
"Tuan Bennings sudah memasuki gedung !" Seru salah satu karyawan di kantor cabang ketika melihat Mike mulai menginjakkan kakinya di pelataran bangunan itu.Semua karyawan menyambut kedatangan Mike di lobi.Mereka berdiri sambil menundukkan kepala.
Mike berjalan dengan langkah pelan tapi tetap terkesan tegas.Jangan tanya bagaimana dia memasang air mukanya.Yang jelas bukan wajah tampan dan ramah ! Aura kelam menyelimuti seisi gedung.
Dengan bekas jahitan di pelipis kanan dan lebam yang masih kentara di pangkal hidungnya sungguh membuat wajah Mike begitu menakutkan.Ditambah lagi ekspresi acuh tak acuh yang memancar dari wajah itu.Tatapan matanya seperti seekor elang yang siap menerkam mangsanya.
"Selamat siang Tuan !" Sapa manager Kim sambil berdiri membungkuk member hormat.
Reaksi Mike ?
Jelas tidak ada reaksi apapun.Melirik saja tidak.Mike benar-benar berubah.
Mike melangkahkan kakinya langsung menuju lift.Manager Kim yang tadi ikut menyambut di lobi segera ambil langkah mengikuti atasannya tersebut.
Tanpa di komando manager itu menekan tombol yang bertuliskan angka 5.Di lantai 5 inilah ruang kerja Mike di cabang itu.
Pintu lift terbuka.Mike diikuti manager Kim bergegas melangkah keluar dari lift.
Mike masuk ke ruang kerja dan diatas meja kerjanya sudah ada setumpuk laporan yang akan dia periksa.
Mike duduk di balik meja kerja dan manager itu duduk di hadapan Mike.
"Ini semua laporan yang Tuan minta." Kata manager Kim.
Tanpa bicara sepatah kata pun Mike mulai membuka laporan itu satu persatu.
Mike terlihat kesal saat membaca isi laporan itu.
"Bagaimana bisa ini sampai terjadi ?! Kau tau berapa kerugian perusahaan kita kalau sistemnya seperti ini ?!"
Mike menggebrak meja.Membuat laki-laki yang ada di hadapannya langsung menunduk takut dengan amarah Mike.
"Harusnya kau melaporkannya padaku sejak awal !" Teriak Mike.
Manager itu bagaikan seekor kelinci dihadapan seekor singa yang lapar.
"Ma-maafkan saya Tuan.Saya lalai."
"Aku sendiri yang akan membereskan masalah ini.Kau lakukan saja perintahku." Nada suara Mike lebih rendah.
"Baik Tuan."
"Lanjutkan pekerjaanmu !"
"Baik Tuan.Saya permisi." Manager Kim menunduk lalu berbalik dan keluar dari ruangan Mike.
Mike memeriksa lebih banyak laporan kecurangan yang dilakukan oleh mitra bisnisnya.Amarah Mike semakin berapi-api setelah selesai memeriksa semua laporan itu.
"Kurang ajar ! Berani sekali bermain kotor denganku ! Lihat saja kalau kau tidak hancur di tanganku, jangan panggil aku Mike Bennings !" Kata Mike dengan penuh penekanan sambil menggebrak mejanya.
Mike duduk bersandar pada kursi kerjanya.Kepala Mike terasa berat.Selain karena banyaknya masalah yang harus dia hadapi juga karena efek kecelakaan yang belum pulih.
Mike mengambil gelas berisi air putih di atas meja dan meneguknya untuk mengurangi penat di kepalanya.Tak lupa dia meminum obat pereda nyeri untuk menekan rasa sakit yang dia rasakan.
***
Di kantor pusat
Jhon menghandle beberapa pekerjaan Mike yang ada disana.Tapi dia sama sekali tidak mengetahui masalah apa yang sedang ditangani Mike.
Jhon keluar dari ruangannya dan menemui sekretaris.Sekretaris itu tampak begitu gugup saat Jhon mulai mendekat.Dia takut Jhon akan menanyakan perihal perintah Mike kepadanya.
"Jane....apa jadwal Mike hari ini ?" Tanya Jhon pada sekretaris itu.
"Tuan Mike ada kunjungan ke kantor cabang di kota X Tuan.Beliau mendapat laporan ada permasalahan di cabang itu." Jawabnya.
"Luar kota ? Kenapa kau tidak mencegahnya ? Kesehatannya belum pulih !"
Siapa coba yang berani mencegah si Boss yang sudah menjelma seperti lucifer itu ?!
"Ma-maaf Tuan.Tuan Mike bersikeras ingin menyelesaikan masalah itu sendiri."
Jhon menghela nafas.
"Ya sudah.Lanjutkan kembali pekerjaanmu." Jhon kembali ke ruangannya.
Jhon masih belum bisa memahami jalan pikiran Mike.Dalam kondisi sakit seperti itu dia nekat ke luar kota sendiri tanpa supir.Seberapa besar masalah yang ada di cabang hingga dia harus turun tangan sendiri walaupun sedang sakit ?
"Sebenarnya apa yang kau sembunyikan Mike ? Kenapa sikapmu jadi begini ?" Jhon berdiri di dekat jendela dengan pandangan menerawang jauh entah kemana.
