
Sepeninggal Jenny,Hannah menjatuhkan dirinya bersimpuh di tepi kolam dengan pakaian yang basah kuyup.
"Aargghhhh....!" Hannah berteriak sambil memukul-mukul tanah.
Air matanya mengalir dengan derasnya.
Dia merasa dunia memperlakukannya dengan tidak adil.Selalu ada masalah yang menimpa dirinya.Bahkan saat dia merasa dunianya runtuh masih saja ada orang yang memperlakukannya dengan buruk.
Dalam udara malam yang dingin dia mencoba untuk meredam amarahnya.Tubuhnya mulai menggigil kedinginan karena bajunya yang basah.
Hannah menghentikan isakan tangisnya ketika dia merasa tubuhnya sedikit hangat saat sebuah rompi tebal menyelimuti sebagian tubuhnya.
Bayangan hitam tampak samar-samar menutupi tubuhnya dari arah samping.
Lalu Hannah mendongakkan kepalanya dan mendapati sosok Mike sudah berdiri di sampingnya sambil mengulurkan tangan kanannya.
"Bangunlah." kata Mike dengan wajah tanpa ekspresi.
Hannah meraih tangan Mike dengan tangan kanannya.Seketika itu Mike membantu Hannah untuk berdiri.
Hannah hanya diam sambil bertanya-tanya sejak kapan Mike ada disana.Apakah dia melihat dan mendengar semua yang terjadi barusan.
Hannah tidak berani menatap Mike.Pandangannya selalu kebawah.
"Aku antar kau pulang." Kata Mike dengan nada datar.
"Terima kasih.Aku bisa pulang sendiri." Hannah menolak dengan suara lemahnya.Seakan tenaganya sudah habis untuk meneriaki Jenny tadi.
"Jangan keras kepala." Mike menggandeng tangan Hannah dan menuntunnya menuju ke parkiran yang tak begitu jauh dari tempat mereka berdiri.
Hannah tidak bisa berkata apa-apa.Dia hanya mengikuti langkah cepat Mike dan tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di samping mobil Mike.
Mike membuka pintu mobil untuk Hannah."Masuklah."
Hannah terpaksa mengikuti perintah Mike.Meskipun sebenarnya dia merasa sangat canggung karena dia tidak mengenal Mike sebelumnya.Bahkan namanya saja Hannah tidak tau.
Setelah menutup pintu mobil sebelah kanan.Mike segera berputar menuju sisi kiri mobil dan segera masuk kedalamnya.
"Tunjukkan arah rumahmu." ucap Mike sembari menyalakan mesin mobilnya.
Hannah menunjukkan arah rumahnya hanya dengan jarinya tanpa bicara sepatah katapun.
Mike melajukan mobilnya kearah yang Hannah tunjuk dengan perlahan.
Dari luar mobil tampak seorang gadis berlari dari kejauhan sambil berteriak.
"Kakak....!" ternyata itu Isabel.
"Kenapa Kakak meninggalkanku ?" Isabel sangat kesal.Apa mungkin kakaknya melupakannya.Padahal tadi kakaknya sendiri yang mengatakan untuk menemuinya di parkiran.
Isabel segera mengambil ponselnya dan secepat mungkin menelpon kakaknya itu.
"Eh...perempuan yang bersama kakak itu siapa ya..?" Isabel penasaran dengan seorang perempuan yang terlihat duduk di kursi depan mobil kakaknya itu.Isabel hanya melihat sekelebat dari kaca mobil.Tetapi dia yakin kalau itu seorang perempuan.
*****
Di dalam mobil Hannah tampak sedikit menggigil kedinginan karena ac yang menyala.Bahkan bibir Hannah kelihatan membiru karena kedinginan.
Mike yang memperhatikan kondisi Hannah dengan sigap mematikan ac di mobilnya dan membuka sedikit kaca mobilnya agar tidak pengap.
Tidak ada pembicaraan lain diantara mereka selain arahan menuju rumah Hannah.
Hingga saat terdengar dering panggilan dari ponsel Mike.Mike menoleh ke kanan dan kiri mencari dimana ponselnya.Lalu dia teringat bahwa ponselnya ada di dalam saku rompinya.
"Ponselku." kata Mike dengan mengulurkan tangan kanannya meminta Hannah memberikan ponsel yang ada di dalam saku rompi.
Hannah memberikan ponsel itu tanpa berani melihat siapa yang menelpon.
Mike melihat panggilan itu dari nomor Isabel dan segera menjawabnya.
Belum juga Mike berbicara tetapi samar-samar Hannah bisa mendengar suara seorang perempuan dari balik ponsel yang sedang marah-marah.
"Tunggu disana dan jangan kemana-mana." Hanya dengan satu kalimat itu dan Mike langsung menutup telpon dari Isabel. Lalu Mike melempar ponselnya ke dashboard.
Akhirnya Hannah sampai di depan rumahnya.Sebelum Hannah turun dia menoleh pada Mike.
"Terima kasih sudah mengantarku."
Lalu Hannah berniat melepas rompi dari tubuhnya.Namun saat menyadari rompi itu jadi basah,dia mengurungkan niatnya.
"Lusa aku akan mengembalikan rompimu." tambah Hannah.
Mike hanya diam.Lalu saat Hannah hendak membuka pintu mobil tiba-tiba dia menoleh lagi ke arah Mike.
"Yang Tuan lihat tadi....tolong jangan mengatakan apapun pada Joe." Mata Hannah menunjukkan permohonan pada Mike.Dia khawatir Joe akan mendatangi Jenny dan melakukan hal yang buruk.Karena terakhir kali insiden itu terjadi Joe benar-benar marah pada Jenny.
Mike mengangguk sekali.Dan Hannah segera turun dari mobil.
"Mike.Panggil aku Mike." kata Mike tiba-tiba saat Hannah hendak menutup pintu mobil itu.
Hannah mengangguk dan menutup pintu mobil Mike.
*****
Mike berlalu meninggalkan rumah Hannah dan kembali ke tempat dimana Isabel menunggunya dengan sangat kesal.
"Kakak dari mana saja ? Kenapa kakak meninggalkanku ?" protes Isabel saat masuk ke dalam mobil.
"Kok basah ?!" Isabel semakin kesal karena kursi mobil yang dia duduki basah.Tentu saja basah karena Hannah tadi duduk disana dengan pakaian yang basah kuyup.
"Kalau tidak mau basah duduklah di belakang." saut Mike.
Isabel turun dari mobil dan pindah ke kursi belakang.Saat ini posisi Mike seperti sopir yang mengantar Isabel.
"Kakak menyebalkan." gerutu Isabel dari belakang Mike.
Mike tidak meladeni ocehan adiknya itu.Dia biarkan adiknya duduk dengan wajah di tekuk di kursi belakang.
Isabel teringat akan sesuatu.Seketika itu nada bicaranya sudah berubah jadi lebih kalem.
"Perempuan tadi kekasih Kakak ya ?" tanya Isabel dengan polosnya.
Mike terkejut mendengar pertanyaan itu.Mike melirik wajah adiknya dari kaca spion.Tapi dia tidak menjawabnya.
"Kakak...Jawablah....apa dia kekasihmu ?" Isabel semakin penasaran dengan sikap diam kakaknya itu.
Karena tidak ingin Isabel terus memberondongnya dengan pertanyaan akhirnya Mike angkat bicara.
"Bukan.Dan jangan banyak tanya."
"Kakak bohong." Isabel masih tidak percaya.
Mike tidak mempedulikan ucapan adiknya dan terus fokus mengemudi hingga mereka sampai di rumah.