
Tik tik tik
Tik tik tik
Hening. Hanya ada suara ketikan keyboard yang bersahutan dari dua server berbeda. Di ruangan serba putih dengan bendera osis dan bendera SMA Airlangga di ruangan bagian depan, terdapat dua manusia yang sama sibuknya berkutat dengan laptop masing-masing.
Yang tak lain adalah ketua osis SMA Airlangga bersama dengan wakil ketua dua, Valdo dan Rino.
"Val!" panggil Rino yang berhenti sejenak dari pekerjaannya, ia bosan karena sepi makanya ia ingin memulai percakapan dengan sahabatnya itu.
"Gue tadi-"
"Ah berisik lu diem!! Males ngomong gue, banyak kerjaan juga nih." potong Valdo cepat. Entah mengapa ia jadi moodyan akhir-akhir ini, apalagi tapi pagi ia tau kalau Vano berangkat bersama Qia. Cewek incarannya.
"Aelah elu mah, padahal gue ada info tentang Qia loh." jawab Rino lesu. Mendengar nama yang disebut oleh Rino, Valdo sontak mendongak
"Qianne Rollex?" tanya Valdo langsung tertarik ngobrol. Rino memutar bola matanya malas.
"Giliran Qia aja langsung bulet tuh mata!" gerutu Rino sebal. Valdo menaikkan sebelah alis, tanda kata 'ada apa?'.
"Tadi dia kecyduk lagi berduaan sama Vano di UKS Val, terus-"
"Jangan sembarangan ngomong! Ga baik suudzon." potong Valdo menyela. Rino berdecak sebal.
"Yeee siapa yang sembarangan? Orang gue dikasih tau pak Bambang tadi pas gue ngebantu dia ngurusin berkas anak pindah."
"Ga percaya! Sejak kapan pak Bambang suka ngemberin masalah muridnya ke murid lain? Pak Bambang profesional kerja kali. Ga usah sok mau nipu gua lu!" sungut Valdo tak percaya karena dari awal ia tau kalau Rino memang tak setuju kalau ia mendekati Qia.
"Dih? Sumpah lu ngeselin banget Val! Gue serius, gue ga boong. Ya emang sih secara logisnya, pak Bambang emang ga niat cerita ke gue.... Tadi tuh dia kek keceplosan gitu, bilang kalo dia tadi lagi kontrol anak bolos pas bel bunyi kan terus pas lewat UKS dia ga sengaja denger ada-" noval sengaja berhenti karena menyadari kalau Valdo sampai melongo diam saat mendengarkan ceritanya dan kelihatan sangat tertarik.
"Nah kan nah kan kepo kan lu? Tadi aja sok ga percayaan sama gue." ucapnya kemudian. Valdo berdecak.
"Udah deh Rin lo ga usah pake drama, lanjutin sampe tuntas!"
"Dia denger ada suara gitu kan dari dalem UKS, terus pas dibuka ternyata ada Vano sama Qia. Jadi dicyduk lah mereka berdua!" lanjut Rino. Valdo diam membisu seketika, ada banyak bentuk pertanyaan yang terlintas di otaknya.
'Masa iya sih dia tipe kek gitu? Tapi keliatan dari auranya dia cewek baik-baik deh.' batin Valdo bingung.
"Dan kebetulan juga pas gue mau kesini, Qia dan kawan-kawan lagi jalan ke kantin." celetuk suara perempuan yang muncul di ujung ruangan. Shinta, ingat Shinta? Pacarnya Rino yang kebetulan adalah wakil ketua osis satu.
"Emang ini udah bel?" tanya Valdo si sering buta jam sekolah, karena saking seringnya ia mendekam dan menghabiskan waktu di dalam ruang osis.
Shinta menggeleng.
"Belum, kelas gue jamkos. Makanya gue bisa kesini, mau bantu kerjain proposal." jawab Shinta apa adanya.
"Aaaa kangen banget sama kesayanganku ini." cicit Rino auto nempel ke Shinta. Shinta mengacak rambut Rino dengan gemas.
"Sa ae ih."
Valdo berdiri dan langsung berjalan pergi. Rino dan Shinta mengeryit bersamaan, mau kemana si ketos kutub ini?
"Val mau kemana lo?" tanya Rino.
"Kantin." jawab Valdo singkat.
"Lah gercep amat?"
"Terus proposalnya gimana? Gue kerjain sendirian doang di ruangan gede ini?" tanya Shinta mendelik, singa berkedok wakil ketua osis itu mulai menunjukkan sifat buasnya.
"Lo kerjain sendiri dulu, gue cuma sebentar. Nanti gue balik, kita kerjain bareng-bareng." jawab Valdo sebelum melangkah lagi." jawab Valdo enteng. Rino bingung sendiri, ia harus memilih siapa diantara dua orang penting di depannya?
"Val-"
"Lo mau ikut atau enggak? Kalo ikut ayo, kalo enggak ya udah pacaran sambil nugas aja lo berdua disini."
"Beb aku ikut Valdo dulu boleh ya? Bentar doang kok, habis itu aku temenin kamu lagi disini." tanya Rino sambil memasang wajah memelas. Shinta menghela nafas lalu mengangguk.
"Jangan lama-lama tapi! Banyak tugas nih buat acara agustusan bulan depan. Proposal juga belum beres." jawab Shinta. Rino mengangguk siap lalu pergi.
"VAL TUNGGUIN GUE WOY!!"
...****************...
