
Tidak ada hal yang paling membahagiakan bagi seorang Mike Bennings selain melihat senyum anak dan istrinya. Pagi ini ketika dia membuka mata, hal pertama yang dia lihat adalah wajah damai Hannah yang tampak begitu tenang.
"Selamat pagi Sayang." Ucapnya lirih lalu mengecup kening Hannah dengan lembut.
Rasanya hari ini malas sekali untuk beranjak dari tempat tidur. Mike memiringkan tubuhnya melipat tangan kanannya di bawah kepala hingga bisa dengan nyaman memandangi wajah istrinya yang juga tidur miring menghadap dirinya.
Belaian lembut di pipi Hannah membuat wanita itu sedikit menggeliat namun tak juga membuatnya membuka mata.
Semakin gemas rasanya melihat Hannah seperti itu.
"I love you more and more." Satu kecupan lagi mendarat di wajah wanita itu.
Dan kali ini membuat sang empunya wajah mengerjapkan matanya perlahan. Dengan mata yang masih terlihat berat untuk terbuka, sebuah senyuman dari wajah itu mampu menarik seluruh kedamaian dalam hati Mike.
"Kau mengganggu tidurku." Ucapnya manja.
"Tidurlah. Ini masih terlalu pagi." Kata Mike sambil menyibakkan rambut Hannah yang menutupi sebagian pipinya.
"Dan kau akan terus memandangiku selama aku tidur ?" Hannah memainkan jemarinya di wajah sang suami.
"Mhm." Jawab Mike. Karena memang itu yang ingin dia lakukan.
"Bangunlah. Hari ini kau harus bekerja. Aku akan menyiapkan pakaianmu." Hannah beringsut hendak bangun. Namun dengan cepat lengan kekar Mike melingkar di pinggangnya dan menarik tubuh istrinya itu hingga sebagian tubuh Hannah menindih tubuh Mike. Dan tidak ada jarak lagi diantara mereka.
Mike meninggikan posisi kepalanya dengan menyelipkan sebuah bantal dibawah kepalanya.
"Hari ini aku libur." Katanya sambil mencium pipi Hannah.
"Jangan mentang-mentang kau bosnya. Terus seenaknya sendiri tidak masuk kerja." Hannah mencebik manja.
"Aku masih ingin memelukmu Sayang." Mike semakin mengeratkan pelukannya. Mengecup kening istrinya. Seolah dia sangat takut kejadian tiga bulan yang lalu terulang kembali. Dimana dia terbangun dari tidur dan melihat istrinya bersimbah darah hingga menyebabkan istrinya itu harus tergeletak lemah di rumah sakit selama hampir dua bulan lamanya.
"Aku tidak akan kemana-mana. Sekarang bangun dan mandilah. Kau harus berangkat kerja." Hannah menarik tubuhnya dari rengkuhan Mike hingga kini dia bertumpu pada siku kirinya lalu mencium pipi laki-laki itu agar segera bangun.
Tidak peduli dengan ucapan Hannah, Mike kembali merapatkan tubuh mereka.
"Morning kiss." Katanya dengan tatapan menggoda.
Sudah hampir satu tahun menikah tetapi wajah Hannah masih saja merona ketika Mike menggodanya. Jantungnya masih suka berdegup kencang hanya karena mendengar kata-kata manis Mike. Setiap hari rasanya selalu jatuh cinta.
"Wajahmu merah." Mike menangkup sisi wajah Hannah diiringi senyum menggoda. Memberikan tatapan hangat yang menjalar ke seluruh aliran darah. "And I like it." Dalam sekejap Mike mendaratkan ciuman selamat paginya.
Setelah puas dengan ciuman selamat pagi mereka, Mike melepaskan bibirnya dari bibir Hannah. Menempelkan kening mereka. Hingga hembusan nafas hangat mereka saling bertabrakan.
"I love you." Bisik Mike.
