DEVANO

DEVANO
105. Seratus Lima



"WOY WOY WOY INPO WOY INPOOO!!!" pekik Deeva histeris. Ratu dan Manda yang sedang berghibah sebelum Deeva datang pun mengalihkan perhatian.


"Ish apasi Dep ini masih pagi loh!!" gerutu Ratu. Sedangkan Manda langsung menarik lengan cewek berisik itu agar segera duduk di tempatnya.


"Ada apaan? Cerita aja tapi ga usah berisik. Tuh si Qia lagi molor!" omel Manda menggerutu.


"Lah si anjir ke sekolah cuma buat tidur doang?" cicit Deeva geleng-geleng sambil meletakan tas punggungnya di meja.


"Gue semalem begadang Depaaa... Ah cerewet lu komen mulu!" sahut Qia menyeracau dengan kedua mata yang masih tertutup rapat.


"Dih ngigo lo?"


"Hmmmm...."


"Ya udah ada info apaan?!" sergah Manda tak sabaran.


"Semalem gue ketemu sama kak Sam weh!!!" seru Deeva heboh. Tapi respond dari Manda dan Ratu diluar ekspetasinya, kedua temannya itu tampak datar dan biasa-biasa saja.


"Kok lo pada biasa aja si?" tanya Deeva heran.


"Ya mau gimana lagi? Lo tiap hari juga kan ketemu di sekolah Deev." sahut Manda berdecak.


"Bukan cuma Deeva, kita yang ga ada apa-apa juga tetep ketemu tuh." tambah Ratu.


Deva berdecak kesal. Entah ia yang salah menggunakan kata atau memang kedua sahabatnya yang sulit mengerti!


"Ga sesimple itu kampret!!"


"Terus?"


"Gue pulang les kan mampir beli jajan tuh..."


"Hm terus..."


"Nah ketemu di minimarket kan, sama bundanya juga. Terus gue dianter pulang gegara abang gue lembur!!" curhat Deeva.


Ratu dan Manda mulai sibuk menyimak meski belum menunjukan respond WOW.


"Lu inget kan kemarin gue ditabrak sama anak kelas sepuluh hah?" tanya Deeva. Kedua sahabatnya mengangguk.


"Nah itu sakitnya masih berasa sampe malem weh, kak Sam perhatian dong!! Aaaaa gue terbang banget semalem ras-"


"WHAT???!!!!"


"SERIUS LO DEV??!!"


"Emang gue keliatan drama ya?" tanya Deeva balik. Manda dan Ratu sontak bertepuk tangan penuh bangga.


Prok prok prok


"Wah wah selamat bestie selamat!!"


"Selamat karena telah mencairkan kutub es Airlangga kita...."


"Btw ini masuk ciri-ciri kiamat ga si?"


"Bisa jadi."


"Sialan lu berdua! Respond yang terlalu aneh." gerutu Deeva. Bersamaan dengan itu, Qia bangun dari hibernasinya.


"Gue bangga sama lo Dev! Tingkatin aja ya, inget kunci buat ngeluluhin kak Sam itu cuma satu. Jangan nyabang! Stop jelalatan." pesan Qia bijak mode on.


Deeva mengangguk antusias.


"So pasti bestie! Gue udah fiks deal mantep banget yakin sekali untuk tidak menjadi pawang buaya pengkolan lagi." jawab Deeva semangat 45.


"Ini bisa dipercaya ga si?" tanya Manda polos. Sejujurnya ia agak trauma dengan janji-janji Deeva yang selalu saja diingkari sejak dulu.


"Bisa weh! Gue yakin kali ini gue serius."


"Tetep aja musta-"


Cicicuwitt cicicuwitt...


"Notice apaan aneh begitu?" tanya Ratu karena obrolan mereka terpotong oleh notice asing.


"Notice instagram gue. Ucul kan?" jawab Deeva sembari merogoh iPhone di saku seragamnya.


"Ucul apaan?" tanya Ratu mengeryit. Manda dan Qia tim nyimak.


