DEVANO

DEVANO
32. Kata bapak Sammuel



📞Calling Vano Ganteng.....


Qia : Halo? Lama amat mas.


Vano : Gue puter balik ga jadi ke rumah lo!


Qia : Lah gimana si?


Vano : Gue dilarang sama Raga. Katanya suruh balikin besok aja.


Qia : Abang gue telpon?


Vano : Iya.


Qia : Terus dia marah nggak?


Vano : Enggak. Kan udah kenal.


Qia : Maksud gue tuh marah karena Hp gue di bawa cowok.


Vano : Oh, enggak. Besok gue kasihin pas di sekolah aja ya?


Qia : Ga usah, besok sorean aja anterin ke rumah! Awas aja kalo enggak.


Vano : Lah emang besok lo ga ke sekolah?


Qia : Enggak.


Vano : Kenapa? Lo sakit?


Qia : Enggak.


Vano : Ada masalah? Lo di skors?


Qia : Enggak.


Vano : (Berdecak sebal) Lo ada kata lain selain enggak ga sih?


Qia : Ada dong.


Vano : Apaan coba tuh?


Qia : Ya tadi itu lah.


Vano : Ck. Lo sadar ga sih lo cewek paling ngeselin yang pernah gue temui!


Qia : Haha enggak.


Vano : Ah tau ah! Bye!!


Qia : Haha mamp*s!!


tut tut....


"Ngeselin amat! Untung aja gue ga tegaan sama cewek, kalo enggak udah gue sikat leher lu." gerutu Vano setelah mematikan sambungan telepon nya.


...****************...


Di sebuah cafe di tengah kota New York, seorang cowok tampan berhoodie hitam itu tampak santai berkutik dengan laptop kuliah serta secangkir kopi di samping nya. Cowok itu tak lain adalah Reymoraga Dionne Rollex, kakak kandung Qia. Raga Raga juga tampak menikmati alunan musik indah di cafe tersebut.


Drtt drtt


📩Dede gemes


(membagikan kontak)👤Vano Ganteng.


"Vano Ganteng? Ini adek gue beneran tervano-vano apa gimana? Wah wah manjur juga pelet nya Vano." ucap Raga geleng-geleng saat mengetahui nama kontak Vano di Hp Qia. Sangat membagongkan.


"Ga nyangka adek gue yang songong sama sembarang cowok, tiba-tiba jadi nunduk di depan Vano." gumam Raga lagi. Setelah nya ia pun kembali ke kesibukan tugas kuliah nya.


...****************...


Brum brum


"WOIII MINGGIR LO!!" teriak salah satu pengemudi motor dari enam motor lain nya.


Motor hitam dengan plat 'S 1 KAT' itu pun minggir ke bahu jalan setelah terus menerus di pepet oleh ketuju motor itu.


"Maksud lo apa mepet gua hah?" tanya Sam datar.


"Maksud gue apa? Lo anak Ghosterion kan? Mana temen-temen sama ketua lo itu hah?!"


"Basi! Lo bisa baca jaket gue, berarti lo udah tau siapa gue. To the point aja, ga usah nyari temen gue yang lain. Kalo mau ngajak ribut sekarang gue jabanin!" jawab Sam mulai meregangkan otot kedua tangan dan leher nya dengan memutar nya ke kanan dan kiri.


"Cih sendirian gini gede juga nyali lo!" ucap orang itu remeh. Sam berdecih saat mata nya menangkap ada sticker 'Classio gang' di dua motor di depan nya.


"Lo anak Classio? Cih! Geng baru, pantesan nyari masalah. Mau pansos?" tanya Sam pedas. Lawan bicara nya tampak geram dan mengepalkan tangan.


"Brengs*k!" bentak orang itu sarkas. Sam yang sudah muak berbasa-basi lagi, langsung menyerang musuh di depan nya itu dengan membabi buta. Orang itu langsung roboh setelah menerima pukulan-pukulan telak dari Sam. Sementara teman-teman nya yang lain melongo tak percaya.


"Apa yang kalian lihat?! Serang!!" pekik orang yang sudah bersimpuh di aspal. Dari logat nya, sepertinya orang itu adalah ketua di antara yang lain. Keenam anak buah nya pun mulai menyerang Sam. Enam lawan Satu!


