
"Oke jadi kita deal touring gabungan sama Ghosterion weekend depan!" pungkas Raga mengambil keputusan. Seluruh anggota DS Boys mengangguk setuju dengan sambutan tepuk tangan yang sangat meriah.
Prok prok prok
Pendiri Dragon Sword Boys telah kembali, maka Rizal menjadi wakil penanggung jawab lagi bersama Qia.
"Yess akhirnya touring lagi."
"Pas aja minggu depan gue ga ada bimble."
"Boleh bawa cewek ga si Ga?" tanya salah seorang anggota DS Boys, namanya Bara.
"Emang lo punya cewek Bar?" tanya Devan meledek. Bara berkacak pinggang dengan garang.
"Lu pikir muka tampan dan handsome kek gini ga ada yang mau hah?" tanya Bara ngegas. Devan masih setia dengan muka songongnya.
"Gue tanya sekali lagi, emang lo punya cewek?"
"Ya enggak juga sih." jawab Bara menggaruk belakang telinga. Muka songongnya tadi terganti oleh muka tengilnya.
"Ahahaha tau tak pa." ledek Devan. Mereka satu sekolah dengan Rizal, jadi Devan tau kalau Bara jones.
"Menurut gue ga usah bawa cewek deh bro, ini berlaku buat semua anggota ya! Kita nikmatin lah touring sesama anggota aja, kalo lu pada pengen jalan sama pacar kan tinggal kencan aja lain waktu." ucap Raga usul. Tapi bagi DS Boys ucapan Raga selalu menjadi hal yang harus mereka iyakan.
"Gue setuju sih, biar momen kebersamaan kita semua sama Ghosterion jadi lebih kuat."
"Setuju juga gue."
"Gue juga oke, soalnya gue jomblo ahaha."
"Gue punya cewek, tapi boong."
"Yee tolol."
"Oke jadi kita sepakat ga ada yang boleh bawa pacarnya ya?" tanya Raga. Semuanya mengangguk bersamaan.
"Sepakatlah!!" seru mereka kompak. Qia tampak manggut-manggut saja sejak tadi, matanya agak sayu. Sepertinya dia mengantuk dan itu tak luput dari mata Rizal.
"Lo juga Qi! Jangan pacaran mulu lo nanti di puncak." celetuk Rizal. Qia yang tadinya tampak kehabisan tenaga, langsung bangun dengan gelora 45.
"Dih? Apaan kok gue? Emang gue ada pacar? Sorry nih ye, gue masih single." jawab Qia ngegas. Kini perhatian seisi markas tertuju pada Qia dan Rizal yang duduk bersebelahan.
"Wah wah baru kali ini gue liat orang bangga dengan kesendiriannya." ledek Devan. Qia berdecak sebal, Devan memang adalah si jago dalam hal meledek, melawak dan savage. 3 in 1. Bisa dibilang kalau Devan DS Boys adalah kombinasi antara Adam dan Sammuel di Ghosterion.
"Kak Dev mending diem sebelum gue sumpahin jadi bujang lapuk ntar!!" ancam Qia. Devan memasang wajah sok takut.
"Awww atut dede Qia galak!!"
"Dih dih najis Dev!!" maki Rizal geli sendiri.
"Diem lu kadal!" balas Devan auto galak.
"Mata lo katarak? Cowok ganteng gini dikata kadal dih."
"Dih? Buat apa muka ganteng kalo ga laku nyari cewek hah?!" skakmat. Rizal menatapnya malas.
"Gue sumpahin lu putus sama Celine. Mamp*s ntar!!" maki Rizal. Devan mengendikkan bahu acuh.
"Patah satu tumbuh seribu bro!!" jawab Devan enteng.
"Wah nantangin ni anak, gue kutuk beneran lu!"
"Ini udah selesai apa belum bang?" tanya Qia memotong pertikaian tak jelas ini. Raga mengangguk.
"One steep closer, tinggal ngomong ke Vano kalo kita udah deal buat weekend depan." jawab Raga santai. Satu alis Qia justru terangkat heran.
"Kita? Kalian doang kali, gue sih enggak." bantah Qia menggeleng. Raga yang tadi sudah menyandarkan kepalanya di sofa pun langsung kembali duduk tegap.
