
Mike melajukan mobilnya menuju ke sebuah hotel untuk bertemu dengan Harry.Mike menghubungi sekretarisnya untuk segera menuju ke hotel tempat mereka akan mengadakan pertemuan bisnis.
Jadwal mereka memang mundur dari yang seharusnya karena insiden yang Mike alami.
Mike memutar lagu di mobilnya untuk menghilangkan penat.Sambil sesekali terdengar suara lirih dari mulut Mike menirukan syair lagu yang ia dengarkan.
Sepintas bayangan Hannah muncul di benak Mike.
"Kenapa aku kepikiran perempuan itu lagi ya." gumam Mike dalam hati.
Tak butuh waktu lama Mike sudah sampai di parkiran hotel tempat Harry menginap.Mike sengaja tidak turun dari mobil karena dia sedang menunggu sekretarisnya.Sekalian masuk ke dalam hotel bersama sama.Mike menunggu sembari memainkan ponselnya.
Hingga sesaat setelah Mike meletakkan ponselnya,suara dering ponsel Mike menyeruak menandakan ada panggilan masuk.
Mike meraih ponsel di samping kursinya.
"Baiklah tunggu saya di lobi hotel." Mike menjawab suara orang dibalik ponselnya.
Itu adalah panggilan dari sekretaris Mike yang sudah sampai di hotel.
Mike segera turun dan mengunci mobilnya.
Dia berjalan menuju lobi hotel.Dan benar saja sekretarisnya sudah duduk menunggunya di lobi.
"Berkasnya sudah dibawa ?" tanya Mike pada sekretarisnya.
"Maaf Tuan...agenda hari ini hanya memeriksa dan teken kontrak kerja antara perusahaan kita dan Tuan Wellington dengan pihak kontraktor.Jadi untuk berkas berkasnya akan disiapkan oleh Tuan Wellington." jelas sekretarisnya.
"Kalau begitu kenapa tidak dilakukan di kantor kita saja tadi siang ?" Mike menautkan kedua alisnya,
"Tadi siang Tuan Wellington ada keperluan lain.Jadi beliau tidak bisa datang ke kantor kita." sekretarisnya menjelaskan lagi.
"Ya sudah...kita temui Tuan Wellington sekarang." ajak Mike seraya melangkahkan kakinya meninggalkan lobi hotel.
Sekretaris Mike berjalan sedikit di belakang Mike menuju ke kamar Harry.
Setelah mereka sampai...Harry mempersilahkan mereka untuk masuk.
Mereka duduk di ruang TV kamar itu.
"Maafkan saya Tuan Bennings karena sudah merepotkan anda untuk datang kemari." Harry membuka obrolan bisnisnya.
"Boleh saya periksa kontrak kerjanya Tuan Wellington ?" tukas Mike.Mike hanya ingin segera menyelesaikan pekerjaannya.
"Tentu saja Tuan." Harry segera mengambil map berwarna hijau dari dalam tas kerjanya.
Dia menyerahkan berkas itu kepada Mike.
Mike memeriksa berkas itu dengan seksama.Karena dia tidak ingin kerja samanya bermasalah hanya karena keteledoran masalah kontrak kerja.
Setelah dirasa kontrak kerja itu sesuai dengan yang diinginkan.Mike pun segera menandatangani kontrak kerja tersebut.Lalu Mike menyerahkannya kembali pada Harry.
"Terima kasih Tuan Wellington.Saya harap kerja sama ini bisa berjalan dengan lancar." ujar Mike.
"Kalau begitu saya permisi dulu." Mike mengulurkan tangan berjabat tangan dengan Harry.
Harry pun segera membalas jabat tangan Mike dengan senyum bangga.
Mike beserta sekretarisnya segera meninggalkan kamar Harry.
Mike berjalan menuju ke parkiran mobil.sedangkan sekretaris Mike memilih untuk pulang dengan naik taxi yang sudah standby di depan hotel.
Mike melirik jam yang melingkar di tangannya.Dan waktu itu menunjukkan pukul 8 malam.
"Kembali ke rumah sakit apa tidak ya?" Mike bimbang.Disatu sisi dia sangat lelah dan ingin segera pulang.Tapi disisi lain Mike penasaran apakah perempuan yang dia tabrak tadi sudah siuman.
"Besok sajalah aku kesana.Aku sangat lelah." kata hati Mike.
Lalu Mike melajukan mobilnya dari parkiran hotel menuju ke kediamannya.
Sepanjang jalan Mike memutar lagu dari flashdisk miliknya agar pikirannya rileks.
Selama dua puluh menit perjalanan Mike akhirnya tiba di depan sebuah rumah mewah dengan nuansa putih yang terlihat begitu indah.
Ketika sampai di depan gerbang penjaga rumah langsung membukakan pintu gerbang untuk Mike.
Mike masuk memarkirkan mobilnya di sebelah mobil papanya.
Mike langsung masuk ke dalam kamar.Dia lepaskan sepatu dan menaruhnya di rak dekat pintu kamarnya.Lalu dia membuka kancing kemejanya satu persatu hingga semuanya terlepas.Dia lempar kemeja itu ke keranjang pakaian kotor.Lalu dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai mandi Mike merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya yang empuk.
"Lelah sekali rasanya hari ini."Gumamnya lirih.
Tok....Tok....Tok....(suara ketukan pintu dari luar kamar Mike)
"Mike kau di dalam ?" suara seorang wanita terdengar dari balik pintu.
Itu adalah Emma mamanya Mike.
Lalu Emma membuka pintu kamar Mike.
"Turunlah ikut makan malam." suruh Emma yang hanya melongokkan sebagian tubuhnya dari pintu.
"Baiklah ma.Sebentar lagi Mike turun." jawab Mike tanpa beranjak dari tempat tidurnya.
"Mama tunggu dibawah.Segeralah turun." ujar mamanya lagi.
Setelah mamanya menutup kembali pintu kamar Mike, Mike beranjak dan menyeret kakinya keluar kamar menuju ke ruang makan.
Disana sudah ada Papa ,Mama dan Isabel adiknya.
Merekapun menikmati makan malam bersama dengan suasana yang begitu hangat.