
Pak Eddy membukakan pintu mobil untuk Hannah ketika mereka sudah masuk di halaman rumah mewah itu.Dari kejauhan Hannah bisa melihat puluhan mobil mewah terparkir dengan rapi di halaman samping.Nyali Hannah menciut melihat pemandangan itu.Membayangkan apa yang akan dia lihat di dalam rumah saja sudah membuat tubuh Hannah kaku.
"Silahkan Nona." Pak Eddy membungkukkan badannya sambil membuka pintu mobil.
Hannah melangkahkan kakinya turun dari mobil.Hannah merasa sangat gugup.Tangannya sedingin es.
"Silahkan ikut saya Nona." pak Eddy mendahului langkah Hannah dan mengarahkannya memasuki rumah dimana pestanya di gelar.
Hannah hanya mengangguk.Dari luar saja sudah terlihat susana pesta mewah yang sangat meriah.
Pak Eddy memasuki pintu utama yang di biarkan terbuka selama acara.Rumah yang sebelumnya penuh dengan perabotan mahal malam itu terlihat lebih lapang.
Ketika Hannah melangkahkan kakinya masuk dia bisa mendengar dengan jelas alunan musik yang indah dan suara orang-orang berbincang bahkan tertawa ria.
"Saya antar sampai disini Nona.Silahkan menikmati pestanya." pak Eddy berpamitan pada Hannah dan meninggalkannya sendiri diantara penduduk planet lain itu.
Hannah berjalan perlahan diantara orang-orang yang sedang menikmati makanan dan minuman seraya berbincang berkelompok di setiap sudut.Tidak ada yang Hannah kenal disana.Matanya berkeliaran mencari sosok Melly yang belum dia temukan.
Orang-orang yang dia lewati memandangnya dengan tatapan aneh penuh tanda tanya.Seakan ada alien yang sedang berjalan diantara mereka.
Hannah membalas tatapan mereka dengan senyuman.Tapi yang diajak senyum lebih memilih memalingkan muka alih-alih membalas senyuman itu.Hannah menepis semua keraguannya.Dia fokus mencari Melly untuk mengucapkan selamat dan memberikan kado yang dia bawa.
Akhirnya Hannah menemukan orang yang dia cari sedang berbincang dengan dua orang wanita paruh baya yang terlihat begitu anggun dan elegan.Mereka tampak menikmati obrolan sambil sesekali tertawa.
Hannah berjalan mendekati mereka.
PRANG....!!!
Seseorang yang sedang bercanda sambil berjalan mundur tiba-tiba menabrak Hannah dan menjatuhkan gelas dari tangannya.
Tubuh Hannah terpental dengan tabrakan tadi.Seorang gadis dengan gaun merah akhirnya berbalik kearah orang yang dia tabrak.
Mata gadis itu melotot saat mengetahui Hannah lah yang dia tabrak.
"Jenny ?" Hannah pun terkejut ada Jenny di pesta Melly.
"Kau...!" Jenny mengepalkan tangan halusnya saat tau Hannah berdiri di hadapannya menghadiri pesta yang sama dengan dirinya.
Perasaan Hannah langsung berkecamuk.Pasti akan ada masalah lagi.Namun yang jadi pertanyaan besarnya apa hubungan Jenny dengan Tante Melly.Apa mungkin Tante Melly adalah mamanya Jenny.Tapi bukankah anak Tante Melly itu laki-laki.Ah mungkin Tante Melly adalah Tantenya Jenny.Pikiran itu berkecamuk di pikiran Hannah.
"Sedang apa kau disini ?! Dasar perempuan tidak tau malu ! " Jenny berbicara dengan nada tinggi sehingga perhatian orang-orang berpusat pada dua gadis yang sedang bersitegang itu.
"Jaga bicaramu !" Balas Hannah.
"Perempuan miskin dan murahan sepertimu tidak pantas datang ke pesta ini ! Lebih baik kau pergi dari sini."Jenny seenaknya mengusir Hannah.
Hannah semakin yakin kalau Melly punya hubungan keluarga dengan Jenny.
"Kalau aku tau dari awal aku juga tidak akan pernah datang kesini."tukas Hannah dengan menahan malu karena hinaan Jenny.
Hannah berbalik dan hendak pergi dari pesta itu.Dia sangat kesal.Kenapa dia tidak tau sebelumnya kalau akan ada Jenny disana.Namun tiba-tiba suara seorang wanita menghentikan langkahnya.
"Apa yang terjadi disini ?" Suara Melly membuat langkah Hannah terhenti dan dia memutar tubuhnya menghadap kearah Melly yang ada di belakangnya.
Jenny berjalan ke arah Melly dan sekarang dia berdiri tepat disamping Melly.
"Gadis ini pengacau Tante.Gadis miskin dan murahan seperti dia tidak pantas berada di pesta Tante yang mewah ini." kata Jenny dengan sangat yakin.
Hannah hanya bisa diam menahan amarah.Sebenarnya dia sudah tidak tahan berada disana.Keputusan yang salah untuk datang ke pesta yang tidak selevel dengannya itu.Bahkan dia merasa sudah salah menilai kebaikan Melly.
"Apa yang kau katakan ?" Melly seakan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Jenny.Gadis yang dia kira lembut dan sopan bisa bicara seperti itu.
