
Flashback satu hari sebelumnya.
Mike pulang dari luar kota dengan perasaan yang sudah tidak sabar lagi untuk menemui Hannah.Akhirnya dia langsung melajukan mobilnya menuju kedai karena dia tau Hannah belum pulang kerja.Mike menunggu hampir satu jam di seberang kedai.Dia sengaja tidak memarkirkan mobilnya di depan kedai agar Hannah tidak melihat kedatangannya.
Satu jam menunggu rasanya hati dan pikiran Mike seperti mau meledak.Banyak spekulasi yang muncul disana.Mungkin Hannah akan memukul,memaki dengan sumpah serapah.Atau mungkin Hannah hanya akan diam dan tidak mau lagi melihat wajahnya.Dan masih banyak lagi imajinasi yang muncul dalam otak laki-laki itu.Hingga membuat Mike merasa suplai oksigen ke otaknya mulai berkurang.
Mike keluar dari mobilnya dan berdiri bersandar pada pintu mobil dengan kacamata hitam yang bertengger dengan apik di hidungnya.
Mike melepas kacamata hitamnya saat melihat Hannah keluar dari toko dengan rambut coklatnya yang digulung keatas.Entahlah....menurut Mike penampilan Hannah yang seperti itu membuatnya kehilangan akal.Penampilan yang sederhana tapi mampu membesut semua perhatiannya.
Pandangan mereka beradu.Rasanya ingin sekali Mike berlari menghampiri gadis itu.Namun tiba-tiba seorang gadis memanggil namanya dengan suara serak.Gadis itu berlari ke arahnya dan langsung memeluk tubuh kekar itu dengan erat.
Air mata tertumpah dari mata indah gadis itu.
Jessica.
Dia menangis sesenggukan sambil memeluk erat tubuh laki-laki itu.Melihat kondisi Jessica yang terlihat kacau Mike merasa tidak tega.Mike membalas pelukan Jessica untuk menenangkannya.
Dan saat Mike menoleh ke arah Hannah,gadis itu sudah tidak ada ditempatnya tadi.Mike ingin sekali mengejar Hannah.Karena pasti sekarang dia sedang berjalan ke arah rumahnya.Dia takut Hannah berprasangka yang tidak-tidak.Namun lagi-lagi dia harus menepis egonya.Dia tidak tega meninggalkan Jessica dalam keadaan seperti itu tanpa mengetahui penyebabnya.Walau bagaimanapun Jessica adalah teman baiknya yang sempat mengisi hatinya untuk waktu yang cukup lama.
"Masuklah ke mobil." Mike melepaskan pelukan Jessica dan mengarahkannya ke sisi kanan mobil untuk masuk dan duduk di kursi penumpang.
Jessica terlihat menyeka air matanya saat Mike masuk melalui sisi kiri mobil dan duduk di kursi pengemudi.
"Apa yang terjadi ? Kenapa kau menangis ?" Tanya Mike.
Masih dengan suara serak dan sesekali sesenggukan Jessica mulai menceritakan permasalahannya.
"Pernikahanku batal." Kalimat yang berhasil diucapkan oleh Jessica.
Mike terperangah mendengarnya.Bagaimana bisa terjadi ? Pernikahan itu tinggal menghitung hari.Bahkan undangan sudah disebar.Orang tua Jessica dan Tony adalah orang terpandang di kota itu.Apa jadinya kalau sampai pernikahan mereka batal ?
"Kenapa bisa batal ?" Mike semakin ingin tau.
Jessica mengangkat wajahnya.Matanya merah dan sembab.Nafasnya sedikit tidak beraturan.
"Karena kau Mike." Katanya.
Mike lebih terkejut lagi saat mendengar jawaban Jessica.Memangnya apa yang dia lakukan ? Kenapa menyalahkan dirinya atas batalnya pernikahan mereka.
"Aku ? Maksudnya ?" Kedua alis Mike hampir menyatu karena keheranan.
Air mata mulai menetes lagi dari ujung mata Jessica.Gadis itu tampak berat megucapkan jawabannya.
"Karena aku mencintaimu Mike !"
