DEVANO

DEVANO
30. Ceroboh



"Gua ga nyangka bakal berakhir kek gini." ucap Vano tiba-tiba. Qia menoleh pada Vano yg sedang fokus menyetir mobil di samping nya.


"Emang berakhir gimana?" tanya Qia tak mengerti.


"Ternyata kita udah ketemu dari dulu, aneh nya setelah sekian lama kita malah ketemu lagi di versi lo yg ngeselin." jawab Vano enteng. Qia melotot.


"Heh ngaca brader!! Situ juga ngeselin kali!" ketus Qia sebal. Vano tertawa.


"Tapi aneh juga ya, kok gue bisa lupa nama lo? Bahkan Raga aja gue lupa. Gue kenal Raga sebagai leader DS Boys, bukan sebagai temen masa kecil." ucap Vano lagi.


"Lo pikunan sih haha." ledek Qia memeletkan lidah nya. Vano menonyor kepala Qia seperti biasa.


"Heh Raga juga berarti lupa bege!! Bukan gue doang yg pikun!" protes Vano malas. Qia menabok lengan Vano sebagai balasan nya.


"Elu mah nonyor mulu kak... Sebel gue!" sungut Qia kesal.


drtt drtt


📞Rayhanesse is calling....


"Siapa?" tanya Vano melirik Qia.


"Rayhan" jawab Qia apa ada nya membaca nama kontak di iPhone nya.


"ya udah sana buruan angkat!" suruh Vano.


Qia : Hallo?


Rayhan : Dimana?


Qia : Di jalan.


Rayhan : Sama siapa udah malem begini?


Qia : Sama temen gue.


Rayhan : Iya tau sama temen lo, nama nya yang mana satu?


Qia : Emang kenapa si?


Rayhan : pengen tau doang.


Qia : Lah cuma gitu doang?


Rayhan : Ya udah kalo gitu, jaga diri lo!


Qia : Iya bawel!!


tut tut...


"Kok udah? Cepet banget?" tanya Vano tanpa menoleh. Qia hanya mengendikkan bahu nya acuh.


"Udah kelar." jawab Qia singkat.


"Gue boleh nanya sesuatu?" tanya Vano tiba-tiba setelah beberapa saat saling diam.


"Apa?" tanya Qia balik.


"Rayhan anak SMA Garuda, dia pacar lo?" tanya Vano melirik Qia di samping nya. Qia mengeryitkan alis nya heran.


"Kata siapa?" tanya Qia lagi. Vano berdecak kesal.


"Di tanya malah nanya!!" omel Vano kesal. Qia tertawa.


"Enggak! Cuma temen doang sejak gue mampir sekolah di SMA Garuda. Emang kenapa? lo cemburu kak?" jawab Qia nyerocos dengan sedikit percaya diri di akhir kata nya. Vano menonyor kepala Qia lagi dan lagi.


"Enggak usah GR! Gua nanya serius ni!!" gerutu Vano kesal. Kali ini Qia tidak mengomel karena kepala nya di serang Vano, karena ya memang kali ini dia salah karena kepedean.


"Gue bilang enggak ya enggak kak Vano.... Ga percayaan amat!" ketus Qia kesal.


"Oh, oke!" jawab Vano singkat.


"Lah gitu doang." lirih Qia geleng-geleng kepala. Wanita cantik itu lalu menatap jalanan luar nan lenggang di luar jendela. Suasana ibu kota malam ini sudah sangat sepi, selain karena besok masih weekday, malam pun juga sudah cukup larut.


Sementara tanpa Qia sadari, Vano sedari tadi senyam-senyum sendiri sejak Qia mengatakan dengan lantang dan jelas kalau Rayhan bukan pacar nya.


'udah capek-capek tadi overthingking sampek mukulin samsak. eh ternyata Rayhan itu cuma halu doang jadi pacar nya Qia' batin Vano lega meskipun ia juga merasa rugi karena sudah membuang banyak sekali tenaga nya untuk meninju samsak sedari pulang sekolah karena suasana hati nya yg memburuk.


......................


Raga : Lo yg beneran aja Zal?


