
Pagi-pagi sekali Mike sudah terbangun dari tidurnya.Badannya terasa pegal karena posisi tidur yang kurang nyaman.Tapi dia harus segera pulang karena hari ini dia harus ke kantor.
Sampai di rumah Mike segera mandi dan bersiap.Hari ini penampilan Mike sangat berbeda dari biasanya.Biasanya saat ke kantor dia akan mengenakan setelan kemeja lengan panjang yang dilipat hingga ke siku dan celana kain.Tetapi kali ini Mike terlihat sangat casual dengan hanya mengenakan celana jeans hitam dan t-shirt ketat warna maroon yang di balut dengan jaket jeans biru.Tak lupa topi hitam yang bertengger di kepalanya.
Hari ini Mike melewatkan sarapan bersama keluarganya lagi.Yang jelas dia tidak ingin mendapatkan serangan pertanyaan dari orang tuanya.Terutama papanya.Jhon sudah pasti akan melibas Mike jika bekerja dengan pakaian seperti itu.Mengingat Jhon lebih menyarankan pakaian formal untuk bekerja.Setelah selesai bersiap dia segera tancap gas lagi menuju ke kantor.
Sesampainya di kantor semua mata tertuju pada Boss yang penampilannya tidak seperti biasa itu.Memang Mike terlihat lebih tampan dengan penampilannya yang sekarang.Tapi ini jam kerja ! Kalau Bossnya saja mengajari yang tidak baik lantas bagaimana anak buahnya ?
Eits....Jangan salah dulu ! Si Boss hari ini memang tidak berniat ngantor.Dia hanya perlu menanda tangani beberapa dokumen penting yang memang wajib ditandatangani hari itu juga.Sebelumnya dia sudah menghubungi sekretarisnya untuk menyiapkan semua dokumen penting di atas meja kerjanya pagi-pagi sekali.Dan selanjutnya Mike tidak akan ada dikantor karena ada urusan yang jauh lebih penting.Apalagi kalau bukan urusan hati ?
Tak butuh waktu lama urusan Mike dikantor sudah diselesaikan dengan baik.Mike keluar dari gedung megahnya itu dan bergegas melajukan mobil ke sebuah kedai dimana tambatan hatinya bekerja.
Mike memarkirkan mobilnya agak jauh dari kedai.Dia tidak ingin Hannah mengetahui keberadaannya dan kabur sebelum Mike sempat menjelaskan sesuatu.Beberapa jam Mike menunggu di dalam mobil sambil memperhatikan pintu kedai.Tapi sosok Hannah tidak terlihat memasuki kedai itu.
Apa Hannah hari ini tidak masuk kerja ?
Mike masih ingin menunggu.Tiba-tiba ada rasa menggelitik di perutnya yang menandakan perut itu minta diisi.Lalu dia membeli fastfood di restauran yang kebetulan tidak jauh dari tempatnya memarkirkan mobil.
Mike dengan setia menunggu kemunculan Hannah.Mungkin Hannah masuk ke kedai saat Mike tidak memperhatikannya.Hingga saat seorang gadis dengan topi putih keluar dari dalam kedai.Mike memperhatikan gadis itu dengan seksama.
Ya.....itu Hannah !
Mike turun dari mobil dan mengikuti arah langkah Hannah dengan jarak aman.Dia menurunkan ujung topinya agar Hannah tidak mengenalinya.Setelah Hannah terlihat memasuki swalayan Mike berhenti di luar pintu swalayan.Tidak lucu kalau Mike harus mencegat Hannah di dalam swalayan.
Sambil menunggu Hannah, Mike membeli satu cup kopi tidak jauh dari swalayan.Dia bersandar pada dinding sebuah bangunan di sisi kanan swalayan itu.
Tidak jauh dari tempatnya berdiri dia melihat sosok berbadan tinggi tegap yang sedang bersandar pada tiang lampu.Dialah Harry.Tapi sepertinya Harry tidak mengenali Mike dengan penampilan seperti itu.Dan Mike juga tidak ingin dikenali.
Lalu terlihat Harry bergerak ke arah swalayan ketika seorang gadis yang berjalan menunduk sambil membenarkan posisi topi putihnya keluar dari pintu swalayan.
Mike hanya memperhatikan dari tempatnya tadi.Harry terlihat menghalangi jalan gadis itu yang tak lain adalah Hannah.
Harry ? Hannah ? Apa mereka saling kenal ?
Mike mengingat-ingat ketika dulu Harry pernah mengatakan tidak mengenal gadis yang sedang kerepotan membawa kardus sewaktu Harry makan siang dengan Mike.
Kenapa Harry berbohong ?
Mike terus memperhatikan gerak gerik Harry.Dan amarah Mike tersulut ketika dengan kasar Harry menarik lengan Hannah dan memojokkannya ke dinding lalu membekap mulut gadis itu.
Kepala Mike seakan mendidih melihat kejadian itu.Gemelutuk giginya terdengar jelas.Tidak rela gadis yang dia cintai diperlakukan dengan kasar.
