
"Ada info apa Gab?" tanya Vano to the point saat ia sudah berhadapan berdua dengan Gabby. Mereka sekarang ini sudah berada di sebuah ruangan khusus yang dulu khusus diminta oleh papanya selaku pemilik sekolah ini.
Vano sengaja ingin membicarakan soal Raja hanya berdua dulu dengan Gabby selaku wakil dari dirinya di Ghosterion. Takutnya kalau yang lain tau, apalagi Sammuel, akan terjadi keributan sebelum mereka bisa memastikan siapa Raja yang sebenarnya.
"Nih lo liat." ucap Gabby mengeluarkan laptop dari dalam tasnya. Termasuk keajaiban dunia saat anak semager Gabby yang jarang membawa buku bisa membawa laptop ke sekolahan.
Vano mengangguk, mengambil alih laptop berwarna silver dengan logo apel bolong itu.
Vano menscroll sebuah akun yang berhasil ditemukan oleh Gabby itu. Akun berusername @rajedra.aditiante itu, tak ada foto yang mencurigakan. Jelas lah! Karena akun itu di private, haha cape ya? SAMA.
Satu hal yang membuat mereka yakin kalau akun itu adalah milik Raja, yaitu foto profilnya.
"Di privat gini, terus apa yang bisa kita dapet Geb ogeb!"
"Ya harus follow dulu lah biar bisa stalk." jawab Gabby santai. Vano memicingkan mata.
"Siapa lo suruh ngefollow ni anak? Gue, ogah! Lagian ga mungkin juga kita ngefollow dia, yang ada nanti curiga kan?" tanya Vano kemudian, Gabby manggut-manggut.
"Gue tau siapa yang bisa ngefollow ni cowok satu tanpa dicurgain." ucap Gabby tersenyum miring, satu nama terlintas di ide cemerlangnya.
"Siapa?"
"Si spesialis buaya, Deeva."
...****************...
"Oh sh***!! Mata gue kenapa nih? Ada yang ghibahin gue nih pasti." umpat Deeva menghentikan langkahnya saat mata kirinya berkedut bebas. Ia mengucek matanya, cewek berambut panjang gelombang itu paling tak suka kalau matanya berkedut seperti ini.
"Awas aja kalo gue tau siapa yang ngomongin nih, gue gebukin pake albaqoroh!" gerutunya lagi.
Drtt drtt
📞Kevin ps4 is calling.....
Mata Deeva membulat saat handphone di tangannya menampakan nama Kevin. Masih ingat? Gebetan Deeva di IPS 4, atau lebih pantas disebut mantan gebetan karena Deeva merasa tak pernah membalas chating dari cowok itu sejak kematian papanya.
"Ada apaan ni anak nelfon lagi?" tanya Deeva pada dirinya sendiri. Tak mau ambil pusing lagi soal laki-laki, Deeva mereject telfon itu.
"Gue udah tobat Vin! Sorry kalo gue terkesan PHP-in lo, tapi sekarang gue cuma mau fokus ke satu cold human beralis angry bird. Udah itu aja!"
Dug
Cpakk
"AUUUUUUHHH...." pekik Deeva terjatuh terjungkal terperosok ke dalam jurang pertobatan. Canda tobat wkwk.
Seorang laki-laki berpostur tinggi kurus itu menoleh ke bawah, ke arah seorang perempuan yang terduduk di lantai dengan memegangi kakinya.
"Sorry, i don't see." ucap cowok itu mengulurkan tangan untuk membantu Deeva. Tapi Deeva tak menggubris, ia memilih untuk berdiri sendiri.
"Don't see, don't see! Badan segede gini ga keliatan lo? Sakit kan pinggang gue sekarang!" omel Deeva mode bertanduk dua. Ia mengelus-elus pinggangnya yang terasa nyeri karena terjatuh tadi.
'Cantik juga nih cewek, anak kelas sebelas ipa? Marah-marah aja cakep, apalagi kalo mode manis?' batin cowok itu tersenyum tipis menikmati pemandangan indah yang cantik di hadapannya ini.
Merasa dikacangi, Deeva mendongakkan pandangannya. Menatap wajah cowok berbadge kelas sepuluh itu.
"HEH!!! Bukannya minta maaf malah ngelamun." pekik Deeva mendengus sebal.
"Gue Raja, nama lo siapa?" tanya cowok itu. Rupanya dia adalah cowok yang sama dengan yang dicari oleh Gabby dan Vano.
Deeva mengeryitkan alis, tatapannya menjadi aneh sekarang.
'Ini cowok dimarahin bukannya takut atau minta maaf, malah ngajak kenalan. Ada-ada aja kelakuan bujang jaman sekarang.' batin Deeva geleng-geleng.
"Aneh lu bro!" ketus Deeva yang kemudian berlalu pergi meninggalkan Raja dengan tangan yang masih terulur.
Hampir saja Deeva memperkenalkan dirinya kalau saja ia tak segera mengingat nama Sammuel.
"Hampir aja gue lupa mau tobat! Lagian juga tuh cowok kenapa dah? Senyum-senyum ga jelas njir, tapi lumayan juga sih. Ganteng meskipun masih gantengan kak Sam." lirih Deeva bermonolog sambil terus berjalan kedepan meninggalkan Raja yang masih menatapnya di belakang sana.
