
Beberapa hari berlalu.Hannah sudah pulih seperti sedia kala dan sudah mulai bekerja kembali.
Hannah mendapat undangan makan malam lagi dari Melly.Dan kali ini Joe sendiri yang akan menjemputnya.
Malam harinya Hannah tengah bersiap-siap untuk makan malam.Seperti biasa dia berdandan dengan make up natural.Dia menyanggul rambutnya dan membiarkan sedikit rambutnya di bagian samping terurai seperti spiral.
Joe menjemputnya tepat jam 7 malam.
Hannah bergegas keluar rumah saat mendengar suara deru mobil Joe berhenti di depan rumahnya.
Joe turun dari mobil dan berjalan memutar untuk membukakan pintu mobil untuk Hannah.
"Silahkan Nona !" seru Joe dengan senyum jenakanya.
"Apa sih ?" Hannah tersenyum melihat tingkah Joe yang seolah dia adalah sopir Hannah.
Hannah pun masuk ke dalam mobil.Joe menutup pintu samping mobil dimana Hannah duduk dan dia segera berjalan memutar lagi menuju kursi pengemudi.
Mobil itu segera melesat ke jalanan menuju rumah mewah bak istana dimana seorang pangeran tampan hanya tinggal berdua dengan sang ratu.Hehehe....
"Kau cantik sekali malam ini Hannah." Joe mulai melontarkan pujian untuk Hannah.
"Kau juga tampan Joe." Hannah membalas pujian Joe dengan senyum jenaka.
"Sekarang sudah bisa menggombal ya.Kebanyakan bergaul dengan Eve.Jadinya seperti ini." Kata Joe diselingi tawa kecil.
Hannah tertawa.Karena memang bergaul dengan Eve sedikit banyak mempengaruhi gaya bercandanya.Hannah yang awalnya sangat pendiam sekarang jadi lebih suka bercanda.
Mobil yang mereka tumpangi telah sampai di rumah Joe.Mereka berdua turun dan segera masuk ke dalam rumah.
"Hannah sayang.....kau sudah datang ! Kau cantik sekali !" Suara Melly terdengar nyaring menyambut kedatangan Hannah.Senyum ramah dan hangat pun terpancar dari wajahnya.
Hannah membalas senyuman Melly dan segera mendekat pada Melly yang sudah mengulurkan kedua tangannya untuk memeluk Hannah.
"Sudah lama Tante tidak melihatmu.Kau sehat-sehat saja kan ?" Pertanyaan Melly membuat Joe dan Hannah saling pandang memberi kode untuk menjawab dengan jawaban yang sama.
"Sehat Tante.Tante sendiri apa kabar ?" Hannah balik bertanya.
"Kabar Tante sangat baik !" Jawab Melly penuh semangat.
Mereka bertiga berjalan menuju ke ruang makan.Hannah memang sangat merindukan sosok seorang ibu dalam hatinya.Semasa ibunya hidup Hannah tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang.Sama seperti Melly,Ibu Hannah juga seorang yang penyayang dan hangat.Dan itu yang membuat Hannah merasa nyaman ketika dekat dengan Melly.
Makan malam berlangsung dengan suasana yang hangat.Masakan Melly memang juara.Hannah bahkan sangat menyukainya.
Selesai makan mereka berpindah ke ruang keluarga untuk mengobrol.
Mereka bertiga begitu asyik mengobrol hingga menimbulkan kesan kalau mereka adalah satu keluarga yang sangat bahagia.
Ponsel Joe tiba-tiba berdering di tengah-tengah obrolan.
"Ma.....Joe terima telpon dulu ya." Pamit Joe yang segera beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan ruang keluarga.
Melly dan Hannah masih tampak asyik mengobrol.
"Tante....terima kasih ya." Ucap Hannah.Tiba-tiba raut wajahnya menunjukkan kesedihan.
Melly yang tanggap dengan ekspresi Hannah segera menggeser duduknya lebih dekat dengan Hannah.
"Kenapa wajahmu murung Sayang ?"
Hannah mengangkat wajahnya lalu tersenyum sendu.
"Hannah hanya teringat dengan Ibu,Tante.Kebaikan Tante kepada Hannah membuat Hannah teringat dengan Ibu semasa hidup dulu." Kata Hannah.
Melly memeluk Hannah.
"Sayang....!"
Melly melepas pelukannya dan mengusap lembut pipi Hannah.
"Kalau kau mau kau bisa anggap Tante seperti ibumu sendiri Sayang."kata Melly kemudian.
Hannah tak kuasa menahan air matanya karena terharu.Melly benar-benar menyayanginya seperti anaknya sendiri.
"Terima kasih Tante." Hannah memeluk Melly.
Mereka larut dalam suasana haru untuk sementara waktu.
"Sayang....bagaimana kalau malam ini kau menginap disini saja ?" Melly sangat ingin Hannah menginap disana.
"Tapi Tante....Hannah merasa tidak enak dengan Joe." Hannah berusaha menolak dengan halus.
"Jangan pikirkan dia.Ini urusan kita berdua.Urusan sesama perempuan."Melly mengedipkan matanya sambil tersenyum masa bodoh dengan Joe.
"Jangan tapi-tapi...malam ini Hannah akan menginap disini.Oke !" Melly memaksa.
