
Pada hari yang dijanjikan Hannah,Mike datang ke kedai.
Masih di dalam mobil.
"Masuk tidak ya."Mike ragu.Jari-jarinya bergantian mengetuk-ngetuk pelan kemudi mobil.
"Masuk sajalah." Mike mebulatkan tekadnya dan segera turun dari mobil.
Mike melangkahkan kakinya masuk ke dalam kedai.Sempat berhenti sebentar di ambang pintu.Matanya melihat sekeliling.
"Dimana dia ?" Hannah tidak tampak dalam pandangannya.
"Tuan...maaf Anda menghalangi jalan." suara Eve mengagetkan Mike.
"Maaf." Mike berjalan masuk ke dalam.Dia masih mencari-cari keberadaan Hannah.Lalu dia duduk di salah satu kursi.
Eve berjalan mendekati tempat duduk Mike.
"Pesan apa Tuan ?" tanya Eve sambil memegang pulpen dan nota.
Eve heran melihat Mike yang gagal fokus dan seperti sedang mencari sesuatu.
"Ah...Iya....kopi pahit saja." jawab Mike gelagapan.
"Apa Anda sedang menunggu seseorang ?" Eve mengantisipasi.
"Eh..Iya." jawab Mike singkat.
"Oke." Eve meninggalkan Mike yang masih tampak celingukan.
Hannah berjalan keluar dari arah belakang.Pandangan Hannah berhenti pada seorang laki-laki dengan kemeja biru muda sedang duduk membelakangi dirinya.Lengan panjang kemeja yang terlipat hingga siku membuat penampilan laki-laki itu semakin maskulin.Hannah langsung mengenali laki-laki itu adalah Mike.
Hannah berjalan melewati Mike.Seketika Mike menoleh kepada Hannah.Dia membiarkan Hannah lewat begitu saja.
Di balik meja kasir Eve memanggil Hannah pelan.
"Hannah....Tuan Tampan itu sepertinya sedang mencari seseorang.Dari tadi aku perhatikan dia celingukan." bisik Eve.
Hannah hanya tersenyum mendengar bisikan Eve.
"Dia pesan kopi pahit." tambah Eve.
Hannah langsung membuatkan pesanan Mike tanpa menjawab apapun perkataan Eve.Lalu dia membawa secangkir kopi pahit diatas nampan menuju ke meja Mike.
"Tunggulah disini.Aku akan mengambil rompimu." ucap Hannah sambil menurunkan cangkir kopi dari nampan.
Mike tidak menjawab apa-apa.Dia hanya memandang Hannah dengan wajah datar.
Setelah meletakkan cangkir di hadapan Mike,Hannah pergi ke balik meja bar dan meletakkan nampan disana.
"Aku keluar sebentar." katanya pada Eve.
Saat dia hendak membuka pintu kedai,tangan kekar Mike terlebih dulu mendorong pintu itu.
"Aku akan ikut." kata Mike.
Hannah mendongak memandang wajah Mike yang jauh lebih tinggi darinya.
Tangannya yang menahan pintu agar tetap terbuka membuat dada Mike berada tepat di samping wajah Hannah.
"Ya Tuhan....aroma tubuh ini..." Hannah berusaha sekeras mungkin untuk tidak terhanyut.
Hingga satu suara merusak momen indah itu.
"Ehem...Tuan...Nona...Anda menghalangi jalan." ternyata itu suara Eve dari balik meja kasir.
"Apa-apaan mereka ini?! "gumam Eve.Lalu matanya tertuju pada selembar uang kertas dibawah secangkir kopi yang masih utuh diatas meja.
Hannah dan Mike segera tersadar dari adegan mereka di ambang pintu dan berjalan keluar kedai.
"Kau tunggu disini saja." kata Hannah yang berjalan di depan Mike.
Tanpa menjawab Mike menarik tangan Hannah dan berjalan menuju mobilnya.
Mike membuka pintu mobil untuk Hannah dan menyuruhnya masuk.
Hannah sedikit kesal karena menurutnya Mike suka memaksa.Namun dia tetap masuk ke dalam mobil.
Mike berjalan ke sisi lain mobil dan masuk ke dalamnya.
"Rumahmu jauh.Aku tidak punya waktu sebanyak itu." kata Mike sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Benar juga.Dia pasti orang yang sangat sibuk." Batin Hannah.Dia merasa sudah salah paham terhadap Mike.
Di dalam mobil suasana begitu hening.
Benar-benar canggung.Hannah menundukkan pandangannya.Mike pun tetap fokus mengemudikan mobilnya.Sesekali Mike melirik Hannah.
Sampai di depan rumah Hannah segera turun.Dia berlari kecil masuk ke dalam rumah.
Hannah mengambil rompi Mike yang sudah dia cuci dari dalam kamar.
Dengan membawa rompi warna hitam Hannah berlari keluar rumah.
ĢUBRAK...!!!
Hannah tersandung kakinya sendiri.Beruntung dia tidak jatuh ke tanah.Tubuh kekar Mike menopang tubuh kecil Hannah.Dan dengan spontan Hannah mengeratkan pegangannya di lengan Mike.
Kini Hannah dan Mike beradu pandang.Hannah merasakan detak jantungnya begitu cepat.Berada sedekat itu dengan Mike benar-benar membuat seluruh tubuhnya kaku.
Mike tetap tak bergeming dari tatapannya.Meskipun itu reaksi spontannya untuk menahan tubuh Hannah agar tidak jatuh,tapi dia merasakan hawa panas dalam tubuhnya meningkat.