
"BERHENTI!!" teriak salah satu orang yg sengaja berdiri di barisan paling depan di antara yg lain. sementara sekitar lebih dari 10 motor di buat berjejer oleh mereka untuk menghalangi jalan agar Vano dan kawan-kawan nya tak bisa lewat.
cowok itu tak lain adalah Rayhan dan kawan-kawan satu geng nya yg sama-sama memakai jaket almamater kebanggaan mereka, Bloody Bat. berbeda dari geng Vano yg malam hari ini tidak memakai jaket Ghosterion mereka karena niat mereka cuma sekedar nongki.
"turun lo semua" ucap Rayhan sambil berkacak pinggang.
Vano, Bintang, Adam, Sam dan Gabby pun berhenti dan mematikan mesin motor mereka. Sam yg lebih dulu turun dan maju, Vano yg tak mau Sam gegabah main pukul pun langsung berusaha mencegah nya agar tidak langsung brutal.
"MAKSUD LO PADA APAAN NYEGAT-NYEGAT BEGINI HAH?!! mau ngajak ribut langsung aja anj*ng!!" bentak Sam sarkas. ia sudah hampir saja maju pada Rayhan kalau saja Vano tidak buru-buru mencegah nya.
"eh eh Sam tunggu dulu lah" larang Vano.
"yg kek begini udah ga usah di tunggu lagi Van, biang kerok mah ngajak nya ribut doang" ucap Sam emosi. memang seperti itulah sisi kiri dari Sam, seperti hal nya manusia lain. dia juga punya tabiat buruk. salah satu nya adalah gampang emosi.
"mau lo apaan sih sebenernya? geng lo ga ada kerjaan ya selain cari gara-gara hah?! nyari sensasi lu?" tanya Adam ketus. mode lawak Adam tidak berlaku untuk saat-saat seperti ini.
"gue mau adu balap" ucap Rayhan enteng. Vano mengeryitkan alis.
"berapa orang?" tanya Vano to the point.
"dua. cuma gue sama lo" jawab Rayhan.
"oke ayo! taruhan nya apaan?" tanya Vano.
"awas aja kalo lo curang lagi, gue hajar lo!" ancam Sam geram karena sering nya Geng Rayhan selalu curang.
"haha lo tenang aja Sammuel.... gue cuma mau taruhan cewek doang sama Vano" sahut Rayhan santai.
"cewek? gila dia? Vano kan ga ada cewek" ceteluk Bintang berbisik heran kepada Gabby dan Adam yg ada di samping nya.
"jangan sampek ini urusan nya sama Qia" ucap Adam yg di angguki setuju oleh Gabby. karena kalau mengingat Qia adalah adik nya Raga dan sepupu nya Rizal yg berhubungan langsung dengan Dragon Sword Boys ya bisa saja Rayhan itu mengenal siapa Qia.
"cewek?" tanya Vano tak mengerti. Rayhan mengangguk pasti.
"cewek lo! lo harus ninggalin dia kalau gue yg menang" ucap Rayhan penuh ambisi. Vano mengeryit, ia benar-benar tak mengerti dengan arah topik ini.
"lo ngomong apaan sih? gua ga punya cewek!" sahut Vano malas. ia mulai menganggap Rayhan hanya sedang mabuk dan nyerocos tak jelas.
"Qia. gue mau lo jauh-jauh dari dia" ucap Rayhan penuh penekanan.
"Qianne?" tanya Vano memastikan. Rayhan mengangguk.
"iya! jauhin dia kalau gue menang, sebaliknya kalau gue yg kalah lo bisa ambil dia" ucap Rayhan seenak jidat. apa dikira Qia barang barter?
"nah kan bener feeling gue, Qia beneran yg jadi sasaran" decak Adam kesal.
"heh lo jangan gitu dong!! masa iya cewek dibikin taruhan. lo masih waras hah?!" tanya Gabby angkat suara. di balik cuek nya, dia adalah laki-laki yg menjunjung tinggi nilai perempuan yg harus di hargai. sementara Vano masih agak syok karena pengakuan Rayhan berusan. apa benar Qia adalah pacar nya? ah sial! kenapa perasaan cowok dingin dan galak itu jadi tak karuan?
"heh lo cupu banget men?!! cewek lo bikin taruhan!! lo pikir cewek itu mainan apa gimana hah?!!" bentak Sam semakin tersulut emosi. ia sudah mencengkeram kuat kerah jaket Rayhan.
