
Dengan kecepatan tinggi Joe melajukan mobilnya menuju ke sebuah rumah sakit terdekat yang bisa dia jangkau.
Hingga tibalah mereka di sebuah rumah sakit yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan.Joe memarkirkan mobilnya di depan pintu instalasi gawat darurat.
Dengan kemeja yang berlumuran darah Joe keluar dari mobilnya lalu bergerak ke sisi lain mobil untuk membantu Mike turun dari mobil.
Joe memapah Mike masuk ke ruang IGD untuk mendapatkan pertolongan.Begitu masuk beberapa perawat segera mengambil alih tubuh Mike untuk dilakukan pemeriksaan.
"Tuan silahkan ikut saya !" Kata salah satu perawat pada Joe.
"Saya tidak apa-apa.Tolong selamatkan teman saya !" Joe lupa kalau dirinya juga terluka.
"Tapi luka Anda juga harus segera diobati Tuan !" Seru perawat itu.
Joe menoleh ke lengan kirinya.Benar saja luka itu masih saja mengeluarkan darah.Kini Joe tidak bisa membantah lagi.Dirinya juga butuh perawatan segera kalau tidak ingin mati karena kehilangan banyak darah.
Seorang perawat membersihkan luka di lengan Joe dengan alkohol.Lalu menyuntikkan bius disana sebelum mulai menjahit luka itu.
"Luka Anda cukup dalam Tuan.Kalau boleh tau kenapa Anda bisa terluka seperti ini ?" Perawat itu mengajak bicara Joe sambil tangannya sibuk menjahit luka yang memang cukup dalam itu.
"Kami diserang oleh sekelompok orang jahat." Jawab Joe.
Perawat itu mengangguk.Tangannya tidak berhenti menusukkan jarum dan benang di kulit Joe.Meskipun sudah diberi bius tetapi Joe masih sesekali meringis ngilu melihat kulitnya yang di tusuk jarum berkali-kali.
"Apa kejadiannya di perbatasan kota ?" Tanya perawat itu lagi.
"Iya.Bagaimana Nona July bisa tau ?" Joe membaca name tag yang menempel di seragam putih perawat itu.
Perawat itu tersenyum. " Kejadian seperti ini sudah sering terjadi.Disana memang sangat rawan kejahatan.Sebaiknya menghindari jalur itu kalau sudah malam."
Tidak heran kalau jalur itu rawan kejahatan.Mengingat jalanannya yang sepi dan minim penerangan membuat para pelaku kejahatan leluasa melancarkan aksinya.
Tidak lama kemudian proses menjahit luka itu selesai.Perawat membalutkan kasa ke luka itu agar terjaga kebersihan lukanya.
"Sudah selesai Tuan.Baiknya Anda istirahat disini dulu mengingat Anda telah mengeluarkan banyak darah akibat luka di lengan Anda.Dan jangan lupa meminum obat !" Perawat itu melirik tajam penuh peringatan sambil menunjuk obat yang ada di cawan kecil di sebelah ranjang lalu meninggalkan Joe disana.
Joe memang merasa sedikit pusing.Mungkin akibat kehilangan banyak darah.Jadi dia menuruti perintah perawat itu untuk istirahat.
Sementara dokter sedang memeriksa kondisi Mike.Banyak luka memar di sekujur tubuh Mike.Wajahnya kini dipenuhi ruam berwarna merah kebiruan.Tubuhnya masih lemah.Dokter melakukan scan ke seluruh tubuh Mike untuk megetahui apakah ada luka dalam.Dan ternyata hasilnya tidak menunjukkan luka dalam apapun.Hanya saja banyaknya pukulan yang dia terima membuat tubuhnya menjadi sangat lemah.
Beberapa waktu kemudian Mike dipindahkan ke ruang perawatan.
Joe meraih ponsel yang terselip di saku celananya.Dia buka file foto yang sempat dia ambil sebelum meninggalkan ketiga orang yang sudah tidak berdaya itu.
"Siapa mereka ?" Gumam Joe.Dia harus segera melaporkan kejadian itu pada polisi untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.Karena sepertinya mereka tidak main-main saat menganiaya Mike.Kalau modusnya hanya perampokan, sepertinya tidak mungkin.Mike disana tanpa membawa apapun selain pakaian yang melekat di tubuhnya.Bahkan mobil Mike juga tidak ada disana.Kemungkinannya hanya satu.Mike memang sengaja di bawa kesana untuk dihabisi.
***
Suara deru mobil melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan kediaman Melly.