Rizal : Iya ga gue serius! Mana nih Qia belum pulang kok.


Raga : Tadi dia bilang mau dinner sama temen nya. Lo tau ga sama siapa?


Rizal : Temen Qia yg mana? Rayhan?


Raga : Bukan Rayhan.


Rizal : Terus siapa dong?


Raga : Ya gua ga tau lah, elo yang harus nya tau!!


Rizal : Ya gue ga tau yang mana satu nyet!! Dia aja baru seminggu disana, gue mana sempet hafalin nama mereka.


Raga : SMA Airlangga bukan nya markas Ghosterion ya?


Rizal : Nah iya tuh!! Vano pasti tuh gue yakin!!


Raga : Vano Axellio?


Raga : Ya udah sana cari info lol. gua ada tugas nih!!


Rizal : Hm iya.


tut tut...


"Cari info darimana? Gua aja ga ada nomor mereka. Apa gua cari username ig nya aja ya?" tanya Rizal pada dirinya sendiri.


"Gue pulang aja dulu deh, daripada nanti diomelin sama mama. mending gua cari info Qia nya dari rumah aja" ucap Rizal lagi kemudian dia berlari keluar pagar besar tinggi itu dan langsung lari menuju ke rumah nya yg letak nya tak jauh dari rumah Qia.


...****************...


"udah sampek!" ucap Vano setelah menghentikan laju mobil nya di depan rumah megah bernuansa putih gold itu.


Krik krik. Tak ada jawaban, bahkan suara Qia sama sekali tak ada. Vano yang curiga langsung menoleh dan mengintip wajah Qia yg menghadap ke arah jendela. Dan benar saja! Qia tertidur.


"Emak-emak bos kontrakan bisa tidur pules juga ya?" tanya Vano pada diri nya sendiri. Vano lalu melepaskan sabuk pengaman yg ia pakai dan beringsut mendekat ke arah sabuk pengaman milik Qia.


'Ini cewek aura cantik nya unlimited apa gimana? Bisa-bisa nya ga luntur juga dari tadi. Arghhh gue makin gila aja sekarang gara-gara nih cewek bawel satu' Batin Vano geleng-geleng.


cklek


Vano sudah berhasil membuka sabuk pengaman Qia. Pandangan nya lalu teralih pada wajah cantik yg terhalang oleh helaian rambut Qia yg menutupi pemandangan malam indah Vano.


Tangan Vano pun tergerak untuk menyingkirkan helaian rambut itu. Wow! Sangat cantik dan terlalu cantik. Qia seperti definisi 'cantik luar dalam' yg Vano butuhkan selama ini. Bukan sembarang cantik dan mengandalkan tampang saja. Diam-diam selama ini, di balik starus jomblo Vano, ia sebenarnya hanya mencari seorang perempuan yg tidak hanya mengandalkan tampang saja! singkat nya, Vano mencari perempuan yg memandang dia bukan dari tampang ganteng nya saja. Tapi lebih ke sifat. Dan sejauh ini, Qia memenuhi kriteria itu, apalagi di tambah dengan seringnya Vano bermasalah dengan Qia yg membuat kedua nya seakan makin dekat tanpa sekat.


Point terpenting! Vano punya kartu as sebagai anak dari sahabat orang tua nya Qia. Di tambah lagi hubungan nya dengan Raga juga lumayan baik.


"lo cantik sih kalo lagi diem gini, tapi gue lebih suka Qia yg bawel dan berani ngelawan gue haha." ucap Vano tanpa sadar membelai pipi kanan Qia.


"Gue akuin gue udah jatuh cinta sama lo Qi, ga tau sejak kapan dan karena apa. Tapi yg jelas, gue suka nyaman deketan sama lo kek gini. Tapi gue ga suka liat lo deket-deket sama cowok lain, termasuk Rayhan temen lo yg berlindung di balik pengakuan kalau dia adalah 'pacar' lo. Liat aja, gue yg bakal dapetin hati lo Qi" lirih Vano diiringi janji pada dirinya sendiri. Malam ini di mobil nya, Vano sudah menyatakan cinta nya kepada orang yg tak bisa mendengar ungkapan tulus dari nya.