"Capek-capek naik ke lantai tiga, ujung-ujungnya ga jadi juga ngajak mereka." gerutu Gabby kesal di sepanjang jalan koridor. Bintang mengelus-elus rambut hitam Gabby dengan penuh tipu daya, seolah ia sedang merayu pacarnya.
"Jangan ngambek aih By-"
Ucapan Bintang sontak berhenti ketika sepasang mata elang Gabby menatapnya dengan sangat tajam. Bintang hanya nyengir lalu dengan tanpa rasa takut kembali melanjutkan ucapannya.
"Tadi kan IPA 2 lagi diajar sama bu Yuyun By, gue ya jaga image dikit lah sama ayang." lanjut Bintang. Gabby memutar bola matanya malas.
"Marah mulu sih dari tadi pagi? Pms lu?"
"Bodoamat!"
"Noh orang yang lo cari ada di pojok noh!" tunjuk Bintang ke sudut kantin utama. Gabby mencari sosok Deeva dan akhirnya ketemu.
"DEV WOY!!!" teriak Bintang nyaring. Gabby spontan menjauhkan telinganya karena kebisingan itu.
"Ga usah teriak Nyet! Berisik." gerutu Gabby kesal lalu meninggalkan Bintang yang masih melongo cengoh, kali ini apa lagi salahnya?
"Salah mulu perasaan." lirih Bintang bingung menatap punggung Gabby yang semakin menjauh darinya dan mendekati meja Deeva, Bintang pun segera menyusulnya.
"Qi kata Gabby kemarin lo ikut nonton balapan?" tanya Deeva setelah ia meletakan iPhonenya di atas meja, Qia yang sepertinya sedang berbalas pesan juga langsung meletakannya.
"Iya Dev, kemarin kebetulan abang gue balapan sama kak Vano. Jadi gue diizinin dia buat ikut. Kenapa?" jawab Qia santai.
Deeva berdecak, memonyongkan bibirnya.
"Kenapa ga bilang dulu si? Kalo gue tau lo ikut, gue pasti bakal ngikut Gabby." cicit Deeva manyun. Qia tertawa kecil.
"Ahahaha apa lo mau apa? Mau modusin kak Sam kan pasti?" tebak Qia. Deeva nyengir lalu mengangguk kecil.
"Tapi bukan itu doang sih Qi."
"Terus?"
"Ya kan pasti banyak cogan dong disana? Sabi kali lo ngenalin gue ke temen-temen geng lo itu hm." ucap Deeva menaik turunkan alis dengan senyum buayanya. Qia melongo geleng-geleng.
"Gua kira lu udah tobat Dev."
"Kak Sam ga gerak samsek Qia, masa iya gue harus lady first ke dia? Gue masih jomblo gini ga papa kali tengok kanan kiri dulu."
"Cowok mulu di otak lo!" celetuk suara berat yang saat datang langsung menonyor kepala Deeva, pelakunya tak lain adalah Gabby yang kemudian di susul oleh Bintang.
Deeva menoleh bersamaan dengan Qia.
"Laknatullah!!" ketus Deeva sebal. Rambutnya yang terkuncir rapi jadi acak-acakan karena Gabby menonyornya dari belakang.
Tanpa basa-basi duo Oster boy itu langsung duduk di sebelah mereka. Bintang di sebelah Qia, dan Gabby di sebelah Deeva karena memang Qia dan Deeva tadi duduk berhadapan di satu meja.
"Ngapain lo di sini?" tanya Qia menaikkan sebelah alis. Bintang menunjuk dirinya sendiri, Qia mengangguk lalu ia berdehem.
"Lo cantik-cantik minus mata ya Qi? Udah tau gue lagi duduk. Pake nanya lagi lo!" sahut Bintang geleng-geleng.
Qia memutar bola matanya malas.
"Gue tau lo lagi duduk Star! Maksudnya kenapa harus disamping gue?" ulang Qia.
"Emang kenapa? Ini sekolah juga bukan punya bapak lo ya, jadi terserah gue mau duduk dimanapun. Entah di kursi, di meja, atau di muka Gabby juga fine-fine aja." cerocos Bintang lupa ngerem.
"Lah kok ngamok?"
"Gue lagi yang kena." keluh Gabby malas.
"Oh iya iya gue tau, lo pasti berharapnya Vano yang duduk di deket lu ya kan? Ah kubur aja mimpi lo hari ini. Dia lagi ga bolos! Lagi di ajar BK dia." ucap Bintang lagi. Qia memutar bola matanya malas, kenapa malah jadi menyebar kemana-mana?
"Nggak ada! Lo duduk aja disini ga papa sumpah. Bawel banget lu dari tadi!!" ketus Qia tersenyum palsu, minimal agar Bintang berhenti berisik di sebelahnya.
"Siap paduka!" sahut Bintang mengangguk siap. Qia mengeryit, sepertinya ada yang aneh disini.
"Paduka bukannya buat cowok ya?"
"Iya, kan cowok lo Vano."
"Tau ah ribet ngobrol sama lo mah!"
"Lah siapa suruh ngeladenin?" tanya Bintang polos.
"BO DO AM MAT!!!"
"Ini kenapa kita jadi nontonin dua manusia ini berantem ya Gab?" celetuk Deeva menengahi, sudah cukup ia dan Gabby diam membatu sejak tadi karena mendengarkan perdebatan unfaedah Qia dan Bintang.
"Tau tuh padahal gue ngajak Bintang kesini karena nyariin lo tadi." jawab Gabby. Deeva menoleh dengan tatapan heran mendengar ucapan sepupunya barusan.
"Kenapa lo nyariin gua? Gua ga ilang."
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