"Lucu lo bodoh! Itu cuma kebalik." jawab Deeva berdecak. Matanya sudah fokus pada layar display yang memperlihatkan beranda instagram.


"Otak lu tuh kebalik!!" sembur Ratu ngegas forever.


"Maha benar Deeva dengan segala bolak-baliknya." sambung Qia geleng-geleng.


"Sudah biasa terjadi..." lanjut Manda menggantung.


"Lah kebeneran banget ni anak ngefollow gue duluan? ini bener kan username yang diminta sama Geboy tadi... @rajendra.aditiante ini juga difollow sama akun kelasnya 10 IPS 1, fiks ini emang orangnya!!" seru Deeva nyerocos tanpa henti.


Manda, Qia dan Ratu hanya bisa menghela nafas pasrah, saling tatap dengan malas.


"Buaya mana lagi yang mau lo karungin Deev?" tanya Qia.


"Yang barusan bilang mau tobat siapa ya??? Kok udah kumat lagi aja." sindir Ratu.


"Congor buaya emang ga bisa dipercaya si." tambah Manda mendengus.


"Ck. Diem lu bertiga! Gue ini cuma lagi bisnis negara doang sama Gabby digeboy mujaer." sangkal Deeva cepat.


"Bisnis apaan?"


"Rahasia dong!"


"Sok misterius lu buaya!"


"Belagu amat!!"


"Bukannya gitu aelah, Gabby minta gue nge-keep masalah ini sampai dia dapet banyak bukti. Lu pada bocil mana paham!" sungut Deeva menghela nafas panjang.


"Dahlah...."


Membiarkan teman-temannya saling ngobrol, Deeva menscroll satu persatu foto dari akun milik Rajendra itu. Beberapa foto gelap tak terlihat jelas wajahnya, tapi setelah beberapa saat ia akhirnya menemukan sebuah foto yang memperlihatkan wajah seorang lelaki berambut kecokelatan itu dengan jelas, sangat sangat jelas.


Alis Deeva terangkat sebelah setelah menatap foto itu. Pantas saja cowok ini memfollow dirinya, ternyata ia adalah cowok yang sama dengan yang ia temui kemarin! Atau lebih tepatnya menabraknya kemarin.


"Lah ini cowo ganteng yang buta jalan kemarin toh... Tapi kenapa Gabby minta gue stalk ini akun ya?" lirih Deeva mencoba berfikir.


Qia yang berhadapan dengannya pun menoleh, perhatiannya teralih dari Manda dan Ratu.


"Siapa Dev?" tanyanya.


Deeva menunjukan profil instagram di handphonenya pada Qia.


"Nih... Gabby nyuruh gue nge-stalk dia Qi. Tapi gue ga tau kenapa dan apa tujuannya... Kebetulan juga gue ketemu ni anak kemarin, dia yang nabrak gue."


"Yang bikin pinggang lo encok?" tanya Qia meledek. Deeva cemberut dengan anggukan.


"Hm.. Sialan emang."


"Gue boleh pinjem bentar?" tanya Qia yang terfikir sesuatu. Kalau Gabby yang menyuruh Deeva, pasti ada hubungannya dengan Ghosterion kan?


"Boleh, tapi jangan bilang Gabby ya... Bisa di geprek kepala gue." pesan Deeva sebelum menyerahkan iPhone miliknya. Qia mengangguk siap.


Tak mau basa-basi dan mengulur waktu, Qia langsung membuka bagian followers dan siapa saja yang difollow oleh cowok berusername Rajendra Aditiante itu.


"Ngefollow Marvel? Hah? Marvel kan temennya Rehan. Tapi kok dia sekolah disini?" ucap Qia yang merasa ada sesuatu yang ganjal.


"Ini dia mau daftar Ghosterion atau gimana? Gabby-"


"Kayaknya iya deh, setau gue selama ini Gabby ga pernah ngurusin kehidupan orang selain anak Oster yang mau join. Katanya sih kek nyari latar belakangnya dulu gitu... Kan dia wakilnya kak Vano." jelas Deeva nyerocos seperti biasa. Qia manggut-manggut.