Bugh bugh


Krakk


Bugh bugh


Sudah empat dari tujuh orang yang berhasil di robohkan sempurna oleh Sammuel. Tapi tak menepis fakta juga kalau Sam sendiri mendapat beberapa luka bekas bogeman di beberapa titik wajah nya. terutama sudut bibir dan ujung kening nya. Sejago-jagonya, kalau lawan nya tak seimbang, ya tetep mengkis-mengis sayangku wkwk.


Sementara dari arah belakang, sebuah motor Sangar berwarna hitam mix putih itu melaju kencang dan langsung membelah pertengkaran. Motor itu malah free style di depan gerombolan anak Classio yang masih kuat melawan Sam tadi. Motor itu bergerak memutar rendah dengan Sam sebagai sumbu tengah.


"WOYY TURUN LO!!" teriak salah seorang dari mereka.


Ckittt


"Laki kok keroyokan, mental nya patungan mas?" tanya orang itu penuh cemooh. Dari suara nya, dia pasti adalah perempuan.


'Gila juga nih cewek, siapa dia?' batin Sam terpukau sesaat. Hingga saat orang itu membuka helm full face hitam nya, Sam di buat makin terkejut tak percaya.


"QIA!!" cicit Sam. Malah aneh nya, mendengar nama itu tiga orang tadi mundur perlahan. Qia menoleh sekilas pada Sam dan mengangguk kecil.


"Bos, nama nya kayak ga asing bos!" bisik mereka.


"Bos, ada stiker Dragon Sword Boys di body depan." bisik yang lain lagi.


"Sial! Hanya ada satu anggota perempuan di geng terkenal itu, pasti cewek itu adalah adik nya ketua mereka. Kita cabut!!" seru orang itu yang buru-buru berlari naik ke motor nya di susul yang lain.


"Huuuuu malu woy sama batang! Cowok kok cupu!!" teriak Qia ngegas saat melihat gerombolan tak jelas itu pergi menjauh. Sam menghembuskan nafas nya lega.


"Thanks Qi udah bantu gue." ucap Sam. Qia menoleh dan mendekat ke arah Sam.


"Santai aja lah, lagian gue juga belum bantu berantem mereka udah pergi duluan haha." jawab Qia menepuk-nepuk pundak Sam. Sam tertawa kecil.


"Eh tapi muka lo lumayan bonyok juga kak, yahhh sorry. Gua ga bawa mobil, jadi ga punya kotak obat buat lo." ucap Qia menunjuk kening dan sudut bibir Sam. Sam menggeleng santai.


"Gue udah bisa, btw lo dari mana?" tanya Sam heran melihat cara berpakaian Qia yg tumben tidak menunjukkan tanda-tanda feminim. Qia memakai sweater hitam dan celana jeans robek hitam dengan di padukan dengan sebuah sneakers hitam putih. di tambah lagi, apa ini? Qia bisa naik motor?


"plat Q 1 A. Stiker DS Boys juga di body depan motor. Wow!! lo cukup wow sih menurut gue, sejak pertama kita ketemu... dari sejak lo berani sama Vano, sampai sekarang ini dengan fakta kalo lo bisa naik motor gede + juga berantem lo jago juga" celetuk Sam tanpa sadar. Qia menggaruk belakang telinga nya yg tak gatal.


'Nggak pernah ngomong, sekali nya ngomong langsung di jabarin semua nya.' gerutu Qia dalam hati nya.


"oh gue tadi habis dari rumah Deeva, nganterin flashdisk tugas." jawab Qia jujur. Sam mengangguk sambil menepuk-nepuk bagian jaket nya yg agak kotor karena berantem tadi. Celana abu-abu Sam dan ujung seragam juga agak kotor karena terkena tendangan dari lawan nya tadi.


"Btw lo nggak sekolah?" tanya Sam lagi. Qia menggeleng.


"Enggak, bosen. Mau menikmati hidup bebas dulu haha." jawab Qia ngawur. Sam tertawa kecil.


"Anak baru udah suka bolos aja." ledek Sam.


"Eh kak" panggil Qia yg terbesit satu ide. Sam menatap nya.


"Apa?"


"Gue boleh nanya satu hal nggak?" tanya Qia terlebih dahulu.


"Tentang apaan dulu?" tanya Sam balik.


