Her Name is Hannah

Her Name is Hannah
RENCANA SELANJUTNYA



Bukan perkara mudah bagi Hannah untuk meninggalkan Mike yang masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.Tapi dia bisa apa ? Bukankah dia juga harus memikirkan perasaan calon suami dan mertuanya ? Apalagi keluarga Mike juga sudah berada disana. Pasti mereka akan menjaga Mike dengan baik.


Dengan berat hati gadis itu harus segera pergi. "Aku pulang dulu." Pamitnya seraya menggenggam tangan Mike erat-erat.Seolah ini adalah terakhir kalinya dia bisa melakukannya.


Mike mengangguk lemah. "Terima kasih." Tapi sorot mata Mike mengatakan tetaplah disini bersamaku.


Joe mendekat hendak berpamitan.Mike dengan tubuh lemahnya berusaha untuk bangkit dan duduk bersandar pada kepala ranjang.Tentu saja dengan bantuan Jhon yang berdiri disampingnya.


Senyum Joe benar-benar membuat Mike semakin merasa bersalah.Bagaimana bisa Mike menghianati teman berhati malaikat seperti Joe ? Bukan ! Bukan teman melainkan sahabat atau mungkin saudara.Entahlah harus dengan sebutan apa Mike memanggilnya.Yang jelas ketulusan Joe benar-benar membuat hati Mike tersentuh.


"Lekas sembuh Buddy !" Joe menepuk pelan bahu Mike.


Seulas senyum membalas ucapan Joe.


"Terima kasih.Aku berhutang nyawa padamu."


Joe mengibaskan tangannya di depan wajah." Ah sudahlah ! Tidak perlu dipikirkan ! "


Sorot mata Mike sungguh sulit di artikan.Senang, sedih, cemburu, bangga, ah entahlah ! Satu yang pasti.Tidak ada amarah dalam mata itu meskipun laki-laki yang berdiri di hadapannya sekarang akan menjadi suami dari orang yang dia cintai.


"Jaga dia baik-baik.Aku yakin dia akan bahagia bersama malaikat sepertimu."


Ucapan Mike membuat Joe berpikir keras.Bagaimana dia bisa bahagia kalau separuh hatinya dia tinggalkan bersamamu ? Tapi lagi-lagi Joe tidak ingin menyalahkan mereka atas cinta yang mereka rasakan.Karena cinta sering datang tanpa diundang.


Sepertinya sudah cukup untuk drama hari ini.Setelah berpamitan pada orang tua Mike, mereka bertiga segera meninggalkan rumah sakit.


Sepanjang perjalanan Hannah yang duduk di kursi belakang dengan Melly hanya diam.Sesekali pandangannya mengarah keluar jendela mobil dan sesekali dia hanya menunduk diam.


"Hannah kau baik-baik saja ?" Sentuhan lembut Melly di bahunya membuat Hannah tersadar dari lamunan.


Menoleh dan tersenyum kilas. " Iya Ma.Hannah baik-baik saja."


"Jangan sungkan untuk berbagi Sayang ! Sekarang ada Joe dan Mama yang akan selalu siap mendengar setiap keluh kesahmu."


Bagaimana bisa Hannah menyakiti orang-orang sebaik mereka.Sebelumnya Hannah tidak percaya kalau di dunia ini ada orang yang berhati tulus selain kedua orang tuanya.Tapi sekarang justru dia di hadapkan dengan orang-orang yang.....oh bukan orang tapi mereka adalah malaikat-malaikat yang dikirim Tuhan untuk menyadarkan Hannah bahwa masih banyak ketulusan yang bisa dia dapatkan.


"Iya Ma.Terima kasih kalian sudah hadir dalam hidup Hannah." Air mata pun tak bisa dibendung lagi.Hannah menghamburkan dirinya memeluk Melly.Dalam dekapan Melly Hannah bisa merasakan kasih sayang seorang ibu yang sudah lama dia rindukan.


Apa yang dirasakan Hannah terasa sangat menyesakkan dada.Ada rasa tidak rela untuk mengorbankan cintanya.Tapi disisi lain dia juga tidak sanggup menghancurkan perasaan kedua malaikat yang selalu tulus menyayanginya.


***


Dua hari berlalu.Kondisi Mike sudah membaik.Bahkan hari ini dia sudah di perbolehkan pulang.Asalkan banyak beristirahat lukanya akan segera pulih.Ya....luka fisiknya akan segera pulih dengan obat yang di resepkan dokter.Tapi apakah berlaku juga untuk luka hatinya ?


