
Sepanjang perjalanan kembali ke kantor Mike tak henti berpikir betapa bodohnya Hannah dengan mendatangi sarang buaya seperti itu.
"Kenapa dia tidak sabaran sekali.Jelas-jelas Joe ingin membantunya."Mike menggerutu dalam mobilnya.
"Kenapa aku jadi kesal? Bukan urusanku juga." Mike menepis perasaan kesalnya yang tak beralasan.
Mike kembali ke ruang kerjanya.Dia duduk dibalik meja.Pandangannya tertuju pada map hijau yang ada diatas meja.
Mike meraih map itu dan membukanya.
"Dasar gadis bodoh." gumamnya.
Lalu Mike melempar map itu diatas meja hingga berkas yang ada di dalamnya sedikit berantakan.
***
Mike pulang dari kantor agak larut hari itu.Banyak sekali pekerjaan yang harus dia selesaikan.
Mike melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan yang sudah sedikit lengang.Hanya satu dua kendaraan saja yang melintas.
Mike berhenti di depan gerai burger dan memesan satu paket burger ukuran besar plus satu kaleng cola.Dia merasa perutnya sangat lapar karena ini sudah lewat jam makan malam sedangkan dia belum makan sejak tadi siang.
Setelah pesanannya jadi dia tidak makan di tempat tetapi membawanya untuk dimakan di mobil.Dia sudah sangat lelah seharian di sibukkan dengan pekerjaan.Jadi dia bermaksud makan sambil jalan agar sesampainya di rumah dia bisa langsung istirahat.
Mike mengarahkan tumpukan burger besar itu ke mulutnya.Namun tiba-tiba....
CIIIIIIITTTT......!!!
Dia mengurungkan dan dengan sigap menginjak pedal rem.Untung saja burger di tangan Mike tidak jatuh.Bisa sangat kelaparan dia kalau makanannya jatuh.Larut malam begitu akan sangat sulit menemukan penjual makanan lagi.
Mike mendadak menginjak remnya karena tiba-tiba ada orang yang menyeberang dengan sembarangan.Masih beruntung Mike tidak menabraknya.
Mike turun dari mobil dengan wajah penuh amarah.Apalagi dia sedang dalam kondisi kelaparan.
Mike menghampiri seorang perempuan yang berjongkok dengan tubuh gemetar di depan mobilnya.Dengan kedua tangan perempuan itu memegang kepalanya begitu erat.Sangat terlihat betapa ketakutannya dia.
"Apa kau cari mati hah?" Mike berteriak kepada perempuan itu.
Perempuan itu perlahan bangkit dengan tubuh gemetar dan wajah tertunduk.
"Maafkan saya Tuan." suaranya rendah dan gemetar.
Mike memiringkan wajahnya untuk melihat wajah perempuan itu karena dia merasa perempuan itu tidak asing baginya.
"Kau..." Mike mengenali perempuan itu adalah Hannah.Dia heran kenapa Hannah berkeliaran di jalanan yang jaraknya cukup jauh dari rumah maupun tempat kerjanya di malam yang selarut ini.Pikiran Mike kembali berlarian dengan prediksi-prediksi yang mampu di terima oleh nalarnya.
Hannah memberanikan diri mengangkat wajahnya untuk melihat siapa sosok di hadapannya.Wajah Hannah tak kalah terkejutnya dengan Mike.
"Tuan Mike?" Hannah mengeluarkan suara lirih.
"Hampir saja aku menabraknya dua kali karena kesalahan yang sama."gerutu Mike dalam hati.
"Apa yang kau lakukan malam-malam disini ?!" tanya Mike dengan nada yang agak tinggi.
"Aku...." Hannah belum selesai bicara tapi Mike mendahuluinya berbicara.
"Kau bisa celaka kalau menyeberang seperti itu !" Mike kembali berteriak.
Hannah tercengang melihat reaksi Mike.
"Kenapa dia berteriak padaku ?" batin Hannah.
"Aku sudah minta maaf.Kenapa kau berteriak padaku ?" dengan suara yang masih gemetar Hannah berkata dengan nada lebih tinggi.
