
📞Rizal is calling.....
Qia : Halo? Kenapa?
Rizal : Lo habis jatoh Qi?
Qia : Iya tadi kesleo di sekolah.
Rizal : Cieee di anterin doi baru.
Qia : Dih?
Rizal : Lo di anter sama Vano kan? Acielah.
Qia : Dih?
Rizal : Dah dih dah dih udah ga usah ngelak! Gue dikasih tau sama mama Andin.
Qia : Dih?
Rizal : Dih sekali lagi, gue lempar pake cintanya Vano lu!!
Qia : Skip baperan!
Rizal : Ahahhaha takut huu!!
Qia : Lo ketemu mama gue? Mama gue ke sana ya?
Rizal : Enggak juga.
Qia : Terus?
Kriet
Pintu terbuka, Qia yang sedang duduk santai di sofa bantal menghadap jendela pun menoleh.
Rizal : Karena gue yang kesini hihi.
tut tut...
"Yeee dasar Rizal bogrek!" sungut Qia setelah mematikan teleponnya. Rizal tertawa renyah.
"Lo mau kemana kak? Pake hitam-hitaman gini?" tanya Qia heran. Rizal juga memakai jaket kebanggan DS Boys.
"Ke jalan Kamboja." jawab Rizal santai sambil menjatuhkan pantatnya di atas tepian kasur empuk. Mata Qia langsung membulat lebar.
"Mau balapan motor ya?!!" pekik Qia semangat. Rizal mengangguk.
"Iya, lu kenapa mata bulet gitu hah?!!" tanya Rizal bergidik heran. Qia tersenyum lebar dengan mata berkedip-kedip.
"Mau ikuuuuuuttt!!" cicit Qia langsung berdiri dan merengek di lengan kekar Rizal. Rizal melirik kaki Qia di bawahnya.
"Kan kaki lo masih sakit?"
"Udah mendingan kok." jawab Qia memasang puppy eyes. Rizal menghela nafas pasrah, toh percuma saja dia melarang Qia. Pasti cewek bar-bar itu akan tetap berangkat juga dengan cara diam-diam.
"Ya udah iya."
"Aaaa serius?!!" pekik Qia berbinar. Rizal mengangguk.
"Iya boleh cantikku!!!" jawab Rizal sambil mencubit pipi Qia dengan gemas. Qia tersenyum senang lalu memeluk kakak sepupunya dengan erat.
"Aaaaaa makasih kakakku sayang!!"
"Ya udah gih buruan siap-siap. Gue tunggu di bawah." suruh Rizal dan segera keluar dari kamar setelah Qia mengangguk.
...****************...
Brum brum
"Loh platnya?" cicit Sammuel kaget melihat plat motor yang berjejer dengan motor Vano.
Q 1 A.
"Itu Qia atau siapa?" tanya Sammuel lirih. Sosok serba hitam di atas motor yang sangat mirip dengan motor Qia waktu itu, sudah memakai helmnya. Jadi Sammuel maupun Vano yang ada di sebelahnya tak tau siapa orang itu.
"Apa Sam?" tanya Bagas menoleh karena sedikit mendengar lirihan Sammuel. Tapi cowok es itu menggeleng cepat.
"Nothing." jawab Sammuel singkat. Bagas manggut-manggut.
Sepertinya Vano tak menyadari plat motor yang ada di sebelah kirinya.
Vano asyik berbincang dengan Gabby yang berada di sebelahnya bersama Rizal. Hari ini Vano harus melawan seseorang yang tampak misterius dengan berhelm full face hitam. Orang itu sudah memakai helmnya terlebih dulu padahal baik Vano, Gabby, maupun Rizal masih asyik berbincang sambil memanasi mesin motor mereka.
Dua motor sport yang masing-masing berwarna sama hitam itu berjejer rapi dan lurus di stage start. Ghosterion dan DS Boys memang sudah merencanakan Friendly Race ini sejak seminggu yang lalu. Dan hari ini adalah waktunya.
Q 1 A melawan V 4 NO
"ONE TWO THREE!!!"
Dan wussssss.
Balapan dimulai. Mereka saling menyalip satu sama lain. Berusaha saling mengalahkan meski ini hanya sekedar balapan untuk bersenang-senang saja.
...****************...
"Kita ga berulah Ray?" tanya Doni. Rayhan menggeleng.
Dua orang itu sedang berada tak jauh dari garis start dimana Ghosterion dan DS Boys melakukan adu balap.