Dunia Mike berguncang sangat keras.Mike seperti terhisap ke dalam lubang yang tak berujung.Gadis yang beberapa tahun dia cintai membatalkan pernikahannya dengan orang yang di cintainya karena gadis itu lebih mencintai dirinya ?
What the *** ! Jujur hati Mike tersentuh.Pasalnya dulu tanpa sepengetahuan Jessica dia sangat mencintai gadis itu hingga rela orang yang dicintainya itu memilih orang lain agar dia bahagia.
Tapi kenapa ungkapan cinta Jessica sekarang terasa hambar ? Kenapa tidak ada getaran yang menjalar dari hati Mike saat mendengar kalimat itu ?
Yang dirasakan Mike justru perasaan bersalah dan sedih.
Mike menatap dalam kedua mata indah Jessica.Mata yang dulu selalu membuatnya luluh dan bertekuk lutut dihadapan gadis itu.Hingga dia rela mengorbankan perasaannya asalkan Jessica bahagia. Dulu !
" Apa kau sadar dengan yang kau katakan ? " Mata Mike masih melekat pada tatapan gadis itu.
Saat perasaan cinta itu masih bersemayam di hati Mike, Jessica sama sekali tidak menyadarinya.Mungkin karena Jessica dibutakan oleh cintanya kepada Tony.Mike dengan lapang dada menerima bahwa Jessica dan dirinya hanya bisa menjadi teman baik dan tidak lebih.Bertahun-tahun Mike bertahan dengan status 'teman baik' itu.Meskipun kadang Mike harus menjadi pelampiasan kekecewaan atau kesedihan bagi Jessica.Intinya Mike akan selalu ada untuk Jessica disaat susah maupun senang.Lebih seringnya disaat susah.
Jessica mengangguk dengan pertanyaan Mike.
"Maafkan aku Mike ! Aku selalu mengabaikanmu.Dan sekarang aku baru sadar kalau perasaanku terhadapmu lebih dari sekedar teman.Aku merasa lebih nyaman saat bersamamu.Dan aku tidak siap jika harus kehilangan semua perhatianmu ketika aku menikah dengan Tony." Kata-kata yang begitu manis seandainya Hannah belum hadir dalam hidup Mike.
Mike meraih tangan Jessica dan menggenggamnya.Meskipun perasaan Mike pada Jessica tidak sama seperti dulu lagi, tapi Mike masih menganggap Jessica adalah teman baiknya.Tetap saja dia tidak akan tega melihat Jessica bersedih.
"Lihat mataku Jess ! " Mike menatap dalam pada Jessica.
"Aku sangat mengenalmu.Pikirkan lagi keputusanmu itu.Karena keputusanmu itu akan berdampak besar pada keluargamu dan juga keluarga Tony.Bagaimana mereka akan sangat menanggung malu hanya karena obsesi sesaatmu itu."
Hati Jessica terasa sakit saat Mike berbicara seperti itu.Rasanya sesak sekali.Hingga buliran bening kembali membasahi pipi gadis berparas ayu itu.
Mike menarik kepala Jessica dan membenamkannya ke dada bidang laki-laki itu agar Jessica bisa lebih tenang.
Mike menghela nafas panjang.Dia sedih melihat kondisi Jessica seperti itu.
Jessica menangis sejadinya dalam dekapan Mike hingga kemeja yang dikenakan Mike terasa basah karena air mata Jessica.
"Aku akan mengantarmu pulang.Kau perlu menenangkan dirimu dulu." Mike melepas pelukannya dan menyalakan mesin mobilnya.
Jessica menyeka air matanya meskipun masih terlihat sesenggukan.Mata dan hidungnya merah karena menangis.
Sepanjang jalan mereka hanya diam.Mereka larut dalam pikiran masing-masing.
Mike tau betul harus mengarahkan laju mobilnya kemana.Sudah pasti Jessica tidak mau pulang ke rumah orang tuanya.Jadi Mike mengantarkan Jessica ke apartemen yang memang hanya dikunjungi Jessica ketika dia ingin sendiri.