"Kayaknya gue harus nyari tau siapa Rajendra ini deh... Mungkin gue bisa manfaatin Marvel atau Rayhan."


"Terlalu aneh untuk disebut kebetulan."


"Kenapa Qi?" tanya Deeva heran.


"Hah? Eng-ga ga papa... Nih hp lo!"


...****************...


"Kalian yakin ga mau semobil aja sama saya dan pak Ade?" tanya pak Abi sekali lagi. Guru olahraga sekaligus pelatih basket SMA Airlangga itu masih kekeuh menawari tim basketnya untuk berangkat bersama menggunakan mobil saja.


Tim basket beranggotakan Vano, Gabby, Bintang, Sammuel, Adam, Bagas sebagai inti dan tiga lagi pemain cadangan yang dianggap bisa diandalkan yaitu Jonatan, Aldi dan Mario.


Jonathan, Aldi dan Mario memilih berangkat satu mobil dengan pak Abi karena mereka ke sekolah membawa mobil. Bukan motor seperti Vano dan kawan-kawannya.


"Yakin pak!" jawab Vano tegas.


"Jadi ga papa ya saya duluan berangkatnya, soalnya kan mobil takut macet nanti." ucap pak Abi setelahnya. Mereka mengangguk.


"Iya pak."


"Ga usah saya tunggu di jalan ya? Langsung saya tunggu aja kalian di Merpati 1."


"Iya pak. Ga usah."


Setelah memastikan keenam muridnya yang lain benar-benar tak ingin berangkat bersamanya, pak Abi bersama pak Ade dan tiga siswa lain pun berangkat terlebih dahulu.


"Kita langsung susul sekarang aja nih?" tanya Bagas.


"Bentar lagi aja, kita pake motor bisa sat set nanti." jawab Adam.


"Tau gitu gue tidur dulu tadi!" gerutu Bintang.


"Ya udah sekarang lo tidur aja noh di depan." suruh Gabby mendorong-dorong punggung Bintang yang mendengus kearahnya.


"Tega amat lu By!!"


"Gas Bagas woi!!" panggil Vano pada cowok yang ada di paling pojok. Bagas pun auto celingukan mencari sumber suara.


"WOIT APAAN?" sahutnya.


"Lo semangat amat, udah pamitan ke ayang apa belom?" tanya Vano meledek. Semua orang juga sudah tau kalau Bagas adalah si paling rajin berkabar 24/7, apapun yang akan di lakukan, dimanapun, kapanpun dan kemanapun ia pergi maka ia akan selalu laporan ke nyai Amanda.


"Udah lah! Lo sendiri gimana? Udah izin crush apa belom?" ledek Bagas balik. Vano auto kicep.


"HIYAHAAAA BETUL TUH BETUL!!" seru Adam heboh mode on.


"Udah apa belom pak?" sindir Bintang.


"Ihirrrr yang semalem kasmaran." tambah Adam teringat sesuatu.


Mengerti arah fikiran Adam, Vano lantas melotot tajam seolah mengancam Adam agar berhenti bicara.


"Ahahahhaha." tawa Gabby menjadi sambutan hangat dari pembuka perjulidan Adam. Adam pun jadi semakin antusias dan tak memerdulikan ancaman Vano.


"Are u oke?" Sindir adam si bandal julid. Semua aib dari teman-temannya, selalu terekam dengan baik oleh otak Adam.


"Teros aja dam terossssss!!" sungut Vano memegang helm full face nya dengan satu tangan. Bersiap melempar benda itu ke kepala Adam kalau cowok itu tetap ngeyel membongkar semua kejadian semalam.


"Gue takut lo kenapa-napa." lanjut Adam pantang menyerah. Perhatian keempat temannya benar-benar tertuju pada Adam sejak tadi.


"Dam...." panggil Vano hampir mengeluarkan tanduk.


"Syukurlah kalo lo baik-baik aja Qi...."