"Tolong cepat sedikit !" Seru Melly pada Pak Eddy supirnya.Hari masih sangat pagi ketika Melly mendapat telpon dari Joe kalau dirinya mengalami kecelakaan.Kecelakaan ? Ya, Joe tidak ingin membuat Melly lebih khawatir lagi dengan mengatakan kalau anaknya baru saja mendatangi sekelompok penjahat dan bertarung dengan mereka.Bisa-bisa Melly terlalu histeris hingga pingsan karenanya.
Mobil itu berhenti tepat di depan rumah Hannah dimana gadis itu sudah menunggu dengan penuh kecemasan.Begitu mobil berhenti Hannah segera masuk ke mobil itu dan duduk bersebelahan dengan Melly.
Lihatlah wajah wanita itu yang tampak sangat cemas dan sedih setelah mendengar kabar dari Joe.Meskipun Joe sudah mengatakan kalau lukanya tidak serius tapi tetap saja sebagai seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya berita kecelakaan itu sudah seperti belati yang menyayat hati.
Ketika Hannah mulai duduk di sebelahnya,Melly tak kuasa untuk segera memeluk tubuh gadis itu. Memeluknya erat sambil terisak menangis.
Hannah dengan lembut mengelus punggung Melly supaya wanita itu lebih tenang.Meskipun dirinya sendiri juga merasakan hal yang sama.
Tidak sampai satu jam mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di rumah sakit tempat Mike dan Joe dirawat.
Mereka tidak bisa untuk tidak berlari masuk ke rumah sakit itu.Dan tangis kedua wanita itu pecah saat mendapati Joe yang duduk di depan sebuah bangsal sambil memainkan ponselnya.Lengan laki-laki itu terbalut perban putih dengan bekas darah yang masih menempel di kemejanya.
"Joe ! Apa kau baik-baik saja Nak ? Bagaimana semua ini bisa terjadi ?" Melly memeluk tubuh anaknya dengan perasaan sedikit lega karena anaknya tidak sedang terbaring lemah diatas ranjang.Bahkan tidak ada jarum infus yang menempel di punggung tangannya.Itu artinya cidera anaknya tidak terlalu mengkhawatirkan.
Hannah berdiri di belakang Melly yang sedang memeluk Joe.Ketika wanita itu sudah melepaskan pelukannya Hannah bergerak mendekat dan memeluk calon suaminya itu.
"Aku sangat mengkhawatirkanmu Joe." Hannah memejamkan matanya.Dia juga tidak sanggup jika harus melihat Joe tergeletak tidak berdaya.Meski perasaannya pada Joe tidaklah lebih dari sekedar teman,atau mungkin sahabat.Tapi Joe adalah salah satu orang yang dia sayangi.
"Kalian tidak perlu khawatir.Ini hanya luka kecil." Joe tersenyum agar kedua wanita di hadapannya itu tidak terlalu khawatir.
"Bagaimana ini bisa terjadi Joe ? Bukankah seharusnya kau masih di kota X ?" Melly duduk di sisi kiri Joe dan Hannah di sisi kanan.Kedua wanita itu sangat antusias.Penasaran kenapa Joe bisa berada dilokasi kejadian.Padahal seharusnya dia masih menyelesaikan urusan bisnisnya di kota X.
Seulas senyum mengembang dari bibir Joe. "Aku sudah menyelesaikan pekerjaanku disana dan aku berniat untuk segera pulang." Joe berdehem.Dia harus mengatakan yang sejujurnya. "Sebenarnya Joe tidak mengalami kecelakaan."
Pengakuan itu membuat Melly dan Hannah mengerutkan dahi bersamaan.Masih berusaha mencerna ucapan Joe.Kalau bukan kecelakaan lantas apa ? Kenapa tadi sewaktu di telpon dia bilang kecelakaan ?
"Dalam perjalanan pulang semalam aku melihat pengeroyokan di tepi jalan perbatasan kota.Dan aku tidak bisa tinggal diam menyaksikan seseorang yang sudah tidak berdaya terus mendapatkan pukulan tanpa henti.Jadi aku menolong orang itu."
Penjelasan Joe sungguh membuat hati kedua wanita di sampingnya terhenyak.Pengeroyokan ? Menolong orang ? Lantas dimana orang yang dia tolong ? Kenapa harus berbohong ? Entah berapa banyak pertanyaan yang muncul dalam pikiran kedua wanita itu.
Lagi-lagi Melly memeluk tubuh anaknya.Ada rasa bangga saat anaknya mau menolong orang yang membutuhkan bantuannya.Tapi ada rasa cemas dan takut seandainya terjadi hal yang tidak diinginkan pada anaknya itu.
