Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
BIG MISTAKE



Mike mencium puncak kepala Hannah yang masih berada dalam dekapannya.Aroma shampo dari rambut Hannah membuat Mike ingin terus menciuminya.Dan saat seperti itu Mike bisa merasakan kalau Hannah juga mencintainya.Tapi kenapa Hannah begitu keras kepala tidak mau mengakuinya ?


Pelukan Hannah semakin terasa erat.Masih dengan air mata yang kini membuat t-shirt Mike basah.Hannah merasa benar-benar berada dalam posisi sulit.Dia sangat mencintai Mike.Tapi ketika dia megetahui yang sebenarnya,pernikahannya dengan Joe hanya tinggal hitungan hari.Dia tidak ingin menyakiti Joe dan Mama Melly.


Mike terus menciumi puncak kepala Hannah dan mengusap punggung Hannah dengan penuh kasih.Bagaimana Mike bisa merelakan Hannah dengan orang lain kalau situasinya seperti ini ? Akal sehat Mike berontak ingin segera melepaskan pelukannya dan segera meninggalkan rumah itu agar tidak terlalu berat untuk mengikhlaskan Hannah menikah dengan orang lain.Tapi hatinya bersikukuh ingin tetap memeluk Hannah dan merasakan kehangatan yang menjalar dalam tubuhnya.


"Aku mencintaimu Mike." Ucap Hannah lirih.


Ucapan itu benar-benar membuat Mike tersentak.Mike merenggangkan pelukannya dan menatap lekat kedua mata Hannah yang sembab.Dengan tatapan mencari kebenaran atas apa yang baru saja dia dengar.


"Ya....aku sangat mencintaimu Mike ! Dan itu membuatku gila.Kau datang dan mengatakan mencintaiku lalu kau menghilang.Dan kau datang kembali ke hadapanku hanya untuk menunjukkan kemesraanmu dengan Jessica.Kau benar-benar membuatku gila Mike ! Dan sekarang disaat semuanya sudah sejauh ini kau baru datang menemuiku dan dengan seenaknya mengatakan kau mencintaiku.Lagi ! Apa kau tau ? Kau sangat menyiksaku dengan kata-kata cintamu itu ! Kau...."


Mike membungkam bibir Hannah dengan bibirnya sebelum dia menyelesaikan ocehannya yang nadanya semakin meninggi dengan nafas terengah-engah.Dan itu berhasil membuat Hannah diam.


Mike menjauhkan bibirnya dari bibir Hannah.Gadis itu tampak terkejut dengan ciuman mendadak dari Mike.


"Maafkan aku." Mike menempelkan keningnya pada kening Hannah.Ucapannya begitu tulus.Dia tidak menyangka ternyata selama ini Hannah tersakiti olehnya.Padahal dia merasa dialah yang paling tersakiti disini.


Berada sedekat itu dengan Hannah kembali membuat Mike kehilangan kendali atas dirinya.Melihat bibir ranum Hannah yang sedikit terbuka karena nafas yang terengah-engah membuat Mike tidak bisa menahan diri untuk tidak mengulangi apa yang dia lakukan tadi.


Deru jantung mereka semakin menggila.Perasaan mereka yang ternyata saling membalas membuat keduanya larut dalam kehangatan hati mereka.


Ya...mereka sama-sama menikmati setiap sentuhan di bibir masing-masing.Kali ini mereka sama-sama menginginkan ciuman itu.Dengan sadar ! Tidak ada penolakan sama sekali.Mike merengkuh pinggang Hannah dan menariknya lebih dekat dengan tubuhnya.Hannah mengalungkan tangannya di tengkuk Mike.Yang mereka rasakan hanyalah cinta dan kehangatan.Getaran-getaran yang mendebarkan menjalar merasuk ke setiap aliran darah.Sungguh tidak kuasa untuk menolak.


Mike memagut bibir Hannah dengan lembut.Dan Hannah membalasnya dengan hangat.Mereka benar-benar larut dalam ciuman itu.Hingga Mike mulai memperdalam ciumannya.Hannah tidak kuasa menolak.Sungguh dia sangat menginginkannya.Ini semua karena cinta.


This is a big mistake ! Tetapi mereka tidak bisa menolak gejolak dalam hati masing-masing.Dan entah sejak kapan Hannah sudah berada dalam pangkuan Mike masih dengan permainan lidah mereka.


Semakin lama ciuman Mike semakin liar.Ciumannya turun ke leher jenjang Hannah yang sangat dinikmati gadis itu hingga membuatnya mengeluarkan erangan kecil dan itu semakin membuat Mike menginginkannya.Satu tangan Mike bergerak membuka kancing teratas piyama Hannah lalu menyibakkannya ke samping hingga memperlihatkan bahu putih dan mulus milik Hannah.Puas bermain di leher jenjang Hannah.Mike mulai menjelajahi setiap jengkal bahu Hannah dan menciuminya.Mike meninggalkan beberapa kissmark disana.


Hannah meremas rambut belakang Mike seolah mengatakan 'jangan berhenti' pada Mike.Kini tangan Mike bergerak membuka satu lagi kancing piyama Hannah dan mulai terlihat bra berwarna hitam dibalik piyama itu.