"Wah emang minta dicekek ni anak!" finally Vano yang akhirnya sudah tak bisa membendung emosinya lagi. Dilemparkannya helm itu ke Sammuel yang parkir motor disebelahnya, Sammuel menangkapnya dengan baik lalu Vano bergegas menyerang Adam yang berjarak dua motor dari tempatnya.


"Sini pala lo!!" ucap Vano kesal menjitaki kepala Adam berkali-kali. Adam tertawa terbahak-bahak sambil sesekali berusaha meledek Vano dengan menoel dagu tegasnya.


"Ololololooo bucin ngamok!!"


"Gue lempar lo ke megalodon!" ancam Vano.


"Ga doyan dia! Gue shiren."


"Ni orang berdua pada ngeributin apaan dah" Tanya Bintang heran melihat pertengkaran kekanak-kanakan antara Adam dan Vano.


"Kek bocil rebutan mainan njir." cicit Bagas geleng-geleng.


"Ga ada dewasanya dari dulu. Heran!" sahut Sammuel yang akhirnya berhasil membuka mulutnya.


Gabby yang tau apa yang sebenarnya terjadi pun hanya geleng-geleng kepala dengan tangan bersidekap.


"Biasalah..."


Sementara di balik tembok pos satpam....


"Tadi gue denger pak Abi mau ndampingin anak-anak basket ke SMA Merpati, gue yakin mereka baru mau berangkat sekarang." monolog Raja yang ternyata sudah menguping pembicaraan mereka sejak beberapa saat yang lalu.


"Gue harus laporan ke Rehan nih!"


Tak menunggu lama, Raja merogoh saku celananya untuk mengambil handphone.


📞Calling Rayhan....


Rayhan : Halo Jen, ada apaan?


Raja : Lo dimana Re?


Rayhan : Sekolah, lagi pengen rajin.


Raja : Gengnya Vano mau on the way ke Merpati 1, ya barangkali lo mau ngusilin mereka.


Rayhan : Seriusan lo?


Raja : Ck. Iya! Ni gue lagi ngintipin mereka yang mau jalan kesana.


Rayhan : Oke, gue urus sekarang juga! Kebetulan juga kan ngelewatin sekolah gue.


Raja : Yoi...


Tut tut tut....


"Duh mana kebelet lagi ah!" cicit Raja buru-buru berlari meninggalkan tempatnya menuju kamar mandi.


...----------------...


"Itu Rajendra yang tadi distalk sama Deeva kan ya? Ngapain dia sembunyi disitu?" tanya Qia pada dirinya sendiri. Ia memang sedang sendirian di lorong dekat gerbang parkiran dengan dua buah buku dan bolpoint serta pensil di dekapan tangannya.


Baru saja beberapa langkah ia mendekat, cowok itu sudah lari begitu saja tanpa aba-aba.


"Aneh banget dia?" ucap Qia hendak berbalik tapi tak jadi karena ia melihat gerombolan Vano yang sedang asik bercanda ria diatas jok motor masing-masing.


Sepertinya tebakan Qia tadi memang benar. Rajendra itu punya maksud tertentu untuk masuk ke dalam gengnya Vano.


"Bener-bener mencurigakan! Keknya gue harus ngasih tau Kadal deh biar dia waspada." monolog Qia hendak menuju tempat Vano tapi sebuah lengan kekar menahannya dari belakang.


"Mau kemana Qi?" tanya Valdo. Ya orang itu adalah Valdo yang juga membawa dua buah buku di tangan. Valdo tak sendirian, ia bersama Rino.


"Mm itu mau..."


"Bu Kimia udah nungguin kita bertiga tuh!" tunjuk Rino ke ruang laboratoriun Kimia yang terletak di ujung koridor. Qia mengangguk kecil.


Mau bagaimana lagi? Memang tujuannya keluar kelas adalah ke laboratorium Kimia, bukan memata-matai Rajendra maupun Vano.


"Ayo Qi!"


"Mm iya kak..."


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