
Melly, Hannah dan Joe terlihat sangat akrab dan asyik mengobrol.Mereka bahkan hampir melupakan kalau di rumah mereka masih dipenuhi tamu undangan.
Pemandangan yang menyenangkan bagi Melly ketika dia melihat putranya beberapa kali kedapatan memandang Hannah tanpa berkedip.
Hingga seorang wanita menghampiri mereka untuk berpamitan pulang.
"Wah....wah....wah.....kalian kompak sekali.Apakah ini calon istri Jonathan ?" celetuk wanita teman Melly itu sambil memandang Hannah yang duduk di sebelah Melly.
Hannah dan Joe sontak membulatkan mata mereka dan jadi gugup.Mereka dengan cepat menyanggah pertanyaan itu.
"Bukan !" jawab Joe dan Hannah serentak.
"Tuh kan kompak sekali." wanita itu tertawa mendengar jawaban mereka yang bisa kompak itu.
Sedangkan Melly hanya bisa tersenyum dengan harapan tersembunyi.
Hannah dan Joe jadi malu sendiri.Mereka salah tingkah.
"Sudah...jangan salah tingkah seperti itu...Aku pamit dulu ya Mell.Benar-benar pesta yang menyenangkan."wanita itu akhirnya meninggalkan mereka bertiga.
Sepeninggal teman Melly itu Hannah baru menyadari ternyata pakaian yang mereka bertiga kenakan mempunyai warna yang senada.Warna abu-abu.
"Maksudnya Tante Melly apa ya memberiku gaun ini ?" gumam Hannah dalam hati.
Joe dan Hannah menjadi sangat canggung.
"Kenapa harus ada pertanyaan seperti itu." Joe masih berusaha menepis rasa canggungnya.
"Aku jadi merasa tidak enak dengan Joe." batin Hannah.
Melly hanya memperhatikan dua orang yang sedang duduk bersamanya itu secara bergantian.Tidak ada sepatah katapun yang terucap diantara mereka.
Terlintas di pikiran Melly untuk menjahili mereka.
"Apa kalian bersedia untuk menikah ?" celetuk Melly yang membuat kedua orang itu jadi makin salah tingkah.
"Mama...!" Joe setengah berteriak.
"Hahahaha......Mama hanya bercanda.Kenapa kalian jadi salah tingkah seperti itu ?!" Melly tertawa dengan tidak merasa bersalah telah membuat mereka berdua senam jantung.
Hannah hanya diam tersipu dan malu karena mengira Melly serius dengan kata-katanya.
Joe pun bernafas lega karena Mamanya hanya bercanda.
Tak lama suasana canggung itupun mencair.Satu persatu para tamu berpamitan meninggalkan kediaman Melly.Hingga yang tertinggal disana hanya Melly Joe dan Hannah beserta beberapa pelayan dan pekerja EO.
Merasa dirinya sudah tidak perlu disana lagi,Hannah pun berpamitan untuk pulang.
"Saya juga pamit pulang dulu ya Tante.Terima kasih telah mengundang saya ke pesta Tante." pamit Hannah.
Melly hendak mengatakan sesuatu tetapi terhenti saat mendengar perkataan Joe.
"Biar aku antar." kata Joe.
Melly pun tersenyum bahagia karena putranya sangat peka.
Hannah tidak menolak dan setelah berpamitan pada Melly mereka berdua segera meninggalkan rumah itu.
Joe mengantar Hannah dengan mobil suv yang biasa dia kendarai.
Hannah tidak menyangka dibalik penampilan Joe yang terlihat begitu sederhana ternyata dia adalah seorang presdir di salah satu perusahaan besar di kota itu.Bahkan kemewahan rumahnya sama sekali tidak tampak pada pribadi Joe.Siapa yang menyangka seorang presdir hanya mengendarai sebuah mobil suv untuk kesehariannya.Bukan mobil mewah seperti yang dipakai mamanya.Hannah mengira kalau Joe adalah karyawan biasa di perusahannnya.
"Hannah....aku mau berterima kasih padamu." kata Joe di dalam mobil.
"Untuk apa ?" Hannah santai menjawabnya.
"Berkat dirimu....Mama bisa berubah seperti dulu lagi."
"Kenapa bisa begitu ? Aku tidak melakukan apa-apa." Hannah berusaha mencari informasi.
Joe tersenyum lalu menjelaskan pada Hannah.