Gairah Mike semakin melonjak saat Hannah berkali-kali menyebut namanya.Suara Hannah terdengar begitu menggairahkan bagi Mike.


Suara itu membuat Mike menggila.Dia kembali ******* bibir Hannah yang terlihat sedikit membengkak karena ulahnya.Kedua tangan Mike bergerak menyusup ke punggung Hannah.Mengusapnya dengan lembut lalu berusaha melepaskan pengait bra di balik piyama itu.


Tiba-tiba Hannah melepaskan pagutan Mike dan mendorong tubuh kekar yang memanas itu agar sedikit menjauh.Dia segera turun dari pangkuan Mike dan mencengkeram piyamanya yang tadi terbuka agar tertutup.Hannah menundukkan wajahnya.Merasa sangat malu atas apa yang sudah dia lakukan dengan Mike.


Sekelebat bayangan Joe melintas dalam pikiran Hannah.Hannah merasa sangat bersalah pada Joe.Tidak seharusnya dia mengikuti hawa nafsunya.Walau bagaimanapun Joe adalah calon suaminya.Dia tidak boleh berbuat seperti itu dibelakang Joe.Mike adalah teman Joe.Itu pasti akan sangat menyakitinya.Terlebih lagi mereka akan segera menikah.


Mike terkejut karena tiba-tiba Hannah menghentikan kenikmatan di antara mereka berdua.Dan Mike harus berusaha keras menahan gairah yang sedang membuncah dalam dirinya.


Namun saat dia melihat Hannah menunduk dengan wajah penuh penyesalan, dia bisa mengerti.Memang seharusnya ini tidak terjadi.Dan kalau sampai mereka melakukan hal yang lebih jauh lagi, entah akan seberapa besar rasa bersalahnya pada Joe.


"Aku minta maaf.Aku tidak bisa mengendalikan diriku." Mike memegang bahu Hannah dengan kedua tangannya.


Benar saja ketika Hannah menunjukkan wajahnya, ada rasa bersalah yang begitu besar dari sorot matanya.Dan lagi-lagi gadis itu meneteskan air matanya.


"Ini salahku Hannah.Jangan menangis lagi." Mike menyeka air mata Hannah dengan ibu jarinya.


Ucapan Hannah sangat masuk akal.Ya....mereka memang salah.Meskipun mereka saling mencintai tetapi tidak seharusnya mereka seperti itu.Ini adalah kesalahan besar.


"Aku tau." Timpal Mike.


Dia menggeser duduknya sedikit menjauh dari Hannah.


"Tapi aku tidak menyesalinya karena aku sangat mencintaimu.Aku janji aku akan menjauh darimu setelah kau menikah." Tambah Mike.


Perkataan Mike sontak membuat Hannah melirik padanya.Ada rasa tidak rela saat Mike berniat menjauh darinya.Tapi sekali lagi itu untuk kebaikan bersama.


"Aku yakin Joe bisa menjagamu dengan baik." Mike mengatakannya sambil menahan kepedihan dalam hati.


Lidah Hannah terasa kelu.Dia tidak sanggup berkata apa-apa lagi.Dia harus memilih.Mike yang dia cintai atau Joe yang sudah banyak berkorban untuknya.


"Hannah....terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk mengungkapkan perasaanku.Dan aku minta maaf karena aku tidak akan bisa datang ke pernikahanmu.Aku tidak akan sanggup melihatmu bersanding dengan orang lain." Mike memandang lekat mata Hannah.


Hannah masih terdiam.Dia sendiri bingung harus menanggapinya bagaimana.


"Aku harus pergi sekarang." Mike beranjak dari duduknya.Dia tidak bisa berlama-lama lagi berada di dekat Hannah.Dia takut tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.


Baru satu langkah dia berjalan,langkahnya harus terhenti.Hannah menahan tangan Mike.Mike membalikkan badannya hingga kini mereka saling berhadapan.


Detak jantung tak beraturan kembali mendominasi tubuh mereka.Hannah menatap nanar pada Mike.Lalu dia menghamburkan diri dan membenamkan wajahnya pada dada bidang itu.


Merasakan kehangatan dari tubuh itu.Menghirup aroma tubuhnya.Karena mungkin dia tidak akan pernah merasakannya lagi.Jadi untuk yang terakhir kali Hannah ingin merasakan kehangatan dari tubuh Mike.


"Biarkan seperti ini untuk sebentar saja." Ucap Hannah lirih.


Mike mengerti maksud Hannah.Dengan erat dia membalas pelukan Hannah.Membiarkan denyut jantung mereka bersahutan dan kehangatan menyebar ke seluruh aliran darah mereka berdua.


Tetap seperti itu hingga beberapa saat kemudian.Hannah melepaskan pelukannya setelah merasa siap untuk melepaskan kepergian Mike.


Pandangan mereka bertemu.Tanpa harus berucap pun mereka sudah tau apa yang mata mereka katakan.


I will always love you !


*


*


*


tbc !


Sekuel cerita ini sudah ada ya. bisa klik profil author atau ketik 100 days pada kolom pencarian.


Halpy reading !