"Im promise!" bisik Vano tepat di telinga Qia. Qia melenguh karena merasakan hembusan hangat di telinga kanan nya.


"enghhhh!."


"Eh kak Vano?!! ngapain!!" pekik Qia kaget dan langsung mundur perlahan dari kursi nya. Vano buru-buru menegakkan badan nya setelah tersadar.


'Lah emang tadi gue ngapain?' tanya Vano pada hati nya.


"Enggak ngapa-ngapain." jawab Vano yg sejujurnya tak tau apa-apa.


"Ya terus tadi ngapain deket-deket?" tanya Qia memicingkan mata nya curiga.


"Mau bangunin lo! udah sampek tuh!" jawab Vano mengalihkan perhatian. Untung saja jawaban cerdas dan masuk akal itu bisa muncul di saat yg tepat. Qia pun menoleh ke arah luar dan benar saja mobil Vano sudah berada tepat di depan tangga menuju pintu utama di rumah nya.


"Ya udah gue turun duluan ya... Thanks buat makan malam nya." ucap Qia sebelum menekan knop pintu mobil. Vano mengangguk.


"Makasih juga udah mau datang ke rumah gue." ucap Vano tersenyum dengan mengangguk. Qia manggut-manggut dengan setengah merem.


"Lo masih ngantuk berat gitu, mau gue gendong aja ke dalem?" tawae Vano peka. Qia menggeleng kecil.


"Nggak usah! gue bisa kok." tolak Qia kemudian menyabet salah satu iPhone yg tergeletak di depan mobil Vano. Tadi setelah Rayhan menelepon, Qia meletakan iPhone nya di sebelah iPhone Vano.


"Udah ya gue masuk kak... Bye!!" ucap Qia lalu benar-benar keluar dari mobil. Vano tidak buru-buru pergi, ia memilih untuk mengawasi Qia sampai masuk ke dalam rumah dahulu.


"Qianne Axellio, in my wish!" ucap Vano tersenyum tipis lalu menancap gas dan segera pulang ke rumah.


...****************...


"Akhirnya gue pulang.... Tidur nyenyak!!" ceracau Qia langsung membanting tubuh nya di kasur empuk kesayangan nya itu.


drtt drtt


Sayang seribu kali sayang! Baru saja ia hendak memejamkan mata, iPhone yg ia letakan di atas meja itu berdering keras.


Qia tidak tau siapa yg menelepon, karena sudah mengantuk parah. Qia langsung menggeser tombol hijau tanpa ingin tau siapa penelepon nya di tengah malam seperti ini.


Qia : Hallo? Siapa sih nelpon orang malem-malem begini!!


📞 : Loh Van? Kok suara lo jadi melow gini?


Qia : Loh kok suara cowok? Siapa nih?


📞 : Wah emang ga tau diri lo Van! Gue Adam nyet!! masa iya nomor gue nggak lo save hah?


Qia sontak terlonjak dari kasur saat menyadari penelepon itu adalah Adam, dan yang lebih parah nya lagi adalah iPhone yg ia pakai ini bukan miliknya. Mata Qia yg tadi nya hanya tersisa 1 watt saja itu kini kembali melek dengan terang 50 watt!


Qia : K-kak Adam? I-ini beneran kak Adam?


Adam : Ini bukan Vano ya? Qia? Ini lo Qi? Kok punya Vano bisa ada di elo?


Qia : (Qia menepuk jidat nya kasar) Aduh! Berarti gue salah ambil dong tadi


Adam : Cielah... Habis dari mana lo sama dia ahahahah.


Qia : Kepo banget mas Ratu! Dah ya kak, apapun yg mau lo kasih tau ke kak Vano. Besok aja oke? Gue mau tidur dulu. Bye!!


Adam : Eh eh ben-


tut tut...


Qia memutuskan untuk menyudahi obrolan salah alamat nya dengan Adam daripada nanti urusan nya makin ribet.


"Arghhhh Qia!! Lo ceroboh banget sih?" gerutu Qia berteriak frustasi.


"Gue harua kasih tau kak Vano nih, nomor gue di save pake nama apa ya?"


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