"Kamu juga ikut dek!" tegas Raga. Tapi bukan Qia namanya kalau gampang nurut.
"Enggak ah bang, minggu-minggu gitu enakan kalo Qia tidur aja di rumah."
"Kamu kan anggota juga, capo malah. Harus ikut!!" ulang Raga lebih tegas. Tapi Qia tetap tidak gentar untuk menolak.
"Ga mau abang!!"
"Harus mau adek!!"
"Enggak."
"Harus."
"ENGGAK." ketus Qia penuh penekanan. Raga menghela nafas panjang, oke sepertinya Raga harus menggunakan sedikit gertakan dan ancaman agar adik bandelnya ini mau nurut.
"Mau ikut touring geng atau abang bikin papa nyita motor kamu sebulan?" ucap Raga dengan ulasan senyum tipis penuh kemenangan, tanpa menunggu jawaban Qia pun Raga sudah tau kalau Qia pasti tak akan bisa berkutik lagi setelah ini.
"Ck. Iya iya oke! GUE IKUT." ketus Qia sebal lalu beranjak dari sofa.
"Eh eh mau kemana lo?" tanya Rizal mencekal pergelangan tangan Qia.
"Mau pulang!" ketus Qia.
"Emang lo bawa mobil? Kan lo tadi bareng Vano." tanyanya lagi.
"Pake mobil lo." jawab Qia singat.
"Dih enak aje lu punya monyong. Orang gue masih mau di sini, kalo lo mau nebeng gue ya harus tunggu gue dulu Qiak!!" omel Rizal. Qia menggeleng santai.
"Kuncinya udah ada di gue nih." sahut Qia menunjukkan kunci mobil di tangannya. Rizal melotot dan mencari kunci mobilnya di saku celana, kemeja, dan hasilnya tidak ada. Kunci ditangan Qia adalah kunci miliknya.
"Lah gimana caranya kunci gue ada di dia?" lirih Rizal ngebug.
"Pffttt lu ceroboh sih!" sembur Devan menahan tawa.
"Lo mau ikut pulang bareng gue sekarang atau mau nebeng bang Aga Kak?" tanya Qia to the point. Rizal langsung berdiri dan menyambar tasnya di meja.
"Ikut lu aja deh, lebih menyenangkan bepergian bersama wanita cantik daripada sama cowok kejam." jawab Rizal nyengir. Padahal beberapa saat yang lalu ia baru saja mengatakan untuk ingin tetap tinggal di sini.
"Gue masih bisa denger Zal." sahut Raga malas. Rizal nyengir lalu merangkul Qia untuk pergi keluar markas bersama.
"Ehehehe gue duluan bro!!"
"Terus kita gimana Ga?" tanya Devan polos setelah punggung Qia dan Rizal menghilang di balik pintu utama markas. Raga mengendikkan bahu santai.
"Ya kalian udah bisa bebas kek biasanya lah, kita juga udah kelar diskusi. Gue tinggal ngabarin Vano doang habis ini."
...****************...
"Oke jadi semuanya udah deal ya?" tanya Vano diakhir diskusi mereka. Semua anggota mengangguk.
"Weekend ini, cuma bareng DS Boys doang nih?" sahut Bagas. Vano mengangguk.
"Iya, Rizal yang awalnya ngusulin kemarin ke Raga. Terus Raga nanya ke gue, Ghosterion mau apa enggak touring bareng ke puncak." jelas Vano. Bagas manggut-manggut.
"Gue juga setuju, daripada gabut yekan."
"Seriusan yang ngajak duluan si Rizal Van?" tanya Adam memancing pekara. Vano mengangguk santai.
"Yakin bukan karena Qia?" celetuk Adam menaik turunkan alis. Vano memutar bola matanya jengah.
"Dam?" panggil Vano.
"Hm?" sahut Adam.
"Lu lagi duduk disamping gue ya, jangan sampek muka songong lo ini gue tonjok beneran nanti!" gertak Vano kesal. Adam menjulurkan lidahnya tanda bodoamat.
"Qia teh saha?" tanya si bandang kepo, siapa? Ya Putra.
"Anak DS Boys Put, calon pacarnya ketua kita bersama. Abang Vano Devano ahaiiiii." jawab Adam rusuh dan disambut siulan-siulan jahil dari yang lain.
