DEVANO

DEVANO
112. Seratus dua belas



"Duh sirkel Oster pada kemana sih?" gerutu Ratu berjalan tergesa menyusuri sepanjang lorong kelas dua belas, sendirian. Qia dan Deeva tadi langsung menyusul Manda di dekat UKS sekolah seperti yang diberitahukan Aldi, sedangkan Ratu naik ke lantai tiga untuk mencari pawangnya Manda alias Bagas.


Hanya ada satu tempat paling tepat yang dilupakan oleh Ratu, yaitu rooftop.


"WOY GEBOYY!!" teriak Ratu saat sepasang bola matanya tak sengaja menangkap bayangan Gabby yang baru saja turun dari rooftop, bersama Bintang.


"Paan?" tanya Gabby setelah Ratu menghampirinya. Ratu yang ngos-ngosan tidak bisa langsung menjawab, ia terlebih dulu mengatur ritme nafasnya.


"Cielah yang habis jadian." ledek Bintang menaik turunkan alis. Ratu masih sibuk ngos-ngosan.


"Hosh hosh itu bahas nanti aja! Sekarang gue lagi nyari kak Bagas, dimana dia?" tanya Ratu mengalihkan.


"Lah si anjir bukannya nyari Adam, malah nyari Bagas." heran Bintang. Ratu berdecak, memang sulit mengajak Bintang untuk bisa serius.


"Buruan sih dia dimana Tang? Gab?"


"Masih di rooftop noh, gua sama Bintang emang mau balik duluan." jawab Gabby menengahi karena dari raut wajahnya Ratu terlihat sangat serius bercampur panik.


"Oke, thank!" tutup Ratu yang langsung berlari ke atas tangga menuju rooftop. Menatap Ratu yang berlarian tanpa jiwa santai membuat Bintang dan Gabby bengong diwaktu bersamaan, dan tenggelam di perkiraan pikiran masing-masing hingga Bintang yang lebih dulu bersuara.


"By-"


"Gua gampar lo!"


"Buset! Ayo ngikutin Ratu aja ah, gue kepo nih." ajak Bintang menarik lengan Gabby.


"Hm." Merekapun naik lagi ke rooftop untuk mengikuti Ratu dan mencari tau apa yang sedang terjadi.


...****************...


"Dev!" tarik Qia menghentikan langkahnya. Deeva yang tadinya berjalan disampingnya pun ikut berhenti juga.


"Eum? Kenapa Qi?"


"Lo susul Manda duluan aja ya? Gua mau liat ke mading dulu." ucap Qia karena feelingnya kurang baik sejak tadi, bahkan fikirannya terus fokus pada papan mading sejak Aldi menyebut kata 'pokoknya Manda habis dari mading langsung nyari si Sarah'. Pasti ada sesuatu hal yang membuat Manda marah kan?


"Serius lo?"


"Iya, bentar doang habis itu gue langsung susulin kalian."


"Oke deh kalo gitu."


...****************...


"HEH WOYY!!" panggil Vano saat melihat gerombolan teman-temannya tampak buru-buru menuruni tangga rooftop bersama Ratu.


Vano baru saja kembali dari ruang guru untuk menemui bu Friska, rupanya ia dimasukkan ke dalam line up olimpiade fisika tahun ini. Aneh rasanya melihat teman-temannya turun dari rooftop padahal bel upacara belum berbunyi, apalagi ada Ratu diantara mereka.


Adam, Bagas, Sammuel, Gabby, Bintang dan Ratu berhenti tepat di anak tangga terakhir menunggu Vano menghampiri mereka.


"Mau kemana lo ngikutin Ratu?" tanya Vano.


"Singa piaraannya Bagas ngereog lagi noh." jawab Bintang.


"Sembarangan lu ngatain cewek gue! Dia bukan singa woi." pekik Bagas tak terima.


"Ya terus?"


"Beruang hibernasi."


"Sama aja."


"Manda ngamuk kenapa? Terus Qia mana Rat?" tanya Vano lagi.


"Biasalah Manda berantem sama siapa lagi kalo bukan gengnya Sarah, kalo si Qia dia udqh nyamperin Manda duluan bareng Deeva tadi."


"Ada Sarah?"


"Iya kak."


"Ada Qia juga?"


"Iyaaaaa...." jawab Ratu mulai jengah. Kenapa sih Vano jadi banyak bicara seperti ini?


'Qia kan masih marah gegara pap Sarah semalem ya? Wah bisa pecah nih perang dunia kalo mereka ketemu. Bukan gimana, tapi ngeri juga kalo Qia nanti ngamuk terus bikin anak orang masuk ICU.' batin Vano panik seketika.


"Apanya yang bahaya?"


"Mending kita susul mereka sekarang sebelum ambulan dateng kesini." ajak Vano berlari mendahului yang lain, meninggalkan tanda tanya besar di kepala mereka.


...****************...


"LO JUNIOR BAU KENCUR NYOLOT BANGET SIH!!"


"Manusia sok senior kayak lo emang musti di nyolotin!" jawab Manda enteng. Ekspresinya tetap santai meskipun ia sendirian melawan tiga orang di depannya.