Mike sudah memantapkan hatinya dengan rencana yang dia buat.Biarkan Joe dan Hannah bahagia.Tidak masalah jika dia harus mengorbankan perasaannya.Nanti kalau kondisinya sudah pulih dia akan segera mengurus kepindahannya ke luar negeri.Kembali mengurus anak perusahaan yang ada disana.Seperti sebelum dia mengenal Hannah.Mungkin dengan begitu dia bisa sedikit demi sedikit mengikis perasaannya terhadap Hannah.Atau mungkin dia bisa mulai membuka hatinya untuk gadis lain di sana.Berharap saja semua berjalan sesuai rencana.


Tapi kembali lagi.Manusia berencana Tuhan yang menentukan.


Setelah pertemuan di rumah sakit kemarin Mike berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menemui Hannah lagi.Untung saja dia tidak menyimpan nomor ponsel Hannah.Itu bisa jadi godaan berat untuknya.


"Welcome home Kakak !" Seru Isabel yang berdiri di teras rumah sambil merentangkan kedua tangannya menyambut kepulangan Mike dari rumah sakit.Maklum saja gadis kecil itu tidak diperbolehkan ikut ke rumah sakit karena dalam waktu yang bersamaan dia harus menjalani ujian di sekolah.


Mike berjalan pelan-pelan ke arah Isabel lalu memeluk adiknya itu.Seolah sudah bertahun-tahun tidak bertemu.


"Gadis manjanya Kakak !" Mike mengacak rambut Isabel.


Isabel membantu Mike berjalan masuk ke dalam rumah.


"Apa masih terasa sakit Kak ?"


"Tidak."


"Apa Kak Hannah menjenguk Kakak ?"


Mike tau Isabel sangat berharap Hannah menjadi kakak iparnya.Tapi.....takdir berkata lain.


"Tentu saja.Joe yang menyelamatkan Kakak.Jadi dia menjemput Joe sekalian menjenguk Kakak." Mike melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga setapak demi setapak menuju ke kamarnya.


Jawaban Mike sedikit membuat Isabel kecewa.Dia berharap Mike akan menjawab kalau Hannah siang dan malam menungguinya di sisi ranjang sampai tidak pernah istirahat.Sayangnya itu hanya khayalan Isabel.Kenyataannya setelah hari itu Hannah tidak lagi datang menjenguk.Bukan karena tidak mau.Kalau boleh jujur, Hannah sangat ingin melakukan apa yang di khayalkan Isabel.Tapi Hannah disibukkan dengan rencana pernikahannya. Beda dengan pernikahannya dengan Harry.Dulu dia hanya tinggal duduk manis dan semua sudah beres.Sekarang dia harus terjun langsung untuk memilih konsep pernikahan, menu catering, souvenir dan berbagai hal yang berhubungan dengan pernikahannya.Karena Joe mengharapkan pernikahan ini sesuai dengan keinginan Hannah.


Isabel tampak cemberut tanpa berkata apapun lagi.Dia hanya fokus membantu kakaknya berjalan menaiki anak tangga hingga masuk ke dalam kamar kakaknya.


"Terima kasih Isabel." Mike duduk diatas kasur.


"Kenapa Kakak tidak menikah saja dengan Kak Hannah ?" Gadis itu belum putus asa dengan harapannya.


Mike menghela nafas lalu menepuk kasur di sebelahnya mengisyaratkan Isabel untuk duduk di sana.


Dengan patuh Isabel duduk di sebelah Mike.


"Kau tau kenapa Kakak tidak ditakdirkan menikah dengan Hannah ?"


Isabel menggeleng pelan.


"Karena Hannah hanya pantas untuk bersanding dengan seorang malaikat.Dan Kakak belum bisa menjadi malaikat itu.Satu-satunya malaikat yang pantas bersanding dengannya adalah Joe.Sampai disini paham ?" Senyum Mike menyimpan sejuta luka saat mengutarakan kalimat itu.


"Tapi Kakak juga seorang malaikat.Malaikat yang selalu melindungi dan menjaga Isabel." Satu pelukan dari Isabel.


"Itu sudah menjadi tanggung jawab Kakak.Sampai kapanpun Kakak akan selalu melindungi dan menjagamu." Mike mencium puncak kepala Isabel.