"heh lo ga usah arogan dong!!" bentak salah satu orang kepercayaan Rayhan sambil menepis kasar tangan Sam, nama nya adalah Antoni.
"heh temen lo yg arogan duluan! mana ada cowok gentle yg memperlakukan cewek kek gitu hah?!!" bantah Adam menepis kasar tangan Antoni. hampir saja terjadi perdebatan sengit kalau Vano tak segera buka suara. Vano berdiri menengahi di depan Sam dan Adam yg tampak sudah sangat geram dengan Rayhan yg makin menjadi-jadi.
"Dam udah Dam... oke, gue terima tantangan lo! tapi kalo gue menang, lo yg harus jauh-jauh dari Qia!! dia terlalu berlian buat otak sampah kek elo!!" lerai Vano menengahi. Rayhan tersenyum miring.
"oke deal!"
jabat tangan di antara kedua nya menjadi awal bermula nya ajang balap liar antara dua kubu itu. kubu Vano dan Rayhan. balapan lintas memanjang penuh tikungan di depan itu menjadi makin seru kala di antara Vano dan Rayhan sama-sama ingin menjatuhkan.
brum brumm
"VAN AYO FAN!!!!" teriak Adam dan Bintang bersamaan.
"REY AYOK REY BURUAN!!" sahut kubu satu lagi.
Vano dan Rayhan sudah terlihat saling kebut di persimpangan terakhir menuju garis finish. hanya saja takdir dan keberuntungan sepertinya sedang berpihak pada Vano. Vano berada di posisi lebih depan dan terus bertahan hingga memasuki garis finish. dan....
"WUUUUUUUUUUUUUUU" sorak gembira 4 pasukan Vano yg senang akan kemenangan telak itu.
"BAPAK ANDALAN GUA NIH!!" pekik Bintang remeh pada gerombolan anak-anak Bloody Bat.
"mamp*s tuh telen tuh taruhan!!" ketus Gabby juga. Vano menghentikan motor nya di samping teman-teman nya. dimatikan mesin, copot helm, lalu Vano mendekat ke arah Rayhan yg tampak marah dan memukuli jok motor depan nya dengan kesal. tentu saja ia marah karena kalah malam ini, padahal dia sudah memakai cewek yg dia incar selama ini sebagai taruhan hadiah untuk pemenang.
"sial!!" maki Rayhan kesal. Antoni nampak seperti berusaha menenangkan nya.
"liat sendiri kan lo? im winner and you lose! dan sesuai kesepakatan yg lo buat sendiri, lo jauhin Qia... lo ga pantes deket-deket sama dia!" ucap Vano bersimrik. Rayhan mendongak tajam pada Vano.
"dih siapa lo ngatur-ngatur gua? Qia itu cewek gue. dia lebih dulu deket sama gue jauh sebelum lo kenal dia.... haha kalau lo mau gue menjauh dari dia, itu cuma mimpi!" sahut Rayhan tanpa beban. Vano membulatkan mata nya karena Rayhan ingkar janji di atas kaki yg ia tapaki sendiri.
"lo-"
"apa? lo ga terima hah?! ayo maju sini!!" tantang Rayhan tak tau malu. Vano mengepalkan tangan nya geram.
"cih pengecut!! maju aja sini lo bangs*t!! 5 lawan 20, maju sini lo gua ga takut!!" teriak Sam sudah tak sabaran. ia sudah tak bisa mengontrol diri nya lagi, bahkan Vano sudah tak berminat untuk mencegah Sam lagi. biarkan saja Rayhan di hajar oleh Sam, masa bodo!
bugh bugh
baku hantam terjadi di antara mereka yg di awali oleh Sam yg lebih dulu menyerang Rayhan karena saking muak nya. lima lawan dua puluh, perbandingan yg melebihi batas. 1 : 4. sayang fighter andalan Vano yg satu lagi, Bagas tidak ada.
satu persatu anak BB geng berhasil takhluk oleh geng Vano. meski di awal mereka sudah kalah jumlah, tapi di tengah duel mereka mulai bisa menyeimbangkan jumlah karena banyak nya anggota BB yg berhasil di robohkan. kini hanya tinggal 9 lawan 5 saja. perkelahian itu makin sengit, suara benturan, pukulan, dan tendangan makin keras menggema memenuhi suasana malam yg sunyi. hingga...
wiuw wiuw wiuw
suara sirine polisi itu seketika membubarkan baku hantam di dua geng itu. Rayhan beserta geng nya langsung tunggang langgang berusaha melarikan diri secepat nya karena Bloody Bat sudah mendapat centang merah dari pihak polisi karena sering membuat onar.
sementara Vano dan kawan-kawan nya tampak biasa saja, mereka malah sibuk mengecek keadaan kawan nya masing-masing.
