
"Qia kemana ga balik-balik dari tadi?" tanya Manda heran.
"Jangan-jangan ketemuan sama kak Vano?" celetuk Deeva menebak.
"Bisa jadi sih." sahut Ratu manggut-manggut.
"Susulin nggak?" tanya Deeva lagi.
"Kuy!!" ajak Manda bersemangat.
"Sekalian kantin, haus nih gue." ucap Manda lagi. Ketiga cewek itu pun bersama keluar dari kelas untuk mencari Qia yang selalu saja hilang dari mereka.
"OH MY GOD!!" pekik Deeva heboh. Ratu dan Manda yang sedang asyik mengobrol sembari berjalan menyusuri koridor tangga pun menoleh penuh kesal.
"Dev apaan si berisik!! Kaget nih gue." semprot Ratu kesal.
"Tau tuh! Kenapa sih lu?" tanya Manda yang sama kesal nya. Deeva menunjuk ke arah depan, dimana hanya ada bentangan lapangan luas di depan anak tangga yang sedang mereka tapaki.
"QIA!!" pekik Manda, Deeva juga Ratu bersamaan. Di depan sana, mereka melihat Qia sedang berlari memutari lapangan utama bersama enam wajah familiar yang tak asing di mata mereka. Yaps! Anak-anak Ghosterion, full team. Tiga cewek itu pun langsung bergegas menuju tepian lapangan untuk melihat lebih dekat apa yang terjadi? Kenapa Qia selalu saja terjebak dalam hukuman bersama anak-anak bandel itu? Hanya kebetulan, atau memang takdir?
...****************...
"Sialan gue ga ikutan bolos tapi ikutan kejerat hukuman!!" gerutu Qia sebal. Vano yang berada di samping Qia pun tertawa lirih.
"Nikmatin aja hikmahnya, ngomel mulu!" sahut Vano sambil menonyor pelan kepala Qia dari samping. Qia memicingkan mata nya tajam, masih dalam keadaan sama-sama berlari memutari lapangan sebagai hukuman mereka. Qia berlari di barisan paling belakang bersama Vano. Sammuel, Bagas dan Bintang ada di barisan paling depan. Sedangkan di barisan tengah ada Gabby dan Adam.
Pak Bambang tidak ada di lapangan, beliau tidak bisa mengawasi mereka secara langsung karena ada pertemuan di luar sekolah dengan guru BK lain. Tapi beliau mengutus ketua osis SMA Airlangga untuk mengawasi ketujuh orang langgangan bolos itu.
"Hikmah apanya? Capek baru iya!!" sungut Qia kesal.
"Lo jadi sehat kalo lari-lari di bawah terik matahari Qia!!" omel Vano. Qia mendengus malas.
"Tapi kan ga gini juga dong caranya!! Malu nih gue di liatin orang-orang." gerutu Qia lagi. Vano lalu menoleh ke kanan, kiri dan juga mendongak ke arah lantai-lantai atas. Benar saja! Semua perhatian anak-anak terutama anak perempuan mengarah kepada mereka semua.
'UWWUUU Vitamian A!!'
'Kak Vano ganteng, bismillah calon suami ahahaha.'
'Ngimpi lu! Lewatin si anak baru dulu tuh.'
'Heh iya itu anak baru beruntung juga ya bisa dihukum bareng most wanted kita!'
'Jadi pengen berguru sama tuh cewek deh!'
'Qiaaaaa ajakin gue lah.'
'Kak Adam cakep!!'
'Ah enam-enam nya juga semua cakep, dapet semuanya juga gue mau!'
'KAK SAMMUEL sama GABBY uuuuuu!!'
'Kalo gue sih tetep kak Devano lah.'
'Ah sial semuanya punya gue!!'
Nah seperti itulah teriakan super berlebihan dari para penggila cowok-cowok Ghosterion.
"Tuh fans lo lebay semua!" ucap Qia bergidik ngeri. Vano menaikkan sebelah alis.
"Kenapa? Lo cemburu?" tanya Vano dengan pede nya. Qia memutar bola mata nya malas.
"Dulu waktu lo di ciptakan, tuhan ngasih unsur percaya diri berapa puluh persen aja sih? Heran! Ge-er mulu jadi orang!!" gerutu Qia kesal. Vano tertawa. Manusia dua ini masih saja asyik memperdebatkan hal-hal kecil di tengah larian hukuman mereka, disaat kawan-kawan nya yang lain tengah lelah dan kehausan karena sudah berlari lebih dari 10 putaran.
