Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
FROM THE DEEP OF MY HEART



Baru sebentar saja dia bisa melepaskan semua beban dalam pikirannya dan menikmati hidup.And now.....look who's standing outside the door !


Hannah bahkan tidak berkedip untuk beberapa saat.Dia masih tidak percaya melihat Mike yang saat ini sedang berdiri tepat di hadapannya.


Dengan cepat meraih tubuh tegap itu dan memeluknya dengan erat.Sangat erat.Biarkanlah untuk beberapa saat tetap dalam posisi seperti itu.Merasakan kehangatan tubuhnya.Degup jantung yang saling bersahutan.Menikmati aroma tubuh yang sangat dia rindukan.Benar-benar merindukannya.Demi apapun jangan beranjak untuk sebentar saja !


"Hannah ?"


Hannah menggelengkan kepalanya mengakhiri khayalan yang sangat ingin dia lakukan.Panggilan Mike berhasil membawanya kembali ke dunia nyata.


Tentu saja Hannah tidak punya nyali sebesar itu.Dia belum tau maksud kedatangan Mike ke rumahnya.Dan dia tidak mau berasumsi macam-macam hanya berdasarkan keinginan pribadinya.Dia terlalu takut untuk kecewa dan terluka karena terlalu berharap.


Menarik nafas dalam-dalam untuk menyetabilkan detak jatungnya yang tak beraturan dan mempertahankan kewarasannya.


"Silahkan masuk !" Akhirnya kata itu terucap juga.


Mike mengikuti langkah Hannah untuk masuk ke dalam rumah.Mereka duduk di sofa ruang tamu.


Melihat ekspresi di wajah mereka sangat jelas sekali tergambar kalau mereka sangat canggung dengan situasi ini.


"E....aku ambilkan minum dulu." Hannah buru-buru beranjak untuk menghindari situasi yang membuatnya tak bisa mengendalikan degup jantung.


Mike hanya mengangguk.Dia juga butuh waktu untuk menyiapkan mentalnya menghadapi situasi seperti sekarang.


Selesai membuat minuman Hannah berjalan kembali ke ruang tamu sambil membawa sebuah nampan berisi dua gelas teh hijau.


Langkahnya terhenti saat dia melangkah keluar dari pintu dapur.Disana Mike duduk membelakangi dirinya.Hannah menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar agar jantungnya berfungsi senormal mungkin.Lalu dia melanjutkan langkahnya kembali.


Hannah meletakkan gelas itu diatas meja dimana masih ada beberapa potong buah dalam mangkok dan kotak jus jambu bekas Hannah tadi disana.


Hannah mendudukkan dirinya agak jauh dari Mike untuk berjaga-jaga andai perasaannya mengambil alih akal sehatnya.


"Kau suka film kartun ?" Mike melihat acara tv yang tadi ditonton Hannah.Hanya sekedar untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka.


"I-iya." Jawab Hannah singkat.


Hening kembali.Keduanya kesulitan untuk merangkai kata-kata.Sibuk dengan pengendalian perasaan masing-masing.Baik Hannah maupun Mike mereka sama-sama sedang menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang sangat ingin mereka lakukan.Dan itu rasanya sangat menyiksa.


"Tadi...kau mau bicara apa ?" Hannah tidak ingin terlalu lama menyiksa dirinya karena penasaran dengan maksud kedatangan Mike.


Mike menyugar rambutnya dengan tangan kanan.Wajahnya menunjukkan kebingungan untuk mengutarakan maksud kedatangannya.


Kau harus mengatakannya sekarang Mike ! Jangan menjadi laki-laki pecundang yang terus menghindari permasalahan !


"Aku minta maaf." Karena Mike tak kunjung menjawab pertanyaannya akhirnya Hannah yang lebih dulu menyampaikan permintaan maaf karena terakhir kali Mike ke rumahnya dia mengusir Mike dengan kasar.


Sontak Mike menatap Hannah penuh tanya.


"Maaf ? Untuk apa ?"


"Karena mengusirmu tempo hari." Jawab Hannah lirih.Dia menghindari kontak mata dengan Mike.


"Jangan minta maaf.Waktu itu aku memang salah." Mike menggeser duduknya lebih dekat dengan Hannah.


Seketika itu jantung Hannah berdetak jauh lebih kencang.Dia menunduk menyembunyikan rona di wajahnya.


"Hannah !" Lanjut Mike sambil meraih tangan Hannah dan menggenggamnya erat.Getaran hangat menjalar ke seluruh aliran darah Hannah.Bisa kau bayangkan perasaan Hannah seperti apa ? Campur aduk tidak karuan ! Tangan yang terasa sedingin es itu cukup menyiratkan apa yang dirasakan Hannah.Hannah ingin menarik tangannya.Tapi dia tidak sanggup.Sentuhan tangan Mike terlalu hangat untuk dilepaskan.Dan dia sangat menyukai sentuhan itu.