"kalian oke?" tanya Vano. ke empat teman nya mengangguk.
"tapi sejak kapan ada polisi patroli jam segini di tempat ini? perasaan dari dua tahun lalu ga pernah ada beginian" tanya Adam heran.
"sama dam... gue juga curiga, kek nya itu bukan sirine polisi asli deh" sahut Gabby membenarkan teori curiga Adam. Vano yg lebih dulu menyadari ada sebuah mobil putih tipe balap mendekat pun menunjukkan dagu ke arah mobil yg tengah melaju santai ke arah nya.
"kek nya ini ulah mobil itu deh" ucap Vano curiga. teman-teman nya pun menoleh ke arah yg di tunjuk oleh Vano.
"mobil balap cuy... anak racing mana yg keluyuran jam segini" pekik Adam heran melihat tipe mobil sangar itu. sementara Sam langsung mengidentifikasi mobil itu dari plat nya.
"B R4G4 P" eja Sam pada plat mobil yg telah berhenti di depan mereka. Vano langsung mendongakkan mata nya menghadap Sam saat itu juga.
"Raga?!!" pekik Vano bertanya. Sam menoleh dan mengangguk kecil.
"tapi bukan nya gue denger dia kuliah di luar negeri ya?" celetuk Gabby.
"iya tuh, kalo ga salah di New York" celetuk Bintang membenarkan. mereka berdua tau karena pernah mendengar perghibahan Qia dan Ratu di kelas nya.
"kalau Raga enggak disini, berarti yg nyetir itu...." ucap Adam tergantung menanti bunyi pintu mobil yg terbuka.
"QIA!!" pekik Vano kaget. sama hal nya dengan yg lain.
"gimana seru nggak olahraga malam nya kak?" tanya Qia sambil bersandar pada kap mobil balap Raga yg ia pakai. Qia sebenarnya juga punya tipe mobil balap yg sama dengan milik kakak nya, tapi ia lebih suka memakai mobil milik kakak nya dari pada milik nya sendiri.
"lo nanya ke siapa dulu nih?" tanya Bintang.
"ke kalian semua sih, oh ya kecuali lo sama Gabby. kalian berdua ga perlu kan gue panggil kakak?" tanya Qia balik.
"ulululuuu cewek nya bapak besar kita... datang nya pas banget sih pas gue udah capek tau tadi" sahut Adam bertepuk tangan sambil berjalan mendekat ke arah Qia.
"thanks Qi" ucap Sam, Bintang dan Gabby bersamaan. Qia mengangguk.
"santuy aja lah... tapi btw ekhemmmmm mas nya yg paling galak, kenapa tiba-tiba diem? lagi puasa ngomong ya?" sindir Qia pada Vano yg malah diam menatap lurus ke arah nya. ada banyak fikiran-fikiran penuh misteri yg berputar dalam otak nya.
"biasalah Qi... anak nya lagi terpesona pasti ngeliatin elu, makanya sampek speechless gitu" celetuk Adam santai, tangan nya merangkul pundak Qia dengan Refleks. ia memang seperti itu, Adam sudah kebiasaan merangkul pundak siapapun orang yg ada di samping nya ketika ia sibuk menggoda Vano.
"Dam jangan ngelewatin batas deh dam" ucap Vano yg tiba-tiba jadi kesal sendiri. Adam yg cengoh hanya bisa mengeryitkan alis nya bingung.
"hah? batas apaan?" tanya Adam polos. Bintang yg mengerti maksud Vano yg tak suka dengan tangan Adam yg asal nangkring pun langsung mendekati nya.
"tangan lo nih tol*l main nangkring aja!! lo mau kehilangan satu tangan hah?!" omel Bintang mendengus malas. Adam nyengir karena baru tersadar sedangkan Qia tampak biasa saja. ia malah tersenyum miring, tapi samar.
'dia cemburu atau emang ga suka liat temen nya deket sama cewek sedangkan dia jomblo si haha' batin Qia terkikik dalam hati nya.