***
Mike masuk ke kamar hotelnya jam 11 malam.Dia merasa sangat lelah karena pekerjaan yang sangat banyak selama di cabang.Seandainya bisa mengadu, tubuhnya sudah pasti akan berontak.
Bukan tanpa sebab.Mike sengaja memforsir tubuhnya agar bisa melupakan luka di hatinya.Mike tidak ingin terlalu banyak waktu untuk memikirkan Hannah.Jadi sebisa mungkin dia mencari kesibukan yang kiranya memakan banyak waktu.
Selepas mandi dan berganti pakaian Mike merebahkan tubuhnya diatas ranjang.Luka di kepalanya masih terasa sakit.Namun Mike enggan untuk membalutkan perban lagi di lukanya.
Meskipun tubuhnya sudah sangat lelah, pikirannya masih berseliweran kemana-mana.Lagi-lagi kata-kata Joe yang menyatakan bahwa dirinya adalah calon suami Hannah mengganggu pikirannya.Hingga membuat kepala Mike terasa sangat sakit.
"Aakh....!" Mike menahan rasa sakit di kepalanya.Dia bangkit dari tidurnya dan mengambil obat penghilang nyeri.Obat itu dalam sekejap sudah masuk ke tubuh Mike.Tanpa obat itu mungkin Mike sudah tumbang.
Setelah minum obat Mike kembali membaringkan tubuhnya di ranjang hingga dia benar-benar bisa tertidur.
Keesokan harinya Mike kembali ke kantor cabang untuk meneruskan pekerjaannya yang belum terselesaikan kemarin.
Mike menelpon sekretarisnya di kantor pusat untuk menanyakan perihal pekerjaan yang kemarin dia berikan.
"Sudah berapa persen ?" Tanya Mike pada sekretarisnya.
"Sudah 50% Tuan."
"Lakukan semua sesuai perintahku dan jangan sampai ada kesalahan sedikitpun ! "
"Baik Tuan."
Mike menutup telponnya.Tersenyum puas.
Mike menyelonjorkan kedua kakinya keatas meja sambil menyandarkan kepala pada sandaran kursi kerjanya.Dengan satu kaki diatas kaki satunya lagi.
"Kita lihat seberapa besar pengaruh Mike Bennings pada hidupmu !" Seringai Mike.
Entahlah...Mike sepertinya benar-benar berubah.Amarahnya telah membuat dia menjadi orang yang kejam.Bahkan orang yang mencari masalah dengannya akan dia hancurkan hingga tak bersisa.
Mike memanggil manager Kim melalui intercom diatas mejanya.
Tok...Tok...Tok...!!
"Masuk !"
Manager Kim masuk dengan tergopoh-gopoh.Kepalanya menunduk karena takut terkena amukan dari atasannya.
"Duduklah !" Perintah Mike datar.
Manager Kim menarik kursi di depan meja Mike dan duduk disana masih dengan kepala tertunduk.
"Aku akan kembali ke kantor pusat hari ini.Lakukan pekerjaanmu seperti biasa."
Kata Mike dengan tatapan yang menyiratkan banyak makna.
"Ba-baik Tuan."
"Aku sudah membereskan serangga kecil yang mencoba bermain-main denganku.Kalau hal sepele seperti ini terulang kembali aku tidak akan memaafkanmu !" Seru Mike sambil menunjuk manager Kim dengan telunjuknya.
"Te-terima kasih Tuan.Saya berjanji hal seperti ini tidak akan terulang lagi."
Manager Kim bernafas lega dalam hatinya.
Setelah urusannya dengan manager Kim selesai Mike bergegas meninggalkan kantor cabang dan akan segera kembali ke kotanya.
Mike mulai melajukan mobil sportnya meninggalkan kota X.Kali ini dengan kecepatan sedang.Tiba-tiba kepala Mike terasa sangat sakit.Dia menepikan mobilnya dan beristirahat sejenak.
Saat seperti ini yang menjadi andalannya hanyalah obat penghilang rasa nyeri.Dia bahkan tidak meminum obat yang diberikan dokter karena dia merasa tidak membutuhkannya.
Setelah dirasa sakitnya mereda, Mike kembali melajukan mobilnya.Hingga sampailah dia di kota tempat tinggalnya.
Mike tanpa sadar melajukan mobilnya ke arah kedai tempat Hannah bekerja.Mike memarkirkan mobilnya di seberang jalan.Dan tak berselang lama Hannah keluar dari dalam kedai.Tentunya dia akan pulang karena jam kerjanya sudah selesai.
Penampilan seperti biasa.Rambut di cepol keatas , sepatu kets , celana jeans , sweater , dan tas selempang. Itu sudah seperti menjadi ciri khas Hannah saat kerja.
Mike memperhatikan gadis itu dari dalam mobil.Seulas senyum tanpa sadar mengembang di wajah laki-laki itu.Senyum yang tak bertahan lama.
Karena dia sadar posisinya sekarang seperti apa.Dan itu membuatnya kesal.
Mike memukul kemudi mobilnya dan melajukan mobilnya kembali dengan penuh kekesalan.