"Emmm gimana ya, sebenernya bukan maksud mau ikut campur sih. Tapi menurut kak Sam, Deeva itu anak nya kek gimana sih kak?" tanya Qia langsung mencoba to the point. Ia tau kalau tipe cowok seperti Sammuel adalah yang tidak suka berbelit.


"Emang kenapa?" tanya Sam lagi.


"Kenapa apa nya? Ishh kak Sam kalo nanya yg panjangan dikit kek.. Gue ga paham nih!!" gerutu Qia sebal.


"Kenapa nanya gitu?" ulang Sam berusaha sabar. Biasanya, kalau ia diminta mengulang pertanyaan nya oleh Adam, Gabby maupun yang lain. Dia pasti akan langsung ngegas, tapi ini adalah pengecualian khusus untuk kaum hawa. Bagi Sam, tak masalah kasar dan keras asal tau tempat sasaran.


"Ya habis gue greget tau kak! Kenapa kak Sam ga peka sama sekali sama dia, padahal Deeva udah ngode sampek jungkir balik juga! Kak Sam masih aja diem kaku ga gerak sama sekali." omel Qia yang entah terkena dorongan apa, berani mengutarakan semua uneg-uneg nya selama ini.


"Hahahahah" Sam malah tertawa. Qia melongo cengoh.


"Dih malah ketawa... Kak ini gue seriusan tolong!!" pekik Qia lagi. Sam menghembuskan nafas nya kasar.


"Harus nya lo tanya dulu ke Deeva, kenapa dia bisa kek gitu?" tanya Sam balik.


"Hah kek gitu gimana? Kenapa suka sama kakak gitu?" tanya Qia lagi.


"Bukan itu Qi, lo kan tau cowok nya Deeva itu banyak. Jumlah nya aja udah lebih dari kata cukup, terus kenapa dia masih lari ke gue? Tanya dulu ke dia, sebenernya yang dia mau itu beneran gue atau cuma sekedar pelampisan!" jawab Sam panjang lebar. Qia mengangguk paham.


"Ya pasti kak Sam lah. Soalnya nih dia pernah bilang, katanya kalo dia berhasil dapetin kak Sam baru deh dia mau tobat." sahut Qia. entah sejak kapan, tapi Sam sudah duduk bersandar di jok motor nya sedangkan Qia juga melakukan hal yang sama karena posisi motor mereka berjejer.


"Tobat apaan?" tanya Sam mengeryit.


"Ya tobat *****-***** cowok lah... Cowok-cowok di luaran sana itu cuma pelampiasan dia kak." jawab Qia apa adanya. Diam-diam, ternyata Qia juga sama gemas nya dengan Manda dan Ratu yang ingin mencomblangkan Deeva dan Sam. Karena mereka semua sama-sama capek dengan kelakuan 'buaya betina' Deeva.


"Nah itu tuh minus nya tuh anak... Menurut gue, Deeva itu anak nya baik, care juga. Sejauh ini yg gue lihat dari dia, dia cantik juga sih menurut gue.... Tapi sayang nya ya itu tadi, dia f*ck girl! Dia ga bisa menerjemahkan arti cinta dengan baik." ucap Sam yang akhirnya menjawab pertanyaan awal Qia. Qia manggut-manggut mengerti dengan jalan pikir Sammuel, Deeva's crush.


"Jadi inti nya menurut kak Sam dia baik dan oke kan? Dan yang kak Sam tandain merah adalah kelakuan satu itu doang?" tanya Qia memastikan. Sammuel mengendikkan bahu nya acuh.


"Maybe" jawab Sam singkat. Sam lalu melihat ke arah jam tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 06.52.


"Gue duluan deh Qi, udah mau masuk! Sekali lagi thanks ya... Lo hati-hati di jalan!" tutur Sam sambil beralih memakai helm. Qia mengangguk lalu Sammuel pun pergi.


"Semua ini karena Deeva terlalu pro player! Kalo aja lo noob dikit aja Dev, pasti kak Sam udah ada di genggaman lo tuh!" ucap Qia bermonolog.


Setelah nya ia langsung memakai helm nya sendiri dan menancap gas. Melesat membelah jalanan menuju markas kesayangan nya, Dragon Sword Boys. Qia memang sengaja bolos hari ini demi mendatangi markas. Tadi ia sempat mampir ke rumah Rizal, dan mama nya Rizal bilang kalau dia bolos. Jadi dapat dipastikan kalau Rizal masih sibuk mengurus problem di geng motor nya.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