Mike mengusap wajahnya dengan kasar.Dia tidak sadar sudah bersikap berlebihan.Mungkin karena dia sedang kelaparan.
"Apa yang kau lakukan disini ?" Mike bertanya dengan nada rendah.
"Aku tidak tau.Aku hanya berjalan mengikuti langkah kakiku." jawab Hannah dengan wajah pucatnya.
"Masuklah ke mobil." Kata Mike.Mike berjalan kembali ke mobilnya.Saat Mike hendak membuka pintu mobilnya,Mike melihat Hannah masih berdiri mematung di tempatnya tadi.
"Kau mau terus disana dan mati kedinginan ?" Mike berteriak lagi.Cuaca malam itu memang lebih dingin dari biasanya.
Hannah enggan untuk pulang dengan Mike.Tapi yang dibilang Mike ada benarnya juga.Tubuhnya sudah mulai merasa kedinginan.Alhasil dia mengikuti Mike masuk ke dalam mobil.
Mike masih sedikit kesal.Selain karena Hannah menyeberang sembarangan yang bisa saja mencelakakan mereka berdua juga karena perutnya yang sangat lapar.
Di dalam mobil Hannah melihat burger ukuran besar di dashboard.Dia menelan ludah sambil memegang perutnya.
Ternyata Mike memperhatikan gelagat Hannah.
"Kau lapar ?" tanya Mike.
Hannah diam saja.Dia tidak berani menjawab.Namun perutnya tidak demikian.Suara perutnya yang menggeliat bahkan bisa di dengar dengan jelas oleh Mike.
Mike mengambil burger itu dengan tangan kanan dan menyodorkannya pada Hannah.
"Makanlah."
Hannah memperhatikan benda yang ada di tangan Mike itu.Terlihat sangat lezat.Apalagi seharian ini Hannah belum makan apa-apa.Dengan ragu-ragu Hannah meraih burger itu.
Perlahan Hannah mengarahkan burger ke mulutnya.Namun dia berhenti.Mike dan Hannah saling pandang.Wajah Mike terlihat menyembunyikan rasa malu yang muncul karena saat itu suara perut Mike bahkan terdengar lebih nyaring dari suara perut Hannah.
"Cepat makanlah." kata Mike dengan cepat.Dia memalingkan wajah ke depan.
Hannah tidak tega untuk memakan burger itu sedangkan Mike sendiri terlihat sedang kelaparan.
Hannah menurunkan burger itu dari depan mulutnya dan dengan tangannya dia membelah burger itu menjadi dua bagian.Bahkan saus dari burger itu menetes di bajunya.
"Aku tidak akan habis memakan burger sebesar ini sendirian." Hannah menyodorkan sebagian burger itu kepada Mike.
Mike melirik burger itu.Ragu.Tapi akhirnya dia ambil juga karena perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.
Mereka berdua memakan masing-masing satu bagian dengan begitu tenang.Terlihat sekali kalau mereka sedang sangat kelaparan.
Mike menghabiskan burgernya lebih dulu lalu dia minum cola yang ada di sampingnya.
Sedangkan Hannah tinggal satu suapan lagi dan ludes sudah burger itu.
Hannah sedikit kesulitan untuk menelan bagian terakhir makanannya.Wajahnya terlihat bersusah payah menelan karena makanan itu seperti tersangkut di tenggorokannya.
"Ada air ?" tanya Hannah yang menahan sakit di tenggorokannya.
Mike mencari-cari tapi tidak menemukan air mineral di mobilnya.Lalu pandangannya tertuju pada kaleng cola di samping tempat duduknya.
Mike mengangkat kaleng itu.
"Hanya ada ini.Tapi....." Sebelum Mike meneruskan kata-katanya Hannah sudah merebut kaleng itu dari Mike dan segera meneguknya.
"Tapi ada bekas bibirku." gumam Mike.
Setelah Hannah merasa tenggorokannya sudah lega dia baru menyadari kaleng yang dia pegang sekarang ada bekas bibir Mike disana.
Hannah memejamkan matanya menahan malu.Kenapa dia lancang sekali.
"Maaf...." Hannah meletakkan lagi kaleng itu di samping tempat duduk.
Mau bagaimana lagi....sudah terlanjur.