"Lihat saja Tante....gaun yang dia pakai itu mungkin saja hasil curian.Orang rendahan seperti dia tidak mungkin bisa membeli gaun sebagus itu."Jenny masih sangat percaya diri.
Amarah Hannah seakan sudah mau meledak.Wajahnya berubah merah padam.Dia merasa sangat dipermalukan.
PLAAAKK....!!!
Reaksi Melly sungguh diluar dugaan Jenny.Satu tamparan dari tangan Melly mendarat di pipi Jenny.Bukan tamparan yang keras tetapi sudah cukup membuat Jenny menutup mulutnya.
Jenny terbelalak memegang pipinya dengan perasaan getir.Kenapa Tente Melly menamparnya.Bukankah dia melakukan hal yang benar.Pikiran Jenny berputar-putar.
Hannah sangat terkejut melihat kejadian di hadapannya.Apa yang sebenarnya terjadi.Kenapa Tante Melly menampar Jenny.
"Kaulah yang pantas untuk pergi dari pestaku.Sekarang aku yakin putraku sudah membuat keputusan yang sangat tepat." Melly geram dengan apa yang dikatakan oleh Jenny.
Melly berjalan ke arah Hannah dan menggandeng tangan Hannah meninggalkan Jenny yang masih berdiri mematung dengan menahan malu bukan main.
"Kalian bawa Nona Jenny keluar dan bereskan pecahan gelas itu." kata Melly kepada pelayan.
Hannah berjalan dengan tangan yang masih di gandeng Melly menjauh dari kerumunan orang.Otak Hannah seakan berhenti bekerja.Pikirannya begitu buntu tidak bisa mengurai benang kusut hubungan Jenny dan Tante Melly yang ada di otaknya.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.Silahkan melanjutkan pestanya." suara MC mencairkan suasana pesta dan orang-orang kembali menikmati pesta mereka.
Melly mengajak Hannah duduk di sofa.
"Maafkan ketidaknyamanan ini ya Sayang." ucap Melly lembut sambil mengusap punggung tangan Hannah.
"Saya yang harusnya minta maaf Tante.Yang dikatakan Jenny memang benar.Tidak sepantasnya saya datang di pesta ini." Wajah Hannah tampak sangat sedih.Jelas sekali terlihat dia menahan air matanya.
"Ssstt.....jangan bicara seperti itu.Tante yang mengundangmu bukan Jenny." Melly menghibur Hannah.
"Tapi saya merasa tidak enak sudah mengganggu kenyamanan pesta Tante." saut Hannah.
"Cukup.Tante tidak mau dengar lagi.Tante senang Hannah sudah datang malam ini." Melly tersenyum ramah.
Dari arah belekang Hannah suara seorang laki-laki terdengar sedang bertanya pada Melly.
"Apa yang terjadi Ma ? kenapa tadi ada suara ribut-ribut ?"
Ya....suara yang familiar di telinga Hannah.
Joe melihat mamanya sedang duduk berbincang dengan seseorang.Sepertinya masih muda.Siapa dia.....pertanyaan muncul di benak Joe.
Joe baru saja kembali dari kamarnya untuk menerima telpon penting.
Melly tersenyum melihat putranya dan menjawab."Hanya masalah kecil.Kemarilah..!"
Hannah mendongakkan wajahnya keatas ketika Joe mendekat ke tempat mereka duduk.
"Hannah ?"
"Joe ?"
Ucap kedua orang itu secara bersamaan.Mereka sama-sama terkejut.
Joe melihat Hannah malam itu sangat berbeda.Terlihat sangat cantik.Bahkan Joe tidak mengedipkan matanya untuk beberapa saat.
Sekarang wajah Melly pun turut menunjukkan keterkejutannya.
"Kalian sudah saling kenal ?"
Joe memposisikan duduknya di sofa yang berseberangan dengan Hannah.Dia segera menepis kekagumannya.
"Tentu saja Ma.Joe sudah kenal lama dengan Hannah." jawab joe kemudian.
"Iya Tante.Joe sudah banyak sekali membantu saya." timpal Hannah.
Melly tersenyum lega dan bahagia.Baru saja dia mau mengenalkan Joe pada Hannah.Tapi mereka sudah saling kenal.
"Syukurlah."Kata Melly bahagia.
Wajah Joe berubah tegang saat mengingat bahwa Jenny juga datang di pesta itu.
"Jangan bilang kalau keributan tadi adalah ulah Jenny." Dugaan Joe benar.
Hannah hanya terdiam.
"Mama bersyukur kalian sudah tidak ada hubungan lagi." ucap Melly.
Joe mengepalkan tangannya geram.
"Benar-benar tidak bisa di toleransi lagi."
"Sudahlah Joe....lupakan saja." kata Hannah.
"Kau selalu saja membelanya." tukas Joe.
"Sudah...sudah...tidak perlu memperdebatkan hal yang tidak penting." saut Melly menengahi perdebatan Hannah dan Joe.
Akhirnya mereka berhenti membahas Jenny.
"Oya Tante...Selamat ulang tahun.Semoga kebaikan selalu menyertai Tante.Maaf Hannah hanya bisa memberikan hadiah kecil yang tidak berharga ini." Hannah memberikan kado untuk Melly.
"Terima kasih Sayang....apapun itu pasti akan menjadi sangat berharga untuk Tante." Melly menerima kado dari Hannah.