"Bukan masalah GR. Tapi karena ya emang gue ganteng." sahut Vano santai.
"Tetangga gue kemarin ada yang GR ketinggian eh habis itu kena karma." celetuk Qia ngarang bin ngasal. Vano geleng-geleng tak percaya.
"Percaya sama lo itu musyrik! Lagian gue kolot, anti karma!" balas Vano dengan sombong nya. Dan bagai di adzab dalam sekali kedip!
Dug arghhh
Vano yang sedang asyik berbicara dengan Qia dengan pandangan ke samping itu langsung menubruk tubuh Adam yang tiba-tiba berhenti bersamaan dengan Gabby. Vano lalu menggeplak punggung lebar dari dua kawan nya itu.
"Ahahahah mamp*s!! Karma is real di bayar tunai. Makanya jangan sombong ahahah." ejek Qia dengan tawa puas. Ia ikut berhenti berlari bersama Vano, Adam dan Gabby demi bisa mengejek wajah pias Vano yang tampak kesakitan di bagian jidat. Sammuel, Bintang dan Bagas hanya melihat keempat orang itu dengan menoleh sejenak karena mereka masih terus berlari melanjutkan hukuman nya.
Plak plak
"Kenapa sih lu?!!" ketus Vano kesal karena jidat nya terantuk kepala belakang Gabby yang sama tinggi nya dengan Vano.
"Capek kita Pak!!" sahut Gabby dengan nafas tak teratur. Dua manusia asal rem itu meringis sambil mengelus punggung mereka yang terasa panas akibat tabokan maut Vano.
"Kan jangan mendadak juga lol! Sakit nih jidat gue!!" omel Vano lagi. Qia masih tertawa ngakak.
"Ulululu mana coba yang sakit siniin biar gue tampol?" tanya Qia masih dengan sisa gelak tawa nya.
"Yee makin sakit yang ada!!" gerutu Vano kesal. Tawa Qia yang sudah hendak berhenti itu malah jadi kembali dengan volume yang semakin mengeras.
"Tau tuh. Seneng banget liat orang sengsara!" kata Gabby ikutan nimbrung.
"Dahlah yuk masih kurang banyak nih larinya!!" ajak Qia. Vano mengangguk sedangkan Gabby dan Adam masih ogah-ogahan.
"Duluan aja lo... Gue masih capek! Napas gue kek mau habis anying." keluh Adam yang memang masih tampak sangat kelelahan. Qia mengendikkan bahu nya acuh lalu melanjutkan langkah nya, tentu saja dengan diikuti oleh Vano karena Sammuel, Bagas, dan Bintang juga sudah hampir menyusul di belakang mereka.
"Huuu makanya jangan kebanyakan rokok kak! Jadi gampang ngos-ngosan kan lu!!" cibir Qia sambil berlari meninggalkan Adam dan Gabby. Vano hanya menyimak sambil geleng-geleng kepala.
"Ye songong lu!!" teriak Adam sebal. Qia tertawa, ia sudah kembali berlari asyik bersama Vano. Tapi apesnya, Qia salah langkah dan terhuyung jatuh ke kiri.
Krak
Hampir saja Qia jatuh ke lapangan keras itu kalau saja Vano tak segera menangkap tubuh mungil Qia yang oleng nya berlawanan arah dengan nya.
"Eh eh!!" pekik Vano refleks. Qia meringis kesakitan.
"Ah ah auuu sakit anj!!" cicit Qia di dalam dekapan Vano.
Ekhem ekhem
Bintang dan Bagas berdehem secara bersamaan melihat keuwuan ini.
'Mata lu keuwuan thor?! Ini sih kesakitan woi!!' protes Qia pada author. Author ngakak wkwk.
Adam yang tadinya kelelahan, langsung semangat berlari menyusul Qia dan gerombolan teman-teman nya bersama Gabby.
"Huuu makanya jangan kebanyakan julid dek! Jadi kena karma nya kan lu!!" cibir Adam membalaskan dendam nya atas ejekan Qia yang tadi. Gabby tertawa ngakak.
"Mamp*s di headshoot balik sama Kodam!!" pekik Gabby tertawa ngakak. Qia menatap nya datar.