"Entah Mama harus senang atau sedih.Mama bersyukur kau masih bisa duduk dan tersenyum bersama Mama disini." Melly melepaskan pelukannya. "Apa ini sakit ?" Melly memegang pelan balutan kasa berwarna putih di lengan Joe.
Ada perasaan yang sama dalam hati Hannah.Dia merasa Joe benar-benar manusia berhati malaikat.Pasti banyak perempuan diluar sana yang mengharapkan laki-laki seperti Joe menjadi kekasihnya.Tapi entah kenapa dia tidak bisa menjatuhkan hati pada laki-laki itu yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
"Lalu bagaimana kondisi orang yang kau tolong itu ? Apa dia baik-baik saja ?" Hannah memiringkan wajahnya.
"Dia....." Joe sedikit ragu untuk mengatakannya.Karena sebelumnya dia melihat ada keterikatan antara Mike dan Hannah.Ya.....meskipun itu baru sekedar analisa berdasarkan apa yang dia lihat baru-baru ini.
Tapi sekali lagi dia berpikir.Mungkin dari sini dia bisa membaca dengan jelas apakah yang dia pikirkan itu benar adanya.Dan kalaupun benar akan lebih baik kalau dia mengetahuinya sekarang.
"Dia sedang dirawat di dalam." Lanjut Joe menoleh ke arah pintu di sebelah tempat mereka duduk.
"Apa kau tau identitasnya ? " Melly dan Hannah sama-sama penasaran.
Joe menghembuskan nafasnya dengan kasar.Sedikit ragu tapi dia harus mengatakannya.
"Ya.Karena dia adalah Mike."
GLEERRRย !!!
Bagaikan disambar petir di pagi hari.Kedua mata Hannah membulat sempurna.Mulutnya ternganga.Dengan kedua alis yang hampir menyatu.Apa dia tidak salah dengar ? Mike semalam baru saja dari rumahnya dan.....Ah,Hannah tidak sanggup melanjutkannya.
Dengan nafas yang terengah-engah karena masih syok dengan apa yang baru saja dia dengar.Seketika bayanganย tubuh Mike yang sedang terbaring lemah merajai otaknya.Entahlah apa yang Hannah pikirkan.
***
FLASHBACK
Ada dua hal yang membuat Mike mantap untuk merelakan Hannah meskipun hati kecilnya meronta.
Pertama, Joe adalah orang yang baik dan dia yakin Joe tidak akan membiarkan Hannah terluka sedikitpun.Kedua, ucapan Emma kemarin malam.Ya, apa yang sudah ditakdirkan untuk kita pasti akan kembali menjadi milik kita.Dengan caranya sendiri.Jadi Mike membuka hatinya lebar-lebar.Jika memang Hannah ditakdirkan untuknya pasti suatu saat Hannah akan menjadi miliknya.Hanya perlu berdamai dengan waktu.
Setidaknya sekarang Mike sudah tau bahwa dia dan Hannah mempunyai perasaan yang sama.Meskipun semakin berat tetapi dia mempunyai dua keyakinan itu di dalam hatinya.Hanya saja dia tetap tidak ingin menghadiri pernikahan Hannah dan Joe.Dia takut pertahanannya akan runtuh begitu saja apabila menyaksikan orang yang dia cintai mengikat janji suci dengan orang lain.
Mike memejamkan matanya sekejap.Mengingat bagaimana bibir ranum Hannah yang begitu manis beradu dengan bibirnya.Lumatan dan pagutan lembut yang baru saja mereka rasakan.Lonjakan gairah yang....Oh...sungguh itu bisa membuat Mike menggila hanya dengan memikirkannya.
Namun secepatnya dia menepis imajinasi-imajinasi liar yang ada dalam otaknya.Dia benar-benar harus menepisnya.Karena kalau tidak dia pasti akan nekat merusak acara pernikahan Hannah dan Joe.Dan itu pasti akan sangat memalukan.Biarkanlah waktu yang akan menjawab takdirnya.
Mike menghentikan laju mobilnya di depan gedung perpustakaan kota yang mana sudah sangat sepi.Hanya ada beberapa orang yang melintas disana.Mike membuka kaca mobilnya dan melihat ke arah paviliun kecil di salah satu sudut di halaman gedung.Disana dia mempunyai satu kenangan indah bersama gadis yang dia cintai.Seulas senyum merekah mengingat apa yang pernah mereka lakukan disana.