Mike hendak berlari dan segera menghajar Harry.Namun langkah kakinya terhenti ketika seseorang yang dia kenal dengan cepat dan penuh amarah mendorong kasar tubuh Harry hingga laki-laki itu terpental.
Joe !
Seketika Mike memundurkan langkahnya.Ada perasaan yang sulit dia pahami ketika melihat Joe datang menyelamatkan Hannah. Cemburu ! Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaannya.Namun disisi lain dia juga merasa lega karena Hannah sudah aman bersama Joe.
Dari tempatnya berdiri dia bisa dengan jelas mendengar teriakan Joe.
Meskipun ada rasa nyeri yang menusuk dadanya saat melihat Joe begitu protektif terhadap Hannah,namun terselip rasa tenang dalam hatinya.Joe akan selalu melindungi Hannah.
Amarah Joe yang meledak-ledak sudah cukup membuktikan kalau Joe tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Hannah.
Hingga saat telinganya mendengar kalimat yang membuatnya seperti tertimpa gedung pencakar langit yang runtuh.
"Aku calon suami Hannah ! Sekali lagi kau menghinanya dengan mulut kotormu itu aku tidak akan segan untuk menghabisimu !"
Urat-urat di wajah dan tangannya sangat jelas telihat dibarengi dengan kepalan tangan yang begitu kuat.
Panas kopi yang menghujani tangannya pun sama sekali tidak berarti dibandingkan dengan panas yang dirasakan dalam hatinya.
Dan ketika Joe menggandeng tangan Hannah meninggalkan Harry yang masih tersungkur di tanah, itu menambah rasa sakit yang dia rasakan menjadi semakin dalam.
Ribuan belati terasa menghujam tepat di jantung Mike.Pikirannya benar-benar kacau.Kata-kata Joe terngiang nyaring dalam otaknya.Membuat laki-lak itu tidak bisa mengendalikan emosinya lagi.
Mike kembali ke mobilnya.Dia tancap gas dan dengan gila-gilaan mengemudikan mobil itu ke jalanan.
Umpatan dan teriakan menggema di dalam mobil itu.Mike tidak peduli lagi dengan keselamatannya.Yang ingin dia lakukan hanyalah melajukan mobilnya itu dengan kecepatan penuh.
Dia yang baru saja ingin meluruskan permasalahannya dengan Hannah harus menerima kenyataan jika orang yang dia cintai akan menjadi milik temannya sendiri.Meskipun dia sempat meyakinkan dirinya bahwa Joe bisa membahagiakan dan menjaga Hannah.Tetapi dia belum siap kalau harus secepat ini kehilangan harapan atas cintanya.Dia belum rela melepaskan harapan untuk mendapatkan gadis yang dia cintai.
"Berengsek !!! Aaaaaarrrrggghhhhhh.....!!!!"
Mike memukul-mukul kemudi mobil itu dengan penuh amarah.
Dirinya kini telah dikuasai oleh amarah yang terang-terangan telah membakar jiwanya.Bahkan jika harus mati sekalipun dia tidak peduli.Ini kali pertama dia merasa benar-benar hancur.Jatuh terpuruk ke dalam jurang yang paling dalam.
Mike masih melajukan mobilnya hingga jarum speedo menunjuk pada kecepatan maksimum.
"Kalau aku harus mati sekarang pun aku tidak akan menyesal !" Teriaknya.
Beberapa kali dia hampir menabrak mobil pengendara lain.Namun dia tidak gentar.Mike tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah arus kendaraan yang kebetulan sedikit lengang karena masih dalam jam kerja.
Bibir Mike tak henti mengeluarkan kata-kata kasar yang selama ini tidak pernah dia ucapkan.Segala sumpah serapah meluncur dengan mulusnya dari bibir itu.
Hancur ! Hancur ! Hancur !
Hati Mike benar-benar telah hancur berkeping-keping.
Kaki Mike tak bergeming sedikitpun dari pedal gas.Sementara pedal rem sama sekali tidak tersentuh.
Hingga akhirnya laju mobil itu membawanya ke area pertamanan yang sedang di bangun.
Laju mobil itu menjadi sedikit oleng ketika memasuki jalanan yang tidak rata akibat pembangunan yang belum selesai.Mike tampak kesulitan mengendalikan mobil itu.Tapi sama sekali tidak terlihat rasa takut dari sorot matanya.Dia tetap menginjakkan kakinya di pedal gas.Hingga akhirnya....
CIIIIIIITTTTTT.....!!!! BRAAAAKKKK....!!!!!
Mobil yang di kendarai Mike terjerembab dan masuk ke dalam semak serta menabrak pohon-pohon kecil yang tampak belum lama ditanam.
Kepulan asap muncul dari balik kap mobil.Sementara pengemudinya terlihat tidak sadarkan diri di balik kemudi dengan darah segar yang mengalir di pelipis dan hidungnya.
.
.
.
.
.
Bersambung