"I love you more." Balas Hannah.
Hannah mencium kilas bibir Mike lalu bangkit dan menjauhkan tubuhnya dari laki-laki itu.
"Bangun dan mandi !" Perintah Hannah.
***
Di halaman depan tampak seorang baby sitter dan Emma sedang bermain dengan baby Liam yang ada dalam stroller. Bayi laki-laki menggemaskan dengan mata biru yang indah. Wajahnya sangat tampan. Jelas ketampanannya itu diwarisi dari siapa.
"Jangan ganggu baby Liam." Hannah memperingatkan Mike ketika dia hendak berangkat kerja. Sudah menjadi kebiasaan Mike sebelum berangkat bekerja Mike akan menyempatkan diri untuk bermain-main dengan baby Liam. Dan pasti berakhir dengan tangisan bayi itu.
Mike dan Hannah berjalan mendekat pada anak mereka.
"Jangan ganggu cucu Mama !" Kata Emma sambil menggerakkan telunjuknya ke kanan dan ke kiri saat Mike sudah berada di jarak yang cukup dekat dengan dirinya dan baby Liam.
Memasang wajah melas, Mike selalu mendapat respon seperti itu ketika mendekati anaknya sendiri.
"Jangan lupa kalau Baby Liam itu hasil perbuatanku juga."
"Kau ini !" Sergah Emma.
Tanpa mempedulikan peringatan Hannah dan Emma, Mike segera berjongkok di depan stroller lalu menoel-noel pipi gembul Baby Liam dengan gemas.
Meskipun akhirnya akan membuat kesal, tapi Emma dan Hannah tidak bisa mencegah Mike untuk berinteraksi dengan anaknya. Mereka tau apa yang dilakukan Mike hanyalah karena dia terlalu sayang dan gemas dengan anak laki-lakinya itu.
"Daddy pergi bekerja dulu ya Sayang." Mike menciumi pipi gembul yang sangat menggoda itu. Bayi mungil itu mengerjap lucu seperti bisa memahami apa yang di ucapkan Mike.
Sesaat kemudian Mike mengusap lembut pipi gembul itu lalu berkata, "Jangan dengarkan Grandma dan Mommy kalau mereka menjelek-jelekkan Daddy. Mereka hanya iri karena wajah tampanmu sangat mirip dengan Daddy." Ucap Mike setengah berbisik. Lalu dengan gemas menciumi pipi anak laki-lakinya itu berkali-kali. Hingga akhirnya tangisan bayi mungil itupun pecah.
"MIKE !!!" pekik Emma dan Hannah serentak. Mertua dan menantu itu sangat kompak dalam hal ini.
Sedangkan yang membuat ulah langsung berlari menjauh sambil terkekeh. Rasanya sangat puas bisa menciumi pipi Baby Liam hingga menangis dan membuat kedua wanita itu berteriak kesal.
"Ingat kata Daddy, Baby Liam ! Mereka hanya iri pada kita ! Love you Boy !" Teriak Mike setelah agak jauh.
Tak pelak itu membuat kedua wanita disana semakin kesal. Emma menggelengkan kepala dengan geram melihat kelakuan anak laki-lakinya itu. Dan Hannah dengan sigap menggendong Baby Liam lalu menenangkannya.
"Jangan menangis lagi Sayang. Daddy hanya terlalu menyayangimu. Dia sangat gemas denganmu. Karena kau memang sangat tampan seperti Daddy." Hannah menimang Baby Liam yang masih menangis sambil mengelus-elus pipi gembul itu. Memberinya sentuhan yang menenangkan. Dan menatap kedua bola mata biru yang menyipit itu dengan penuh cinta. Hingga akhirnya Baby Liam bisa tenang kembali.
*
*
*
*
*
Hayo...siapa yang masih nungguin extra part Her Name Is Hannah ???
Mau lagi gag ???
Ayo yang mau extra part lagi mana suaranya ???