekaligus terkejut.
"Aauch....!" Teriak Isabel sambil memegangi telinganya ditarik oleh Mike.
"Kakak sakit !" Isabel meringis kesakitan saat Mike melapaskan telinganya.
"Itu hukuman karena kau sudah membuat Kakak khawatir !" Teriak Mike pada Isabel.
"Maaf Kak.Tadi aku lihat kakak sedang asyik mengobrol.Jadi aku tinggal main saja sebentar." Kata Isabel dengan wajah cemberut khas anak kecil.
"Kau ini ! Setidaknya bilang sama kakak ! Ponselmu dimana ? Dari tadi kakak menelponmu tapi tidak dijawab." Mike masih mengomel.
Isabel terlihat sibuk mencari ponsel di saku celana dan tasnya.Tapi tidak ada.
"Yah....tertinggal di dalam mobil Kak." Jawab Isabel.
"Kalau terjadi hal buruk denganmu bagaimana ? Kau ini suka sekali membuat kakak khawatir." Nada bicara Mike masih tinggi.
Isabel menunduk mendengar omelan dari kakaknya itu.Dan dalam sekejap air mata Isabel jatuh membasahi pipinya.
Isabel memeluk tubuh kekar kakaknya sambil terus terisak.
"Kakak....Isabel salah.Maafkan Isabel Kak !" Kata Isabel dengan suara serak karena isak tangis.
Mike tidak tega melihat adiknya menangis.Mike menghela nafas meredam emosinya dan membalas pelukan Isabel.
"Jangan diulangi lagi !" Kata Mike dengan nada rendah.
Isabel melepaskan pelukannya dan segera menyeka air matanya.Pandangan Isabel tertuju pada sosok di belakang Mike.Ya....itu perempuan yang memilihkan gelang untuknya dan perempuan yang mengobrol dengan kakaknya tadi.
Isabel memiringkan kepalanya untuk bisa melihat sosok yang tersembunyi dibalik punggung Mike.
Isabel berjinjit memberi kode untuk membisikkan sesuatu ke telinga Mike.Mike sedikit membungkukkan tubuhnya agar Isabel bisa menjangkau telinganya.
"Itu siapa Kak ? Kekasih Kakak ?"
Bisik Isabel.
Mike yang mendengar pertanyaan seperti itu langsung menegakkan tubuhnya lagi.
"Teman kakak." Jawabnya singkat.
"Cantik kak." Isabel berbicara dengan nada sangat rendah dan senyuman kecil terlihat dibibirnya.
Isabel menggeser posisi berdirinya agak kesamping Mike agar bisa melihat Hannah dengan jelas.Senyum ceria mengembang di wajah Isabel.
"Hai Kak ! Aku Isabel." Isabel mengulurkan tangannya berkenalan dengan Hannah.
Hannah membalas senyum Isabel.
"Hannah." Jawab Hannah sambil membalas uluran tangan Isabel.
"Kak Hannah ini....kekasihnya Kak Mike ya ?" Isabel sengaja bertanya seperti itu untuk melihat reaksi mereka berdua.
Wajah Hannah berubah tegang saat mendengar pertanyaan Isabel.
"Bu-bukan." Jawab Hannah gugup.
Wajah Mike pun berubah jadi merah padam.
Tanpa di duga tawa Isabel menggelegar.Isabel tertawa puas bisa menjahili kedua orang dewasa dihadapannya itu.
"Kalian ini lucu sekali....!" Isabel terlihat sangat senang.
Mike maju satu langkah lalu menutup mulut adiknya itu dengan telapak tangannya agar Isabel diam.
Isabel berontak sambil tertawa dalam bekapan Mike.Namun tenaga kakaknya terlalu kuat untuk dilawan.Akhirnya Isabel menyerah.
Isabel mengangkat tangannya tanda menyerah.Barulah Mike melepaskan tangannya dari mulut Isabel.
Mike menatap tajam pada Isabel seolah berkata agar Isabel menutup mulutnya dan tidak membahas masalah itu lagi.
"Kakak....aku mau makan pizza.Aku lapar." Kata Isabel sambil memegangi perutnya.
"Baiklah." Kata Mike.
"Ajak Kak Hannah juga ya !" Pinta Isabel.
Hannah merasa tidak enak jadi dia menolak dengan alasan masih kenyang.
Tapi sepertinya Isabel tidak mempedulikannya.Isabel terus mendesak Hannah untuk ikut makan siang bersama mereka.
Hannah menatap Mike.Matanya seolah berkata untuk membujuk adiknya agar tidak memaksa.
"Ikutlah makan dengan kami !" Perkataan Mike sungguh diluar dugaan Hannah.
"Ayolah Kak....!" Rengek Isabel sambil menggelayutu lengan Hannah.