Mike memejamkan matanya sekilas.Menarik nafas dalam.


"Aku mencintaimu.Sangat mencintaimu Hannah." Mata mereka berpautan.So...deep !


Awal ucapan Mike sukses membuat hati Hannah bergejolak.Jantung Hannah seolah hendak keluar dari dadanya.Pertahanannya hampir runtuh.


Hannah menatap kedua mata Mike dan tatapan mereka begitu intens.Tanpa sadar mata Hannah berkaca-kaca.


"Aku sangat mencintaimu Hannah.From the deep of my heart."


Oh God ! Hannah merinding mendengar kalimat itu meluncur dari bibir Mike.Dia tidak sanggup membuka mulutnya sama sekali.


"Aku tau kau akan segera menikah dengan Joe.Dan aku tidak bermaksud merusak hubungan kalian." Mike mengalihkan pandangan untuk menutupi kegetiran yang dia rasakan.


"Karena melihatmu bahagia adalah kebahagiaan untukku." Mike kembali menatap dalam mata Hannah.Tapi dia bohong !


Dalam hatinya dia tidak rela.Sangat tidak rela Hannah menikah dengan Joe.Karena sebenarnya melihat Hannah menikah dengan Joe sama saja dengan menjatuhkannya ke dalam jurang kekecewaan tanpa dasar.Ingin membenci mereka tapi tidak sanggup.


Hannah menarik tangannya dari genggaman Mike.Dia takut.Takut terluka.


Kalau boleh jujur, Hannah berharap Mike akan memintanya membatalkan pernikahan untuknya.Tapi ternyata tidak.Kecewa ? Mungkin.Dan itu sudah cukup memberikan alasan untuk Hannah tetap melanjutkan rencana pernikahan.


Mata Hannah terpejam.Menundukkan kepalanya.Kenapa terasa sakit saat Mike mengatakan hal itu ? Mencintai dan melepaskan pada saat yang bersamaan.Atau jangan-jangan dia hanya ingin mempermainkan perasaannya saja ?


Lalu terlintas di benaknya tentang apa yang selama ini menjadi anggapannya.


Hannah memiringkan kepalanya dan menatap Mike dengan ujung matanya.


"Apa Nona Jessica tau tentang ini ?"


What ?!


Mike memejamkan matanya kilas dan mendengus kesal.Dia baru ingat tentang kejadian beberapa minggu lalu dimana Jessica datang menghampirinya dan memeluknya dengan erat di hadapan Hannah.Benar saja itu membuat Hannah berpikir macam-macam tentang mereka.Mike merutuki diri sendiri.


"Jessica ? Come on Hannah ! Jangan bilang kau berpikir aku dan Jessica...." Mike melanjutkan kata-katanya dengan tatapan mata yang sudah bisa dipahami Hannah apa lanjutan dari kalimatnya itu.


Hannah tidak menjawab.Dia harus tau sendiri dari bibir Mike.


Mike kembali menarik tangan Hannah.


"Look at me !" Kata Mike dengan tatapan tajamnya.Kini wajah mereka saling berhadapan.


"Apa kau juga mencintaiku ?" Lanjut Mike tanpa melepaskan tatapan tajamnya.


Itu membuat Hannah menelan salivanya dengan kasar.Bahkan mungkin Mike bisa mendengarnya.Wajah Hannah merona seketika.Pertanyaan yang jawabannya sangat mudah tetapi Hannah kesulitan untuk menjawabnya.


"Hannah ? Do you love me ?" Sekali lagi Mike mengulang pertanyaannya.


Hannah tidak sanggup lagi menerima tatapan Mike yang seperti itu.Dengan cepat Hannah menarik tangannya dan menundukkan kepala sambil menggigit bibir bawahnya.


"A-aku...." Hannah bahkan tidak bisa melanjutkan kalimatnya.Dia hanya bisa meremas jemarinya yang sejak tadi sudah sedingin es.


Mike memiringkan wajahnya dan masih menunggu jawaban Hannah.


Merasa dirinya semakin terintimidasi oleh tatapan Mike membuat pikiran Hannah menjadi kacau.


"Aku akan segera menikah Mike.Tolong jangan seperti ini !" Hanya kalimat itu yang terlintas di pikirannya.Dan ya....hanya dengan kalimat itu hati Mike kembali tersayat.


Mike menegakkan tubuhnya.Merasa kecewa dengan jawaban Hannah.Tapi hatinya mengatakan Hannah juga mencintainya.Dari sorot mata Hannah sudah tergambar dengan jelas bagaimana perasaannya.