"ah yodah ah udah malem... gue duluan ya kakak-kakak semua nya!! btw hati-hati malem-malem gini banyak geng motor ugal-ugalan yg suka nyari mangsa" tutur Qia berdiri dari sandaran nyaman nya lalu berbalik untuk kembali masuk ke dalam mobil.
"hati-hati Qiaaaaa cantik" ucap Adam melambaikan tangan nya dengan genit, seperti biasa.
"jangan genit! gua aduin ke Ratu loh entar haha" ledek Qia tertawa.
"take care Qi" ucap Sam yg tiba-tiba perhatian. mungkin karena ucapan ngasal Rayhan tadi lah yg membuat Sam agak mengkhawatirkan cewek itu.
"oke kak, btw enggak salah nih master limbad nya Ghosterion perhatian gini? sorry sorry aja nih kak... bukan nya ngeledek ya, tapi kek aneh aja denger kakak ngomong begitu" sahut Qia berganti meledek Sam. Sam memutar bola mata nya malas, disinilah letak kemalangan hidup Sam. diem di bilang cosplay jadi master limbad sekali nya bicara juga tetep aja di katain.
"terserah apa kata lo aja deh"
"btw Deeva titip salam buat kak Sam tersayang nya.. sedikit saran nih, jangan terlalu cuek lah sama Deeva biar anak nya seneng dikit gitu" ucap Qia lagi. Sam sedikit terketuk hati nya oleh kata-kata Qia barusan.
"iya nanti gue urus... lo pulang sana udah larut" suruh Sam mendengus malas. Qia terkikik kecil lalu membuka pintu.
"Qia" panggil Vano. Qia menoleh.
"iya?"
"thanks udah datang bantuin kita berlima" ucap Vano. Qia mengangguk.
"cuma bantu dikit doang, lagian semisal gue ga datang juga kek nya kalian tetep bisa menang deh. kan skill kalian juga lumayan bisa di perhitungkan" jawab Qia enteng.
"darimana lo tau skill kita?" tanya Vano. jleb! mamp*s Qia keceplosan.
"emmm di kasih tau sama kak Rizal, abang gue Raga juga pernah bilang kalau anak-anak Ghosterion lumayan cakap dalam beradu hantam" jawab Qia mencoba biasa saja. padahal tak ada yg memberitahu nya, tapi Qia tadi melihat sendiri dengan mata kepala nya saat geng Vano terkepung dengan jumlah yg lumayan beda jauh. ia memperhatikan skill gelud mereka dari kejauhan, tapi Qia tidak tau kalau lawan Vano adalah Rayhan. sahabat nya sendiri.
"oh gitu"
"ya udah gue duluan ya semua nya... good night" ucap Qia tersenyum sebelum akhirnya benar-benar masuk ke dalam mobil.
"dia biasa nya galak sama rese, tumben bisa kalem dan manis malam ini" celetuk Bintang.
"ekhemmmm" deheman Vano bagaikan petir yg siap menyambar mulut ngasal Bintang yg berani memuji-muji Qia di depan nya. Vano menaikkan sebelah alis nya dengan tatapan lurus datar ke arah Bintang yg sedang menelan susah payah saliva nya. Bintang pun mengacungkan dua jari peace nya.
"nah tang, lo mau di sambar sama Vano? kalo enggak mending jangan sebut nama Qia. cuma Vano yg boleh tau!!" omel Adam gantian. padahal tadi Bintang yg telah sok menggurui nya untuk tidak merangkul Qia sembarangan.
"tapi lo tadi keren sih bos" puji Gabby merangkul pundak Vano.
"apaan?"
"pas lo sebut Qia adalah berlian dan lo terima tantangan balapan dari Rayhan demi Qia itu so gentle man banget sumpah!! takjub gue lo bisa bucin juga ternyata" jawab Gabby mengeluarkan uneg-uneg yg telah ia simpan sejak awal pertikaian tadi.
"ah iya tuh! gue juga inget banget pas Vano bilang Qia adalah berlian uwwuuu" sahut Adam ngegas serutu.
"benih-benih cinta mulai muncul nih ye" ledek Bintang juga.
"bentar lagi Bagas enggak bucin sendirian" sahut Sam juga ikutan. Vano mendengus malas.
"setan lu semua!! dahlah gue mau pulang, udah telat janjian sama nyokap. bye!!" ketus Vano kesal yg langsung kembali ke motor nya dan pergi begitu saja meninggalkan teman-teman nya yg menertawakan cowok bersifat es abadi yg mulai mencair oleh sinar terang dari seorang Qianne.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