Hannah terpaksa mengiyakan.
Joe kembali ke ruang keluarga setelah selesai menerima telpon.
Lalu dengan semangat Melly memberitahu Joe kalau Hannah akan menginap di rumahnya malam ini.
Joe memandang Hannah dan Hannah memandang balik Joe sambil memberi kode kalau Melly memaksanya.
Joe tersenyum mengerti dengan maksud Hannah.
"Mama akan menyuruh Bibi untuk membersihkan kamar tamu dulu." Melly beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan Joe dan Hannah.
"Tante Melly memaksaku untuk menginap disini." Hannah setengah berbisik.
"Maaf ya...kalau Mama sedikit pemaksa." Joe merasa tidak enak dengan Hannah.
"Aku merasa tidak enak denganmu.Harusnya kan ini acara makan malam saja.Tapi malah jadi menginap segala.Lagipula aku juga tidak bawa baju ganti." Hannah merasa bingung.
"Tanang saja nanti aku pinjamkan baju ganti pada Mama." Kata Joe.
***
Hannah sudah berada di kamar tamu dan sudah mengganti bajunya dengan piyama Melly yang terlihat sedikit kebesaran di tubuh Hannah.
Kamar tamu itu sungguh besar.Hannah duduk di tempat tidur sambil melihat ke sekeliling.Pandangannya mengitari seluruh ruangan.Kamar tamu saja dipenuhi dengan interior mewah.Apalagi kamar yang punya rumah.Batin Hannah.
Malam semakin larut tapi Hannah belum juga bisa tidur.Hannah berguling-guling mencari posisi yang nyaman untuk tidur.Tapi tetap saja mata yang terpejam hanya sebatas terpejam saja.Tidak bisa terlelap.
"Tidur di kamar mewah seperti ini saja aku tidak bisa tidur.Lebih nyaman di kasur kecilku." Gumam Hannah sambil memeluk guling.
Hannah turun dari tempat tidur karena tak kunjung bisa terlelap.Dia keluar dari kamar tamu dan berjalan menuju ke dapur untuk mengambil minum.Para pembantu di rumah itu sudah tidur di kamar belakang.Rumah yang sebesar itu terasa sangat sepi.Dengan pencahayaan yang minim karena lampu utama sudah dipadamkan semua,membuat suasana temaram dalam rumah itu menjadi semakin cantik.
Hannah sampai di depan lemari es besar di dapur.Dia membuka pintu lemari es dan mengambil sebotol air mineral dari dalamnya.
Hannah berjalan kembali menuju kamar tamu.Namun langkahnya terhenti saat Hannah melihat satu ruangan dengan pintu yang sedikit terbuka dimana cahaya dalam ruangan itu masih terlihat terang benderang.
Hannah berjalan mendekati ruangan itu.Ketika sampai di depan pintu,Hannah melihat Joe yang terlihat masih sibuk bekerja.Ya...itu adalah ruang kerja Joe.
Hannah memperhatikan Joe dari balik pintu.Joe terlihat serius sekali dengan pekerjaannya.
"Sudah larut begini Joe masih sibuk bekerja.Kapan dia istirahat ?" Gumam Hannah.
Hannah tidak berani menggangu pekerjaan Joe.Dia hanya memperhatikannya diam-diam.
"Joe orang yang sangat baik.Aku beruntung bisa mengenalnya.Tanpa Joe mungkin aku tidak akan bisa bertahan sampai saat ini." Wajah Hannah berubah sendu.
Dia mengingat betapa Joe sangat perhatian dengan dirinya.Disaat dia merasa terpuruk Joe akan selalu ada untuknya.Bahkan Joe adalah orang pertama yang membuatnya tersadar kalau tidak semua laki-laki sama dengan Harry.Selama kenal dengan Joe,Hannah merasa sangat dihargai.Joe tidak pernah membuat Hannah merasa takut untuk dekat dengannya.Menurut Hannah,Joe adalah sosok yang bisa mengerti dirinya.Bahkan setelah mengetahui masa lalu Hannah,sikap Joe tidak berubah sedikitpun terhadapnya.Dan itu membuat Hannah merasa seperti menemukan sandaran disaat dia rapuh.
Lamunan Hannah buyar ketika Joe membuka pintu ruang kerjanya.
Hannah jadi gugup dibuatnya.
"Hannah...apa yang kau lakukan disini ? Kenapa tidak beristirahat ?" Tanya Joe yang terkejut melihat Hannah tengah melamun di depan pintu ruang kerjanya.
"Aku.....tadi dari dapur mengambil air minum.Lalu aku melihat pintu ini terbuka...." jawab Hannah sambil menunjukkan botol air mineral pada Joe.
"Owh....ya sudah.Sebaiknya kau cepat istirahat.Jagalah kesehatanmu.Jangan sampai sakit lagi." Saran Joe.
Hannah mengangguk dan berbalik lalu berjalan kembali ke kamar tamu.
*
*
*
*
*
Hai readers tersayang....biar tidak ketinggalan update ceritanya aktifkan tombol favorit ya.
Karena author tidak bisa menjanjikan waktu update nya.
Setiap satu episode done akan langsung author update.
Jangan lupa tinggalkan jejak like n vote ya.....terima kasih😊😊😊