"Oke, cewek itu jual mahal. Bakal gue cari tau sendiri!" ucap Raja yang kemudian pergi menuju kelasnya. Ada satu tugas yang harus ia lakukan hari ini.
...****************...
"Btw lo tadi kenapa telat masuk Deev? Kenapa lo?" tanya Qia kepo. Ia menoel pundak Deeva dari belakang.
Bu Kartika, guru kimia baru saja keluar dari kelas mereka beberapa menit yang lalu setelah menggelar ujian harian kimia di kelas itu.
"Iye njir!! Mana lu jalan pincang kek nini-nini tua." sahut Ratu.
"Pinggang gue sakit Rat. Dan Qia, gue tadi ditabrak sama adek kelas di deket tangga sono noh! makanya gue lama plus pincang gegara nahan nyeri nih." jawab Deeva menggerutu.
"Jiakhhh remaja jompo!" ledek Manda kegirangan sendiri. Deeva menonyor cewek berkuncir ikal yang duduk di sebelahnya itu.
"Diem lu bucin!"
"Dih?"
"Iya deh percaya sama yang makin lengket sama crush. Udah siap lepas jabatan buaya nih?" sindir Ratu menggoda Deeva. Deeva nyengir dengan kedua alis naik turun.
"Gue juga udah percaya kalo lo juga mulai siap ngelepasin tahta the queen of gamon!" balas Deeva tak kalah pedas. Ratu terdiam seketika.
"Ahahaha mampus sindir-sindiran, otw bucin juga lu pada haha." celetuk Qia tertawa random. Deeva dan Ratu menatapnya bersamaan, saling pandang kemudian kembali menatap Qia lagi.
"Lo juga sama ege!" ketus Ratu menonyor Qia. Qia merengut.
"Dih? Gue bucin? No!"
"No, no, Vano? Iya deh percaya yang sekarang rajin di anter jemput tiap hari. Otw bucin tuh sama leadernya para leader." ledek Deeva menambahi. Setelah saling memojokkan dengan Ratu, mereka sepertinya sepakat untuk memojokkan Qia.
"Dih?" hanya itulah kata andalan yang selalu jadi jalan pintas Qia tiap kali merasa terpojok.
Manda yang diam karena statusnya berbeda di dalam geng kemudian angkat bicara.
"Skip skip yang masih pdkt rentan ghosting.... Kek gue dong bestie!! Udah di posisi aman tenteram nih, udah jadian, putus, dan balikan lagi berkali-kali." ucap Manda songong menepuk-nepuk pundaknya.
Deeva, Qia dan Ratu menatap gadis itu bersamaan dengan tatapan yang sama-sama datar.
"Manda lo itu ga diajak!! Ga usah ikut-ikutan." ucap Deeva geleng-geleng.
"Lo tuh bukan sirkel kita!" sahut Qia menambahi.
"Get out of my face!" usir Ratu mengibaskan tangannya. Syndrom inggrisnya tiba-tiba kambuh setelah sekian lama tertidur pulas.
Manda ngebug. Merasa menjadi yang paling tersakiti saat ini.
"Si anjir gue di kick out." keluhnya melas. Ketiga sahabatnya tertawa terbahak-bahak.
"AHAHAHA."
Drtt drtt
"Hp siapa?" tanya Qia mengecek handphonenya, notice itu bukan berasal darinya.
"Punya gue." jawab Deeva yang merogoh iPhonenya dari laci meja.
📞Kevin ps4 is calling....
"Ck. Emang pantang menyerah ni anak." gerutunya memutar bola mata jengah.
"Siapa Dev?" tanya Ratu kepo. Berbeda dengan Ratu, Manda langsung ngintip karena ia bersebelahan dengan Deeva.
"Wuiiihh mengerikan!! Deeva ditelfon mantan calon pacarnya bestie." jawab Manda menyenggol-nyenggol lengan Deeva sebagai bentuk godaan.
"Paan si Man, ah." sahut Deeva yang kemudian mereject panggilan itu dan meletakan handphonenya di atas meja Qia karena mereka berhadapan berempat di meja Qia dan Ratu
"Mantan calonnya Deeva banyak Mandut... Yang mana satu?" tanya Ratu.
"Yang terbaru, mas-mas jago futsal!"
"Oh si Kevin?"
"He em." jawab Manda mengangguk.
"Udah mantan, baru jadi calon pula. Hahahah!!"
Drtt drtt
📩Kevin ps4
Gw tau lo g bkl nerima telfon.
Gw mau ngomongin sesuatu Deev.
Kita bisa ketemu kan?
📤Deevana
G bs Vin, gw sbk.
📩Kevin ps4
Kali ini aja Deev please!! Gue perlu ngejelasin sesuatu.
Stlh nanti, gw ga bakal ganggu lo lagi kok🥺
Please mau ya?
Kita ketemu, gue janji ini cuma sebentar!!
"Ck." decak Deeva.
"Kenapa lagi?" tanya Qia heran. Deeva hanya menggeleng kecil, moodnya tiba-tiba ngedown sekarang.
📤Deevana
Ok.
Tunggu gw di sblh GOR nanti jam 12.