Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
PERASAAN ASING



Semalaman Mike mondar mandir dalam kamarnya.Dengan jendela kamar yang dibiarkan terbuka sehingga membuat tirai yang menggantung disana melambai-lambai karena angin malam.Udara dingin yang menembus kulitnya bahkan sama sekali tidak terasa.Hatinya terasa bergejolak hingga menimbulkan sensasi panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


Beberapa hari berlalu sejak pertemuan terakhirnya dengan Hannah di pusat perbelanjaan waktu itu.Tapi bayangan Hannah selalu saja datang setiap dia memejamkan matanya.Apa ini ? Cinta kah ? Rasa iba ? Atau mungkin hanya sekedar rasa penasaran ? Mike belum bisa menguraikan benang kusut yang ada di kepalanya.Yang jelas setiap dia memejamkan matanya wajah sayu Hannah selalu tampak menari-nari di pelupuk matanya.


Mike mengacak kasar rambutnya.Begitu frustasi dibuat gila dengan seorang perempuan bernama Hannah yang asal usulnya saja tidak dia ketahui.Hanya sekelumit kisah hidup menyedihkan yang dia dengar dari orang lain.


Dan lagi-lagi momen dimana tubuh mereka begitu dekat bahkan tanpa jarak membuat aliran darahnya seakan berbalik.Wajah sayu,mata sendu dan kemarin....tawa lepas Hannah begitu menghipnotisnya.Seorang Jessica saja tidak pernah membuatnya sefrustasi itu.


"Apa yang aku pikirkan ?" Kedua tangan Mike mengusap kasar wajahnya.


Pagi setelah kepulangan Jhon dan Emma dari luar kota.Mereka sarapan bersama.Weekend kali ini rencananya akan mereka habiskan untuk berlibur ke sebuah danau yang letaknya sekitar 45 menit dari rumah mereka.


Selesai sarapan mereka akan berangkat bersama dalam satu mobil ke danau itu.


Namun sepertinya Mike sedang tidak bergairah untuk liburan.


Selama sarapan wajah Mike tampak kusut karena terlalu sering begadang selama seminggu ini.


Emma memperhatikan anak sulungnya yang terlihat tidak berselera untuk makan.


"Perutmu tidak akan kenyang kalau kau hanya memainkan makanan di piringmu." Celetuk Emma.


Mike belum menyadari kalau Emma berbicara dengannya.Sementara pandangan Isabel dan Jhon langsung beralih dari makanan di hadapan mereka ke arah dimana wajah kusut Mike begitu tidak enak dilihat.


"Mike !" Seru Emma.Karena dari tadi Mike hanya melamun sambil memainkan makanannya.


Mike gelagapan mendengar seruan Emma.


"Ada apa Ma ?" Tanya Mike.


"Kau ini kenapa ? Apa kau kurang tidur belakangan ini ? Lihatlah wajah kusutmu itu ! " tanya Emma.


"Iya Ma.Mike banyak pekerjaan." Jawab Mike. Pekerjaannya memang banyak.Yaitu banyak memikirkan perempuan yang belum lama dikenalnya.


"Pekerjaan.....atau.....perempuan ?" Goda Emma.Emma sudah mendengar cerita dari Isabel tentang perempuan bernama Hannah yang kemarin bersama mereka di pusat perbelanjaan.Tentu saja dengan segala bumbu penyedap cerita ala Isabel.


Mata Mike membelalak mendengar pertanyaan Emma.Apa-apaan ini ? Sarapan apa sidang ? Pasti Isabel bercerita yang tidak-tidak pada mamanya.


Lirikan tajam Mike mendarat tepat di bola mata Isabel yang sedari tadi memperhatikan wajah kusut kakaknya itu sambil terus mengunyah makanan di dalam mulutnya.


Isabel dengan cepat mengalihkan pandangan pada makanan di hadapannya.


"Saladnya enak ya Pa !" Isabel mencari perlindungan dari Papanya.


Jhon hanya tersenyum kecil mengerti akan situasi yang ada disana.Sudah pasti Isabel mengadu ke Emma dengan sedikit di lebih-lebihkan.


"Ma....Mike tidak ikut ke danau ya.Mike mau istirahat dirumah." Mike mengalihkan pembicaraan.


Emma tersenyum.Jelas sekali Mike tidak ingin membahas perempuan bernama Hannah itu.


"Ya sudah....istirahatlah dirumah.Pastikan wajah kusut itu sudah tidak ada lagi saat makan malam nanti." Senyuman hangat mengiringi kata-kata Emma.