"ANJ*NG EMANG LO YA."


"EH ELO YA YANG ANJ*NG! Maksud lo apaan masang foto temen gue hah?!"


"Dasar cewek genit ga tau diri!" timbrung Dewi.


"Eh lo cabe-cabean gatel! Gua dari awal cuma mau ngurusin Sarah ya, tapi kalo lo masih ngerasa ga terima karena sampai sekarang Bagas masih cinta sama gue, MAJU SEKALIAN LU ANJ-"


"Man Man udah woi!! Lo mau masuk BK terus diusir emak lu hah?!" lerai Deeva menarik tubuh Manda agar berjarak dari Dewi yang sama melototnya dengan Manda. Aura yang sama-sama kuat namun lebih dominan dengan aura Manda.


"Tapi orang-orangan sampah kek mereka ga bisa dibiarin lagi Deev!"


"Paling nggak bilang dulu kenapa? Ada masalah apaan hah?" keluh Deeva menyerah. Meluluhkan emosi Manda memang tidak semudah itu, jadi ia memilih untuk mengikuti alur Manda saja.


Manda menunjuk wajah Sarah dengan telunjuknya tanpa takut.


"Deev, dia ini nih cewek ganjen pengejar cinta paksa ini ngefitnah Qia. Temen kita! Dia masang foto privat yang harusnya ga pantes disebar cuma buat ngerusak image Qi-"


"Eh jangan asal ngomong lo ya!" potong Dewi menepis kasar tangan Manda. Manda yang memang dari dulu punya masalah pribadi dengan Dewi pun kembali tersulut.


"APA LO?!" gertaknya.


"APA?! Lo berani nantang gua?!" balas Dewi tak mau kalah.


"Cih, emang sejak kapan gue pernah takut sama lo? Kalo lo lupa, gue udah pernah bikin lo malu sampe ga berani sekolah satu minggu." decih Manda remeh. Dewi mengepalkan tangan geram, tapi Sarah menariknya untuk mundur karena menurutnya ini adalah saat untuknya dengan Manda, bukan Dewi.


"Manda Manda.... Lo ngebela orang yang jelas-jelas salah sampe segitunya. Ga malu lo?" remeh Sarah mengejek. Manda membalasnya dengan senyum penuh remeh juga.


"Temen gue ga salah Sar, yang salah itu otak setan lo!"


"Cih.... Asal lo tau aja ya, gue ga ngefitnah temen lo yang sok caper itu. Foto itu real gua ambil di malam dimana Vano balapan! Emang pantes ya dia mojok sama cowok lain padahal semua orang juga udah tau kalau dia lagi deket sama Vano." jelas Sarah merasa menang. Manda kembali naik pitam.


"Ck. Udahlah kak Sar! Ga usah nyebar gosip, lagian mau Qia deket sama siapapun itu bukan urusan lo." gerutu Deeva malas. Sampai kapan gengnya Sarah ini akan berhenti mengganggu teman-temannya?


"Emang temen lo aja tuh yang murahan! Digrepek sana-sini mau, ganjen banget."


"EH TUTUP MULUT SETAN LO YA!!!" maki Manda ngegas lagi. Sumbu pendeknya kembali terbakar.


"Man aelah mulut lu bener-bener ngablak dah. Inget ada BK woi! Entar emak lu ngamuk." bisik Deeva kembali menenangkan Manda. Mamanya dengan mamanya Manda adalah teman arisan, keduanya sering memarahi mereka berdua karena sering terlibat cekcok dengan geng Sarah dan berakhir di BK dan hal ini sudah sering terjadi bahkan sebelum Qia datang. Dan juga mereka saat ini sedang menjadi pusat perhatian di tengah kerumunan, bagaimana kalau ada yang memberitahu mamanya? Gawat! Deeva tidak akan bisa hidup tanpa handphone lagi nanti.


"Lo juga sama aja kek temen lo Deev!" lirik Sarah sinis.


"Dih apaan lo?!" sungut Deeva kesal seketika mendengar Sarah meremehkan dirinya.


"Sama-sama gathel yagesya." kompor Dewi. Sarah tersenyum culas dengan anggukan sombong.


"Cara lo ngedapetin Sammuel juga nunjukin sifat asli lo! Ah emang bener, satu circle ga ada yang bener. Gatel semua, HAHA."


'Oke, keknya percuma gue ngediemin ni orang. Tau gitu ngapain gue ngademin Manda dari tadi sialan!' batin Deeva merutuki dirinya yang kenapa tidak memberi Sarah pelajaran saja?


"HEH SAR-" marah Manda lagi. Ia tak terima temannya dikatai seperti itu, Sarah menatapnya dengan satu alis terangkat.


"Alah terima kenyataan aja kali! Temen lo emang ga ada yang bener Manda...... Semuanya juga murahan, semuanya punya hobi caper sama anak-anak Oster. Apalagi temen lo si Qi-"


PLAK


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Sarah yang mulus. Menyisakan tapak tangan disana, semua orang tercengang dalam keterkejutan melihat siapa yang datang menengahi dan langsung menyerang Sarah tanpa peringatan.


Qia.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA😗