Dengan berat hati Hannah akhirnya mengiyakan ajakan mereka.
Isabel tampak sangat bahagia.Bahkan dia berjalan sambil berjingkrak-jingkrak mendahului Mike dan Hannah.
Mike berjalan berdampingan dengan Hannah.
"Adikku memang seperti itu.Dia suka memaksa." Celetuk Mike.
Hannah hanya tersenyum memaklumi tingkah Isabel.Hannah suka melihat Isabel yang tampak sangat bahagia.
Akhirnya mereka duduk satu meja dan memesan pizza premium king size untuk mereka santap.
"Kakak tau tidak....tadi Kak Hannah memilihkanku gelang ini.Bagus kan ?!" Isabel menunjukkan gelang yang melingkar di pergelangan tangannya pada Mike dengan bangganya.
"Aku hanya membantumu memilih." Saut Hannah.
"Ya bagus lah.Kalau pilihanmu sendiri pasti jelek." Mike meledek adik perempuannya itu.
"Ih...Kakak ! Menyebalkan !" Gerutu Isabel.
Hannah lagi-lagi tersenyum melihat tingkah kedua kakak beradik itu.
Dari mereka bertiga yang mendominasi obrolan adalah Isabel.Anak itu benar-benar cerewet.Ada saja yang dia bicarakan.Hingga tak terasa pizza ukuran besar di hadapan mereka sudah lenyap dari pandangan.
"Ah...kenyang !" Isabel mengelus perutnya.
"Kak...kita antar Kak Hannah pulang ya !" Lagi-lagi Isabel membuat Hannah mati gaya.
"Aku bisa pulang sendiri Isabel." Hannah berusaha menolak dengan halus.
"Jangan Kak ! Karena tadi Kak Hannah sudah memilihkan gelang untukku,sebagai balasannya kami akan antar kakak pulang." Isabel menunjukkan wajah merayunya.
"Tapi....aku tidak ingin merepotkan kalian." Kata Hannah.
"Tidak repot kok.Iya kan Kak ?!" Isabel memandang wajah kakaknya dengan penuh harap sambil menggerakkan kedua alisnya naik turun.
Mike melirik tajam pada adiknya itu.Namun dia juga tidak tega membiarkan Hannah pulang sendiri.
"Aku akan mengantarmu pulang." Kata Mike kemudian.
Isabel terlihat puas dengan ucapan kakaknya itu.
Akhirnya Hannah menyetujui untuk pulang bersama mereka.
***
Mereka sudah sampai di area parkir.Mike sudah masuk dan duduk di kursi pengemudi.Hannah hendak membuka pintu belakang mobil tapi Isabel menarik tangannya dan mendorong tubuh Hannah untuk duduk di samping Mike.
"Kak Hannah di depan saja." Kata Isabel sambil membukakan pintu mobil untuk Hannah.
Hannah lalu masuk ke dalam mobil dan duduk dikursi penumpang di samping Mike.Dan Isabel duduk di belakang Mike.
Perjalanan pun dimulai.Diam-diam Isabel mengambil foto Hannah yang sedang mengobrol dengan Mike dan mengirimkannya pada Emma tanpa diketahui Mike maupun Hannah.
Hingga akhirnya mereka tiba di rumah sederhana Hannah.Setelah Hannah turun Mike segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah sederhana itu.Isabel melangkah berpindah ke kursi depan agar lebih nyaman mengobrol dengan Mike.
"Itu tadi rumah Kak Hannah ?" Isabel sedikit terkejut saat mengetahui rumah Hannah sangat sederhana.
"Mhm." jawab Mike.
"Kakak yakin tidak ada perasaan apa-apa dengan Kak Hannah ? Dia itu cantik lho." Mata Isabel menunjukkan kecurigaan.
Mike hanya melirik adiknya itu tanpa menjawab.
Isabel kecewa dengan reaksi kakaknya.
"Bahkan Kakak sudah hafal jalan ke rumah Kak Hannah." Isabel memperhatikan sepanjang perjalanan Mike tidak menanyakan arah rumah Hannah.Itu berarti kakaknya sudah tau letak rumah Hannah.
"Pasti menyenangkan sekali kalau Kak Hannah jadi kakak ipar Isabel." Isabel terlihat cemberut.
Mike langsung mendaratkan sentilannya di kening Isabel yang sekarang duduk di sampingnya itu.
"Jangan asal bicara !"
"Auchh....Sakit tau !" Isabel mengelus-elus keningnya.
Obrolan tentang Hannah tidak berhenti disitu saja.Sepanjang perjalanan kerumah Isabel begitu ingin tau tentang Hannah.Meskipun Mike lebih suka untuk tidak menjawabnya.