Tidak lama Mike memarkirkan mobilnya disana.Dia menutup kaca mobilnya dan kembali melaju ke jalanan.Entah apa yang menggiringnya.Tetapi kemudi mobil itu mengarah ke jalanan dimana dulu dia pernah membuat gadis yang sekarang dia cintai itu masuk ke kolong mobil hingga wajahnya belepotan noda oli.Saat dimana mereka berbagi burger dan soda.Kenapa hal itu sekarang terasa begitu manis dalam ingatan Mike ?
Mike turun dari mobil lalu bersandar pada salah satu sisi badan mobil.Dia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.Lagi-lagi dia tersenyum mengingat hal-hal kecil tentang Hannah.
Dia hanya ingin mengingat setiap momen itu sebagai momen yang membahagiakan.Sebelum semua terasa pahit karena harus kehilangan orang yang dia cintai.
"Dasar gadis bodoh ! Kenapa juga mengira Jessica adalah kekasihku ? Padahal jelas-jelas aku menyatakan perasaanku padanya." Mike menggeleng geli saat mengingat kesalah pahaman tentang hubungannya dengan Jessica.
Jessica ! Oya....gadis itu tidak jadi membatalkan pernikahannya dengan Tony.Hanya saja mereka mengundur tanggal pernikahan dua bulan kemudian. Ternyata benar apa yang dikatakan Mike. Jessica mengalami pre-wedding syndrome.
Dia hanya takut kehilangan perhatian Mike saat sudah menikah dengan Tony.Untung saja dia tidak mengatakan alasannya membatalkan pernikahan itu.Jadi dia beralasan membutuhkan waktu lebih banyak untuk siap melepas masa lajangnya.Karena memang pada dasarnya Jessica sangat mencintai Tony.Jadi pihak keluarga bisa menerima alasan yang Jessica berikan.
Kembali pada Mike yang masih bersandar di sisi mobil sambil menerawang jauh mengenang setiap hal kecil yang pernah dia lalui dengan Hannah.
Kesenangan Mike harus berhenti tatkala sebuah mobil jeep dengan kecepatan tinggi berhenti mendadak di hadapannya.Tiga orang keluar dari mobil itu dan tanpa permisi langsung melayangkan bogem mentah kepada Mike.
Mike sempat melawan dan berhasil mendaratkan beberapa pukulan pada lawannya.Karena memang dia pernah belajar ilmu bela diri sewaktu sekolah.Dan Mike bisa saja mengalahkan mereka bertiga dengan mudah dengan tangan kosong.Namun dia harus menyerah ketika tiba-tiba dia merasakan hantaman keras benda tumpul di bagian tengkuknya.
Dalam keadaan tidak sadar Mike di seret masuk ke dalam mobil jeep.Dia mulai mengerjapkan matanya ketika merasakan jeep itu mengerem secara mendadak.Belum juga mencapai kesadaran penuhnya.Kedua orang yang berada di kanan dan kirinya menyeret tubuh Mike keluar dari jeep.
Dua orang menahan tangan Mike dan satu orang lagi memukuli Mike habis-habisan.Dalam kondisi yang belum sadar penuh Mike sama sekali tidak berkutik ketika orang itu terus memukulinya hingga babak belur.Lalu sayup-sayup dia mendengar ada orang yang berteriak menyuruh mereka berhenti.Dan setelah itu dia sudah tidak tau lagi apa yang selanjutnya terjadi.
FLASHBACK OFF
***
Karena rasa cemas dan takut yang berlebihan akhirnya Hannah tidak bisa lagi membendung genangan air di matanya.Air mata itu mengalir begitu saja di pipi Hannah.Hanya terdengar nafas Hannah yang tersengal-sengal karena menahan suara tangisnya.
Hannah ingin sekali berlari dan memeluk Mike.Tapi dihadapannya sekarang ada Joe dan Mama Melly.Hannah tidak ingin mereka tau tentang perasaannya pada Mike.Tapi sepertinya usahanya sia-sia.
Menyadari perubahan ekspresi di wajah Hannah membuat Joe semakin yakin akan apa yang terbesit dalam pikirannya.Apalagi saat Hannah mulai meneteskan air mata meskipun sangat terlihat gadis itu mati-matian menahan agar air mata itu tidak tumpah.
Joe menggenggam tangan Hannah.Melihat gadis di sebelahnya terlihat begitu sedih membuat Joe merasa tidak tega.
"Masuklah !" Kata Joe lirih.Dia tau betul apa yang Hannah rasakan.Dan dia dengan lapang dada membiarkan gadisnya itu untuk menemui pujaan hatinya yang sedang terbaring lemah di dalam ruangan itu.