"Masih calon Dam, itu juga kalo Qianya mau." celetuk si irit bicara dan savage, Sammuel.
'Sialan si Sam, pengen gue tabok mulut badasnya.' gerutu Vano dalam hatinya.
"Emangnya DS Boys ada anggota ceweknya?" tanya Putra lagi. Sammuel, Adam, Bagas, Gabby dan Bintang mengangguk karena memang hanya mereka yang tau.
"Ada woi, satu doang." jawab Bagas.
"Emang cuma satu sih, tapi cakepnya kelewatan woi!! Bapak ketua kita aja sampek klepek-klepek." tambah Bintang heboh.
"Seriusan?" seru Putra bersemangat. 2B mengangguk bersamaan.
"Ada beneran Put, namanya Qia, capo DS Boys + calon ibu leader kita." sahut Adam lagi. Putra manggut-manggut percaya.
'"Itupun kalo Qia beneran mau sih sama Vano." sahut Gabby meledek. Mulutnya emang 11 13 nih sama si Sammuel.
"Wah wah parah lu Gab! Berani-beraninya ngeledekin pak ketua." kompor Bintang.
"Lu diem atau gue injek lagi kaki lo!" ancam Gabby. Bintang langsung refleks mengangkat kakinya ke atas sofa.
"Woi woi najis woi turunin!!!" pekik Adam heboh menepis kaki Bintang.
"Yee kaki gue suci kali Dam!!" ketus Bintang sebal.
"Diem lu berdua!" lerai Vano. Bintang dan Adam langsung kicep diam seribu bahasa.
"Kalo gitu buruan hari minggu aja lah!!" celetuk Putra.
"Dih ngapa lu jadi semangat gini?" tanya Gabby mengeryit.
"Gue pengen tau nih siapa ceweknya abang Vano." jawab Putra menaikkan sebelah alisnya dengan tengil. Vano menatapnya malas.
"Ini lagi satu! Setan dua udah mau mingkem, elu malah mulai lagi." gerutu Vano lelah dengan semua anggotanya ini.
"Ya kan gue kepo Van!!"
"Orang kepo cepet mati. Mau lo?"
"Widih galak amat. Cepet tua mau lo?" balas Gabby balik nyumpahin. Vano menghela nafas panjang.
"TERSERAH!! Tobat banget gue punya geng kek begini semua isinya." keluh Vano geleng-geleng dengan wajah seolah ia adalah orang paling ternistakan di dunia ini.
"AHHAHAHA."
Drtt drtt
📞Raga is calling....
"Cielah di telpon calon ipar." ledek Adam. Ia mengintip layar iPhone Vano karena mereka duduk bersebelahan.
"Siapa lagi Dam?" sahut Putra, si bandar info dan kepo.
"Si Raga DS Boys."
"Lah emang dia di Jakarta?" tanyanya lagi. Semuanya sudah tau kalau Raga pendiri DS Boys sudah jarang hadir di geng motor itu karena kuliah di luar negeri. Adam mengangguk.
"Hm."
"Diem lu pada!" sungut Vano kemudian mengangkat telepon itu tanpa pergi kemana-mana alias tetap duduk di sebelah Adam.
Vano : Hallo Ga?
Raga : Gimana Ghosterion? Udah deal?
Vano : Udah, deal weekend ini.
Raga : DS Boys juga udah deal nih.
Vano : Ya udah tinggal nanti gas touringnya aja kan? Dah beres semua.
Raga : Btw adik gue mau ikut touring ini Van.
Vano : Lah? Ngapain laporan lu?
Raga : Ya kali aja lo pengen tau Qia ikut apa enggak. Gue kasih tau duluan biar lo ga kepo!
Vano : Ya udah thanks infonya.
Raga : Ahahaha jadi info gue beneran berguna dong.
Vano : Ga.....
Raga : Ahahaha iya iya gue diem.
Vano : Lo ntar malem sibuk?
Raga : Enggak. Kenapa emang?
Vano : Gue mau nagih tantangan lo tadi siang!
Raga : Balapan?
Vano : Iya.
Raga : Oke, siapa takut!! Ntar malem kita ketemu di tempat biasa.
Vano : Siap!
Tut tut tut.....
"Siap apaan Pak?" tanya Gabby kepo.
"Balapan ntar malem."
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