"Tapi kenapa? Bukannya kita kesini karena mau ngadu ke polisi ya biar pada di ringkus?" tanya Doni lagi. Rayhan menghembuskan nafasnya kasar.
"Di sana ada Qia, gue ga mungkin lah jerumusin dia." jawab Rayhan.
"Lah lo gimana? Tadi lo bilang Qia aman di rumahnya, sekarang lo bilang ada dia. Ah tai lu!!" gerutu Doni sebal.
"Tadi emang iya di rumah, pasti Rizal yang ngajakin Qia nih." sahut Rayhan apa adanya. Tadi sore ia memang sempat menghubungi Qia dan Qia bilang ia tak ada rencana malam ini. Dan nyatanya? Zonk!! Qia ada di tempat ini. Jelas-jelas plat itu serta motornya adalah milik Qia.
"Ya terus kita gimana ini?" tanya Doni. Rayhan kembali memakai helm nya.
"Cabut aja! Gue males nanti lihat Qia ketemu Vano." ajak Rayhan mendengus kesal. Doni malah tertawa mengejek.
"Kalo cinta ungkapin lah bos, jangan dipendem sendiri. Bilang aja ke Qia, jadiin dia pacar lo, dan selesai deh." celetuk Doni tanpa dosa.
...****************...
"DAN PEMENANGNYA KALI INI ADALAH DARI DS BOYS!!" teriak heboh pemimpin pertandingan balap hari ini.
Plat bernopol Q 1 A lebih dulu mencium garis finish sebelum V 4 NO menyusul di belakangnya beberapa detik kemudian.
"Widihhh ada gerangan apa pak sampek bisa kalah gini?" celetuk Adam setelah mendekati Vano yang tampak kesal karena kalah hari ini.
"Ga fokus kayaknya." celetuk Gabby.
"Kepikiran dede gemes terus sih makanya ga bisa ngegas kek biasanya." sahut Bagas.
"Ahahah iya tuh pasti kepikiran pas gendong Qia tadi." sambar Bintang tertawa ngakak membuat yang lain tertawa selain Vano. Vano memang tidak selalu menang tiap melawan DS Boys. Tapi jumlah kemenangannya biasa lebih unggul dari pada Rizal saat mewakili DS Boys. Jangan dipertanyakan soal Raga. Raga memang adalah lawan yang paling ideal untuk Vano. Sebelum Raga pergi, tiap DS Boys dan Ghosterion hampir tidak pernah menemukan pemenang karena selalu seri. Beda lagi kalau Rizal, kadang menang Vano kadang juga bisa menang Rizal.
"Gue penasaran siapa dia!" tunjuk Vano pada seseorang di balik gerombolan DS Boys. Ada Rizal yang seperti asyik bicara dengan orang yang masih belum melepas helmnya itu.
"Sama Van! Rizal ada tuh, masa iya Raga pulang?" sahut Bintang langsung connect.
Jleb
Gabby menginjak kaki Bintang yang asal bunyi tanpa berpikir itu.
"Heh tolol! Sejak kapan Raga dari pendek ramping imut-imut gitu hah?!!" sungut Gabby. Bintang merintih. Mendengar ucapan Gabby lantas membuat bayangan Qia terlintas di otak Vano.
"Sialan ga usah nginjek babi!!! Sakit anj!!" keluh Bintang ketus.
"Tapi bener juga sih, siapa yang bisa ngalahin Vano selain Raga sama Rizal?" tanya Adam heran. Sammuel tak menyahut sama sekali, sedari tadi ia terus menunggu momen saat orang itu akan membuka helm nya nanti. Apa benar dugaannya atau tidak.
"Sejak kapan juga DS Boys punya jagoan baru?" tanya Bagas ikutan.
'Capo DS Boys. Apa dia Qia? Ah enggak mungkin lah! Dia bisa aja bela diri, tapi mustahil bisa balap kek tadi.' batin Vano saling bantah memikirkan siapa orang yang telah mengalahkannya tadi.
"Ah lama banget sih buka helm doang!!" gerutu Adam tak sabaran.
"Tuh tuh mau di buka bray!!" pekik Bagas bersemangat. Diam-diam juga ternyata ia sudah menunggu momen ini.
*Satu
Dua
Tiga*
Helm itu terbuka dan menyembullah satu kepala manusia dengan rambut panjang hitam agak kecoklatan yang langsung tergerai setelah pelindung kepala itu terbuka.
Mata anak-anak Ghosterion membulat sempurna, apalagi pemimpinnya.