***


Di sudut kamar yang tidak terlalu luas itu seorang perempuan berambut coklat sedang berdiri di dekat jendela kaca dimana udara pagi itu masih menyisakan sedikit embun yang menempel pada kaca jendela tersebut.


Pandangannya kosong menerawang jauh entah kemana.Dari guratan wajahnya tampak ada sedikit keraguan yang sedang dia rasakan.


MIKE


Tepat seperti itu ! Perasaan aneh sedang merajai hati perempuan itu.Perasaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.Perasaan yang membuatnya sulit memejamkan mata.


Hannah menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan.Sedikit bisa meredam perasaan asing yang memenuhi hatinya.


Ada rasa takut tersendiri dalam benak Hannah.Rasa takut tersakiti.


***


Hannah memutuskan untuk berhenti dari khayalannya.Dia berencana pergi ke perpustakaan untuk mengalihkan pikirannya yang menyesakkan dada.


Rambut di ikat menggulung dengan ikat rambut seadanya.T-shirt warna putih dan celana jeans hitam melengkapi penampilan Hannah hari itu.


Sesampainya di perpustakaan Hannah berjalan menyusuri rak-rak yang penuh dengan buku dan dipisahkan berdasarkan jenis buku.


Hannah berhenti di rak yang menyediakan bermacam-macam novel dengan berbagai genre yang berbeda.Diambilnya satu buku yang membuatnya tertarik.


Sebuah novel tentang cinta si gadis miskin dan pangeran tampan.


Entah kenapa Hannah begitu tertarik untuk membacanya.Jiwa melankolisnya seketika muncul ketika melihat cover buku itu.


Hannah membaca sekilas novel itu sambil berdiri di dekat rak tempatnya mengambil buku tadi.Perlahan langkah kakinya bergeser setapak demi setapak menuju ke meja panjang dimana para kutu buku bisa membaca dengan nyaman disana.Karena sepertinya Hannah akan butuh waktu lama untuk menyelesaikan membaca buku itu.


Hannah berjalan pelan dengan pandangan yang tak lepas dari buku di tangannya.


Langkahnya terhenti saat kepalanya membentur sesuatu yang keras.Hannah mengangkat kepalanya dan mendapati dada bidang seorang laki-laki tepat berada di depan wajahnya.Aroma musk yang tercium dari tubuh kekar itu seperti tidak asing di indera penciuman Hannah.


Betapa malunya Hannah.Karena asyik membaca sampai dia tidak melihat di depannya ada seseorang yang sedang sibuk memilih-milih buku tentang dunia perbisnisan.Bacaan berat yang akan sulit dipahami oleh otak Hannah.


Hannah mundur selangkah dan memberanikan diri menengadahkan kepalanya keatas untuk meminta maaf.


Mata Hannah membulat sempurna saat mengetahui siapa laki-laki itu.Keduanya beradu pandang dengan sangat intens.Mata mereka menunjukkan keterkejutan yang sama.Seperti pencuri yang tertangkap basah.Keduanya mengalihkan pandangan masing-masing dengan begitu gugup.Jantung yang tiba-tiba ingin meloncat dari tempatnya.Sungguh membuat lidah kelu,kaki lunglai dan tubuh membeku dalam hawa panas yang perlahan menjalar ke seluruh tubuh.


"Maaf.....aku tidak melihatmu." Kalimat pertama yang terucap dengan lirih menghentikan ketidakwarasan yang mereka alami.


"It's oke." Jawab Mike setengah berbisik.


Pandangan Mike tertuju pada buku yang dipegang Hannah.keningnya mengkerut.


"Novel ?" Tanya Mike kemudian.


Hannah memgangguk dan dengan cepat menyembunyikan buku itu ke belakang tubuhnya.Dia malu karena tertangkap basah sedang membaca novel romantis.


"Aku kesana dulu." Bisik Hannah sambil menunjuk meja panjang tempat para pecinta buku sedang asyik membaca.


Mike mengangguk.


Hannah berlalu meninggalkan Mike dan segera duduk di bangku yang masih kosong.


Dalam jarak dua meter Mike sudah mengikuti langkah Hannah dan duduk disamping perempuan itu dengan jarak satu meter.Mike tidak mau terlalu dekat dengan Hannah.Dia takut tidak bisa mengontrol detak jantungnya yang tidak beraturan itu.


Hannah sama kikuknya dengan Mike.Upayanya untuk menghentikan khayalannya harus berakhir denganĀ  duduk berdampingan bersama si objek khayalan itu sendiri.Poor Hannah !