Ada sedikit keraguan dari tatapan mata Hannah pada Joe.Seakan dia bertanya apakah kau baik-baik saja kalau aku masuk ke dalam ?
Senyuman tipis laki-laki itu seperti memberi jawaban atas tatapan mata Hannah.
Joe mengangguk dan membiarkan Hannah masuk menemui Mike.
Dengan langkah tergesa-gesa Hannah menuju ke pintu ruangan di sampingnya lalu membuka pintu itu. Dia mendekat ke ranjang dimana Mike sedang terbaring lemah.
Sementara diluar Joe duduk berdampingan bersama Melly.Melly mengusap bahu Joe sambil tersenyum.Dia bahkan bisa membaca dengan mudah perasaan Hannah saat ini.Melly juga bisa merasakan perubahan mimik wajah Joe ketika Hannah melangkah masuk ke dalam ruangan.Ada sedikit perasaan.....cemburu.
Hannah berdri di sisi ranjang Mike.Dia tak kuasa menahan kesedihannya melihat kondisi Mike yang terlihat begitu lemah.Air mata langsung membanjir menganak sungai di wajah sendu gadis itu.
Perlahan Hannah menggerakkan jemarinya mengusap lembut wajah Mike yang penuh lebam.Tidak ada kata-kata yang mampu dia ucapkan.Hanya rasa sakit dan pedih yang menguasai hatinya.
Mike yang sedang dalam keadaan tertidur akhirnya membuka matanya ketika merasakan sentuhan hangat di wajahnya.Mata Mike mengerjap perlahan dan mendapati gadis yang dia cintai sedang berdiri di sisi ranjangnya dengan mata yang berair.Tangannya menggenggam erat tangan Mike.
"Jangan menangis !" Ucap Mike lirih yang hampir tidak bisa di dengar oleh Hannah.
Tangan Mike bergerak hendak menyeka air mata yang ada di wajah Hannah.Namun Hannah menggenggam erat tangan itu.Dia biarkan air matanya tumpah untuk meluapkan emosi yang ada dalam hatinya.
Hannah menyeret sebuah kursi dan duduk diatasnya sambil terus menggenggam tangan Mike.
"Apa terasa sangat sakit ?" Hannah kembali membanjiri pipinya dengan cairan bening.
Mike tersenyum lalu menggeleng.
"Tidak.Selama kau ada di sisiku."
Hati Hannah seperti ditusuk-tusuk dengan belati saat mendengar kalimat Mike.
Jemari Mike bergerak menyeka air mata yang masih terus keluar dari mata sembab itu.
"Joe sangat baik.Jadilah istri yang baik untuknya."
Kalimat yang sangat menusuk di telinga Hannah.Bagaimana bisa Mike berkata seperti itu ? Sementara dia tau betul apa yang Hannah rasakan.Hannah tidak mampu menjawabnya.Bahkan saat ini Hannah merasa tidak ingin pergi dari sisi Mike.
"Kau harus segera sembuh." Kata Hannah.
"Pasti.Tapi sepertinya aku benar-benar tidak akan bisa menghadiri pernikahanmu." Mike tersenyum lemah.Kata-kata Mike terdengar seperti sebuah keputus asaan di telinga Hannah.
Namun jauh dalam lubuk hati Mike dia merasa sangat bersalah pada Joe.Dia sudah berhutang nyawa pada temannya itu karena telah menyelamatkannya.Mungkin sekarang dia hanya akan tinggal nama andai saja Joe tidak datang saat itu.Entah harus dengan cara apa Mike menebus rasa bersalahnya.Mungkin dia akan menghilang dari kehidupan Hannah dan Joe setelah pulih nanti.Kembali ke luar negeri dan menetap disana mungkin bisa jadi alternatif yang terbaik.Ya....dengan begitu dia tidak harus menjadi penghalang kebahagiaan pernikahan mereka.Kalaupun saat ini Hannah belum bisa mencintai Joe, Mike yakin cinta itu bisa dengan mudah bersemi karena Joe memang pantas untuk di cintai.
*******************
Hai readers ku tersayang ๐๐๐
Ini sudah mendekati episode-episode terakhir yess !!!
Terima kasih untuk supportnya selama ini.
Nanti akan ada sekuel dari novel ini.Tentunya dengan judul yang berbeda.Untuk saat ini masih dalam masa pemantapan materi.Jadi setelah HNIH tamat akan segera terbit sekuelnya.
Selamat membaca ๐๐๐๐๐