"Semenjak papa meninggal mama jadi berubah.Mama jarang berada di rumah untuk menghilangkan kesedihannya.Bahkan mama tidak mempedulikanku.Tapi aku tau sebenarnya mama hanya merasa sangat sedih atas kepergian papa."
Joe menghela nafas mengingat betapa kesepiannya dia tanpa mamanya.
"Lalu Bibi bercerita kalau semenjak ada Nona Muda yang datang untuk makan malam bersama mama....sikap mama jadi berubah.Mama lebih sering di rumah dan mulai beraktivitas di rumah seperti dulu lagi.Sayangnya waktu itu aku tidak tau kalau Nona Muda yang dimaksud itu adalah dirimu Hannah." Joe tersenyum.
Hannah mendengarkan tanpa menyela sepatah katapun.Dia hanya berpikir bagaimana bisa dirinya membuat Melly berubah seperti itu.Meskipun Melly pernah bercerita sedikit tentang keegoisannya terhadap putra semata wayangnya yang bernama Jonathan.Tetapi Hannah tidak mengira hal itu akan berpengaruh besar pada keluarga Joe.
"Jadi....namamu Jonathan ?" Hannah melirik Joe dengan senyum tipisnya.Dia baru tau nama asli Joe adalah Jonathan.
Joe tertawa.
"Hahaha.....aku kurang suka dipanggil dengan nama itu.Jadi tetaplah panggil aku Joe."
"Oke....oke...." saut Hannah.
Setelah berkendara selama 30 menit akhirnya mereka sampai di rumah Hannah.Setelah menurunkan Hannah,Joe segera kembali ke rumahnya.
***
Sesampainya di rumah Joe masih mendapati Melly duduk di sofa menunggu dirinya.Melly sudah mengganti gaunnya dengan piyama.Para pelayan dan juga pekerja EO pun sudah hampir menyelesaikan pekerjaan mereka untuk membereskan sisa pesta tadi.
"Joe....kau sudah pulang." sapa Melly yang melihat Joe masuk melalui pintu utama.
"Mama kenapa belum istirahat ?" Joe berjalan mendekati mamanya.
"Mama menunggumu.Cepat bersihkan badanmu ! Mama tunggu disini." perintah Melly.
"Ini sudah larut malam Ma.Memangnya mama mau bicara apa sih ?" Joe berusaha menghindari pembicaraan dengan mamanya.Karena perasaannya tidak enak dengan apa yang ingin dibicarakan oleh mamanya itu.
Melly melihat jam yang menempel di dinding ruangan itu.Memang sudah larut malam.Melly menyerah.Dia membiarkan anaknya itu untuk segera beristirahat.Dan dirinya sendiri juga segera masuk ke dalam kamar untuk istirahat.Joe sedikit bernafas lega.Tapi mamanya itu nanti pasti tetap akan membicarakannya.
***
Keesokan harinya.
Melly dan Joe sedang berada di meja makan untuk sarapan.
"Joe..." Melly mulai membuka pembicaraan yang mencurigakan.
"Ada apa Ma ?" tanya Joe lugas.
"Sejak kapan kau mengenal Hannah ?" Melly langsung pada poin pembicaraannya.Apa lagi kalau bukan tentang Hannah.
"Sejak Hannah bekerja di kedai Tuan Lee.Dulu Joe setiap pagi sarapan disana." jawab Joe.
"Dia cantik ya." Melly mulai memuji.
Joe segera sadar kemana arah pembicaraan Melly.
"Joe berangkat dulu ya Ma.Joe ada meeting penting."
Joe meninggalkan piring kosongnya dan beranjak berdiri lalu mencium pipi kanan dan kiri Melly.Joe sengaja menghindari topik pembicaraan tentang Hannah.Dia berjalan meninggalkan Melly yang masih mematung di meja makan.
"Tapi mama belum selesai bicara." ucap Melly setengah berteriak karena langkah kaki Joe yang sudah semakin menjauh.
"Nanti saja Ma." Joe menjawab tanpa melihat ke arah Melly.
Melly tersenyum sendiri.Pasti Joe sudah menyadari arah pembicaraannya.Itu yang dipikirkan Melly.
Sementara Joe merasa lega bisa terlepas dari pembicaraan yang bisa membuatnya mati gaya itu.Meskipun dia tau mamanya tidak akan menyerah untuk membahasnya.