Ya Tuhan....apa yang sudah kukatakan ? Aku sangat mencintaimu Mike.


"It's oke." Nada bicara Mike merendah terdengar begitu kecewa.Setelah beberapa saat lalu dia begitu yakin Hannah juga merasakan hal yang sama seperti dirinya.Dan sekarang Hannah memupus harapannya itu hanya dengan sebuah kalimat yang terdengar sederhana tapi begitu tajam.


Ingin rasanya Hannah menarik kata-katanya.Dia menyesal telah mengatakan hal itu.Memang benar dia akan segera menikah.Tapi itu adalah pernikahan tanpa cinta.


Bodoh ! Bodoh ! Bodoh ! Bodoh sekali kau Hannah !


Hannah terus merutuki kebodohannya.


Sementara Mike masih terduduk di sebelah Hannah dengan menahan perasaan yang entah kenapa sekarang menjadi bertambah berat di dadanya.


Mike tetap menjaga kewarasannya dengan berkali-kali menghela nafas pelan.


Ingat tujuanmu Mike ! Ini adalah terakhir kalinya kau bisa sedekat ini dengan Hannah.Karena selanjutnya kau harus merelakan Hannah untuk menikah dengan Joe !


Terus dan terus meyakinkan dirinya untuk tetap meluruskan niat.Karena mau tidak mau Mike memang harus menerima kenyataan pahit ini.


"Aku mengerti.Dan aku minta maaf kalau kau merasa tidak nyaman dengan kedatanganku." Terdengar nada kekecewaan dalam suara Mike.


Hannah semakin merasa bersalah atas apa yang baru saja dia katakan.Dia bahkan tidak bermaksud menolak cinta Mike.Tapi entah kenapa pilihan kalimatnya itu kini membuatnya gusar.


Kini dia kesulitan untuk membalas ucapan Mike.


Mike menatap Hannah yang masih tampak gusar.


"Aku kesini untuk mengucapkan selamat kepadamu.Aku rasa aku tidak akan sanggup menghadiri pernikahanmu."


Ucapan Mike itu rasanya begitu getir untuk Hannah.Dadanya terasa begitu sesak.Bukan ini yang dia maksud.Tapi lidahnya seakan mati rasa.Dan air mata itu seketika mengalir dari mata Hannah karena terlalu sesak menahan perasaannya.Tanpa sadar Hannah menangis sesenggukan sambil terus membalas tatapan nanar Mike.


Melihat Hannah yang seperti itu,Mike sungguh tidak tega.


"Kenapa kau menangis ?" Mike menyeka air mata Hannah yang membanjir di kedua pipi Hannah.


Dan Hannah masih tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya.


Jangan menangis Hannah ! Itu sangat menyakitiku.Aku ingin kau bahagia.Bukan bersedih.


Mike masih melekatkan tatapannya ke mata Hannah yang terlihat merah dan basah karena menangis.


Sungguh Mike tidak sanggup melihatnya.


Akhirnya pertahanan Mike runtuh.Sebelumnya dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak melakukan hal-hal yang akan membuatnya semakin sulit untuk melepaskan Hannah.Tapi melihat Hannah yang terlihat begitu rapuh di hadapannya, hati kecilnya meronta ingin mendekap tubuh gadis itu dan menjadi sandaran untuknya.


Mike menarik tubuh Hannah mendekat padanya dan mendekap tubuh itu dengan sangat erat.Hingga denyutan jantung mereka begitu terasa satu sama lain.


"Jangan menangis Hannah.Itu menyakitiku." Bisik Mike dan itu semakin membuat Hannah merasa bersalah pada Mike.


Hannah semakin membenamkan kepalanya ke dada bidang Mike dan menangis sejadinya sambil memeluk erat tubuh laki-laki itu.


"Jangan menempatkanku dalam posisi sulit seperti ini Mike !" Kata Hannah disela isakan tangisnya.


Jujur Mike merasa bahagia Hannah memeluknya dengan erat.Dia seperti mendapat balasan atas cintanya.Tapi kalimat Hannah membuatnya berpikir.Apa maksud kalimat Hannah itu ?


"Aku hanya ingin kau bahagia Hannah." Bisik Mike dengan tangan kanan mengelus lembut rambut Hannah yang masih sedikit basah.


Demi apapun biarkan momen ini bertahan untuk beberapa saat.Hannah merasa sangat nyaman dalam dekapan Mike.Begitu juga sebaliknya.Mike sangat nyaman ketika gadis yang dia cintai bisa dia rengkuh erat.Seolah tidak ingin melepasnya lagi.