Lihatlah gadis kecil yang manja itu sekarang sudah beranjak dewasa.Dan sebenarnya ketakutan Mike semakin besar tatkala gadis kecilnya itu akan menjelma menjadi perempuan dewasa.Gadis cantik dan polos seperti Isabel pasti akan banyak menarik perhatian dari kaum adam untuk mendekatinya.Dan hal yang paling menakutkan untuk Mike adalah ketika gadis manjanya itu akan diperdaya dan tersakiti oleh laki-laki yang mengatasnamakan cinta.Maka dari itu Mike akan selalu mengawasi adiknya hingga dia bisa menemukan laki-laki yang berhati tulus dan tidak akan pernah menyakiti perasaannya.Sampai kapanpun dia tidak akan rela jika adiknya tersakiti.


"Isabel sayang Kakak "


"Kakak lebih menyayangimu"


Suasana penuh haru adik kakak itu harus berhenti ketika suara langkah kaki Jhon memasuki pintu kamar Mike.


Isabel beranjak dari duduknya dan berlalu keluar.Melihat ekspresi Papanya yang tampak begitu serius,Isabel tidak ingin mengganggu pembicaraan mereka.


" Papa baru saja mendapat kabar dari kepolisian." Jhon duduk di samping Mike dengan wajah serius.Ada rasa kecewa yang mendera hatinya.


"Lantas ?" Melihat ekspresi wajah Jhon membuat Mike semakin penasaran.


" Polisi berhasil meginterogasi ketiga pelaku itu setelah sebelumnya mereka bungkam.Dan ternyata mereka adalah orang-orang suruhan Harry." Kekecewaan meliputi wajah Jhon.Bagaimana tidak ? Selama ini Jhon sangat mempercayai Harry.Dan dia meyakini Harry adalah seseorang yang berhati mulia.Namun tindakan Harry yang telah mencurangi perusahaan dan berencana menghabisi Mike sungguh telah membuatnya kecewa.


"Mike sudah menduganya Pa." Jelas Mike sudah bisa menebak siapa pelakunya.Karena sehari sebelumnya dia mendapat kabar kalau beberapa perusahaan Harry colaps akibat pemutusan kerja sama dan penarikan saham yang dilakukan Mike.Hanya saja Mike tidak ingin gegabah sebelum ada bukti-bukti yang memberatkan.


"Lantas apakah Harry sudah berhasil di tangkap ?" Tanya Mike.


"Dia kabur setelah rencananya untuk menghabisimu gagal.Harry benar-benar licik.Papa akan menyuruh orang-orang Papa untuk mencari keberadaan Harry.Karena tidak menutup kemungkinan dia akan kembali untuk membalas dendam."


Mike mengangguk sambil meresapi kata-kata Jhon.Benar apa yang dikatakan oleh Jhon.Bisa saja saat ini Harry sedang merencanakan pembalasan kepada Mike.Mike yakin dengan tindakannya yang seekstrim itu pasti membuat Harry bangkrut dalam waktu singkat.Dan itu bisa memicu tindakan anarkis seperti yang Harry lakukan padanya.


Tapi yang lebih membuat Mike khawatir adalah jika Harry berani menyentuh Hannah ataupun keluarganya.Sebelumnya hal ini tidak terpikirkan oleh Mike.Dalam kondisi yang sedang diliputi amarah dia tidak sempat memikirkan efek dari keputusannya selain imbasnya pada perusahaan.Yang dia pikirkan hanyalah bagaimana membuat Harry hancur.Dia lupa kalau Harry adalah orang yang sangat licik.Pasti Harry akan membalas dendam atas apa yang dilakukan Mike padanya.Mike harus berpikir keras untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk itu.


"Maafkan Mike Pa.Mike terlalu gegabah mengambil keputusan tanpa memperhitungkan akibatnya."


"Tidak...tidak...! Kau sudah melakukan hal yang benar Nak.Harry pantas mendapatkannya.Dia pasti akan segera tertangkap.Kau tidak perlu khawatir."


Jhon tau betul apa yang sedang dipikirkan anaknya itu.Tapi Jhon tidak akan tinggal diam.Keputusan Mike saat itu sudah tepat.Orang licik seperti Harry memang tidak pantas diberi kesempatan. Jhon yakin orang-orangnya akan segera menemukan Harry.Bersembunyi di lubang semut pun pasti akan segera tertangkap.


Dalam hati Mike tak henti mengutuk Harry.Dia harus segera menemukan laki-laki licik itu sebelum hal-hal yang tidak di inginkan terjadi.Mike tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika sampai orang-orang yang dia sayangi terkena imbas persaingan bisnisnya.Mungkin bukan hanya soal persaingan bisnis.Karena Harry tau letak kelemahan Mike.Yaitu Hannah dan keluarganya.