Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
HANCUR



Mau tidak mau Mike harus menyelesaikan pekerjaannya di luar kota.Karena itu adalah tanggung jawabnya.


Perjalanan dimulai setelah meeting dengan SFC company selesai.Hari sudah semakin gelap.Sebenarnya Mike bisa berangkat keesokan harinya.Namun dia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dan segera menemui Hannah.


Kali ini Mike menggunakan jasa supirnya untuk mengantar keluar kota.Dengan kondisi seperti sekarang tubuhnya pasti akan sangat lelah jika harus berkendara sendirian keluar kota.Apalagi dengan jarak yang cukup jauh.


Sepanjang perjalanan Mike yang duduk di kursi belakang tampak menyandarkan kepalanya ke kursi.Pandangannya menerawang keluar jendela mobil.Cahaya lampu di kegelapan malam tampak begitu indah menghiasai suasana malam.Mengingatkannya kembali akan sosok Hannah.Dimana mereka pernah berbagi burger karena kelaparan.Dan momen disaat dia menjahili Hannah hingga menyuruhnya masuk ke kolong mobil.Juga saat dimana Hannah dengan pakaian yang basah kuyup menunjukkan amarahnya yang berapi-api hingga tamparan keras mendarat di pipi mantan kekasih Joe.


Sudut bibir Mike terangkat keatas ketika mengenang kejadian itu.Namun senyum itu langsung menghilang ketika dia mengingat kebodohan yang dia lakukan kemarin.


Karena terlalu lelah akhirnya Mike tertidur dan membiarkan supirnya mengemudikan mobil itu hingga tiba di sebuah hotel mewah di kota XX yang akan dia gunakan untuk menginap.


Waktu sudah tengah malam ketika Mike sampai di kota XX.


"Kita sudah sampai di hotel Tuan.'' Kata supir itu yang membuat Mike mengerjapkan matanya.


Mike mengusap kedua matanya dan perlahan membuka mata menyesuaikan dengan cahaya yang terpancar dari bangunan mewah itu.


Mike turun dari mobil dan langsung berjalan melewati lobi hotel.Langkah kakinya terhenti di depan meja resepsionis untuk meminta kunci kamar yang sudah di booking oleh sekretarisnya sebelum keberangkatannya ke kota itu.


Mike masuk ke dalam lift dan menekan tombol dengan angka 8 untuk mengantarkannya ke lantai dimana kamarnya berada.


TING !!


Pintu lift terbuka dan Mike berjalan menyusuri lobi mencari kamar yang bertuliskan angka 2147.Setelah menemukan letak kamarnya Mike bergegas memasuki kamar itu karena dia sudah merasa sangat lelah dan ingin segera merebahkan tubuhnya di kasur yang nyaman.


***


Disudut kamar sempitnya Hannah masih terjaga dari tidurnya.Dia masih meratapi luka dalam hatinya.Bagaimana tidak ? Dua hari berselang setelah Mike menyatakan perasaannya tetapi dia seolah menghilang.Dan itu sudah cukup membuat Hannah percaya kalau ucapan Mike itu hanyalah omong kosong.


Hannah meneteskan air mata dalam diamnya.Jujur setelah Mike mengungkapkan perasaannya,dalam lubuk hati Hannah ada secercah harapan yang bersinar.Hannah merasakan perasaannya semakin kuat.Namun itu juga yang membuat hatinya terasa beribu kali lebih sakit.Karena semakin kuat perasaannya semakin dia akan terpuruk dalam kekecewaan.Kecewa karena harus menerima kenyataan bahwa orang yang dicintainya tidak akan pernah dia miliki.


Tatapan mata Mike yang begitu tulus saat itu sempat menggoyahkan hati Hannah.Seperti sangat nyata.Tapi lagi-lagi Hannah menepis perasaannya ketika wajah Jessica melintas dalam pikirannya.


Wake up Hannah ! Apa kau lupa betapa manisnya janji Harry sebelum menghancurkan hidupmu ? Betapa dia menerbangkanmu setinggi langit dengan harapan dan cinta palsunya lalu menghempaskan tubuhmu hingga hancur tak bersisa ! Jangan terjatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya Hannah ! Kau ini siapa dan dia siapa ? Kau sama sekali tidak pantas berada disampingnya !


Setiap malam Hannah selalu menitikkan air matanya ketika teringat sosok laki-laki yang berhasil merenggut hatinya.Semakin dia ingin melupakan semakin kuat bayangan laki-laki itu menghantuinya.


Hannah berjalan dengan langkah lesu meninggalkan tempat kerjanya.


Masih dengan rambut yang menggulung keatas Hannah memakai sweater dan mengalungkan tas slempangnya ke bahu.


Pandangan Hannah terpaut pada seseorang yang mengenakan kemeja krem dengan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya sedang bersandar pada mobil berwana putih di seberang jalan.


Detak jantungnya seketika itu berparade.Dia berdiri terpaku di tempatnya sambil terus memperhatikan laki-laki yang berada di seberang sana.


Laki-laki itu ada disana.Mike berada di seberang jalan sana sedang beradu pandang dengannya.


Seperti ada harapan di hati Hannah bahwa Mike akan menghampirinya.


Tapi dalam sekejap harapan itu berubah menyakitkan saat seorang perempuan datang ke arah Mike dan tanpa ragu memeluk tubuh kekar itu.Ya....itu Jessica !


Mata Hannah mulai berkaca-kaca saat dia melihat Mike menatap penuh arti pada Jessica dan membalas pelukan gadis itu dengan begitu erat.


Hannah memejamkan mata dan segera memalingkan wajahnya.Dia melangkah dengan cepat untuk segera meninggalakan pemandangan yang sangat menyakiti hatinya itu.


Bahkan Mike sama sekali tidak mengejarnya.


Lihatlah Hannah ! Buka matamu ! Dia datang hanya untuk menunjukkan bahwa kau sama sekali tidak pantas untuknya.Apa kau masih berani berharap menjadi cinderella hah ?


Maki Hannah dalam hati.Dan dia tidak bisa membendung air matanya lagi.Tidak peduli itu di jalanan tapi dia sesekali menyeka air mata yang perlahan tapi pasti membasahi pipinya.


Sakit ! Rasanya sangat sakit !


Hingga Hannah sampai di depan pintu rumahnya.Dia membuka pintu itu dengan cepat dan segera masuk ke dalam kamarnya untuk menumpahkan semua kekecewaan dalam hatinya.


Hannah menangis sejadinya.Dia bersimpuh meratapi betapa takdir begitu kejam mempermainkannya.


"Aku benci ! Aku benci harus merasa seperti ini ! Kenapa kau mengatakan kau mencintaiku kalau hanya untuk membuatku sakit ! Aku membencimu Mike !" Teriak Hannah sambil melempar benda-benda yang ada diatas tempat tidurnya ke lantai.


Hannah merasa sangat hancur saat melihat Mike dan Jessica berpelukan.Dia ingin sekali mengusir Mike dari hatinya.Tapi dia tidak mampu melakukannya.Perasaannya terlanjur dalam pada laki-laki itu.Terlebih setelah pengakuannya beberapa hari lalu.