"Sialan lo berdua! Sakit nih gue!!" sungut Qia kesal. Sementara Vano tanpa babibu langsung menggendong tubuh Qia karena mendengar pengakuan Qia kalau ia kesakitan.
"Eh eh kak mau ngapain?!" pekik Qia kaget tapi justru malah melingkarkan kedua tangan nya di leher Vano karena takut terjatuh dari gendongan manusia setinggi tower listrik itu.
"Ke UKS!" jawab Vano singkat dan langsung berjalan menjauh dari lapangan menuju tempat yang ia maksud tadi.
"Wah Vano sang pahlawan kesiangan!!" puji Bintang bertepuk tangan melihat Vano yang dengan sigap tanpa basa-basi langsung menggendong Qia dan pergi begitu saja.
"Diam seperti batu, bergerak jadi calon mantu. Mantu idaman nya Raga haha." celetuk Adam geleng-geleng kepala. Bagas menabok kepala Adam.
"Kalo sama Raga berarti jadi ipar dong Kodam!! Bego banget sih lu astaga." protes Bagas mendengus malas. Adam nyengir.
"Vano belum apa-apa juga udah bucin aja wah!!" puji Gabby salut. Kelima cowok-cowok tampan Ghosterion itu pun menatap kepergian leader mereka dengan sama-sama berkacak pinggang karena saking kagum nya.
Sementara Adam mendelik karena teringat dengan sesuatu.
"EH WOYYY VANO!! ENAK BENER LO BERHENTI LARI, BISA GENDONG CEWEK BENING LAGI AH!!" teriak Adam melengking. Membuat semua cewek-cewek di tepian lapangan dan sepanjang koridor yang melihat aksi super bucin dan heroik dari seorang Devano yang terkenal paling anti sama cewek itu makin ricuh penuh protes dan iri.
"Bisa-bisanya si prince ice main gendong Qia gitu aja? Dia udah leleh sama Qiaapa gimana?" salut Deeva yang menatap Vano dan Qia sampai melongo. Ratu dan Manda pun sama-sama terkejut nya.
"Kok bisa ya?" tanya Ratu melongo.
"Ah bentar lagi dapet temen double date!!" pekik Manda yang malah kegirangan. Cewek satu itu memang selalu menjadi orang pertama yang paling senang kalau ada sahabat nya yang dekat dengan anak cowok dari Ghosterion.
"Yee ini malah kesenengan!"
Oke back to Ghosterion boys.
"HEY AYO LANJUT!! MASIH KURANG 4 PUTARAN!!" teriak seorang laki-laki dari tepi lapangan. Dia adalah sang ketua osis yang di perintah langsung oleh pak Bambang untuk mengawasi gerombolan bandel saat membayar denda hukuman mereka.
"Iya iya ribet lu!!" ketus Sammuel malas dan langsung berlari mendahului teman-teman nya.
"Eh Pak tungguin lah!!" pekik Gabby menyusul Sammuel dan mensejajari langkah lari nya.
Sementara tiga sisa nya menyusul di belakang mereka, tapi baru beberapa langkah saja Bagas menoleh lagi ke belakang karena melihat ketua osis itu seperti hendak menyusul Vano dan Qia.
"Eh eh Valdo!! Biarin aja tuh mereka, lo liat sendiri kan Qia kesleo? Biar di bantu sama Vano!" teriak Bagas saat Valdo hendak menyusul Vano dan Qia di belakang ya. Valo mengkerutkan kening.
"Iya Val!! Biarin aja ga usah ganggu woi!!" pekik Adam juga. Valo pun mengangguk saja dan lanjut duduk di tepi lapangan untuk menuntaskan tugas kepengawasan nya.
...****************...
"Terus kita gimana?" tanya Deeva polos.
"Ya nyusul mereka berdua lah. Ayok!!" ajak Ratu hendak melangkah menyusul ke UKS.
"Eh eh ga usah jadi lalat pengganggu lah Rat!! Biarin mereka Quality time berdua, kita tunggu di kantin aja gue haus nih!!" tolak Manda menarik lengan Ratu dengan tampang kelaparan nya.
"Iya juga sih Rat, gue juga laper nih. Biarin aja lah, Qia juga pasti aman kok sama kak Vano!" sahut Deeva memegangi perut nya yang keroncongan. Ratu menghembuskan nafas nya pasrah.
"Ya udah ayok!"
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