"QIA?!!!"
Yang merasa punya nama yang disebut oleh lebih dari 5 orang itu pun menoleh dan memberikan satu senyum miring pada mereka.
'Tadi siang lo bikin gue kaget karena ternyata elo adalah capo DS Boys, dan sekarang lo bikin gue makin terpukau kagum karena kemampuan lo di balap motor dan bisa nyalip gue. Sial! Dia bener-bener tipe ideal gue sih, cewek yang asik dan bawel tapi enggak manja dan serba bisa. Unik and i like it.' salut Vano dalam diam nya yang terus memperhatikan Qia yang masih dikelilingi oleh Rizal, Devan dan anak-anak DS Boys lain nya.
Cantiknya alami, menurut Vano. Bukti kalau cantik ga harus selalu feminim dan kalem. Asal tau tempat aja!
"Waduhh makin terluka aja nih harga dirinya Vano, bisa-bisanya dia kalah balap. Sama cewek pula." ucap Adam antara kagum pada Qia dan meledek Vano, sahabatnya.
"Kalo sama cewek sendiri sih ga masalah Dam. Jangankan harga diri, harga mahar juga bakal di kasih." celetuk Bagas menepuk-nepuk pundak Adam.
"Sudah ku duga." desis Sammuel lirih.
"Lo udah tau pak?" tanya Bagas memekik. Semua orang selain Vano yang masih terpaku pada aura Qia pun menoleh.
"Udah." jawab Sammuel mengangguk santai.
"Kok bisa?" tanya Bagas lagi. Sammuel menunjuk plat motor Qia dengan matanya.
"Baca baik-baik plat motornya! Kemarin Qia nolongin gue pas di keroyok juga pake motor itu." jawab Sammuel dengan santainya.
"Terus kenapa lo ga bilang dari tadi?!! Temen-temen lu pada kepo tau!!" sungut Bagas berkacak pinggang dengan sebal. Sammuel mengendikkan bahunya acuh.
"Karena lo nggak nanya ke gue!" sahut Sammuel datar. Bagas memutar bola matanya malas. Memang benar sih, mereka sejak tadi hanya sibuk bertanya-tanya tak jelas tanpa arah yang jelas.
"Ssttt sssttt." cicit Putra, anak Ghosterion. Adam, Bagas dan yang lain pun menoleh pada cowok bertubuh tinggi lumayan kurus yang berdiri di sebelah kiri Vano.
"Si doi malah ngelamun." bisik Putra dengan pergerakan mulut yang jelas, tapi tanpa suara. Semua orang pun menatap Vano dan mengikuti arah pandangnya.
"Ekhemmm!!" deheman pertama yang melesat dari mulut julid admin lambe turah alias Adam, yang pertama menyadarkan Vano dari lamunannya terhadap Qia.
"Segitunya pak terpesona sampek ga kedip." sindir Bagas melihat mata Vano sama sekali belum berkedip sejak Qia membuka helm tadi.
"Pertanyaan gue cuma satu, mata lo ga perih?" tanya Adam polos sambil menepuk pundak Vano. Vano berdecak.
"Paan sih lu berdua ganggu mulu!!" omel Vano bersungut-sungut.
"Wadoo ada yang beneran naksir nih." ucap Bintang menggoda Vano.
"Kalo emang suka mah ungkapin aja pak, jangan di tunda. Entar keburu di ambil orang loh!" suruh Bagas seenak jidat.
"Bukan naksir, lebih tepatnya udah jatuh cinta." elak Gabby membenarkan.
"Gab lu sejak kapan sih jadi ikutan bawel gini hah?!!" protes Vano. Gabby nyengir.
"Sejak lo ketemu Qia lah! Sejak kapan lagi coba?" tanya Gabby balik. Tanpa dosa!
"Uhuyyyy bapak besar kita udah terQia-Qia nih bos. Senggol kuy!!" seru Adam mulai rese.
"Skuyyyy!!!" sahut anak-anak Ghosterion kecuali Vano dan Sammuel.
"Tapi Qia kok bisa sama anak DS Boys ya?" tanya Adam yang ternyata masih belum cukup connect.
Bagas menabok kepalanya.
"Ya berarti dia anak DS Boys." jawab Bagas ketus.
"Cewek? Bisa masuk DS Boys?" pekik Bintang kagum.
"Malahan dia adalah Capo nya." sahut Vano masih dengan pandangan lurus pada Qia. Qia juga sama memperhatikan Vanod dari jarak mereka.
"APA?!!!"
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