Mike mengantarkan Jessica hingga ke dalam apartemen.Dia ingin memastikan Jessica tidak melakukan hal-hal bodoh yang bisa merugikan dirinya.
Pintu apartemen terbuka dengan kunci digital.Mereka berdua masuk ke dalam apartemen itu.
Mike duduk di sofa.Sedangkan Jessica langsung menghempaskan tubuhnya keatas sofa bed yang letaknya tidak jauh dari tempat Mike duduk .Jessica merasa ini adalah awal masalah yang akan dia hadapi.Bagaimana tidak ? Dia masih harus menghadapi amarah Tony, keluarganya, dan juga keluarga Tony.Dia tau keputusannya akan mengundang banyak masalah.Tetapi dia memilih untuk jujur dengan perasaannya daripada harus membohongi orang lain.
Mike berjalan ke dapur dan membuka pintu lemari es.Dia ambil dua botol air mineral dari sana.
Mike berjalan kembali ke sofa.Dia sodorkan satu botol air mineral pada Jessica.
"Minumlah !"
Jessica meraih botol itu dan meminumnya hingga tandas tak bersisa.Air itu cukup mendinginkan kepalanya untuk sejenak.
"Kembalilah pada Tony.Dia sangat mencintaimu." Kata Mike yang sudah duduk kembali di sofa.
Jessica menoleh pada Mike dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Jadi kau menolakku ?"
Mike tersenyum mendengar pertanyaan Jessica.
"Hei....Aku tau betul siapa dirimu.Ini hanya pre-wedding syndrome.Bukannya aku sudah pernah mengatakannya kepadamu ?" Mike meneguk air dalam botol itu.
Jessica menghela nafas panjang.Nafas yang sepertinya sangat berat.
"Ini nyata Mike.Aku benar-benar mencintaimu.Dan bodohnya aku kenapa aku baru menyadarinya sekarang.Disaat pernikahanku dengan Tony tinggal selangkah lagi.Aku tau aku pasti menyakitinya.Tapi aku harus jujur." Jessica memejamkan matanya.
"Apa dia sudah tau alasanmu membatalkan pernikahan ?"
Pertanyaan Mike membuat wajah Jessica jadi muram.
"Aku belum mengatakan alasanku padanya." Jawab Jessica dengan nada lesu.
Senyum tipis menyeruak di wajah Mike.
"Baguslah.Setelah ini kau harus menemuinya dan mengatakan kalau kau tidak jadi membatalkan pernikahan kalian.Karena tidak akan lucu kalau seorang Mike Bennings tiba-tiba mati mengenaskan dengan tubuh yang di mutilasi menjadi 50 bagian dan dibuang ke kolam buaya karena diduga merebut calon istri orang." Kini tawa kecil terdengar dari bibir Mike.
Jessica refleks menimpuk Mike dengan bantal sofa yang ada di dekatnya.Wajah gadis itu terlihat sangat kesal.Bisa-bisanya Mike berkata seperti itu disaat dirinya sudah menyatakan perasaan cinta pada Mike.
"Kenapa kau menimpukku ?" Mike terkekeh.Dia tau Jessica pasti kesal padanya.
"Aku sekarang sedang sedih.Kenapa malah kau jadikan lelucon ? Kau sungguh menyebalkan !" Jessica mengerucutkan bibirnya.
"Justru karena aku tau kau sedang sedih.Makanya aku menghiburmu." Mike terkekeh lagi.
Mike menemani Jessica hingga malam.Dan setelah memastikan Jessica sudah merasa lebih baik Mike segera meninggalkan apartemen Jessica.
Mike kembali melajukan mobilnya ke Jl.Orchid No.7.
Mike ingin segera menemui gadis yang dia cintai.Namun setibanya disana rumah itu sudah tampak gelap.
Mike melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.Benar saja malam itu sudah jam 11 lewat.
Mike mengurungkan niatnya untuk menemui Hannah.Tapi rasanya Mike enggan untuk meninggalkan rumah sederhana itu.Akhirnya dia memutuskan untuk tetap disana dan tidur di dalam mobil.